TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Pintu Yang Terbuka



Pesta berlangsung semakin meriah, walau hari menandakan waktu telah larut. Neisya membawa faila berkeliling untuk mengenalkan nya pada beberapa kawan tuan Ling, diantaranya ada seorang pelukis, collector juga orang - orang yang memiliki kekuatan besar dalam dunia politik.


Ini memang kesempatan yang memberikan banyak peluang besar, namun juga membuka mata dan penglihatan faila bahwa


 "semakin besar hal yang kau miliki, semakin banyak yang hilang dari sifat kemanusiaan mu"


Bagaimana tidak? Acara tempat mereka berkumpul memang untuk menyumbangkan uang yang mereka miliki atas nama kemanusiaan, namun kenyataan yang terjadi hampir semua dari mereka yang datang hanya untuk membentuk kesepakatan bisnis dan melakukan transaksi ilegal seperti yang dilakukan faila & neisya malam ini.


Semua orang memiliki kepentingan nya masing-masing, walaupun melenceng dari tujuan utamanya tapi acara itu tetap diadakan setiap tahunnya. Karena acara itu masuk dalam kategori acara bergengsi dunia yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang berkuasa.


Neisya : aku sudah melakukan yang ku mampu, semoga saja ada dari mereka yang akan menghubungi kita ...


Faila : tapi neisya, kenapa mereka akan menghubungi kita ? Kau hanya mengenalkan ku pada mereka tanpa menawarkan apa pun ?


Neisya tersenyum mendekati teman nya itu.


Neisya : orang kaya punya cara sendiri untuk bermain sayang...



Jawab neisya dengan senyuman manis nya, ketika seorang pria dengan setelan jas hitam dan wajah yang tak asing datang menghampiri keduanya.


Jimin : hmmm (dia berdehem)


Neisya melihat kearah jimin, dan langsung memberikan salam padanya.


Neisya : suatu kehormatan untuk bisa bertemu dengan anda disini...


Jimin tersenyum menatap gadis cantik itu.


Jimin : jangan terlalu formal begitu


Jimin langsung tau gadis itu mengenali latar belakang keluarga nya, dari caranya memberikan hormat.


Jimin : ayah ku tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kini aku hanya ada aku....kau bisa bicara santai disini...


Neisya : tetap saja, anda salah satu orang yang sangat di hormati di tempat ini. Tidak mungkin saya tidak menunjukkan rasa hormat saya pada anda...


Jimin masih tersenyum ketika dia mulai memandang kearah faila, yang ikut memberikan hormat padanya di samping neisya.


Jimin : dia???


Neisya yang memahami pandangan jimin pada faila langsung menjawab pertanyaan nya.


Neisya : dia faila seorangpun model asal Korea Selatan...


Jimin mengangguk, lalu pandangan nya beralih pada neisya.


Jimin : tapi aku tidak pernah melihat nya?


Neisya : dia baru memulai tuan, lebih tepat nya dalam 6 bulan ini dia menekuni dunia model. Beberapa brand besar memang telah melakukan kesepakatan dengan nya namun dia hanya mendapatkan peran sebagai model pendamping...


Jimin masih berusaha mencerna semua yang dikatakan neisya dan mulai menghitung untung ruginya.


Neisya : tuan... Apakah anda akan bergabung makan malam di meja kami ?


Jimin menghela nafasnya pelan kemudian berkata


Jimin : tidak, aku masih memiliki beberapa urusan yang harus ku selesai kan


Neisya : baik tuan...


Jimin : tapi, berikan kartu nama mu... Mungkin aku bisa mengatur nya di lain waktu...


Mendengar itu seketika faila dan neisya terdiam, seperti mendapatkan angin segar. Akhirnya usaha mereka menunjukkan hasilnya.


Dengan cepat neisya memberikan kartu nama nya yang sejak awal memang telah ia genggam sejak tadi.


Jimin : baiklah, jam berapa aku bisa menghubungi mu?


Neisya : anda bisa menghubungi kapan pun yang anda inginkan...


Jimin : jangan begitu, aku tidak ingin membangun kan kalian ditengah malam...


Kedua gadis itu tersenyum mendengar perkataan jimin.


Jimin : aku akan banyak bepergian, dan setiap negara yang ku kunjungi memiliki waktu yang berbeda-beda. Begini saja aku akan hubungi kalian saat kalian kembali ke korea...


Neisya : kami akan kembali besok tuan...


Jimin : bagus kalo begitu, sampai nanti


Neisya : terima kasih tuan...


Jimin pergi meninggalkan kedua nya, meninggalkan senyuman lebar di wajah kedua sahabat itu.


Kembang api mulai di luncur kan kelangit - langit yang gelap pada malam, memberikan cahaya yang indah membuat faila & neisya merasa seakan pesta itu di gelar untuk merayakan keberhasilan nya.


Sementara di tempat lain seorang pria sedang duduk termenung di kamar nya, begitu banyak hal memenuhi kepala nya saat itu.


Jungkook : harus nya aku tidak menunjuk wanita itu, bagaimana jika dia....


Telpon genggam nya berbunyi, jungkook mengambil handphone yang tak berada jauh dari nya.


Jelas terlihat nama jimin di panggilannya.


Jungkook : halo jim aku...


Jimin : aku sudah dapatkan kontak nya


Jungkook : apa!!!


Jimin : ya, awalnya aku agak ragu tapi saat dia mengenali siapa diri ku... Semuanya jadi mudah...


Jungkook : jimin kau tidak mengatakan sesuatu yang akan merusak repotasi kita kan?


Jimin : kenapa kau begitu takut?? Jika aku tidak menjaga repotasi ku dengan baik, apa kita akan sebesar hari ini???


Jungkook menyadari bahwa apa yang dikatakan nya telah menyinggung perasaan jimin, dia mencoba mengatur kata-kata selanjutnya.


Jungkook : maaf, aku sudah menyinggung mu. Baiklah bagaimana kelanjutannya?


Jimin menghela nafasnya dan mengatakan apa yang terjadi tadi dan bagaimana neisya memberikan kartu namanya.


Jungkook : jadi?


Jimin : kau hanya perlu menghubungi nya jika tertarik...


Jungkook berfikir sejenak lalu berkata


Jungkook : wanita itu dari kalangan bawah, pekerjaan nya juga tidak membuat nya banyak di kenal. Jim apa itu artinya kita bisa membuat kan nya identitas yang baru...?


Mendengar itu senyuman di wajah jimin kembali mengembang.


Jimin : sekarang kau paham, kenapa aku menelepon mu kan?


Jungkook : jim kau ada dimana sekarang?


Jimin : dalam perjalanan pulang


Jungkook : kalau begitu aku akan tempat mu sekarang, kita harus menyelesaikan skenario itu secepatnya


Jimin : aku akan menunggu mu dan kita akan selesai kan semua nya malam ini jeon