
Pagi itu pesawat telah mendarat di bandara new york, setelah melalui 14 jam penerbangan.
Kedua gadis itu akhirnya sampai didepan pintu kedatangan bandara.
Faila : neisya??? Apa akan ada menjemput kita? Kenapa berhenti disini?
Neisya : bersabarlah sebentar...
Diantara kerumunan neisya melihat, seorang pria yang memegang papan nama bertuliskan nama mereka berdua.
Neisya : nahhh itu dia jemputan kita...
Neisya menunjuk seorang pria di samping sebuah mobil mewah.
Betapa terkejut nya faila saat tau mobil yang akan mengantarkan mereka ke hotel, adalah sebuah mobil yang sangat mewah.
Rolls royce berwarna hitam, telah menunggu kedua nya di pintu kedatangan.
Faila : ya tuhan!! Berapa banyak uang yang mereka miliki, jika setiap tamu di jemput dengan mobil ini????
Neisya tertawa kecil, sambil membisikkan.
Neisya : ini baru permulaan saja, kau akan lebih terkejut saat melihat semua nanti nya...
Faila melihat sekilas kearah neisya dan kembali melihat kearah mobil mewah terdebut. Tampak 2 orang pria berbadan kekar dengan kulit hitam legam memakai setelan jas biru dan kaca mata hitam menghampiri mereka.
Beiron : maafkan saya nona-nona
Kata salah satu dari mereka.
Beiron : apakah kalian butuh penerjemah untuk selama disini ?
Faila menatap ke arah sahabat nya dengan bingung.
Tapi dengan tenang neisya menjawab.
Neisya : tidak, antarkan saja kami ke hotel.. Kami hanya butuh istirahat...
Beiron : baiklah nona...
Tak banyak bicara pria itu memberikan kode pada temannya, seakan mengerti dia segera membawa sebuah troli untuk membawa koper - keper dan memasukkan ke bagasi.
Dalam perjalanan terasa begitu hening dan senyap. Kedua pria itu tak mengatakan apa pun, begitu juga neisya dan faila.
Neisya masih hanya sibuk dengan handphone digenggaman nya, sementara faila. Dia begitu terpukau pada keindahan kota itu, gedung-gedung yang begitu modern dan jalan - jalan yang di penuhi billboard dengan wajah model-model ternama dunia.
Membuat nya semakin yakin bahwa memang dia telah berada di tempat yang tepat, ketika dia asik mengagumi kota terdebut tiba-tiba mobil mereka berhenti di hadapan sebuah bangunan yang bertuliskan The Mark Hotel.
Salah satu hotel terbesar di Amerika Serikat, dengan biaya semalam 75. 000 dolar atau setara dengan RP 1.123.725.000 permalam. Untuk salah satu kamar terbaik mereka di lantai atas.
Mereka telah masuk ke dalam bangunan tersebut, 2 pria itu membicarakan beberapa hal dengan Resepsionis dan memberikan 2 kunci kamar.
Faila : neisya, Kau pasti sudah sering ya ketempat megah seperti ini...
Kata faila, tapi tak memalingkan sedikitpun tatapan nya dari keindahan setiap sisi bangunan tersebut.
Neisya : percaya atau tidak ini yang pertama kalinya untuk ku...
Faila : bagaimana mungkin??? Kau kan sudah beberapa kali mengikuti acara itu...?
Tatapan faila langsung beralih pada sahabat nya, menatap seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Neisya : memang benar ini bukan yang pertama kali untuk ku, tapi mereka tidak pernah mengadakan acara di negara yang sama. Seperti tahun lalu mereka mengadakan nya Italia dan sebelum nya lagi di belanda.
Faila : ooooo begitu rupanya... Jadi ini juga pengalaman mu pertama kali ketempat ini?
Neisya : benar
Jawab gadis cantik itu sambil tersenyum, ketika beiron menghampiri mereka.
Beiron : maaf membuat kalian menunggu...
Neisya : tidak masalah, apa kami bisa kekamar sekarang?
Beiron : tentu
Memberikan 2 kunci kamar tersebut pada neisya.
Beiron : sesuai permintaan kamar nya akan bersebelahan, seperti yang nona inginkan...
Neisya : terimakasih...
Beiron : tugas saya telah selesai, bell boy ini akan mengantarkan anda kekamar...
Neisya melihat kearah pria berseragam yang dimaksud.
Neisya : baiklah, apa ada lagi?
Beiron : ya nona, nanti malam saja akan kembali pada jam 8 untuk menjemput kalian.
Neisya : baiklah kami akan siap sebelum jam 8...
Beiron : terimakasih untuk pengertiannya, saya pamit dulu...
Beiron pergi meninggalkan ruangan, sementara faila dan neisya diantarkan kelantai paling atas.
Bellboy : nona kita sudah sampai, ini kamar yang bisa kami sediakan untuk tamu kehormatan...
Faila masuk perlahan dengan wajah yang takjub, dia melihat sebuah ruangan yang begitu luas dengan nuansa putih yang bersih.
Dia melihat adanya ruang tamu, dapur kecil, ruang makan juga pemandangan kamar yang langsung menghadap kejalan besar kota New York, karena sebagian atap kamar yang terbuat dari kaca membuat sinar matahari masuk memenuhi ruangan tersebut yang menambah keindahan nuansa kamar yang bukan hanya megah tapi juga terkesan hangat.
Neisya : kau menyukai nya?
Hanya itu kata yang keluar dari mulut faila karena rasa takjub nya.
Bellboy : nona, jika ada yang bisa saya lakukan?
Neisya : tidak cukup sampai disini saja, terima kasih...
Bellboy : baiklah saya pamit undur diri, selamat siang...
Bellboy itu meninggalkan kedua nya, faila masih berjalan dan mengamati setiap sisi ruangan.
Faila : aku tidak percaya ini, aku pernah memasuk beberapa hotel untuk bertemu beberapa agensi. Tapi tak pernah ada yang sebaik ini.... Ya tuhan apa aku bermimpi?
Faila mencoba mencubit pipi nya sendiri.
Neisya : hentikan, jangan lakukan itu lagi...
Neisya menggegam tangan faila dan menahan nya untuk tidak melakukan lagi.
Neisya : ini bukan mimpi, dan ingatah wajah itu aset yang sangat penting dalan pekerjaan ini. Jika itu terluka sedikit saja kau akan kehilangan banyak hal....
Faila : kau benar... Bagaimana aku bisa begitu ceroboh...
Neisya menarik kopernya, dan meletakkan nya di samping sofa.
Neisya : dengar kita disini untuk mendapatkan kesempatan besar kan? Karenanya sangat penting untuk memperhatikan segala detail yang akan mendukung kita mendapatkan kesempatan tersebut...
Faila : maksudnya?
Neisya : cepat buka koper mu, aku akan memeriksa gaun dan segala hal yang akan kau pakai... Aku harus tau apakah itu layak atau tidak...
Faila : baiklah, tunggu sebentar aku membawa beberapa untuk di pilih...
Neisya duduk menunggu dengan sabar faila membongkar kopernya, terlihat dia mengeluarkan beberapa pakaian dan akan pergi kekamar mandi.
Neisya : kau mau kemana?
Faila : aku akan kemar mandi untuk langsung mencoba nya jadi kau bisa langsung melihat mana yang terbaik...
Neisya : baiklah, aku akan menunggu
Dengan senyuman faila membawa tumpukan barang tersebut kekamar mandi, dan bersiap disana.
Setelah 15 menit berlalu faila keluar dengan setelan dress hitam yang kontras di kulit putihnya. Dengan percaya diri dia menghampiri neisya
Faila : bagaimana??? Apa ini cocok untuk malam nanti?
Neisya melihat dengan seksama lalu menggeleng kan kepala nya
Neisya : kau terlihat sangat membosankan, jangan kan mereka. Aku saja malas meilihat mu...
Seketika faila berfikir sejenak
Faila : baiklah tunggu sebentar, aku akan segera kembali...
Faila kembali masuk kekamar mandi, 10 menit kemudian dia kembali keluar namun dengan penampilan yang berbeda.
Dengan dress mini diatas lutut dengan warna yang selaras dengan kulitnya. Dan sebuah kalung mutiara di lehernya.
Faila keluar dengan senyuman di wajah nya.
Faila : bagaimana?
Neisya kembali menggeleng kan kepalanya, sambil menghembuskan nafas sebagai tanda kecewa.
Neisya : faila, aku mengajak mu ketempat ini, untuk mendapatkan kesempatan. Bukan menjajakan diri mu dipasar...
Mendengar itu faila terduduk di kursi yang berada disebelah nya.
Neisya : apa masih ada yang lain?
Faila mengangguk
Neisya : sebelum memakai nya katakan apa ada dari mereka yang berharga diatas 30 juta?
Faila menatap teman nya dengan ragu.
Faila : tapi neisya bagaimana, aku bisa memiliki dress dengan harga semahal itu?
Neisya : itu lah masalah mu faila, kau bekerja begitu keras dan mendapat kan banyak uang... Tapi bukannya berinvestasi pada pakaian dan perhiasan, kau Justru mempercayakan segalanya pada si alyana penipu itu!!!
Faila : kenapa kau mempermasalahkan nya? Alyana menggunakan uang itu untuk sekolah Jae-sung dan makan harian nya. Aku tau dia telah bersalah karena sikap nya yang kasar pada Jae-sung tapi aku tidak bisa menutup kenyataan juga kalau bukan karena diri nya Jae-sung tidak bisa bersekolah hari ini!!
Neisya : ya-ya... Aku minta maaf karena telah memojokkan mu... Tapi kau tak akan bisa pergi dengan semua ini faila... Ini pesta orang - orang besar... Mereka tidak akan menantap mu jika kau memakai sepatu dengan nilai kurang dari 10 jt
Faila : aku terbiasa menggunakan semua itu saat bertemu beberapa klien dan mereka semua menyukai nya
Neisya : faila mereka yang kau temui hanya bawahan, bukan pemilik ataupun investor suatu perusahaan? Mereka yang dibawah mungkin akan tertarik dengan pakaian itu, tapi mereka yang diatas perlu nilai untuk meletakan seseorang disisi mereka...
Mendengar itu faila merasa semua yang di miliki nya menjadi tak berguna, dia baru saja menyadari bahwa apa yang neisya kenakan hari itu bisa membeli seluruh isi kopernya.
Melihat faila yang putus asa neisya mendekat.
Neisya : aku tahu perkataan itu jahat, tapi aku mengatakan yang sebenarnya...
Faila menunduk dan tak mengatakan apa pun.
Neisya : aku memang memberikan mu masalah, tapi aku ada disini kan untuk membereskan nya?
Faila menatap sahabat nya dengan bingung
Neisya : kau tidak perlu khawatir, aku akan membantu mu bersiap untuk malam ini