That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
Chapter 18 - Arc 3



Semenjak pertarungan sebelumnya, nama kerajaan E-Nantiel sudah tidak terdengar dikalangan kerajaan lainnya. Banyak gosip yang beredar bahwa E-Nantiel menghilang.


Namanya pun menghilang di daftar kerajaan..


Entah bagaimana nasibnya, para kerajaan lain tak mau ikut campur. Namun ada beberapa kerajaan yang masih penasaran, bagaimana dengan keadaan E-Nantiel.


Mereka mengirimkan beberapa explorer untuk menjelajahi E-Nantiel.


...


Sesampainya disana, mereka dapat melihat bangunan kota E-Nantiel dan dindingnya.


Mereka berniat masuk ke bagian dalam, namun salah satu Explorer menghentikan niat lainnya.


Ia berkata kalau ada sesuatu yang sangat berbahaya, terletak di dalam E-Nantiel.


Perkataannya membuat sebagian explorer takut, dan mereka pun kembali tanpa masuk ke bagian dalam.


....


Hujan turun begitu lebat, menyiram bekas E-Nantiel.


Di salah satu bangunan, kami semua berteduh di dalam sana.


Ketiga iblis itu masih berdiri di sejajarku, mereka tidak ingin pergi.


"Hujan ya..?"


Luminus bergerak ke bagian dalam, kedua iblis lainnya melihatnya berjalan. Lalu, ia berlutut ke satu arah.


"Apakah anda ingin menghilangkan hujan ini? saya bisa merubahnya menjadi cerah kembali." (Luminus)


"....."


Tersorot ke arah Luminus berlutut, terlihat sesosok perempuan yang tengah duduk dengan keadaan lesu. Sorot matanya terlihat sangat kosong, seperti tidak ada jiwa


"Master..." (Luminus)


Masih tidak ada jawaban dari perempuan itu, ia hanya diam dengan tatapan kosong.


Luminus berdiri tegak, kembali ke tempat sebelumnya. Kedua iblis lain mengikuti pergerakannya, membalik memunggungi perempuan itu.


...


Salah satu iblis, Tentsu bergerak maju menghampiri Luminus, bersamaan dengan Enima di belakangnya.


Mereka bertiga saling berkumpul.


"Ada apa?" (Luminus)


"... Apakah anda ingin melepaskan perjanjian ini dan mencari master baru?" (Tentsu)


"Saya sudah muak dengan master sekarang, ia hanya duduk lesu tak berbuat apapun. Saya berharap untuk mendapatkan master yang lebih baik." (Tentsu)


"Apa cuma anda yang ingin seperti itu?" (Luminus)


Enima terdiam ketika merasakan aura membunuh dari Luminus, ia sudah tidak berkata apapun dan tak mau ikut campur.


"Ya, memang anda tidak ingin?" (Tentsu)


Tanpa berpikir panjang, Luminus menghancurkan kepala Tentsu hingga hancur berkeping-keping.


Darahnya menciprat ke seluruh arah, bahkan menciprat ke wajah Enima.


Tubuh Tentsu jatuh tergeletak tanpa kepala, darah keluar tanpa henti dari lehernya.


"Anda tidak akan mengerti bagaimana kesetiaan tercipta." (Luminus)


Perlahan tanganku bergerak dengan sendirinya, padahal aku sedang tidak mengendalikannya.


Bagaimana ini bisa terjadi?


Tanganku mengeluarkan suatu skill yang tak saya kenali, lalu tubuh Tentsu seperti masuk ke dalam tanah dan menghilang.


Kedua iblis lainnya terkejut dan langsung berlutut.


"Tolong maafkan saya! Master!" (Luminus)


Tubuh Tentsu menghilang dari hadapan kami, lalu muncul suatu lingkaran sihir yang terbentuk sempurna. Lingkaran itu bersinar cerah.


Memunculkan tubuh baru, yang terlihat seperti perempuan...


Tubuh baru itu berdiri, dan ternyata itu adalah iblis baru.


Aku memanggil iblis baru dengan mudah.. sungguh mengerikan!


Iblis baru ini memakai pakaian maid serta memiliki rambut pendek berwarna biru gelap serta memiliki warna mata merah gelap.


Nama iblis itu adalah Rain.


Namanya terpampang jelas di mata saya.


"Salam kenal, Master. Saya Rain, siap untuk melayani anda." (Rain)


"..."


Rain mengangkat pakaian bagian bawah, lalu menunduk hormat.


Namun aku hanya terdiam, mulutku terasa kaku sulit untuk digerakkan apalagi diangkat.