TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Bahagia Dan Air Mata



Tahun telah berganti begitu saja, faila mulai memiliki posisi yang penting dalam dunia model.


Dia berkerja begitu keras dalam setiap kesempatan, beberapa brand - brand besar telah menggunakan wajah nya sebagai model utama mereka.


Kesuksesan telah diraih nya dalam 1 tahun trakhir, kini ia bisa menyekolahkan Jae-sung juga membiayai sekolah nin-ya di salah satu sekolah terbaik.


Namun, sikap alyana pada Jae-sung tidak pernah berubah. Dia selalu memperlakukan Jae-sung dengan buruk, terutama saat faila sibuk bekerja.


Hingga pada suatu hari saat pemotretan faila telah selesai, teman nya neisya.


Seorang model asal rumania dengan mata biru dan kulit putih pucat menghampiri nya. Gadis itu telah menjadi sahabat nya 3 bulan trakhir.


Neisya : faila, bisa kita bicara?


Faila : ada apa? Kenapa kau terlihat bahagia sekali hari ini ?


Neisya menggandeng tangan faila dan menarik nya ke tempat yang sepi, dia melihat sekitar dan mulai berbicara.


Neisya : kau tau mengenai undangan besar yang pernah ku cerita kan


Faila : undangan untuk para investor dan petinggi dunia itu?


Neisya : ya benar sekali...


Faila : kau jadi berangkat dengan tuan ling?


* tuan Ling adalah menteri asal china yang merupakan kekasih gelap neisya, hubungan mereka telah terjalin selama 3 tahun belakangan. Tuan Ling juga memiliki seorang istri yang cantik dan beberapa orang anak


Neisya : itu dia yang ingin ku bicarakan


Neisya memajukan badan nya, yang membuat faila menatap nya dengan serius.


Neisya : dia terjebak karena istri nya


Faila : kenapa?


Neisya : istri nya berulang tahun pada hari yang sama dengan penyelenggaraan acara itu


Faila : aaaa sayang sekali...


Neisya mengangguk sebagai tanda setuju


Faila : berarti kau tidak bisa berangkat?


Neisya : apa kau sudah kehilangan akal, tentu saja aku akan tetap berangkat...


Faila : loh tapi kan?? Tuan ling?


Neisya : dia memberikan undangan nya dan telah mendaftar kan nama ku disana sebagai perwakilan nya


Neisya menunjukkan sebuah undangan mewah berwarna hijau dengan cap berwarna emas di belakang nya



Faila : ya tuhan selamat neisya, aku benar-benar ikut senang mendengar nya


Faila memeluk neisya karena senang dengan pencapaian sahabat nya tersebut. Faila tau acara itu bukan pesta sembarangan, hanya orang - orang nomor 1 di dunia dan berpengaruh lah yang akan datang.


Didalam acara itu kita akan mengenal banyak orang penting dan jika beruntung mereka bisa membantu kita untuk memiliki posisi yang penting atau menaikkan karier seseorang saat itu.


Neisya : faila, tapi kau tau kan bahwa aku tidak mungkin pergi seorang diri kesana


Faila : bukan nya kau sudah dua kali kesana?


Neisya : itu memang benar, tapi tetap saja aku tidak mengenal orang-orang disana 😔 jika bersama tuan ling, Aku tidak bisa berbicara atau pergi kemana pun. tugas ku hanya tersenyum dan berjalan disamping nya


Faila : aaa ternyata begitu...


Neisya : makannya kali ini aku senang sekali karena dia tidak pergi bersama ku, aku jadi bisa mengajak mu 😁


Faila : aku!!!!!


Teriak faila karena kaget, namun neisya langsung menutup mulut faila. Dan melihat kearah sekitar


Neisya : apa kau sudah gila!!! Hingga harus berteriak begitu...


Faila : maafkan aku... Tapi apa kau serius? Aku bisa datang dalam acara itu?


Neisya : tentu saja, karena nama ku telah terdaftar menggantikan posisi tuan ling. Aku bisa membawa siapa pun untuk menemani ku


Faila : wah neisya, kau benar-benar luar biasa


Senyum faila mengembang begitu lebar, dia telah membayangkan ruangan megah dengan lampu - lampu besar juga karpet merah di sepanjang jalan nya.


Neisya : hey faila?? Apa yang sedang kau lakukan? Kau setuju kan untuk ikut dengan ku?


Faila : tentu saja, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini 😁


Neisya : itu sangat bagus


Faila : tapi neisya, acara itu akan diselenggarakan di luar negeri kan?


Neisya : ya mereka akan mengadakan acara amal pertama di texas dan pesta di new york. Tapi kita datang hanya untuk new york saja


Faila : neisya, aku tidak memiliki pasport atau pun visa... Bagaimana aku akan berangkat? Sementara acaranya seminggu lagi?


Neisya : kenapa kau harus bingung, tuan ling sudah bilang akan membantu siapa pun yang ku bawa. Kau hanya perlu bawa data - data penting mu saja...


Faila : sungguh?


Neisya : apa aku terlihat seperti pembohong?


Faila memeluk neisya dengan sangat keras, hingga neisya hampir kehabisan nafas.


Neisya : lepaskan!! Kau bisa membunuh ku!!


Faila sontak melepaskan pelukan nya sambil tertawa.


Faila : maaf, aku terlalu senang...


Neisya masih mengatur nafasnya, setelah merasa lebih baik dia langsung mengatakan


Neisya : sebaiknya kau pulang sekarang dan urus semua nya, aku akan menunggu berkas mu malam ini


Faila : baiklah


Faila : okey 😁


Faila segera bangun dari duduk nya, dengan cepat ia merapikan barang - barang nya dan segera pulang kerumah setelah urusan nya selesai.


Di tempat lain, alyana begitu marah pada Jae-sung. Tak henti - henti nya dia memukul betis anak itu dengan rotan di tangan nya.


Entah apa yang merasuki nya hari nya hari itu, alyana memang sering memaki dan membuat nya kelaparan namun untuk memukuli nya sesadis itu. Mungkin yang pertama


Alyana : apa ini yang diajarkan kaka mu!!! Berani nya kau memakan ayam nin-ya!!!


Jae-sung : ampun bibi... (ucapnya dalam tangis) aku tidak mengambil ayam nin-ya sungguh...


Alyana : hebat sekali!!! Kaka nya meniduri suami orang !! Dan adiknya mencuri makanan!!!


Alyana kembali mengambil rotan itu dan memukul betis Jae-sung dengan keras yang membuat nya berteriak. Semantara nin-ya yang tidak tahan melihat semua nya memohon di kaki ibu nya.


Nin-ya : ibu!!! Tolong jangan pukul lagi!! Jae tidak bersalah... Aku lah yang memaksa nya untuk makan ayam itu karena aku tidak menginginkan nya....


Air mata nin-ya begitu deras, dia tidak berbohong dengan apa yang di katakan. Walaupun begitu alyana tidak pernah mendengarkan apa pun mengenai kebenaran nya, dia hanya mencari kesempatan melampiaskan amarahnya pada jae sung.


Alyana : dasar anak sial!!!! Kaka mu sudah mengotori lingkungan ini dan sekarang adik nya!!! Pantas saja jika orang tua kalian pergi!! Dari pada menjadi ayah dan ibu kalian lebih baik aku mati dan tak pernah terlahir kembali!


Jae-sung : ampun bi!!! Aku sungguh tidak melakukan kesalahan !!! 😭


Alyana mendorong Jae-sung hingga jatuh dan melihat nya menangis tak berdaya dengan luka-luka di kaki bagian belakang.


Alyana : sudah berhenti, aku akan ambil kan obat untuk luka mu...


Tapi Jae-sung tak berhenti menangis, dia merasakan begitu perih dan nyeri dibagian kaki nya.


Alyana : hey Jae-sung apa kau tidak dengar yang ku katakan!!!!!


Jae-sung masih tak menghentikan tangisan nya, tubuhnya gemetar karena rasa takut.


Alyana : apa kau sudah tuli!!!!


Alyana segera mengakat tangan nya untuk memberikan pelajaran ketika faila datang membawa beberapa kantong makanan.


Faila : kaka???


Melihat Jae-sung dan nin-ya yang terus saja menangis. Faila melepaskan bawaannya dan segera memeluk adiknya itu.


Faila : Jae, ada apa? Kenapa kau menangis?


Nin-ya : ibu memukul nya kak...


Kata nin-ya dalam isak tangisnya, seakan tak percaya. Faila langsung memeriksa kondisi Jae-sung, dan betapa terkejut nya saat dia melihat luka-luka itu.


Alyana : adik mu telah mencuri makanan putri ku, jadi aku memberi nya pelajaran!!!


Faila menatap tajam pada alyana.


Faila : apa maksud mu kak? Dia hanya anak-anak? Haruskah kau menghukum nya sekejam ini?


Alyana : dengar faila!!! Jika kau tidak mengajarkan nya sejak dini! Dia bisa melakukan hal yang lebih nanti nya!!


Nin-ya : bohong kak!!!


Nin-ya berlari menghampiri faila, dalam tangis nya dia berkata


Nin-ya : jae tidak mencuri, aku lah yang memaksa jae untuk memakan ayam ku karena aku tidak menyukai nya...


Mendengar perkataan itu alyana menjadi sangat marah, tanpa kata dia langsung menarik kasar lengan nin-ya dari hadapan faila.


Alyana : dasar anak kurang ajar berani nya, kau berbohong di hadapan orang tua!!!


Saat alyana akan memukul putri nya, faila langsung berdiri dan berteriak yang membuat alyana menghentikan aksi nya.


Faila : hentikan kak!!! Apa kau sudah hilang akal hingga memukuli putri mu begitu!!!.


Faila menghampiri kedua nya, dan melihat nin-ya yang tak berhenti menangis dalam genggaman alyana.


Faila : dia putri mu!! Apakah begini cara mu mendidik nya? Dia masih kecil, kau tidak bisa melakukan ini pada nya...


Faila ingin melepaskan tangan alyana dari nin-ya, tapi dengan cepat alyana justru mendorong faila hingga jatuh.


Alyana : kau tidak perlu ikut campur dengan cara ku mengurus anak!!! Memang nya kau pikir kau ini siapa!!!! Kau ini hanya seorang perempuan rendahan yang telah mengotori lingkungan kami!!!!


Mendengar perkataan alyana, faila begitu terkejut hingga tak bisa mengatakan apa pun.


Alyana : kenapa kau diam saja!!! Kau pikir aku tidak akan tau soal kebusukan mu itu!!! Kau memberikan ku uang banyak untuk bisa menutup mulut ku dari banyak orang, tapi kau lupa faila!!! Bahwa sebaik - baiknya kau menyimpan bangkai, tapi bau nya tak kan pernah bisa hilang!!!


Faila : kaka, apa yang sebenarnya kau bicarakan?


Alyana : berhenti memanggilku kaka!!!!! Aku bukan saudara mu!!!! Jika selama ini aku bersikap baik itu hanya karena rasa kemanusiaan ku!!!!


Jae-sung yang tak tega melihat kebingungan dimata faila, dia segera bangun dan memeluk kakak nya itu.


Alyana : sekarang keluar kalian dari rumah ku!!! Dan bawa anak si*l*n itu!!!!


Mendengar perkataan itu, faila langsung berdiri menggendong Jae-sung. Air matanya mengalir namun bukan karena apa yang alyana katakan, tapi karena dia begitu merasa tertipu dengan semua hal yang alyana berikan hingga ia menganggap alyana sebagai seorang kaka.


Alyana : pergilah!!!! Dan berhenti membawa nama buruk untuk lingkungan ini!!! Semenjak kau disini kami semua menjadi kesulitan karena menampung mu!!!


Faila berbalik untuk pergi ke luar, ketika alyana mengatakan.


Alyana : sudah cukup kau menjadi j4l4ng yang mempermalukan nama lingkungan ini, kenapa juga kau harus mengajarkan adik mu menjadi criminal...


Seketika faila berbalik menatap tajam kearah alyana.


Faila : tidakkah kau malu, memanggil adikku sebagai criminal sementara kau dan keluarga mu makan dari hasil keringat ku?


Alyana terdiam mendengar perkataan itu. Sementara faila maju tanpa ragu menatap alyana penuh dengan kemarahan.


Faila : kau tidak perlu repot-repot mengusir ku kak, karena dengan uang ku yang sekarang aku bahkan bisa membeli lingkungan ini dan menjadikan nya rumah ku!


Faila : tapi aku tidak sejahat itu kak, walau aku bisa tapi dengan status dan uang yang ku miliki sekarang rasanya lingkungan ini terlalu kecil hingga aku hanya akan merasa sesak didalam nya...


Alyana mematung karena melihat keberanian faila.


Faila : aku memang akan pergi, tapi itu bukan karena perintah mu... Tapi karena keinginan ku... Jadi sebaiknya mulai lah bekerja dan pikirkan bagaimana kau akan membayar sekolah putri mu 4 bulan kedepan karena aku tidak ada lagi urusan dengan semua itu...


Alyana terkejut dan baru menyadari apa yang telah dia lakukan, disaat faila telah berbalik meninggalkan tempat itu dan membawa Jae-sung pulang dalam gendongan nya.