
Siang itu jalanan kota terlihat begitu ramai, orang - orang berlalu lalang dengan cepat melewati faila.
Begitu banyak keraguan di benak nya, namun dia telah memantapkan diri untuk melangkah masuk ke perusahaan bersar tersebut.
Faila : permisi saya...
Resepsionis : maaf nona bisa tunggu sebentar...
Ucap seorang wanita dengan ramah, sambil merapikan beberapa berkas dengan cepat dan memberikan pada pria disamping nya.
Resepsionis : maafkan saya membuat anda menunggu...
Faila hanya membalas nya dengan senyuman
Resepsionis : ada yang bisa saya bantu?
Faila : saya di minta datang untuk bertemu dengan seseorang...
Resepsionis : saya berbicara dengan siapa sebelum nya?
Faila : faila...
Wanita itu langsung mengecek komputer nya, dan segera kembali menemui faila dengan wajah yang menyesal.
Resepsionis : maafkan atas sikap saya barusan, harus nya saya lebih awal mengenali anda sebagai tamu tuan jeon..
Faila : jeon?
Resepsionis : mari nona, saya akan mengantarkan anda pasa sekretaris nya
Faila yang masih kebingungan hanya mengikuti perkataan wanita tersebut, namun sebelum pergi meninggalkan meja Resepsionis dia meminta seseorang untuk menggantikan menerima tamu-tamu.
Faila dan wanita itu memasuki lift dan menuju lantai 23, tak ada kata hanya keheningan disana. Tak lama berselang pintu lift terbuka, kedua nya menuju sebuah ruangan dimana ada 2 orang petugas rumah sakit dan seorang perempuan dengan setelan jas yang rapi.
Resepsionis : silahkan nona, tugas saya telah selesai... Saya kembali ke meja saya...
Faila : tunggu...
Kata faila menahan wanita tersebut.
Faila : seperti nya ada kesalahan, yang harus nya ku temui adalah tuan park bukan jeon...
Wanita berbalik dan menatap faila dengan ketenangan.
Resepsionis : saya hanya menjalankan apa yang yang tertulis, untuk lebih lanjut nya anda bisa bicarakan pada rekan anda saat kembali nanti... Permisi...
Wanita itu pergi meninggalkan faila disana, setelah 2 jam berada didalam ruangan. Faila segera pulang menemui neisya di rumah nya.
Neisya : jadi kau tidak menemui tuan jeon atau pun tuan park???
Faila mengangguk
Faila :mereka menanyakan hobi, pendidikan, latar belakang dan aku melakukan pemeriksaan...
Neisya : pemeriksaan??
Faila : ya mereka mengambil sampel darah ku, untuk memastikan apakah aku sehat atau ada resiko penyakit menular mungkin??mereka juga menanyakan apakah aku memiliki tato dan banyak hal lainnya
Neisya : lalu?
Faila : sebelum mengizinkan aku kembali, mereka bilang akan menghubungi mu jika semua nya sesuai dengan ketentuan...
Neisya : ah begitu rupanya...
Faila mendekat dan menatap neisya dengan bingung.
Faila : kenapa kau begitu terkejut, bukannya kau pernah melalui semua ini. Sebelum bersama tuan Ling?
Neisya : tidak faila, hubungan ku dan tuan ling memang berdasarkan kontrak. Aku juga menjalani test kesehatan tapi tidak dengan wawancara kehidupan pribadi...
Faila : benarkah? Lalu kenapa mereka bertanya pada ku?
Neisya : faila, dari cara mereka menanyakan segala hal tentang kehidupan pribadi mu. Aku merasakan hal yang janggal...
Faila : maksud mu???
Neisya : tuan jeon, dia bukan lah pengusaha biasa. Tidak ada yang tau apa pun tentang dirinya...
Faila menatap neisya dengan serius ketika neisya melanjutkan kata - katanya.
Neisya : awalnya aku merasa senang saat tau tuan park lah yang akan bekerja dengan mu. Dia sangat baik dan memiliki kehidupan yang sempurna semua orang mengenal dan mengetahui dengan baik kehidupan pribadinya.
Neisya menghentikan kata - kata nya sebentar, dan ia terlihat sangat khawatir.
Neisya : tapi tidak dengan tuan jeon, dia bagaikan pria berhati besi. Dimana dan apa yang dia lakukan tak pernah ada media yang membicarakan nya, ntah mereka di bungkam atau memang tidak mendapatkan apa pun. Tapi yang jelas dia bukan orang biasa faila.
Keraguan mulai tampak di mata faila, dia mulai ragu dan bingung dengan langkah apa yang harus dia ambil kedepan nya
Faila : lalu apa yang harus aku lakukan neisya?
Neisya : aku juga tidak tau, satu-satunya kabar yang bisa ku katakan pada mu bahwa tuan jeon adalah seorang penyuka sesama
Faila : apa??? Lalu untuk apa dia meminta ku???
Neisya : aku tidak punya jawaban untuk pertanyaan mu, tapi dari pengalaman ku. Orang kaya akan melakukan apa pun yang dia inginkan...
Faila : neisya, apa sebaiknya aku datang kesana dan mundur saja?
Neisya : tidak semudah itu untuk melakukan nya, kita tidak tau apa saja yang bisa terjadi terlebih mereka sudah mengetahui keberadaan Jae-sung kan?
Faila : kau benar...
Ucap faila lemas, neisya menggegam tangan faila dan menatap nya dengan yakin.
Neisya : saat ini kita hanya bisa menunggu dan berdoa semoga mereka menolak kerja sama ini...