That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
Chapter 10 - End of Arc 1



Ketika saya diambang keputusasaan karena tak dapat bergerak sama sekali, Sebuah skill muncul di tubuh. Skill ini menyembuhkan sekujur tubuh saya secara terperinci.


Rasa hangat menyerbak ke sekujur tubuh saya, terasa menyelimuti saya.


[Regenerasi]


Sebuah skill yang baru saya peroleh, ketika saya diambang keputusasaan. Memang terbilang cukup aneh, bila sebuah skill bisa menyembuhkan tulang yang remuk dan patah.


Skill ini mampu menyembuhkan pemiliknya tanpa sepengetahuan pemiliknya.


Sungguh skill yang sangat diluar nalar manusia bukan?


Huh...


Hmm..?


....


Saya mendengar sesuatu yang mendekat, melewati semak-semak.


Ini sangat memakan waktu, tubuh saya masih belum dapat digerakkan sedangkan itu ada sesuatu yang mendekat.


[Regenerasi] masih berjalan menyembuhkan tulang saya.


Cukup lama, mungkin memakan waktu sampai beberapa menit.


Saya memusatkan seluruh kesadaran saya ke pendengaran untuk mengaktifkan skill [Pendengaran Tajam]


Saya mendengarnya lagi, itu semakin mendekat.


Bagaimana ini?


Jika saya ingin kabur, saya harus merubah wujud saya. Namun saya masih belum dapat bergerak, bahkan berubah sekalipun.


Seluruh skill saya tidak ada yang dapat digunakan untuk bertarung, hanya skill [Hardening] yang bisa saya andalkan.


Namun [Hardening] masih banyak kekurangannya.


...


"Siapa itu!?"


Dari balik semak-semak, muncul 3 manusia yang ku lihat sebelumnya. Mereka adalah manusia yang bertarung melawan king crab sebelumnya.


Hal yang saya lihat adalah terkejut, mengapa?


Salah satu manusia yang membawa pedang di sakunya itu memiliki suatu skill yang terdengar cukup menyeramkan, ketika itu terekspos dengan [Pengamatan] saya langsung menyimpulkan bahwa satu skill yang ia miliki sangat kuat.


Skill [Berkah Pahlawan]...


Dari namanya saja, sudah diberitahu betapa kuatnya skill ini.


Mungkin ia tipikal pahlawan yang akan mengalahkan raja iblis dengan party nya.


Dilihat dari pakaiannya yang begitu megah dan terang, mungkin ia adalah anak bangsawan.


....


Perlahan daya kerja [Regenerasi] mulai menghilang, yang sepertinya saya sudah hampir kembali normal.


Mereka bertiga semakin mendekat ke arahku.


"Wah, dia telanjang..."


"Jangan Lihat!"


Terdapat 1 lelaki dan 2 perempuan di belakang.


Saya bisa melihat status mereka dengan hanya melihat mereka, itu karena skill [Pengamatan].


Nama sang lelaki adalah Muki, dan kedua perempuan di belakangnya adalah Nyia dan Toma.


'Singkirkan kedua tanganmu dari mataku! saya tidak bisa melihat dengan mudah!"


"Jangan dahulu! Toma, berikan pakaian untuknya!"


"Ah baik."


"Dia hanya anak kecil, mengapa anda harus menutupi pandangan saya?"


"Walau hanya anak kecil, ia tetaplah seorang wanita! anda tidak memiliki hak untuk melihatnya!"


Anak kecil? ah begitu ya, tubuh saya terlihat kecil bagi mereka.


Pantas saja pandangan saya terasa sangat rendah, dikarenakan proposi tubuh saya yang sama dengan tubuh anak kecil.


Salah satu perempuan berambut coklat dengan kacamata memberi saya sebuah jaket --- membalut jaket itu ke seluruhan tubuhku untuk menutupi kemaluanku.


"Sudah."


Nyia melepaskan kedua tangannya dari mata Muki.


Muki berlutut mencoba mendekati saya.


"Siapa namamu?"


....


Bagaimana saya menjawabnya? apa perlu saya memberitahu nama saya yang sebenarnya?


Berpikirlah!


....


"Hatori."


"Hmm?"


Bagaimana?


"Nama yang cukup sempurna, lalu bagaimana kamu bisa disini?"


...


Hal itu sulit dikatakan, saya masih dibawah umur dan tak tahu apapun. Kecerdasan saya masih sangat minim, sulit dalam mencari alasan.


"Janganlah anda tanya seperti itu, dia masih kecil."


Anda benar, Toma.


Seorang anak kecil yang baru ditemui tak berhak ditanyai seperti itu, mungkin ia akan tambah bingung.


"Bagaimana kalau anda membawanya dan ditempatkan di PAE?"


"Itu sungguh ide yang bagus, baik bawa dia."


Saya digendong oleh Toma, dan dibawa entah kemana.


End of Arc 1....