
Halo, Reiko disini!
Yahaha .... nama saya masih nama asli, jadi mohon dimaklumkan.
Ok. waktu sudah berjalan selama seminggu setengah, dua hari lagi mencapai dua minggu. tubuh saya sudah terlihat membesar, kedua sayap terlihat kokoh dan kuat.
Bagaimana hal ini terjadi?
Sebelumnya saya tidak mengetahui segala informasi tentang great sage yang saya beri nama Nio.
Ibu merpati membawa makanan yang berbeda, bukan lagi cacing tanah melainkan ikan segar. Dua ikan segar yang masih hidup, menggeliat-geliat meminta diceburkan kedalam air.
Ibu merpati memakan satu, yang lainnya memakan satunya.
Saya belum pernah memakan ikan yang masih hidup, saya tidak ingin membayangkan betapa amisnya.
Tapi biarlah, saya harus memakannya. Selamat makan!
*Nyam ... Nyam ... Nyam*
Tidak enak ....
Ketika daging ini masuk ke mulut, saya bisa merasakan rasanya karena skill yang diperoleh. Namun rasa amis mengalahkan rasanya.
Daging ini sangat enak jika dipakaikan dengan sup atau Soyu.
*Nyam ... Nyam ... Nyam .. Nyam ... Nyam*
>Pemberitahuan : Level Up<
Eh!?
Seketika cahaya muncul dari tubuh saya, menyelimuti sekujur tubuh hingga pandangan saya.
Ada apa ini!?
>Level Up : Lv 2<
>Skill : Lidah Perasa : Lv 6<
>Skill Baru terbuka : Ketahanan tubuh<
>Wujud baru akan tercipta!<
Cahaya menghilang dari tubuh saya, saudara saya serta ibu melihat ke arah saya dengan tatapan aneh.
Tatapan saya bergerak ke bawah, melihat tubuh saya ... sedikit berbeda ...
Apa.....!? apa yang berbeda ya?
Begitulah ceritanya.
Bagaimana menurut kalian?
Jika dilihat lewat tubuh saya, berkemungkinan saya bisa terbang. Bisa jadi! lihatlah kedua sayap saya, bulu nya sudah melebat serta sudah semakin membesar.
Saatnya terbang.
*Hup ... Hup*
Pemandangan yang sama tak membuat saya bosan, angin sepoi yang sungguh nikmat.
Kedua sayap saya terbuka lebar, mencoba mengetes seberapa kencangnya angin.
Saya melakukan ini seperti hendak memainkan layangan.
Kedua sayap saya bergerak bergoyang tertiup angin.
Saatnya terbang!
Wah! saya berhasil!
Eh..!? saya lupa untuk mengepakkan sayap!
Saya kembali naik ke atas, saya sudah berhasil terbang dengan kedua sayap saya walau diperlukan usaha yang begitu keras.
Indahnya!
Matahari baru terbit, langit berwarna biru gelap menjelang terang disertai dengan serpihan-serpihan warna jingga.
Yes! saya berhasil!
Saya melesat terbang ke bawah, melewati jajaran pohon tinggi, melewati gunung serta tebing tinggi.
Menyenangkan sekali!
Hmm?
Dari kejauhan terlihat sebuah cahaya yang tengah melintas melewati semak-semak hutan, tak hanya satu terdapat 2 cahaya lain di belakangnya.
Saya sangat penasaran, saatnya melihat!
Terlihat sekelompok manusia tengah berjalan membawa senjata serta memakai armor, mereka terlihat seperti ingin berperang.
Secara tiba-tiba, suara seperti ledakan terdengar dari arah kiri.
Seluruh manusia ini mulai berlari bergegas menuju ke arah sana, dibagian kiri adalah tempat sarang saya berada. saya harus bergegas kesana!
Terlihat hutan dilanda dengan api, para manusia mulai masuk dengan panah. memanah ke arah atas, membunuh para burung merpati.
Sial!
Saya telah sampai di sarang saya, seluruh saudara saya sudah mati terbakar. tersisa saya seorang.
Seluruh kawanan burung merpati yang selamat mulai kabur, saya melihat dari atas saya.
Saya ikut dengan mereka.
Namun ada satu burung merpati yang terbang ke arah yang berlawanan, sekilas saya melihat 2 bulu berwarna kuning emas di kepalanya.
Sang burung merpati itu adalah sang ratu, bulu berrwarna kuning di kepalanya adalah tanda mahkota.
Ia merubah wujud sebagai sesosok manusia nan cantik, tatapannya terlihat sangat marah kepada manusia.
"Kuharap kalian mati bersamaku, Skill Atelion Nota!"
Setelah itu, saya tidak melihat pertarungannya secara langsung karena kawanan burung ini begitu cepat.