TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Harga



Pagi telat datang


jae - sung telah menyelesaikan sarapan nya. Yang hanya berupa sebutir telor rebus, namun anak itu memakannya dengan sangat lahap karena rasa lapar nya.


Faila telah selesai bersiap, kini ia akan mengantar kan jae-sung ke rumah alyana.


Faila : sayang, ayo... Biar kaka mengantarkan mu


Jae-sung hanya diam tak bergerak dari tempat nya.


Faila : sayang ayo, kaka bisa terlambat


Namun Jae-sung malah berlari kearah faila dan memeluk nya dengan erat.


Faila : sayang, ada apa? Kenapa kau terlihat begitu khawatir?


Jae-sung : kaka bawa aku bersama mu


Kata jae-sung tanpa melepaskan pelukan nya. Namun berbeda faila justru melepaskan pelukan adiknya itu perlahan dan menatap matanya.


Faila : tapi kenapa jae-sung? Apa kau tidak ingin bermain dengan nin-ya?


Jae-sung masih diam, tak ada kata yang mampu ia ucapkan. Faila membelai rambut adiknya dengan lembut sambil tersenyum.


Faila : kaka tau, kaka tidak memiliki banyak waktu untuk mu... Tapi kaka harus melakukan ini untuk kita berdua


Ujar faila lembut.


Faila : kau pasti sangat ingin, kan makan nugget? Seperti yang dimakan oleh nin-ya? Nanti jika kaka sudah dapat uangnya, sepulang kerja. Kaka akan bawakan untuk mu.


Seketika Jae-sung langsung menatap faila penuh harap.


Jae-sung : apa benar aku bisa makan itu kaka?


Mendengar perkataan adiknya, faila menahan air matanya sambil tersenyum faila berkata.


Faila : ya sayang, kaka pasti akan membawakan nya untuk makan malam kita nanti... Karena itu kau harus pergi kerumah bibi alyana agar kaka bisa bekerja 😊


Jae-sung : baiklah kak, aku akan pergi kesana


Jae-sung tersenyum dan memeluk kakanya itu, setelah mempersiapkan segalanya faila mengantar Jae-sung kerumah alyana untuk menitipkan nya.


Setelahnya dia segera pergi mendatangi agensi kemarin.


Didepan pintu masuk yang begitu besar, faila merasa sangat ragu. Beberapa hal terus berputar dalam pikiran nya.


Namun wajah Jae-sung yang mengharapkan nugget dan juga penagih kontrakan itu berhasil membulatkan tekat nya untuk kembali menemui pria angkuh tersebut.


Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya faila bisa masuk keruangan dan menemui pria tersebut.


Agen : kau? Kembali?


Melihat kehadiran faila, ada senyum penuh kemenangan yang terukir jelas di wajahnya.


Faila : tuan, saya....


Pria itu langsung bangun dari tempat duduk nya dan menghampiri faila.


Agen : tidak masalah, hal seperti ini sering terjadi. Mari duduk saja agar kita bisa berbicara dengan lebih baik...


Pria itu tersenyum dan mempersilakan faila untuk duduk.


Agen : mau minum sesuatu?


Faila : tidak, terimakasih


Melihat rasa gugup dan keraguan di wajah faila, pria itu langsung mengatakan


Agen : kau bukan satu-satunya yang melakukan hal ini, sebelum mu banyak wanita yang datang dan melakukan nya... Jadi jangan khawatir kan hal ini, anggap saja sebagai kesepakatan yang akan membantu mu untuk naik lebih tinggi


Pria itu maju dan menggegam tangan faila yang gemetar.


Agen : aku bukan musuh mu, aku orang yang akan membantu mu... Kau tidak datang kesini karena ancaman kan? Kau datang dengan keinginan mu sendiri...


Faila menundukkan kepalanya, tapi pria itu mengakat wajah faila dengan jari nya dan menatap wajah nya dengan lekat.


Agen : ini tidak akan lama, kau hanya perlu melakukan nya sekali dan setelah nya aku akan melepaskan mu untuk terbang meraih mimpi mu.


Mendengar perkataan itu, seketika tatapan faila berubah, dia langsung menghentikan tangan pria itu Saat akan melepaskan outer yang dikenakan nya.


Faila : berapa harga yang akan kau bayar tuan?


Tiba tiba kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.


Agen : maksudnya?


Faila : seperti yang tuan katakan inj adalah kesepakatan, saya akan memberikan yang anda inginkan jika nilai nya setara dengan yang anda tawarkan


Perkataan faila tersebut, membuat kebingungan pria itu hilang seketika dan menggantikan nya dengan senyuman.


Agen : kau mau berapa 100? 200??


Faila : aku tidak menginginkan uang


Ucap faila tegas


Agen : lalu?


Faila : aku ingin kontrak kerja yang pasti, dimana jelas tertera disana bahwa aku akan bekerja dengan brand papan atas


Agen : rupanya kau pintar juga, baiklah kau ingin apa? Zara, manggo, forever?


Faila : gucci, aku ingin brand sekelas itu


Agen : itu terlalu tinggi, model utama saja belum tentu bisa mendapatkan nya


Faila : baiklah, jika kau menolak nya. Aku akan datang pada polisi dan menjelaskan apa yang terjadi hari ini


Pria itu tertawa dan mulai duduk di kursi nya.


Agen : apa kau sadar, kau mencoba mengancam siapa? Kau pikir mereka akan mau mendengarkan mu?


Faila : mereka mungkin tidak akan mendengar kan ku


Faila tersenyum menatap tajam kearah kearah pintu ruangan.


Faila : tapi 25 gadis disana akan percaya, jika aku berteriak dan mengatakan bahwa kau mencoba melecehkan ku


Mendengar perkataan itu, pria itu menjadi sangat marah dan menghampiri faila.


Agen : apa mau mu sebenarnya!


Dengan geram dia menatap lekad wajah faila.


Faila : ini kesepakatan yang mudah, untuk kau pahami tuan...


Agen : apa kau sadar! Kau akan berhadapan dengan siapa?


Faila : sebaiknya pelan kan suara anda , atau mereka akan curiga terjadi sesuatu didalam


Pria itu menjadi sangat kesal, namun dia menyadari yang dikatakan faila adalah benar.


Agen : baiklah aku akan membuat kontrak nya, tapi setelah itu kau harus berlutut dan melakukan semua yang ku katakan


Faila : kau tidak perlu khawatir tuan, bukankah kau punya waktu semalaman untuk menjelaskan apa yang kau inginkan ?