TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Awal Langkah Yang Baru



Jalan - jalan kota terlihat ramai, saatnya bagi para ibu untuk mengantarkan putra juga putri mereka bersekolah.


Kecuali jae-sung, dia hanya menatap dari gerbang. Melihat bagaimana alyana mengantarkan putrinya nin-ya ke bis sekolah.


Alyana : hati - hati ya nak, belajar yang rajin. Ibu sudah siapkan apel untuk buah makan siang mu... 😊


Nin-ya : baik bu, aku berangkat dulu ( menaiki bis)


Alyana : hati - hati, jaga diri mu dengan baik!!


Teriak alyana, pada bus yang mulai berjalan meninggalkan tempat itu.


"permisi"


Seorang pria berusia 40-an, dengan kulit coklat karena sering terbakar matahari dan wajah yang lelah mendatangi alyana.


Alyana : kau??? Sedang apa disini? Bukankah aku sudah membayar sewa rumah minggu lalu?


Penyewa : itu memang benar, tapi aku tidak datang untuk menemui mu


Alyana : lalu?


Penyewa : aku datang untuk mencari faila, karena sejak kemarin rumah nya terkunci. Dan dari yang ku tau, dia suka menitipkan adiknya Jae-sung pada mu


Mendengar nama nya di sebut Jae-sung langsung berlari kedalam rumah.


Alyana : kau lihat!! Tidak kaka nya atau adiknya sama-sama ingin kabur dari mu!


Pria itu hanya menghela nafas dan melanjutkan pertanyaan nya.


Penyewa : jadi, apa kau melihat faila atau tau keberadaan nya?


Alyana : apa aku terlihat seperti tidak memiliki pekerjaan? Apa aku ini terlihat seperti buntut nya? Hingga semua orang menanyakan keberadaan nya pada ku?


Penyewa : kenapa berputar - putar? Jawab saja kau tau apa tidak?


Alyana : tidak!!!! Jika ya maka aku pasti sudah melempar kan beban kecil itu pada nya! Memang nya dia siapa! Meminta ku menjaga anak itu semalaman!!! Uang nya saja bahkan tidak cukup untuk membayar biaya makan adiknya!!!


Penyewa itu tampak lelah mendengar ocehan, alyana. Namun saat dia berpikir akan pergi. tiba - tiba saja dia melihat kedatangan faila yang berlari tergesa-gesa menghampiri keduanya.


Faila : maaf, aku membuat kalian semua menunggu...


Faila mencoba mengatur nafas nya lebih dulu. Ketika si Penyewa berkata


Penyewa : faila, ini sudah bulan ke 3 dan kau pasti tau kesepakatan nya. Aku tidak akan memberikan mu keluangan waktu lebih dari ini... Istri ku sangat marah dan berpikir yang tidak - tidak hanya karena aku mengasihani mu...


Alyana : ya tuhan!!! Kenapa kau tega sekali? Apa kau tidak lihat? Dia bahkan, hampir pingsan ? Tidak bisakah kau menunggu dulu!!!


Alyana membantu memapah faila dan membiarkan nya untuk duduk di kursi depan rumah.


Jae-sung yang mengintip sejak tadi lewat jendela rumah, berlari kedalam mengambil kan segelas air dan memberikan pada kakak nya.


Faila : terimakasih sayang


Faila mengambil gelas itu dan meminum nya.


Alyana : faila... Kau dari mana saja? Adik mu benar-benar membuat ku kerepotan, apa kau tau semalam dia membuat ku masak begitu banyak... Dia makan semua nya dengan sangat lahap, sampai hampir tak tersisa untuk ku dan nin-ya....lalu...


Penyewa : faila, aku sudah memutuskan. Sebaiknya kau keluar dari tempat ku, aku tidak ingin bertengkar lagi karena diri mu


Alyana : hey!! Kenapa kau memotong pembicaraan ku, dan kenapa hanya membahas uang dan uang apa kau tidak lihat dia baru sampai?


Penyewa : "padahal dia sendiri sama saja, tapi berpura pura didepan nya" batin Penyewa itu


Alyana : sudah faila, lebih baik kita masuk dan bicara didalam.


Alyana menggegam tangan faila, namun faila menahan nya.


Faila : tidak kaka, aku ingin selesai kan dulu urusan ku dengan nya...


Alyana : hah???


Faila membuka tas nya, dan terlihat beberapa ikat uang yang jelas membuat alyana begitu terkejut dan tak percaya.


Alyana : "ya tuhan, dari mana dia mendapat uang sebanyak itu?? Apakah dia baru saja merampok" batin alyana


Faila : berapa hutang nya?


Penyewa : 6 juta untuk 3 bulan


Faila mengeluarkan 1 ikat uang nya, dan memberikan nya pada Penyewa itu.


Penyewa : ini???


Faila : 10 juta, aku bukan hanya membayar kan utang ku tapi juga sewa untuk beberapa bulan kedepan...


Jelas faila padanya, memegang uang itu seakan tak percaya. Senyuman lebar menghiasi wajah pria tersebut, dia melihat kearah faila sambil berkata.


Penyewa : istri ku pasti akan sangat senang, dia tidak akan mengeluh lagi mengenai ini 😁


Faila ikut tersenyum mendengar perkataan Penyewa tersebut.


Penyewa : tapi faila?


Faila : ya tuan


Penyewa : bagaimana kau bisa mendapat kan uang begitu banyak? Ini belum seminggu kan sebelum trakhir aku menangih mu?


Mendengar perkataan itu membuat faila terdiam seribu bahasa, bayangan malam itu dan diri nya dikaca seakan menghantui pikiran nya.


Penyewa : apa kau sudah dapat pekerjaan? Tapi ini belum sebulan kan, lalu bagaimana kau?


Mendengar pertanyaan - pertanyaan itu membuat nya semakin gugup dan bingung.


Alyana : kenapa kau banyak sekali bertanya???


Bentak alyana pada Penyewa tersebut


Alyana : kau sudah dapatkan uang nya kan, maka pergilah!! Kenapa malah terus menghujani nya dengan pertanyaan? Memang nya kau ini wartawan apa??


Penyewa : aku hanya bertanya, karena peduli padanya


Alyana : peduli - peduli, satu-satunya yang kau perduli kan itu hanya uang. Sudah pergi sana!! Orang baru pulang di tanya-tanya!!


Alyana membawa faila masuk dan meminta Jae-sung menutup pintu rumah nya, dia mendudukkan alyana di ruang tamu dan melihat bagaimana faila begitu cemas karena pertanyaan - pertanyaan tadi.


Alyana : kenapa kau terus memikirkan perkataan orang itu? Dia tidak tau apa - apa, dia hanya asal bicara...


Semua pikiran malam itu masih saja membayangi nya, tubuhnya gemetar dan dia merasa begitu ketakutan.


Alyana : faila apa kau baik-baik saja?


Dalam kebingungan dan ketidakpastian nya. tiba - tiba faila merasa seseorang menggenggam tangan nya dan manggil dengan lembut.


Jae-sung : kaka...


Seketika semua bayangan itu menghilang dari pikiran nya.


Jae-sung : apa kaka baik-baik saja?


Faila : Jae-sung


Dia langsung memeluk adiknya dengan sangat erat.


Jae-sung : kaka, kenapa kau terlihat gemetar dan pucat? Apa kau sakit?


Faila mencium pipi adiknya itu dan menatap nya penuh kasih sayang.


Faila : tidak sayang, kaka baik - baik saja. Kaka hanya sangat merindukan mu saja 😊


Melihat sikap faila, alyana mulai menaruh curiga padanya.


Alyana : "tidak pasti ada sesuatu, kalau tidak dia tidak akan setakut tadi" batin alyana


Faila : kaka


Panggilan faila membuyarkan keraguan alyana .


Alyana : iya, faila


Faila mengeluarkan beberapa lembar uang nya senilai 1 jt dan memberikan nya pada alyana.


Faila : ini untuk kaka


Alyana : ya tuhan faila, ini sangat banyak (menemrima uang tersebut)


Faila : aku selama ini tak bisa membayar jasa- jasa kaka. Semua bantuan ini begitu berarti bagi ku...


Alyana : kau terlalu berlebihan, ingat aku ini kan kaka mu. Wajar jika aku membantu mu


Faila tersenyum mendengar perkataan itu, ketika Jae-sung mengatakan


Jae-sung : kaka aku lapar


Mendengar perkataan itu, faila langsung melihat kearah alyana


Alyana : aaaa tadi itu aku sangat sibuk menyiapkan nin-ya untuk sekolah, karena itu aku velum memasak... Saat aku akan masak Penyewa itu datang, sudah lah aku akan masak sekarang. Kau juga belum makan kan?


Faila : tidak kaka, terima kasih...


Alyana menantap faila


Faila : aku kesini hanya untuk menjemput nya, terima kasih sudah membantu ku....


Faila menggandeng tangan adiknya dan berpamitan dari sana. Tak jauh dari lingkungan perumahan itu, ada sebuah cafe dengan desain elegan.


Faila selalu melewati nya saat akan pulang namun hari ini, dia membawa adik nya untuk makan disana pertama kalinya .



Jae-sung : wahhhhhh ini banyak sekali ☺️☺️☺️....


Mata Jae-sung berbinar - binar menatap semua makanan tersebut, air liur telah memenuhi mulut nya.


Jae-sung : kaka apa benar kita bisa memakan semuanya? Apa kita tidak akan dimarahi?


Faila tertawa mendengar perkataan polos adiknya itu.


Faila : kenapa akan ada yang marah semua nya memang disiapkan untuk kita 😊 ayo coba kau makan lah...


Jae-sung langsung mengambil makanan terdekat dan melahap nya, wajah nya begitu gembira. Sudah semalaman, ia menahan rasa lapar namun kini semuanya terbayarkan.


Faila : apa itu enak?


Jae-sung : ini sangat luar biasa 😁


Jae-sung berbicara dengan mulut yang penuh, dan memberikan tanda jempolnya. Faila terus tersenyum menatap adiknya, namun saat melihat kejendela, disebrang dia melihat anak - anak seusia adik nya berangkat sekolah.


Faila terdiam merenungkan memikirkan nasib adiknya, yang tak bisa bersekolah karena biaya.


Faila : "ibu, ternyata masih banyak yang harus ku lakukan untuk masa depan jae. Kemiskinan telah merebut banyak kesempatan dari kami. Hal yang telah terjadi pada ku, tidak akan ku biarkan jae merasakan nya" batin faila


Jae-sung tersenyum menatap faila di tengah-tengah waktu makan nya.


Faila : "pria itu berkata benar, jika aku berhenti disini aku akan kehilangan segalanya. Tidak, aku harus mencapai puncak untuk masa depan Jae-sung"