TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Dilema



"halo"


"kenapa kau menghubungi ku tiba-tiba sekali"


Ucap pria di ujung telepon dengan khawatir.


"maaf, aku tidak tau kapan waktu yang baik untuk mengatakan nya. Tapi ini sangat penting honey"


Ucap gadis bermata biru dengan kulit putih pucat, Namun memiliki wajah cantik yang tak biasa.


"kau tau kan rules nya (peraturan), jangan panggil aku begitu kecuali saat kita bersama"


Ucap pria itu tegas


"baik tuan, saya tidak akan mengulangi nya lagi"


Kata neisya dengan penuh penyesalan.


"baiklah katakan ada apa?"


"ini mengenai undangan itu aku sudah memutuskan untuk mengajak seseorang, namun dia tidak memiliki visa ataupun pasport yang di butuhkan"


"kau ingin aku membantu mu? "


"ya tuan"


"dia warga negara mana?"


"korea"


Pria itu berpikir sejenak lalu kemudian berkata.


"baiklah, aku bisa melakukannya. Aku akan mengurus nya besok, kebetulan aku mengenal banyak bagian imigrasi dari negara itu "


"terima kasih tuan, kau sangat baik"


Ucap neisya penuh kebahagiaan.


"jika tak ada hal lain, aku akan menutup nya"


"baiklah tuan"


Tak lama setelah telpon itu terputus, neisya baru akan menelpon faila untuk memberi tahu segalanya. Ketika dia mendengar bell rumah nya berbunyi.


Neisya : siapa yang datang malam - malam begini?


Neisya segera bangun dan membuka pintu, betapa terkejut nya ia melihat kedatangan faila dan Jae-sung malam itu berada didepan pintu rumahnya.



Neisya : faila?? Apa yang terjadi?


Tanya neisya begitu kebingungan melihat kondisi sahabat nya tersebut.


Neisya : faila, ayo masuk dulu....


Faila dan Jae-sung melangkah masuk ke rumah neisya, disana neisya tinggal seorang diri namun saat pagi ada pekerja yang datang untuk merapikan dan memasak untuk nya.


Neisya mengambil kan air dan membantu menaruh barang - barang yang di bawa faila keruang tengah.


Neisya : faila, ada apa?


Faila : aku tidak bisa lagi tinggal disana bersama Jae-sung...


Neisya : kenapa? Apa mereka melakukan sesuatu pada kalian?


Neisya : jae, apa kau mau pergi melihat - melihat rumah ini?


Jae-sung menatap kearah faila yang masih terdiam. Neisya tersenyum pada Jae-sung sambil berkata.


Neisya : tidak apa, kaka mu tidak akan marah... Kau bisa berkeliling dan melihat nya 😊


Jae-sung tersenyum dia turun dari sofa dan mulai berjalan melihat - lihat seisi ruangan.


Neisya : faila...


Neisya menggegam tangan faila dengan lembut.


Neisya : ada apa? Tanya nya cemas...


Faila tidak menjawab, namun ia mulai menangis hingga neisya segera memeluk nya. Dan mencoba menenangkan nya.


Neisya : faila kau bisa cerita kan apa pun pada ku?


Faila mencoba mengatur nafasnya dan meminum air yang telah disediakan neisya untuk nya.


Faila : neisya, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan lingkungan itu untuk selamanya...


Neisya : tapi kenapa tiba-tiba faila? Apa yang terjadi?


Faila : sudah terlalu lama aku menutup mata, dan percaya bahwa semuanya baik-baik saja tapi aku benar-benar tidak dapat lagi menahan nya saat kak alyana mengatakan hal-hal buruk pada Jae-sung mengenai apa yang ku kerjakan...


Neisya : alyana??? Wanita yang yang kau anggap kaka itu?


Faila mengangguk


Neisya : ya tuhan, lalu???


Faila menceritakan semua yang terjadi, bahkan hal - hal yang baru saja di katakan oleh Jae-sung setelah mereka pulang kerumah.


Faila tak dapat menghentikan tangisannya, dia merasa begitu menyesal dengan apa yang terjadi pada Jae-sung.


Faila : bagaimana aku bisa memaafkan diri ku sendiri.... Aku bekerja begitu keras untuk bisa membahagiakan nya, aku tidak perduli jika bahkan harus menjual diri ku dijalan. Tapi setelah mengetahui apa yang terjadi... Hatiku begitu hancur neisya, aku merasa gagal dan bodoh karena mempercayakan adikku begitu saja...


Air mata faila terus mengalir


Neisya : alyana memang perempuan b4jing4n tapi Jae-sung? Mengapa dia tak pernah mengatakan apa pun pada mu? Mengapa baru sekarang?


Faila : kau tidak mengenal adikku neisya, jika hanya 1 telur dirumah dari pada memakan nya. Dia akan membagi nya menjadi 2, dia selalu bilang bahwa aku pun harus makan. Karena aku akan bekerja dan mencari uang, lalu bagaimana aku bisa bekerja tanpa makan....


Neisya : Jae-sung masih begitu kecil, bagaimana dia bisa berfikir seperti itu?


Faila : kemiskinan merenggut begitu banyak hal dari kami, termasuk sifat kanak-kanak dan masa bermain kami


Neisya : faila, untuk tempat bermalam kau tidak perlu khawatir kau bisa tinggal disini dengan adik mu untuk sementara sampai kalian dapat tempat tinggal yang layak...


Faila : tapi neisya, aku tidak datang untuk merepotkan mu... Aku datang untuk mengatakan bahwa aku tidak bisa pergi bersama mu...


Neisya : kenapa????


Tanya neisya dengan begitu terkejut.


Faila : aku tidak bisa meninggalkan adikku, aku harus menjaga nya dan mencari tempat tinggal yang baru


Neisya : jangan bodoh faila, ini kesempatan sekali seumur hidup


Faila : aku tau, tapi keselamatan Jae-sung jauh lebih penting dari apapun...