
Kota New York malam itu begitu terang malam itu, jalanan kota banyak diisi mobil lalu lalang. Di sebuah gedung paling megah dan bersinar di kota itu, sebuah acara besar sedang dilangsungkan.
Banyak orang - orang nomor 1 dari berbagai negara datang, ntah dengan pasangan atau rekan mereka.
Karpet merah yang panjang telah di gelar, seperti ajang fashion show, para tamu mulai berjalan memamerkan gaun serta perhiasan juga setelan jaz yang mereka pakai. Semua nya terlihat begitu memukau dan mewah, karya-karya desainer terbaik dunia mengisi keindahan acara malam tersebut.
"perhatian....!"
Ucap seorang pria dengan pakaian pelayan, meminta semua perhatian tamu undangan untuk menghadap kearah podium.
"ya tuhan... Bukankah itu istri mantan presiden kita obama?"
Ucap salah seorang tamu disana, seorang wanita dengan gaun anggun dan wajah yang cantik mulai berbicara diatas podium itu.
Michelle Obama : terima kasih untuk kehadiran kalian semua, ini kali ke 5 sudah aku menyelenggarakan acara amal untuk mendukung mereka yang masih tidak merasakan kebebasan dalam negara nya, yang masih takut karena marak nya perang yang terjadi di negara mereka.
Tamu 1 : dia benar-benar perduli....
Tamu 2 : kau benar, pengaruh nya selalu di gunakan untuk hal yang positif...
Michelle obama : mereka juga berhak mendapat kan kebebasan untuk bisa belajar dan mendapatkan makanan yang layak...
Jimin : jung... (berbisik)
Jungkook : apa?
Jimin : bagaimana?
Jungkook : apa nya?
Jimin memberi kode dengan apa yang telah mereka bicarakan beberapa waktu lalu. Namun dengan cuek jungkook kembali menatap kearah podium dan mendengarkan pidato Michelle Obama.
Jimin : junggggggg.... (bisiknya kesal)
Jungkook kembali menatap kearah jimin dengan tanda tanya. Jimin memberikan kode untuk melihat wanita - wanita-wanita yang berada disana.
Jimin : kau pilih lah biar aku yang mengurus selanjutnya... (bisiknya)
Jungkook melihat sekitar nya sekilas, lalu kembali pada jimin.
Jungkook : bagaimana aku tau??? (bisiknya)
Jimin : pilih saja, biar aku yang mengurus selanjutnya 😁
Jungkook merasa bingung dengan kepercayaan diri jimin, namun dia tidak ingin berdebat lagi. Dia mulai mengamati satu - satu wajah para tamu undangan disana.
Jungkook : "bagaimana jika aku salah menunjuk seseorang nanti" (batin jungkook)
Namun ia tetap melanjutkan langkah nya. Ditengah ramai nya tepuk tangan karena pidato yang memukau, faila mulai kelaparan namun neisya masih saja setia berdiri disana.
Faila : neisya, apa kita bisa makan sekarang?
Neisya : faila, apa ini saat nya untuk makan? Kau lupa apa tujuan kita kesini?
Faila : neisya tapi aku tak bisa makan apa pun sejak pagi karena semua pelajaran dan penjelasan mu itu....
Neisya : faila, kau bisa makan saat pulang nanti tapi tidak disini...
Faila : hanya sepotong roti??? Please??
Neisya yang mengetahui bagaimana faila merasa lapar, neisya sadar ini pengalaman pertama faila untuk datang ketempat yang sangat mewah dengan makanan - makanan yang begitu menggoda .
Sejak mereka datang dan faila melihat bagaimana para koki menyajikan makanan, air liurnya sudah memenuhi mulut. Aroma yang menggoda dan memenuhi seisi ruangan, membuat nya tak tahan untuk tak mencicipi makanan itu.
Faila : neisya please????
Neisya menarik nafas dan menjawab dengan senyuman.
Faila tersenyum menggadeng teman nya itu, mereka pergi ke tempat cake dan memilih untuk mencicipi beberapa diantaranya.
Neisya : aku baru tau croissantnya selembut ini...
Faila : yang manis juga enak sekali 😁
Saat mereka sedang asik makan, tiba-tiba pandangan faila teralihkan pada seorang pria yang seperti sedang mencari sesuatu di tengah keramaian.
Faila : neisya, siapa pria itu?
Neisya : yang mana?
Faila : itu yang pakai jas hitam diarah jarum jam 12
Neisya melihat kearah yang dimaksud dan sedikit terkejut
Neisya : kau tidak tau dia???
Faila : tau dia??? Memang dia siapa?
Neisya : dia salah satu pengusaha sukses dari korea jeon Jungkook
Faila : korea???
Tanyanya faila tak percaya
Neisya : sudah jangan terlalu lama memandang nya, jika dia tau ini akan jadi rumor yang tak baik untuk mu...
Faila : maafkan aku...
Faila meletakan piring nya dan neisya menjelaskan bahwa dia akan memperkenalkan faila dengan beberapa pejabat yang di kenal nya, di saat yang bersamaan ternyata jungkook sudah lebih dulu mengetahui kalau ada yang memperhatikan nya tadi.
Tatapan nya tajam kearah dua gadis itu sambil berfikir.
Jungkook : "siapa mereka? Apa aku mengenal nya" (batin jungkook)
Lamunan jungkook buyar ketika jimin datang menepuk pundak nya.
Jimin : bagaimana kawan?
Jungkook hanya diam menatap jimin
Jimin : apa kau sudah menentukannya?
Jungkook memikirkannya lagi sebelum akhirnya dia mengatakan.
Jungkook : jimin, siapa wanita yang berdiri di dekat tempat makanan itu?
Jimin langsung melihat kearah yang dimaksud jungkook dan memperhatikan nya dengan baik.
Jimin : ntah lah aku tidak mengenal satu pun dari mereka... Seperti nya mereka baru disini...
Jungkook masih mengamati wanita tersebut dengan seksama, ketika jimin mulai tersenyum mendekati nya.
Jimin : kau ingin aku cari tau tentang mereka?
Jungkook menghela nafas dan mulai berkata tanpa mengalihkan pandangan nya dari gadis itu.
Jungkook : pastikan dia adalah orang yang baru dalam dunia ini, aku tidak ingin terseret banyak skandal karena masalah pribadi nya...
Seperti mendapatkan angin segar, jimin tersenyum merangkul sahabat nya itu.
Jimin : kau tenang saja aku akan menyelesaikan semua dengan baik, kau hanya akan mendapat kan apa yang kau inginkan...