TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Telpon Yang Di Tunggu



Beberapa hari telah berlalu, faila dan neisya telah kembali pada rutinitas harian mereka. Dengan harap - harap cemas, faila terus menunggu telepon yang di janjikan.


Di ruang tamu neisya menghampiri faila yang sedang duduk termenung.


Neisya : kau sedang apa?


Faila : aku bingung ini sudah 3 hari, tapi kenapa dia tidak menghubungi kita?


Neisya : bersabarlah mungkin mereka bukan punya banyak pertimbangan, terlebih mereka orang sibuk. Yang pasti nya memiliki banyak urusan penting lainnya...


Faila : ya aku sudah tau dari yang kau jelaskan, seberapa besar usaha yang dia miliki juga colega-colega nya...


Neisya tersenyum duduk disamping faila.


Faila : tapi neisya, kenapa pria yang begitu sukses dan memiliki kehidupan yang nyaris sempurna menyewa orang seperti ku? Apa dia tidak memiliki pasangan?


Neisya : tentu saja ia memiliki nya, putri tunggal pewaris the ritz carlton


Faila : apa kau bercanda??? Itu sangat luar biasa...


Ucap faila dengan begitu takjub.


Neisya : sudah ku katakan jimin juga bukan orang sembarangan, dia anak dari mantan presiden kita juga pemilik salah satu perusahaan yang sedang naik saat ini di korea...


Faila : aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran orang kaya, disaat mereka memiliki kehidupan yang sempurna kenapa terfikir untuk merusak nya?


Neisya : ntah lah, tapi selama itu memberikan kita keuntungan... Aku tidak keberatan


Senyuman neisya membuat sahabat nya tertawa, ketika tiba-tiba handphone neisya berbunyi.


Neisya : ya tuhan... Apakah mungkin itu??


Faila : angkat- angkat...


Neisya segera mengakat telepon genggam nya tersebut, dan mendengar seorang wanita berbicara di ujung sana.


Sekretaris : selamat siang, apa benar saya berbicara dengan nyonya neisya?


Neisya : benar, saya neisya...


Sekretaris : sebelum nya perkenalkan, saya dari dawai Corporate. Ingin membuat janji temu dengan nona faila...


Neisya : tentu saja, namun kami harus mengetahui tanggal nya lebih dulu untuk bisa mencocokkan dengan jadwal bulan ini...


Sekretaris : baiklah nona, ini sedikit mendadak tapi kami nona faila datang besok siang tempat kami...


Neisya : besok???


Sekretaris : ya nyonya...


Mendengar itu neisya berpikir keras yang membuat faila cemas.


Sekretaris : bagaimana nyonya...


Neisya : emm baiklah, dia akan datang besok


Sekretaris : terima kasih untuk informasi nya, kami akan menunggu kedatangan nona faila besok... Selamat siang


Neisya : selamat siang


Telpon terputus begitu saja, faila duduk depan cemas di hadapan neisya.


Faila : ada apa? Kenapa kau begitu khawatir? Apa terjadi sesuatu?


Neisya : tidak faila, mereka meminta mu untuk datang ke perusahaan mereka...


Faila : lalu?


Neisya : ini aneh faila, tidak seorang pun yang akan mengundang wanita bayaran mereka keperusahaan nya apa lagi publik tau dia memiliki seorang pasangan...


Faila : kau benar neisya, lalu bagaimana?


Neisya : aku tidak tau, tapi melewatkan nya juga tidak mungkin....


Faila menatap sahabat nya dengan bingung.


Neisya : aku tau segalanya bisa terjadi, tapi ini demi Jae-sung kan?


Neisya meyakinkan faila.


Neisya : kau sudah mengambil langkah pertama, jika kau berhenti disini maka semua nya akan sia - sia.... Tapi jika kau ragu aku tidak akan memaksa mu...


Faila menatap sekilas kemar adik nya yang sedang bersekolah lalu berbalik menatap neisya dengan yakin.


Faila : tidak neisya apa pun resiko nya, aku akan berangkat besok