TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
MASA KECIL



Hari itu matahari sedang bersinar begitu indah nya dan pasar sedang ramai, karena pengunjung yang terus berdatangan dan penjual yang sedang menjajakan jualannya.


Penjual : ikan segar!! Ikan segar!! Coba dilihat dulu bu - pak!


Pembeli : ini ikan nya, berapa?


Penjual : kalau 2 jadi 35.000, tapi kalau 1 jadi 20.000


Pembeli : kalau begitu saya ambil 4 saja


Penjual : baiklah bu, saya akan beri diskon spesial untuk mu


Si penjual tersenyum melayani pembeli tersebut ditemani, anak perempuan mereka yang cantik dan ceria. Selalu membantu ayah dan ibu mereka setelah pulang sekolah.



Ayah : faila, apa kau lapar?


Faila : tidak ayah, aku masih kenyang karena tadi makan banyak saat jam istirahat


Ibu : benarkah? Apa kau benar-benar memakan bekal mu sampai habis?


Faila : tentu saja, selain pintar aku juga ingin jadi anak yang kuat jadi aku pasti menghabiskan bekal dari mu eomma 😊


Ibu : anak pintar


Sang ibu tersemyum memeluk putri nya, hingga tiba-tiba kedua pasangan itu melihat sebuah kerumunan ditengah pasar.


Ayah : ada apa itu?


Ibu : ntah lah, seperti nya ada kecelakaan atau ada yang bertengkar hingga orang-orang berkumpul seperti itu.


Ayah : biar aku chek


Faila : aku mau ikut


Ayah : tidak faila kau disini saja ya bersama eomma...


Faila : tidak mau aku mau melihat nya, aku mau ikut dengan mu appa !! (rengeknya)


Ibu : tapi faila...


Ayah : sudah-sudah jangan bertengkar lagi, kau sedang hamil. Istirahat saja disini, biar faila ikut bersama ku


Mendengar ucapan ayah nya faila tersenyum lebar seakan penuh kemenangan.


Ayah : tapi kau harus berjanji untuk tidak nakal


Faila : baik ayah, aku berjanji 😁


Senyum lebar terlihat jelas di wajah faila, dia menggandeng tangan ayah nya dan berjalan mendekati kerumunan.


Ditengah - tengah kerumunan terlihat seorang anak laki-laki menangis sangat keras. Orang - orang sudah berusaha membujuknya, namun anak laki-laki itu tetap saja menangis.


Pengunjung 1 : ntah bagaimana cara membujuknya?


Pengunjung 2 : dia tidak mau bicara atau berkata apa pun, aku jadi bingung 🤧


Mendengar perkataan orang - orang, tanpa pikir panjang faila melepaskan tangan ayah nya dan memasuki kerumunan.


Tubuhnya yang kecil membuat nya mudah untuk sampai kedepan sementara ayah nya yang kebingungan berusaha keras menyusul namun tak bisa.


Faila : hey kau! Kenapa kau menangis? Dan membuat orang - orang kebingungan?


Faila : apa kau lapar? Jika ya, aku punya sesuatu disini...


Faila merogoh kantong celana nya dan mengeluarkan sebuah permen lolipop yang cantik, berwarna pink dan putih.


Faila : ini untuk mu


Melihat bagaimana faila menyodorkan permen tersebut kepadanya, seketika anak tersebut berhenti menangis dan mengambil permen itu dari tangan faila.


Anak laki-laki itu kini telah membuka bungkusan permen tersebut dan langsung melahap nya. Sementara faila hanya memandangi apa yang dilakukan anak itu sambil sesekali menjilati bibirnya.


Faila : apa itu enak?


Lagi - lagi anak lelaki tanpa nama itu tidak menjawab, dia sibuk melahap lolipop ditangan nya. Hingga tiba-tiba, seorang gadis berseragam pelayan memecah kerumunan bersama 2 orang pria bertubuh besar dibelakang nya.


Baby sister : permisi - permisi ini bukan tontonan lebih baik kalian bubar sekarang


Kedua pria itu membubarkan kerumunan hingga sang ayah bisa mendekati faila dengan mudah.


Faila yang masih kebingungan menatap orang - orang di dewasa dihadapan nya dengan bertanya-tanya .


Faila : kalian siapa? Hey kau jangan makan saja, apa kau mengenal mereka?


Lagi - lagi pertanyaan faila tak dijawabnya, sang baby sister langsung menggeser faila dengan kasar. Hingga faila hampir terjatuh, beruntung sang ayah dengan cepat menangkap nya.


Ayah : hei apa kau tidak bisa hati - hati? (tegur nya kesal)


Baby sister : tuan muda sebaik nya kita pulang sekarang, tuan dan nyonya sudah menunggu dirumah 😊


Anak laki-laki itu melihat kearah mata sang baby sister, lalu membuang permen di tangan nya.


Faila : Itu permen ku!!!!!


Ayah : sudah faila biarkan saja (sang ayah berusaha menenangkan)


Faila : tidak ayah, anak itu sangat tidak sopan! Dia tidak mengucapkan terimakasih atau menghargai usaha ku!! Untuk mendapatkan permen indah itu aku harus menabung jatah makan siang ku seminggu dan kini dia membuangnya begitu saja!! Aku tidak bisa menerima nya!!!


Baby sister : tuan muda, apa benar? Dia yang memberikan permen itu pada anda ?


Tuan muda : aku tidak mengenal nya (jawab anak itu santai)


Hal ini membuat faila semakin marah, dan menarik kerahnya. Melihat hal ini sang baby sister juga ayah faila langsung melerai nya.


Faila : awas ya!!! Jika aku melihat mu lagi, aku akan memukul mu!!!


Baby sister : tuan ayo kita pergi, anak itu berbahaya. Dia seperti preman...


Ayah : jaga bicara mu!!! Putri ku bukan perman!!


Melihat keadaan yang tidak kondusif, sang baby sister membawanya. ke mobil dan pergi dari sana.


Namun saat berada di mobil anak laki-laki itu tersadar bahwa ia kehilangan kalung pemberian ibu nya, hingga ia buru - buru melihat kearah jendela belakang.


Dan benar saja, ia melihat kalung itu berada di genggaman faila.


Tuan muda : "kalung ku" (dalam hati)


Faila masih terdiam menatap kalung ditangan nya, kemudian melihat mobil yang berjalan semakin menjauh.


Faila : "kau sudah mengambil milik ku, maka aku pun tak akan pernah mengembalikan milikmu" (dalam hati)