That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
S2 Ch.26 : Si Misterius



Season 2 of That time i got reincarnated as a bird.


......................................................................................................................


Sebuah jurang yang terbuka sempurna, disertai lonjakan-lonjakan tanah yang bergelombang. Suasana yang tenang, disertai angin sepoi-sepoi yang meniup tebaran pasir.


Terdengar sebuah suara bersenandung di dalam jurang, suaranya menggema ke seluruhan wilayah jurang. Suaranya terdengar seperti suara lelaki, namun perlahan malah terdengar seperti suara perempuan.


Senandungannya terdengar merdu bagaikan siulan burung di pagi hari.


Beberapa partikel jatuh menghantam permukaan, menciptakan suara keras yang membuat suasana menjadi mencekam.


Terdengar sebuah pijakan kaki yang memijak permukaan jurang. setiap kali berpijak, akan tercipta suara yang begitu menggema dan menciptakan kepulan asap.


Suara bersenandung tak kunjung henti, kini disertai dengan suara siulan dari bagian kiri.


Keduanya seperti saling bersahut-sahutan.


Jalan jurang mulai ditutupi dengan kepulan asap yang dibawa oleh sang angin.


Dari balik kepulan asap, tercipta sebuah bayangan manusia. bila dikirakan dalam umur, mungkin berumur 21 tahunan.


Perlahan sesosok itu memunculkan dirinya, dimulai dari kakinya, tubuhnya dan terakhir wajahnya.


Ternyata benar sesuai perkiraan bahwa sesosok tersebut berumur 21 tahun, itu bisa dilihat dari tubuhnya dan wajahnya yang tertampak tua. kedua *********** terkesan berukuran sedang, bersembunyi di balik jubah coklat yang terbang tertiup angin.


Rambutnya berwarna biru muda, namun kini terlihat menjadi gelap. Di bagian poni depan dan bagian kiri, berwarna putih pekat seperti warna uban.


Mata bagian kiri ditutup dengan Eyepatch, yang memberi kesan seperti bajak laut. namun disekitar mata kirinya, urat-urat matanya menegang. itu tertampak jelas lewat kulit sekitar mata kiri, mereka tampak seperti ingin keluar dari tempatnya.


*Maaf kalau visualnya masih tidak jelas.


Kulit wajahnya mengkerut, tidak lagi halus bagaikan gadis berumur muda. Meninggalkan banyak sekali luka di bagian telinga kiri, itu terlihat seperti habis dicabik-cabik, bentuknya sudah tidak tertampak sama seperti telinga biasa.


Lengan bagian kirinya dililit oleh kain berwarna hijau gelap, lilitannya tak tertutup sempurna/ketat sehingga masih dapat memperlihatkan bagian dalamnya. Sebuah warna putih terpancar jelas lewat sela-sela kain, namun itu dilumuti dengan sesuatu yang warnanya merah pekat bagaikan daging.


Setiap ia berjalan, sesuatu merah pekat tersebut jatuh ke permukaan jalan sedikit demi sedikit.


Senandung dan siulan berhenti, ketika perempuan ini berhenti bergerak.


Kepala Wanita ini ditundukkan ke bawah beserta tubuhnya, kedua tangannya melingkupi perutnya.


Tiba-tiba, Dia menyemburkan darah dari mulutnya.


Dari atas kedua sisi jurang, muncul dua orang yang asal seenaknya melompat dari ketinggian yang terbilang sangat berbahaya.


"Oi ada apa?"


"Uhuk...ak-aku haus..."


"Kukira ada apa, ternyata hanya haus. Duduk saja dahulu, agar tubuhmu tak menengang."


Salah satu dari mereka berdua adalah seorang lelaki yang berpenampilan layaknya Oni, memiliki dua tanduk di keningnya.


Dia adalah Wrath.


Dan terakhir adalah wanita berumur 18 tahun, mengenakan jaket hoodie berwarna merah gelap. Dia berbeda dengan Wrath yang adalah ras Oni, Dia adalah ras Half-Cat.


Dia adalah Sloth.


"Apakah perjalanan kita masih sangat jauh?" (Sloth)


"Entahlah."


"Apakah anda tidak mengetahui panjang dari jurang ini?" (Wrath)


"Tidak. mari lanjutkan perjalanan."


Keduanya adalah Servant perempuan ini, namun dibalik itu, ternyata mereka bertiga mempunyai sebuah memori yang spesial.


Nama perempuan ini adalah Araciel/Shiramaru/Shiroreilu