TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Keberanian Yang Memukau



Sebuah mobil limousine baru saja berhenti didepan sebuah restoran yang berada lumayan jauh dari kota seoul. Terlihat seorang pria membukakan pintu mobil untuk wanita yang berada di dalamnya.



Bodyguard : silahkan nona


Faila keluar dari mobil dan melihat kearah sekitar, ada karpet merah dengan begitu banyak lilin terbentang di kanan dan kiri jalan menuju pintu masuk.


Faila : kenapa begitu sepi? (batin faila)


Faila segera melanjutkan perjalanan nya untuk memasuki restoran tersebut dan betapa terkejut nya dia saat melihat dekorasi restoran yang di buat sebegitu megah dan indah.



Faila : ya tuhan, bagaimana bisa dia membuat tempat seindah ini...


Ucap faila dengan kagum, ketika tiba-tiba jungkook datang menghampiri nya dan memberikan tangannya untuk di genggam.


Faila melihat kearah tangan itu sekilas lalu memberikan tangan nya untuk jungkook genggam, jungkook mengantarkan faila ke kursi nya.


Setelah itu dia segera duduk di kursi satunya. Satu persatu Makanan mulai dihidangkan, faila sangat kagum dengan semua rasa hidangan yang begitu sempurna malam itu.


Faila : ya tuhan ntah berapa kalori nya tapi aku bersumpah ini rib eye terbaik yang pernah ku makan (dalam hati)


Faila menikmati semua makanan malam itu sampai pada akhirnya, dia mendengar sebuah lagu mulai di lantunkan.


Seorang pemain biola datang dan memainkan nada-nada yang indah, diiringi dengan seorang pianis yang berada tak jauh dari sana. Jungkook bangun dari kursinya dan mengajak faila untuk berdansa.


Memang suatu keadaan yang sangat aneh, tak ada obrolan yang berlangsung diantara kedua nya. Namun sikap jungkook malam itu benar-benar berubah, pria yang selalu mengejek dan merendahkan dirinya.


Malam itu berubah menjadi seseorang yang walaupun terlihat dingin tapi penuh dengan kejutan dan terlihat cukup manis.


Kini kedua nya menari dibawah lampu hias malam itu, dengan bekal pelajaran yang didapat. Faila bisa mengimbangi gerakan jungkook yang bisa terbilang cukup lihai dalam hal ini.


Faila : tuan, mengapa hanya ada kita disini? Bukankah harus nya kau membawa ku ketempat yang lebih ramai?


Jungkook memutar tubuh faila dan meraih pinggang faila ke sisi nya. Sambil berbisik


Jungkook : mereka sedang mengawasi kita, berperan dengan baik karena ini adalah awal yang penting


Faila yang masih penasaran mencoba mencuri pandang kesekitar, dan benar saja dia menemukan seseorang di tengah pepohonan yang sedang mengambil gambar kebersamaan nya dan jungkook.


Mengetahui itu menarik faila dalam pelukkan nya sambil berbisik


Jungkook : apa kau sengaja ingin menghancurkan segalanya?


Faila terdiam mendengar perkataan jungkook, jungkook yang merasa kesal terpaksa melihat kearah dimana tempat faila menemukan orang tadi.


Dia segera mengambil tas faila di meja dan membawa faila keluar.


Faila : mau kemana kita? Bukankah semua nya baru di mulai?


Jungkook tidak berkata apa pun, dia terus berjalan menggegam tangan faila. Namun saat sampai diluar betapa terkejutnya faila saat melihat sudah ada beberapa wartawan yang mengambil gambar dan berusaha melakukan wawancara dengan nya.


Wartawan 1 : nona apakah benar anda adalah kekasih tuan jeon Jungkook?


Wartawan 2 : apakah kalian baru berkencan?


Begitu banyak mic disodorkan padanya, melihat hal itu jungkook melepaskan jasnya dan memakaikan nya pada pundak faila.


Jungkook : ayo


Faila mengangguk dan mengikuti arahan jungkook dari belakang dan masuk kedalam mobil. Kini saatnya para wartawan itu menghampiri jungkook dan menghujani dengan pertanyaan - pertanyaan.


Wartawan 1: tuan siapa nona tadi? Apa benar ia kekasih anda?


Wartawan 2 : tuan kenapa kalian terlihat begitu dingin? Apa kencan ini memang di rancangan?


Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu jungkook hanya tersenyum, lalu memasuki mobilnya dan meninggalkan para wartawan itu disana tanpa perkataan apa pun.


Faila yang melihat jungkook begitu tenang menghadapi semua pertanyaan yang begitu tiba-tiba membuatnya berfikir.


Faila : bagaimana dia bisa tak berekspresi apa pun saat seseorang tiba-tiba memojokkan nya begitu? Apa dia sudah sering mendengar hal - hal yang tidak baik mengenai diri nya? (batin faila)


Tak ada kata yang keluar dari kedua nya selama perjalanan hanya keheningan yang ada hingga mereka sampai di apartemen faila.


Jungkook dan faila memasuki ruang tamu.


Faila : kenapa dia diam saja? Apa aku melakukan kesalahan? (dalam hati)


Jungkook akan bergegas pergi ketika faila memanggilnya.


Faila : tunggu tuan...


Faila menghampiri jungkook dan melepaskan jas yang menempel di pundak nya sejak tadi.


Faila : kau melupakan ini...


Faila memberikan jas itu namun jungkook hanya menatap nya saja.


Jungkook : aku tidak membutuhkan nya


Faila : tapi ini milik mu kan? Kenapa kau menolaknya?


Jungkook : karena aku tidak suka barang yang kotor


Faila : kalau begitu aku bisa mencuci nya dan akan mengembalikan nya setelah itu


Jungkook : kau mungkin bisa mencuci nya tapi apa kau bisa menghapus fakta bahwa jas itu menjadi kotor saat dia menempel pada tubuh mu?


Mendengar perkataan jungkook yang tiba-tiba membuat faila terdiam dan menarik kembali jas itu dari hadapan jungkook.


Sementara jungkook melihat kearah telpon yang bergetar sejak tadi.


Jungkook : jimin?


Jungkook melanjutkan langkah nya pergi meninggalkan apartemen itu sambil mengangkat telpon itu.


Di saat yang sama faila masih kebingungan dan tidak mengerti kenapa jungkook begitu membenci nya.


Sambil melihat jas itu dia berkata.


Faila : kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan, tapi aku tidak akan pernah mundur atau kalah dari medan ini...