Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 10: Lahirnya Kesatria Sihir



Pertarungan sengit antara Ayato melawan Elgiona sebenarnya dapat dimenangkan oleh sang ahli pedang Kekaisaran Elfanno tapi dari segi stamina, Ayato wajib diwaspadai sehingga duel tersebut akhirnya ditetapkan bahwa Ayato telah berhasil memenangkan pertarungan. Kaisar Elf secara langsung menjabat tangan Ayato sebagai rasa percaya kepada kekuatan dari Ras Manusia kini Kekaisaran Elfanno sudah resmi bersekutu dengan Kekaisaran Eleanor bahkan mereka mulai mempersiapkan regu yang dapat menghadapi penyerangan Ras Iblis jika suatu hari akan tiba.


"Terima kasih banyak atas semuanya, Kaisar Vermilion Grandybell!" ucap Ayato dengan tulus


"Sama-sama!" balas Kaisar Elf dengan berwibawa


Putri Eliona terkesan sekaligus terpukau dengan kehebatan Ayato yang sanggup menandingi pengawal ayahnya dan juga merupakan guru privat dalam hal latihan pedang seketika dia tertarik dengan petualangan Ayato untuk mempersatukan seluruh ras kecuali Ras Iblis dan hal pertama yang menjadikan tujuan adalah Benua tempat Ras Dwarf tinggal.


Ayato sekarang tinggal di dalam istana dengan kesehariannya selalu berlatih pedang bahkan dia mendapatkan perlakuan khusus dari Kaisar Elf seperti diperbolehkan membaca buku mengenai sejarah Kekaisaran Elfanno di perpustakaan besar ketika Ayato mendalami tentang sejarah tiba-tiba dua putri elf lainnya muncul dengan maksud ingin melihat sifat asli dari sosok manusia yang belum sepenuhnya mereka percayai.


Ayato terkejut sekaligus bingung karena dia terpaksa mengikuti mereka berdua ke sebuah ruang kamar walaupun sebenarnya mereka lebih tua dari Ayato tapi paras cantik dari Ras Elf memang tidak bisa dihilangkan sehingga Ayato takut jika terjadi sebuah permasalahan disebabkan dirinya berada di salah satu kamar dari kedua putri tersebut.


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada Ayato dengan semuanya dia jawab sesuai kenyataan dan isi hatinya hingga mereka berdua yang ternyata memiliki maksud buruk tiba-tiba luluh dengan tekad manusia tersebut. Kedua putri elf itu langsung memeluk Ayato dengan lembut dan hangat secara bersamaan sehingga tidak ada perasaan selain permintaan maaf dari mereka berdua yang telah salah menilai.


Kedua putri tersebut menyetujui permintaan adiknya Eliona mengenai keinginannya tapi Ayato tidak mengetahui keinginan tersebut. Setelah itu, Ayato mulai memikirkan ulang tentang perjalanannya karena di luar sana sangat berbahaya dan banyak sekali musuh kuat sontak Ayato ingin mempelajari sihir di Kekaisaran Elfanno. Dia mendatangi ruang takhta dengan Kaisar Elf mendengarkan permintaan Ayato mengenai pelatihan sihir tersebut seketika dia mendapatkan persetujuan untuk diberikan latihan bersama pengawal Kaisar Elf yang ahli dalam sihir.


[Turun Dari Takhta]


Pengawal Kaisar Elf yang ahli dalam sihir tersebut turun dengan melayang di udara menggunakan sihir elemen angin.


"Perkenalkan nama saya Grandalf, mendapatkan perintah secara langsung dari Kaisar Vermilion Grandybell maka saya siap menjadi gurumu selama proses latihan sihir!" ucap Grandalf dengan sopan sekaligus formal


"Ayato kau akan berlatih bersama Eliona karena dia mempunyai pengendalian sihir dalam kriteria buruk sekali tapi kapasitas sihir serta daya serangnya cukup mengerikan dari keturunan kami, dia dalam arti telah mendapatkan cinta alam dan sumber Mana!" ucap Kaisar Elf dengan nada berwibawa


"Saya bersedia untuk berlatih bersama Putri Eliona!" balas Ayato dengan sikap formal


[Arena Callmendium]


Terlihat Eliona berlatih mengendalikan sihir besarnya hingga ledakan angin membuat sebuah sayatan tajam yang memotong segalanya tapi Grandalf langsung memakai sihir pengendali secara penuh untuk memasuki Mana miliknya ke Mana Eliona lalu menghamburkan sayatan tajam tersebut ke atas langit sampai memotong awan menjadi ribuan potongan kecil.


[Lelah]


"Maafkan saya Grandalf-sama karena hampir melukai anda...."


Kedatangan Ayato membuat Eliona merasa malu akibat tidak bisa mengendalikan sihirnya sehingga dia secara tidak sadar dapat mengendalikan sihir elemen angin yang langsung membuat Ayato terbang ke atas langit seketika Grandalf akhirnya mulai memahami cara pengendalian untuk digunakan Putri Eliona. Dia memakai sihir agar Ayato yang jatuh dari langit bisa dengan aman menyentuh permukaan tanpa terluka, satu tahun diberikan oleh Grandalf untuk mereka berdua karena latihan tepat sudah dia dapatkan.


Ayato bersama Eliona mendalami pengetahuan sihir dan cara pengendaliannya secara tepat, mereka berdua berlatih dengan serius sampai tidak mengenal rasa lelah bahkan Ayato yang tertinggal jauh mulai memanfaatkan penglihatan mengenai latihan yang diperlukan untuk membuatnya mencapai apa yang dia inginkan. Ayato mempelajari semuanya hingga satu tahun berlalu dengan dirinya sudah mulai akrab dengan penduduk luar Kekaisaran Elfanno bahkan tidak ada yang takut akan keberadaannya.


[Kebingungan]


Eliona bingung untuk mencari Ayato yang sudah terlalu lama belanja buah-buahan hingga dia menggunakan sihir pendeteksi seketika angin mengarahkannya tepat ke lokasi Ayato yang sudah selesai berbelanja buah-buahan. Ayato terkejut dengan pengendalian serta cara Eliona menggunakan elemen angin tersebut hanya dalam satu tahun saja disebabkan perasaan aneh ketika melihat Ayato sontak Eliona dapat mengendalikan sihirnya secara sempurna.


"Aku hampir lupa. Baiklah, mari kita kembali!" ucap Ayato dengan lebih segar penampilan karena sudah bisa menggunakan Mana


[Ruang Istana Kekaisaran Elfanno]


Pada pertemuan tersebut, Ayato bersama Eliona diwajibkan untuk memperlihatkan hasil latihan mereka berdua selama satu tahun terakhir. Pengawal Kasiar Elf yaitu Grandalf dan Elgiona mulai mengawasi mereka berdua sedangkan Kaisar Elf mengawasi dari jarak jauh kemudian Eliona memperlihatkan kemampuan sihir elemen angin dan tanaman secara sempurna bahkan melebihi kemampuan Grandalf sampai seluruh Arena Callmendium penuh dengan angin bergerak searah dan rapi disertai tanaman menjalar ke seluruh tempat.


"Luar biasa sekali, Putri Eliona. Satu tahun sudah bisa mengeluarkan sihir besar seperti ini mungkin Grandalf membutuhkan kapasitas sihir yang besar agar dapat menciptakan tanaman besar serta angin bergerak sesuai keinginan!" ucap Elgiona dengan maksud mengkritik kekuatan Grandalf


"Hooo, kau ingin bermain seperti itu maka Ayato perlihatkan kemampuanmu selama satu tahun ini!" teriak Grandalf dengan maksud ingin mengkritik kekuatan Elgiona


Strength: Tingkat 5              Kepekaan: Tingkat 5


Agility: Tingkat 6                  Penglihatan: Tingkat 6


Vitality: Tingkat 7                 Pengamatan: Tingkat 4


Intelligence: Tingkat 2         Pendengaran: Tingkat 5


Dexterity: Tingkat 7             Refleks: Tingkat 4


Luck: Tingkat 5


Keahlian: Sword Master Tingkat Lanjut IIl dan Sihir Elemen Tingkat Lanjut lll


Skill: Tebasan Instan, Tebasan Vertikal, Tebasan Horizontal, Tebasan Verzontal, Tebasan Melingkar, Tebasan Beruntun, Sihir Angin, Sihir Api, Sihir Tanah, Sihir Air dan Sihir Petir.


[Menyentuh Bilah Pedang]


Ayato menutup kedua matanya untuk konsentrasi menyatukan sihir ke pedangnya tiba-tiba luapan api mulai berkobar dengan menyelimuti pedang yang Ayato sentuh bilahnya sampai ujung seketika Grandalf, Elgiona dan Kaisar Elf langsung terkejut melihat hasil di luar akal sehat karena kemampuan Ayato dalam menyatukan kedua hal yang bertentangan sejak dalam sejarah Elf dengan Dwarf mengenai sihir dan besi bahkan Eliona menatap Ayato dengan rasa kegembiraan yang tidak terbayang.


[Menebas Angin]


Satu tebasan yang Ayato ayunkan seketika membakar lurus sesuai arah ayunan pedangnya sontak siapa pun yang melihatnya pasti diperlihatkan sebagai sosok Kesatria Sihir satu-satunya di dunia.


"Mengenai sejarah kebencian Elf kepada besi sehingga kemampuan hebat seperti ini tidak pernah dilakukan tapi saya berhasil menampilkannya sebagai bukti bahwa tidak ada namanya kebencian antara Ras Elf dengan Ras Dwarf. Terima kasih banyak sudah melatih saya selama satu tahun ini, Grandalf-sama!" ucap Ayato dengan sikap formal


"Luar biasa sekali, Ayato!" ungkap Grandalf dengan ekspresi kagum


Bersambung....