
Beberapa tahun berlalu
orang tua faila meninggal karena kecelakaan. Sementara faila di paksa bersikap dewasa dan merawat jae - sung adik nya yang saat itu baru berusia 5 tahun.
Tak ada keluarga yang bisa merawat mereka di saat itu , semua orang merasa kehidupan mereka sudah begitu sulit hingga melihat mereka hanya sebagai beban tambahan yang akan menambah kesulitan hidup mereka.
Semenjak hari itu faila seorang gadis berusia 19 tahun terpaksa harus bekerja keras, dia menjaga toko dan menjual makanan ringan yang dia buat sendiri. Dia melakukan apapun untuk bisa melanjutkan hidupnya .
Hingga saat dia mulai beranjak dewasa, di usia nya yang telah menginjak 24 tahun.
Faila mencoba peruntunga nya, untuk menjadi seorang model. Dengan modal wajah yang cantik dan tinggi badan yang memadai, dia mengikuti casting pada berbagai agensi.
Namun dia selalu mendapatkan jawaban yang sama dalam setiap kontrak nya.
Agen : kau memiliki wajah yang cantik, kau pasti akan mudah dan berhasil pada pekerjaan ini
Faila : terima kasih pak 😊
Agen : namun terkadang untuk melangkah lebih maju, kita harus siap menerima resiko apa pun.
Faila : maksudnya?
Pria dengan badan tegap itu memajukan badan nya dan mulai membelai tangan faila dengan lembut , yang membuat faila tak nyaman dan langsung menarik tangan nya dari hadapan pria tersebut.
Faila : maaf tapi saya datang untuk menjadi seorang model bukan yang lain (ucapnya tegas)
Pria itu tertawa kecil, kemudian memandang faila dengan tatapan yang merendahkan.
Agen : ini hal yang biasa jika kau menolak nya silahkan saja, masih ada puluhan wanita disana yang membutuhkan pekerjaan ini
Merasa tak terima di rendahkan, faila segera berdiri dan keluar dari ruangan itu. Dia begitu marah dan ingin sekali memaki pria itu.
Namun di saat itu juga dia menyadari bahwa suara gadis miskin seperti nya tak kan pernah di dengar.
Air matanya mengalir, namun tak satu pun kata bisa dikatakan.
"ibu-ayah, tolong beri aku kekuatan. Aku sudah sangat lelah dengan semua ini" batin faila
Wanita itu terduduk di gang kota, dan menangisi nasib nya. Sementara tak jauh dari sana di sebuah perumahan kumuh, terlihat seorang anak laki-laki berusia 9 tahun menangis karena amarah seorang wanita.
Alyana : apa kau tidak bisa memahami apa pun jae-sung!!!!
Anak lelaki itu tidak bisa menjawab, tubuhnya gemetar rasa takutnya membuat airmata nya tidak bisa menghentikan tangisnya.
Alyana : tuhan!! Kenapa kau ciptakan anak bodoh seperti ini!!! Dengar, aku ini hanya menampar mu! Bukan akan membunuh mu! Kenapa harus menangis seperti itu! Apa orang tua mu akan turun dari langit jika kau menangis begini!!
Jae - sung : bi-bi.... Maaf - kan.... Aku...
Alyana : hey jae - sung! Dengar kata - kata ku ini baik-baik...! Kau pikir akan ada yang mau membantu mu dan kaka mu itu selain aku!
Jae - sung sesenggukan menatap alyana
Alyana : kaka mu itu seorang wanita ******!!! Dia perempuan murahan yang telah menjajakan tubuh nya pada siapa pun yang mampu membayar nya!!!
Alyana menarik lengan jae- sung untuk mendekat pada nya
Alyana : kau pikir akan ada orang yang mau membantu wanita seperti itu!!!! Hah!!!!
Alyana berteriak dengan amarah yang meluap-luap ketika seorang anak perempuan datang pada nya dan berkata.
Nin-ya : ibu, kaka jae sung telah datang, dia menanyakan jae-sung...
Kata anak itu dengan polos, alyana segera mengambil serbet dan menggelap kasar wajah jae-sung dengan serbet tersebut.
Alyana : berhenti menangis!!! Atau aku bisa melakukan lebih dari ini pada mu!
Jae-sung yang begitu ketakutan seketika terdiam, mendengar perkataan alyana.
Di depan rumah faila masih menunggu kedatangan adiknya, ketika alyana akhirnya keluar membawa jae-sung.
Faila : tidak masalah kaka, terima kasih sudah membantu ku menjaga jae-sung
Alyana menyerahkan jae-sung pada faila, namun faila kebingungan. Ketika dia melihat wajah jae-sung yang memerah dan mata yang sembab.
Faila : apa ada yang terjadi?
Jae- sung hanya diam tak berani menjawab apapun.
Alyana : kau tidak perlu khawatir, biasa anak - anak. Saat melihat nin-ya makan nugget, jae juga sangat menginginkannya hingga piring yang diperebutkan menimpa dirinya.
Ujar alyana dengan lembut
Faila : ya tuhan jae-sung kenapa kau melakukan itu?
Jae-sung masih diam tak mengatakan apa pun.
Faila : kak alyana, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tau jika jae-sung telah begitu sangat merepotkan mu
Alyana : tidak masalah, namanya juga anak-anak
Faila mengeluarkan beberapa lembar uang dari tas, dan memberikan nya pada alyana.
Faila : ini untuk biaya penitipan nya, maaf aku belum bisa memberikan lebih
Alyana : itu bukan masalah, kau kan sudah ku anggap seperti adikku sendiri
Faila : terimakasih kaka, sungguh tanpa mu... Pasti akan sangat sulit bagiku dan jae-sung untuk bertahan
Alyana : itu bukan masalah besar, kau pulang dan beristirahat lah... Kau terlihat sangat lelah
Faila : terimakasih kaka untuk segala nya sekali lagi, aku pamit dulu 😊
Alyana : hati - hati 😊
Faila menggandeng jae sung dan membawa nya pergi dari sana.
Alyana : kenapa lama sekali hanya untuk berpamitan, jika ada yang melihat aku menerima uang dari ****** itu repotasi ku bisa buruk
Alyana segera masuk kedalam dan menutup pintu rumah nya, hari semakin larut.
Jae-sung sudah tertidur setelah beberapa dongeng yang dibacakan faila, malam itu bulan terlihat begitu terang.
Namun faila duduk dalam kegelapan, mata nya begitu lelah memandang tanpa arah. Pikiran nya mengatakan banyak hal namun tak satu pun dari yang di jalani nya berjalan dengan baik.
Faila : ibu, apa yang harus ku lakukan? Besok penagih kontrakan akan datang, sementara sampai saat ini tak satu pun pekerjaan yang ku miliki.
Faila : Jika besok aku belum mendapatkan uang, dimana kami akan tinggal besok? Bagaimana aku menjelaskan pada jae-sung mengenai apa yang sedang terjadi
Faila menangis saat dia memandang wajah polos jae-sung yang sedang tertidur.
Namun disela - sela tangisan nya seketika bayangan agen dengan perkataan nya terlintas dikepala nya.
"namun terkadang untuk melangkah lebih maju, kita harus siap menerima resiko apa pun."
Faila terdiam dan memikirkan nya kembali perkataan alyana.
"kau tidak perlu khawatir, biasa anak - anak. Saat melihat nin-ya makan nugget, jae juga sangat menginginkannya hingga piring yang diperebutkan menimpa dirinya."
Saat Faila mendekat pada adiknya, Lagi - lagi perkataan agen itu membayangi nya.
" ini hal yang biasa jika kau menolak nya silahkan saja, masih ada puluhan wanita disana yang membutuhkan pekerjaan ini"
Faila membelai lembut rambut adik nya yang masih tertidur lelap, air mata nya tak lagi mengalir.
Kali ini ada senyuman diwajah nya, dengan lembut ia berkata pada diri nya.
Faila : "maafkan aku, jika mengecewakan kalian tapi hanya ini jalannya"