TAKE IT OR LEAVE IT

TAKE IT OR LEAVE IT
Keputusan Terbaik



Malam itu pikiran faila di penuhi kebimbangan, dia terus menatap Jae-sung yang tertidur di pangkuan nya. Ketika neisya datang menyadarkan nya dari lamunan nya.


Neisya : hey...


Faila menghapus air matanya dan mencoba terlihat baik-baik saja.


Neisya : jangan coba sembunyikan itu, sungguh aku merasa bersalah atas apa yang terjadi pada mu...


Faila : tidak neisya, ini bukan kesalahan mu...


Neisya : faila, bagaimana mungkin ini bukan kesalahan ku? Aku lah yang meyakinkan mu untuk kesana dan mengatakan banyak hal mengenai peluang tanpa mempertimbangkan baik buruk nya...


Faila : tetap saja, dimata ku tidak bersalah neisya...


Neisya terdiam menatap faila, ketika faila melanjutkan kata-katanya


Faila : baik kau maupun aku, tidak ada yang memahami jalan pikiran orang kaya. Kita ini hanya mainan mereka saja, kita tidak pernah tau setelah mereka membeli kita, apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana takdir kita kedepannya...


Mendengar perkataan faila, neisya refleks langsung memeluk sahabat nya itu.


Neisya : andai aku bisa, aku sangat ingin mengganti kan mu. Tapi kontrak ku dan tuan ling tidak mungkin di batalkan ...


Faila : sekali pun bisa aku tak akan mau kau melakukan nya untuk ku, aku tidak akan pernah mengirimkan mu pada pria yang tidak memiliki rasa simpati itu...


Neisya melihat kearah Jae-sung yang masih tertidur nyenyak.


Neisya : lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?


Faila menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata - kata nya.


Faila : aku akan membawa Jae-sung panti asuhan besok


Mendengar perkataan faila seketika mata neisya terbelalak tak percaya melihat faila


Neisya : apa kau sudah gila??


Faila : ini yang terbaik, hanya untuk 2 tahun kedepan


Neisya : tapi Jae-sung, dia masih kecil... Dan kehidupan panti itu...


Faila : aku tau, tapi apa ada pilihan lain?


Neisya kebingungan menjawab pertanyaan faila.


Neisya : tetap saja aku merasa ini bukan ide yang baik


Faila menatap wajah neisya serius.


Faila : aku tau, tapi bukankah sejak awal yang kita lakukan ini adalah salah?


Mendengar perkataan faila, neisya memilih bangun dan berniat akan pergi meninggalkan ruangan itu namun faila menghentikan nya.


Faila : aku tidak bermaksud untuk menyinggung mu dengan mengatakan nya, yang aku ingin jelaskan diantara semua kesalahan yang ku jalani saat ini. Hanya inilah keputusan terbaik yang dapat ku ambil...


Neisya masih diam tak dapat mengatakan apa pun.


Faila : aku tak menyalahakan jika kau marah pada ku, tapi aku hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk Jae-sung


Neisya : kau tidak salah faila, keputusan mu sudah benar. Untuk membawa Jae-sung ke panti, disana dia bisa tumbuh normal bersama anak-anak lainnya...


Pandangan neisya beralih pada Jae-sung.


Neisya : hidup dan tumbuh bersama wanita penghibur, bukan lah pilihan yang baik apa lagi itu untuk anak - anak....


Faila : neisya, bukan begitu aku hanya...


Neisya : tidak faila, aku sama sekali tidak tersinggung ataupun marah. Hanya saja untuk beberapa saat aku berfikir seperti orang pada umumnya...


Gadis rumania itu tersenyum manis menatap faila.


Neisya : terima sudah mengingatkan ku, jika aku jadi kau. Aku pasti akan mengambil keputusan yang sama


Faila : neisya...


Neisya : ah ya, ini sangat mendadak kau pasti butuh bantuan. Aku akan minta tuan ling untuk membantu mengurus nya...


Faila : tapi neisya...


Neisya : beristirahat lah, ini sudah malam. Kau butuh banyak tenaga untuk melepaskan nya besok...


Neisya menatap kearah Jae-sung sebentar lalu pergi meninggalkan kamar itu. Sementara faila masih termenung melihat kearah pintu kamar yang baru saja di tutup.


Faila : neisya benar, aku memang telah mengambil keputusan tapi bagaimana cara melakukan nya?