That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
Chapter 17 - End of Arc 2



"Haah... sungguh nikmat."


Salah satu iblis mengangkat bicara, matanya adalah dark sclera yang terlihat mengerikan.


Jumlah iblis yang ku panggil adalah 3, dan masing-masing memiliki bentuk berbeda.


Kupikir mereka akan memiliki bentuk yang sama, namun ternyata berbeda dengan yang ada di pikiranku.


Status ketiga iblis ini muncul di pandanganku, nama mereka terpampang dengan sangat jelas.


Iblis bagian kiri bernama Tentsu, kanan bernama Enima dan tengah bernama Luminus.


"Apa yang bisa saya bantu, Master?" (Luminus)


"Bunuh mereka." (Gray)


Dengan tatapan tajam, aku menunjuk ke arah pahlawan pedang berada.


Namun yang melakukan itu adalah Gray, semua pergerakan ini dan memanggil iblis itu ia yang lakukan semua.


Tubuhku diambil alih, aku tidak bisa berbuat apapun. Hanya dapat melihat dari pandangan mata.


Tubuhku terasa memiliki dua jiwa.


"Baik, akan kami laksanakan." (Luminus)


Ketiga iblis itu menundukkan tubuh mereka dan bergegas pergi ke tempat pertarungan.


Sementara itu, aku hanya berdiam diri menatap mereka dari kejauhan.


Aku dengan jiwa Gray sungguh dekat, karena ia hidup di dalam tubuhku -- jadi ia mudah untuk melakukan apapun.


Apa yang sebenarnya ia lakukan? aku harus bertanya kepadanya.


"Gray, apa yang ingin kamu lakukan?" (Hatori)


"Oh hanya membalas." (Gray)


Setelah itu, ia tidak membalas pertanyaanku lagi.


Ketika Pahlawan pedang (Norman) tengah sibuk melawan Phoenix, datang Luminus di tengah-tengah mereka.


Ia menahan kedua serangan itu, dengan kedua tangannya.


Sementara keduanya menunggu giliran di atas atap bangunan.


"Siapa kau?" (Norman)


"Hawa ini... sungguh hawa yang mengerikan." (Norman)


"Oya? anda ternyata tidak sendirian." (Luminus)


Luminus menoleh ke arah Norman, ia sempat terkejut ketika melihat pahlawan lain di belakangnya.


"Saya sungguh terkagum akan kehebatan anda, namun mengapa teman-teman anda tidak ikut menyerang?" (Luminus)


"Apa yang anda katakan!?" (Norman)


Perkataan yang dilontarkan Luminus terkesan seperti merendahkan, dan itu memang benar. Luminus merendahkan pahlawan yang lainnya terkecuali Norman.


Mendengar hal itu, Norman marah.


Ketika ia hendak menyerang, pahlawan lain menahannya agar tak mudah termakan emosi.


"Namun!?" (Norman)


"Sungguh lucu! sekelompok pahlawan yang hanya mengandalkan satu pahlawan dan itu adalah pahlawan pedang! sungguh ironis." (Luminus)


"Luminus, apa yang anda lakukan?" (Gray)


Luminus menghentikan pembicaraan serta berbalik, bersamaan dengan kedua iblis lainnya.


"Maafkan saya, Master." (Luminus)


Mereka bertiga kembali menunduk menghormatiku.


Para pahlawan mulai menoleh ke arah ku, melihat diriku yang tengah berdiri menyaksikan mereka semua.


"Sepertinya saya pernah melihatnya....?" (Pahlawan Panah)


Pahlawan Panah mencoba mengingat-ingat semua ingatannya.


Aku tidak bisa mendengar apa yang ia katakan, karena jarak aku dengan mereka semua sangat jauh.


"Anda tak perlu mengingatnya!" (Luminus)


Ketika pahlawan panah tengah mencoba mengingat, Luminus menyerang.


Namun kekuatan kegelapannya dipantulkan oleh Norman.


"Jangan lupakan kami!" (Norman)


Diantara semua pahlawan, Normanlah yang menyerang dengan serangan jarak dekat. Sebenarnya ada pahlawan lain yang memegang senjata jarak dekat, namun mereka tak berani melawan.


Ketika Luminus tengah sibuk melawan Norman, Phoenix mulai ikut campur ke dalam pertarungan.


Salah satu iblis menolong Luminus, Yaitu Enima.


"Jika anda kesusahan, meminta bantuanlah kepada kami." (Enima)


Mendengar hal itu, Luminus mendengus kesal.


Ketika itu pula, Luminus dengan sengaja melukai Enima. Dadanya dilubangi oleh kekuatan kegelapan milik Luminus.


"Mengapa?" (Enima)


Enima jatuh ke bawah dengan wajah datar, Luminus tersenyum melihat Enima jatuh.


Norman sempat terkejut melihat tingkah laku Luminus yang seperti pengkhianat.


"Mengapa anda tega membunuh kawan anda sendiri?" (Norman)


"Itu karena... dia mengambil kehormatan saya sebagai iblis." (Luminus)


Namun tak memakan waktu banyak, Enima kembali ke atas melanjutkan pertarungan. tubuhnya sudah pulih, tak ada luka yang tertinggal.


Seluruh pahlawan beserta Norman terkejut melihat Enima muncul.


"Apa... yang terjadi?" (Norman)


"Jangan memalingkan pandangan anda!" (Luminus)


Satu serangan dari Luminus berhasil membuat Norman terpental menabrak bangunan, pahlawan yang lainnya mulai melanjutkan penyerangan.


Pertarungan ini berlangsung cukup lama, namun kemenangan sudah dipegang oleh pihakku.