
Sebuah tempat dengan lapangan luas disertai tempat penonton berada di atas memberikan sebuah kesan bahwa tempat tersebut adalah tempat latihan untuk pejuang elf sekaligus tempat duel antar pejuang elf bernama Arena Callmendium.
Bangku penonton ada Kaisar Elf, pengawal Kaisar Elf yang ahli sihir, Putri Eliona serta kedua putri elf lainnya. Raja Edward tidak bisa menonton duel sahabatnya karena kristal pemanggil sudah mencapai batas sehingga dia kembali ke tempat asal tapi sebelum kembali, dia memberikan sebuah perintah kepada Ayato untuk memenangkan duel tersebut.
Ayato menerima perintahnya sambil menghunuskan pedang dengan memasang persiapan memegang pedang yang sangat berbeda dari kesatria pada umumnya. Elgiona menyadari bahwa banyak sekali celah dari cara Ayato memegang pedangnya sehingga dia tertawa melihat kesatria amatir sedang serius menatap dirinya. Namun, ekspektasinya langsung berubah ketika Ayato mengeluarkan tekanan ke seluruh Arena Callmendium sampai membuat para penonton merinding sehingga merubah pikiran mereka semua dengan menganggapnya kuat.
Elgiona masih meremehkan Ayato karena tekanan tersebut sama sekali tidak memberikan efek apa pun kepadanya lalu dia menghunuskan pedang elf yang di tempa dengan cara khusus sehingga Ayato dapat merasakan jiwa dari pedang tersebut.
Ayato mempersiapkan serangan menusuk dengan tangan kiri berada di ujung bilah, tangan kanan memegang gagang pedang, posisi kedua kaki terbuka lebar sejajar dengan posisi pedang sedangkan itu Elgiona mempersiapkan diri untuk menahan serangan tusukan pedang tersebut.
[Melompat Datar]
Ayato memberikan serangan tusukan pedang sangat cepat tapi Elgiona sudah memprediksi serangan tersebut sehingga dapat menghindarinya. Namun, saat Ayato sudah berada dekat dengan Elgiona tiba-tiba pegangan pedangnya langsung berubah sontak dia terkejut sampai memaksakan diri untuk melindungi lehernya karena Ayato memegang pedang seperti sebuah belati.
[Menebas Pedang Elf]
Elgiona terpaksa menjauh untuk membuat jarak karena gerakan dadakan untuk melindungi lehernya, memberikan luka di tulang lengannya walaupun sulit untuk digerakkan tapi Elgiona masih bisa memperlihatkan keahliannya. Ayato memegang pedang dengan leluasa sehingga sulit untuk diprediksi, Elgiona langsung balik menyerang seketika menjadikan mereka berdua saling beradu pedang, kekuatan dan ayunan pedang.
[Suara Pedang Berhantaman]
Ayato semakin mempercepat tempo serangannya hingga membuat percikan api di setiap pedang saling berhantaman tetapi dia terkejut melihat Elgiona mampu menyamai kecepatannya seketika duel adu pedang menjadi seimbang dengan kecepatan yang luar biasa, memberikan kesan menarik ke para penonton.
[Suara Pedang Berhantaman]
[Menendang Perut]
Ayato berhasil melancarkan serangannya tapi Elgiona mampu menyeimbangkan posisi tubuh sehingga usaha yang Ayato buat akhirnya sia-sia dengan dia mendapatkan pukulan telak dari ujung pedang elf Elgiona sontak Ayato menjaga jarak untuk memperbaiki rahangnya.
"Kau cepat tapi tidak secepat diriku!" ucap Elgiona sambil memasang persiapan
Dia langsung bergerak sangat cepat sehingga berada di depan Ayato sambil melayangkan tebasan kuat dengan kedua tangannya menggenggam pedang elf sontak Ayato memakai refleksnya agar mampu menahan tebasan kuat tersebut tetapi tubuh Ayato melayang di udara akibat dorongan dari tebasan yang Elgiona lancarkan.
Ayato tidak mampu bergerak di udara sehingga Elgiona mempersiapkan kembali teknik pedang untuk memberikan tebasan satu tangan secara cepat tapi sekali lagi Elgiona diberikan kejutan menarik karena Ayato dapat memaksakan tangannya untuk melindungi bagian penting tubuhnya. Jarak tercipta lagi akibat dorongan dari hantaman kedua pedang di udara tadi lalu Ayato dan Elgiona kembali bersiap sambil bergerak cepat hingga serangan mereka menjadi tarian adu pedang.
[Suara Pedang Berhantaman]
Ayato memasang momentum kepada tangan kanannya untuk melancarkan serangan bertubi-tubi dengan kecepatan standar. Tebasan pedang tersebut mampu Elgiona hindari dengan tenang seketika membuat Ayato terkejut bahkan tangan kanannya mengalami pergeseran akibat mengayunkannya terlalu kuat. Elgiona menyadari luka yang Ayato dapatkan sehingga dia menendang genggaman tangan kanan Ayato sehingga bahunya mengarah ke atas sontak dapat merasakan sakit dan nyeri di tulangnya sehingga membuat pedang terlepas dari genggamannya.
"Berakhir sudah!" ucap Elgiona sambil melancarkan tebasan vertikal dengan dua tangan
Ketika tebasan berbahaya mengarah tepat di wajah Ayato sontak dia menggunakan tangan kiri dengan mengepal kuat lalu memukul dagu Elgiona sebelum bilah pedang mengenai Ayato seketika hantaman kuat mengakibatkan tebasannya gagal.
[Lelah]
"Kau sangat aneh atau meremehkan diriku?" tanya Elgiona dengan ekspresi kesal
[Bernapas Terengah-engah]
"Lihatlah wajahku, apa aku meremehkan ahli pedang sepertimu?" tanya balik Ayato dengan ekspresi senyum bersemangat
Elgiona mulai mengakui Ayato sebagai kesatria yang mampu memberikan kekuatan dalam sekutu melawan Ras Iblis kini dia akan memulai serius dengan niat membunuh seketika Ayato dapat merasakannya lalu memfokuskan kedua mata serta konsentrasinya agar dapat melihat kedatangan Elgiona.
Elgiona tidak bergerak cepat melainkan maju dengan mempersiapkan serangannya, Ayato berusaha semampu mungkin untuk melihat arahnya tetapi Elgiona merubah kecepatan pedangnya hingga Ayato melihat empat bayangan di arah berbeda dengan kecepatan yang sama.
"Acceleration Sword!" ucap Elgiona sambil mempercepat tubuhnya dengan sihir angin
Ayato berpikir keras di waktu sekian detik tetapi dia tidak mampu memilih tebasan yang asli bahkan empat tebasan tersebut terasa nyata hingga memberikan luka di tubuh Ayato sontak membuatnya melompat ke belakang untuk menjaga jarak aman tetapi lawannya itu sama sekali tidak membiarkan Ayato untuk istirahat sehingga pertarungan terus berlanjut dengan terus-menerus melindungi dirinya.
Sedikit demi sedikit Ayato mampu memahami serangan bayangan yang Elgiona ayunkan kemudian serangan balik Ayato lakukan sampai membuat Elgiona kembali terpojok sontak dia terkejut melihat adaptasi Ayato dari pola serangan sangat cepat dia hafalkan. Duel mereka berdua semakin hebat hingga membuat para penonton terpukau melihatnya, Ayato berusaha mati-matian untuk melancarkan serangan akhir sedangkan Elgiona berusaha untuk mengembalikan kedudukannya.
Ayato tidak berhenti dengan mengayunkan pedangnya sehingga Elgiona tidak memiliki waktu untuk mengembalikan kedudukan. Namun, terjadi sebuah kesalahan yang Ayato perbuat karena bahu tangan kanannya tiba-tiba bergeser kembali ke posisi awal karena ayunan kuatnya seketika Elgiona memanfaatkan kondisi tersebut dengan melancarkan tebasan mengarah ke leher Ayato.
"Hentikan duelnya!" teriak Kaisar Elf dengan lantang
Menghentikan tebasan pedang tepat di leher Ayato.
[Lelah]
Ayato sama sekali tidak merasa takut bahkan dia tersenyum karena menikmati duel pertarungannya. Elgiona menyadari kedua telapak tangan Ayato memperlihatkan hasil kerja kerasnya yang sangat luar biasa bahkan bentuk telapak tangan Ayato sangat kasar sekali. Elgiona menarik ucapannya mengenai mempermalukan Ayato karena latihan adalah bentuk sejati dari seorang kesatria kemudian Elgiona menghormati perjuangan Ayato untuk mencapai level seperti ini.
"Latihan berat yang kamu lakukan sangat luar biasa. Ayato, aku mengakuimu sebagai Kesatria Suci Sejati!" ucap Elgiona sambil mengulurkan tangannya
[Menjabat Tangan Elgiona]
"Ahhh, aku gagal menjalankan perintah rajaku tapi hasilnya sesuai dengan yang dia inginkan. Tuan Elgiona sangat luar biasa, ahli pedang sesuai dengan kekuatan anda!" ucap Ayato sambil terpukau dengan Elgiona
"Hahaha. Vermilion-sama, sekutu dengan Ras Manusia sebaiknya dilakukan!" teriak Elgiona untuk mempertegas persetujuan mengenai sekutu
Bersambung...