That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
Chapter 13



Hatori disini!


Pada keesokan pagi harinya, Jalan tengah kerajaan E-Nantiel ramai dengan para penduduk karena para pahlawan telah kembali.


Jalan tengah yang memanjang menuju jantung kota, dikerumuni dengan para penduduk dan hiasan untuk menyambut kedatangan para pahlawan kembali.


Kebetulan saya berada disana pada saat tengah mengambil selimut.


"Selamat datang, Para Pahlawan!"


Sorakan penduduk menyambut para pahlawan.


Saya melihat sekilas para pahlawan itu berjalan, ada yang membawa pedang besar, tameng, tombak, panah dan tongkat sihir.


Mereka seperti pahlawan yang pada umumnya, Saya pernah melihat mereka di berbagai permainan.


Lalu di tambah dengan barisan para kesatria kerajaan yang terlihat babak belur, beberapa kereta mengangkut para kesatria yang terluka parah.


Sekilas wajah mereka terlihat ketakutan dan kosong.


Itu sudah wajar, karena mereka melewati perang yang begitu panjang pastinya.


4 buah kereta datang menarik sesuatu yang membuat cahaya matahari tertutup, bayangannya cukup membuat saya sedikit takut.


Satu ekor phoenix yang telah tiada ditarik oleh 4 kereta.


Tubuh phoenix itu cukup besar dan sepertinya sangat berat, sampai harus ditarik dengan 4 buah kereta.


Sungguh mengerikan.


Suara tubuhnya ketika diseret oleh kereta terdengar jelas.


...


Saya kembali ke Tempat asuhan membawa setumpuk selimut, Remaja lain membawa tumpukan itu ke dalam kamar yang belum memiliki selimut.


"Hatori-neechan, Hatori-neechan!"


Seseorang menarik-narik pakaianku, saya menoleh melihat Hiro tengah memegang dua buah kayu panjang.


"Ada apa?"


"Ayo kita berlatih pedang!" kata Hiro sambil menjulurkan tangannya, berniat memberikan satu buah pedang kayu.


"Baiklah."


Saya menerimanya.


Kami berdua berdiri berhadapan, kedua pedang kayu kami diangkat ke atas bertanda telah siap.


Setiap kali saya melihat seseorang dengan fokus yang tinggi, [Pengamatan] akan muncul sendiri.


Saya bisa melihat jelas status dari Hiro.


Mungkin seluruh kegunaan skill nya hanya untuk membantu.


*Hyaaa!


Hiro bergerak maju, kedua pedang kami saling bertabrakan. Saya bisa merasakan betapa kuat serangannya.


Tidak hanya itu, ia melesat ke bawah berniat menebas lewat bagian bawah. Kepintaran dalam hal bertarungnya sudah hampir matang.


Untung saja...


Pedangnya meleset hampir mengenai wajah saya.


....


"Bagaimana, Hatori-neechan? apa aku sudah bisa menjadi seorang pahlawan?"


"Kamu sudah bisa menjadi pahlawan!" ucap saya sambil mengelus kepalanya.


"Yeah!"


Hiro terlihat sangat senang, ia berlari ke dalam rumah untuk memberitahu pencapaiannya.


Saya sungguh senang bisa membantunya, membantu seorang anak yang sudah tidak memiliki kedua orang tua... itu memang membuat saya senang.


Setidaknya ia tidaklah menyerah dalam mengerjakan kehidupan.


...


Hari berganti malam, kerajaan E-Nantiel merayakan kembalinya para pahlawan. Seluruh jalan dihiasi dengan hiasan mewah berupa pita dan bunga, di sepanjang jalan utama dipenuhi oleh penyanyi dan berbagai hiburan lainnya.


Seluruh anak-anak keluar bersama-sama untuk melihat keramaian kota, Saya ikut serta dengan mereka.


Kami berjalan ke jalan utama, dilihat dari jauh saja sudah sangat ramai.


Ada yang menjadi badut, penyanyi, marching band dan sebagainya.


"Wah ramainya!"


Memang jika dilihat, itu sangat ramai.


Lurus menuju jantung kota terlihat sangat ramai bahkan sampai padat, kami terhenti karena melihat betapa padatnya di jantung kota.


"Lebih baik kita jangan kesana, aku takut kita akan terpisah."


"Kamu benar, Hatori-neechan."


"Ayo kita kembali."


Saya mengusulkan untuk tidak kesana, karena takut terpisah dengan anak-anak yang lain.


....