TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Pagi Yang Suram



Di sebuah perumahan mewah, tampak para pelayan sedang sibuk menyiapkan sarapan. Disana telah tersaji berbagai macam pilihan makanan yang menggiurkan.


Seorang pria berusia 52 tahun sedang duduk membaca koran di tangan nya dengan cukup serius. Hingga seorang wanita datang dan mengambil koran tersebut dari tanggannya.


Jeon : hey... Kenapa kau selalu datang merampas ketenangan ku...


Ny. Jeon : terlalu pagi untuk mu mengetahui masalah dunia dan melewatkan sarapan bersama orang yang kau cintai...


Pria itu tersenyum manis saat istri nya mulai duduk dan menyiapkan makanan di piring nya.


Ny. Jeon : kau ingin apa?


Jeon : apa pun yang berikan pasti akan menjadi berkat untuk ku...


Sang istri tersipu malu mendengar perkataan itu, di saat yang bersamaan jungkook keluar dari pintu kamarnya dan segera menuruni tangga. Hal itu membuat ny. Jeon langsung berdiri dan memanggil nya


Ny. Jeon : Jungkook, apa kau datang untuk sarapan nak?


Bukannya menjawab jungkook justru berjalan melewati kedua orang tua nya dan menuju pintu keluar.


Melihat hal ini membuat emosi tuan jeon meledak hingga berteriak memanggil nya.


Jeon : jeon Jungkook!!!


Jungkook berhenti namun tak menoleh sedikit pun.


Jeon : apa kau tidak mendengar kalau ibu mu memanggil!!!


Masih tanpa berbalik jungkook berkata dengan datar.


Jungkook : ada apa?


Melihat hal itu sang ibu langsung menghampiri jungkook, dengan lembut dia menatap mata anak itu dan mengajak nya untuk sarapan.


Ny. Jeon : semalam pelayan bilang kau tak makan apapun, sebaiknya kau sarapan dulu sebelum bekerja...


Jungkook : aku tidak lapar...


Jungkook akan melanjutkan langkah nya, ketika ibunya kembali mengatakan


Ny. Jeon : baiklah jika kau tidak lapar, tapi setidaknya duduk lah bersama kami sebentar. Ibu dan ayah mu ingin bicara pada mu nak...


Jungkook melihat sekilas kearah ibu nya, juga berbalik menatap ayah nya yang masih duduk di kursi ruang makan menunggu jawaban nya.


Jungkook : kau tau kan kalau aku tidak akan pernah bisa untuk duduk satu ruangan dengannya...


Mendengar perkataan putranya, darah tuan jeon mendidih karena amarah.


Jeon : jeon Jungkook!!!!! Berani nya kau bicara begitu mengenai ayah mu di rumah ku sendiri !!! Apa kau sadar!! Kau tidak akan jadi sebesar ini jika bukan karena ayah mu yang bekerja keras untuk mendukung mu!!!


Jungkook berbalik dan membalas perkataan ayah nya dengan tegas.


Jeon : jeon Jungkook!!!!!


Sang ayah berdiri dari duduk nya, namun ny. Jeon dengan cepat meminta jungkook untuk pergi, air mata nya berlinang. Tak mampu melihat pertengkaran dalam keluarga nya.


Ny. Jeon : sudah nak... Pergi saja... Jangan kau bantah ayah mu lagi...


Jungkook tidak bergeming dari tempat nya tatapan nya pada sang ayah mencerminkan kemarahan yang begitu lama di pendam.


Tapi melihat bagaimana ibunya berusaha memohon dan meminta nya untuk menahan amarah . Jungkook merasa tak tega dan memilih untuk pergi saja.


Baru beberapa langkah jungkook berjalan terdengar ayah nya tertawa sambil berkata.


Jeon : seorang anak akan lebih menyukai masakan ibunya tapi putra ku hanya menyukai masakan pria lain...


Sang ayah kembali duduk sambil meminum kopinya, sementara jungkook sangat memahami bahwa sang ayah membahas rumor yang sedang ramai di bahas tentang dirinya nya.


Jungkook tak dapat menahan lagi dia berbalik untuk menghampiri sang ayah, namun lagi-lagi sang ibu memeluk nya dengan erat dalam tangis nya dia berkata.


Ny. Jeon : tolong... Semua pelayan ada disini... Jika masih ada sedikit saja rasa hormat untuk ku di hati mu... Tolong pergilah dan jangan lanjutkan pertengkaran ini...


Pinta sang ibu padanya, jungkook dibuat tak berdaya di hadapan wanita yang paling dia cintai itu. Perlahan ia melepaskan pelukan sang ibu dan pergi meninggalkan rumah bergitu saja.


Jeon : kau lihat betapa arogan nya putra mu itu!! Seharusnya ku biarkan saja dulu dia...


Ny. Jeon : cukup!!!! Tolonglah... Demi diri ku jeon, dia putra kita... Aku tidak bisa terus melihat kalian dalam pertengkaran seperti ini...


Tuan jeon berdiri dan menghampiri istri nya itu.


Jeon : lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus diam saja? Melihat mu diperlukan seperti ini???


Melihat air mata istri nya yang tak berhenti, perlahan dia mengambil nafas dalam dan memeluk istri nya untuk menenangkan.


Jeon : maaf kan, harus nya aku bisa lebih menahan emosi ku...


Tuan jeon mencium kening istri nya.


Jeon : jangan menangis lagi, aku tidak ingin rumah kita banjir karena air mata mu...


Seketika ada senyuman di wajah sang istri, dengan kesal dia memcubit pinggang suaminya itu.


Jeon : awww kenapa kau mencubit ku...


Ny. Jeon : sudah tua, masih saja suka menggoda istri nya...


Ny. Jeon berjalan kearah meja dan mengambil tisyu untuk membersihkan wajah nya.


Jeon : tak apa jika kau cubit aku 1000 kali lagi, asalkan aku tetap bisa melihat senyuman manis ini kembali menghiasi wajah mu lagi 😊