
[Bercahaya]
Istirahat beberapa menit di suasana gelap gulita lalu berubah sedikit terang dengan bebatuan tungsten bercahaya mengeluarkan sejumlah Aliran Mana. Setelah itu, berlanjut dengan Aliran Mana berkumpul membentuk sebuah bola yang kemudian meledak di satu titik sambil menyebarkan serpihannya ke seluruh area sehingga membuat suasana menjadi lebih terang dengan menampilkan langit berwarna biru, awan bergerak menutupi sinar matahari disertai hawa sejuk dari hembusan angin laut.
Posisi mereka berada hampir di atas langit karena lapisan kelima tambang dunia bawah adalah punggung monster kura-kura dari sejarah kuno bernama Trushty. Monster ini terus bergerak melewati permukaan laut dengan empat kaki yang tergolong lambat akan tetapi ukurannya sangat besar sekali bahkan kedalaman air laut tidak sampai mengenai lutut kaki.
Frey menyerahkan tubuh Ayato berada di pangkuan pelayan istana sedangkan dirinya berusaha memakai Dwarf Mark untuk memanggil Yuer tapi berkali-kali melakukannya tetap saja tidak berhasil. Ayato membuka kedua mata secara perlahan dengan merasakan keempukan, kehalusan dan kelembutan di saat yang bersamaan ketika sudah sepenuhnya terbuka lebar dengan dia memperoleh kesadarannya sontak dirinya terkejut ketika melihat kedua tangan memegang bantalan kenyal dan tidur di kasur paha mulus.
[Menatap Sinis]
"Jijik!" ucap pelayan istana sambil menatap rendah dihadapan Ayato
Melepas sentuhan, bersujud untuk meminta maaf dan memberikan alasan yang tepat agar membuat pelayan istana menerima permintaan maaf darinya. Ayato dengan tegas dan lantang meminta maaf sekali lagi kepada pelayan istana sampai membuat Frey penasaran dengan apa yang terjadi kepada mereka akan tetapi mereka berdua mengubah topik agar hal tersebut tidak diketahui oleh Frey.
Sekitar 15 menit sudah terlewati dengan Frey masih belum bisa memanggil Yuer memakai Dwarf Mark sehingga pelayan istana ikut membantu majikannya dengan berusaha memanggil juga. Ayato mengingat saat dia menolak untuk meninggalkan Yuer lalu Frey menyerang perut hingga membuatnya pingsan dan itu adalah sebuah tindakan yang tepat karena musuh terlalu berbahaya bagi mereka.
Ayato dengan cepat mengumpulkan tungsten agar bisa membantu Yuer tepat waktu hingga semuanya berjalan baik sampai Ayato sudah mengumpulkan begitu banyak tungsten yang siap untuk diletakkan ke gudang kekaisaran. Pelayan istana menyerah memanggil Yuer memakai Dwarf Mark lalu membantu Ayato untuk meletakkan hasil tungsten ke gudang kekaisaran tiba-tiba simbol di tangan kiri yaitu Dwarf Mark milik Frey bersinar dan berhasil memanggil Yuer.
"Ehhh...." ucap Yuer dengan ekspresi terkejut
Kembali ke saat ledakan besar di lapisan empat yang mana ledakan itu adalah hasil dari pertarungan Yuer melawan Alpha. Hasil dari ledakan besar tersebut menciptakan sebuah kawah besar yang sudah menghancurkan hutan hingga menghilangkan sejumlah pohon besarnya. Yuer masih dalam kendali penuh Sihir Kuno miliknya sedangkan Alpha mengeluarkan sejumlah kemampuan alami dari hewan sepertinya. Pertarungan pecah dengan memberikan dampak besar di langit sampai membelahnya memang tidak mungkin Yuer bisa menghadapi jenis Fenrir sendirian karena cakar tajam hanya satu serangan saja membuat Sihir Kuno miliknya hancur.
"Ku tidak akan kalah dan akan kembali ke sisi mereka!" teriak Yuer teringat permintaan Frey
Sihir Kuno: Pengendali Hutan!
Aliran Mana dalam jumlah besar menjalar ke seluruh hutan raksasa dengan memaksa mereka semua mengikuti perintah Yuer. Tanaman hidup berlomba-lomba mengejar mangsa sesuai perintah dari Yuer sehingga Alpha menunjukkan taring tajamnya dengan ganas menerkam, mencabik dan mengoyak setiap tanaman hidup yang berusaha menyerangnya.
Sihir Kuno: Lingkaran Kematian!
Yuer melepaskan sihirnya sedangkan Alpha menyambarkan petir ke cakar kaki kanannya kemudian memberikan sebuah serangan cakar petir yang mempunyai kerusakan sama persis seperti sihir Yuer tetapi serangan Alpha hanya berdampak satu arah saja.
Kedua serangan mereka saling membentur tetapi serangan Alpha ternyata berskala dimensi yang mengakibatkan sebagian lingkaran kematian termakan oleh serangan tersebut. Yuer yang kehabisan Mana tidak akan bisa menahan serangan seperti itu sehingga isi pikirannya adalah menyesali jika dia terbunuh di tempat tersebut yang mana masih memegang janji perempuan.
Namun, saat serangan Alpha terus bergerak ke arahnya tiba-tiba muncul Dwarf Mark yang langsung memindahkannya ke lapisan kelima tambang dunia bawah dengan dia melihat Frey bernapas terengah-engah akibat berusaha terus-menerus untuk memanggilnya ke tempat tersebut.
"Yuer, aku berhasil memanggilmu!" ucap Frey dengan sedikit air mata hampir tumpah sepenuhnya
Yuer tidak tahan untuk menahannya seketika menangis dengan tubuh kecilnya, dia memeluk erat Frey penuh rasa terima kasih disertai ketakutan. Ayato bersama pelayan istana merasa lega dengan kehadiran Yuer kini mereka hanya perlu kembali ke dunia atas karena semua bahan untuk pembuatan senjata suci sudah terkumpul.
Pelayan istana mengarahkan mereka semua menuju pintu yang akan memindahkan semuanya ke dunia atas. Sekali lagi memakai Dwarf Mark untuk membuka pintu tersebut kemudian semuanya masuk dengan Yuer akhirnya bisa melihat dunia luar sontak membuatnya terkejut sekaligus terpukau melihat tiga ras yang berbeda saling berdampingan.
Pintu itu mengarah ke jalur belakang Kekaisaran Eddgrial sehingga bisa melihat pemukiman yang masih memperbaiki bangunan. Pelayan istana memastikan bahan pembuatan senjata suci berada di gudang sedangkan Yuer masih ingin melihat sedikit lebih lama karena perang besar pada era-nya sangat mengerikan sehingga melihat kedamaian itu seketika membuatnya iri.
Frey mendampingi Yuer sedangkan Ayato meninggalkan mereka berdua untuk saling memahami satu sama lain karena dia ingin bertemu Raja Edgar untuk bertanya mengenai dunia bawah yang mana memiliki banyak rahasia sekaligus ingin mempertimbangkan dunia bawah menjadi proposal perdamaian dengan Ras Beast sebagai bentuk Ras Dwarf ingin bekerja sama atau menjadi sekutu.
Pencarian bahan dilakukan selama 3 hari karena perbedaan waktu antara dunia bawah dan atas. Eliona selama 3 hari itu sudah mempelajari satu Sihir Kuno yang berasal dari Kaisar Elf pertama bernama Bee Grandybell, dia adalah sosok pencipta buku sihir hitam yang dipakai oleh Demon Lord Vanista.
[Mengetuk Pintu]
Ayato dipersilahkan masuk menghadapi Raja Edgar yang berada di kamarnya seperti mengetahui niat kedatangan Ayato seketika dia langsung mengucapkan topik pembicaraan mengenai dunia bawah. Raja Edgar ternyata memiliki niat tersembunyi untuk membuat Ayato mencari bahan pembuatan senjata suci padahal Raja Edgar bisa mengumpulkan sendiri untuk memberikan rasa terima kasihnya dan niat tersembunyi itu adalah membuat Ayato bertemu Ras Peri yang dari dulu sudah Raja Edgar tahu sedang menunggu sosok titisan Dewi Renovia.
Bersambung....