Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 11: Ras Dwarf Dalam Bahaya



Ayato memperlihatkan hasil latihannya selama satu tahun tepat dihadapan Kaisar Vermilion Grandybell dengan pedang diselimuti oleh sihir secara bergantian hingga Eliona terpesona akan teknik yang Ayato perlihatkan sampai membuat pusaran api hanya dengan sekali ayunan pedangnya. Dua putri elf yang merupakan saudari Eliona ikut terpesona, Kaisar Elf merasa dirinya telah tertutup oleh rasa kebencian terhadap Ras Dwarf padahal mereka bisa saling mengerti jika mendahuluinya dengan saling berbicara karena melihat Ayato akhirnya dia paham kalau rasa kebencian dan saling bermusuhan harus segera dihentikan, dua pengawal Kaisar Elf yaitu Elgiona dan Grandalf takjub bersamaan dengan kagum saat melihat keindahan sihir bercampur di pedang.


Teknik Pedang Sihir Api: Tebasan Melingkar!


[Api Membara]


Tebasan melingkar dengan api menyelimuti bilah pedangnya seketika menciptakan pusaran api untuk kedua kalinya, Ayato mempersiapkan teknik tebasannya untuk membuat kejutan ketika pusaran api hampir menghilang. Ayato memperlihatkan sihir angin telah menyelimuti pedang yang dia pegang ke atas dengan kedua tangannya.


Teknik Pedang Sihir Angin: Tebasan Vertikal!


[Bilah Angin]


Tebasan lurus sejajar dengan postur tubuh membuat bilah angin yang dapat menjangkau jarak jauh, Ayato mempersiapkan lagi sihir selanjutnya yang langsung membuat Grandalf mulai terkejut karena bingung hanya dalam satu tahun Ras Manusia bisa mencapai tiga elemen yang berbeda.


Teknik Pedang Sihir Petir: Tebasan Beruntun!


[Aliran Listrik]


Tebasan cepat yang langsung membuat udara terpotong-potong hingga memberikan aliran listrik di sekitarnya, Ayato sekali lagi merubah elemen di pedangnya yang langsung membuat Grandalf tercengang karena dirinya hanya bisa memakai tiga elemen sekaligus dalam satu waktu yang bersamaan tetapi Ayato mampu memakai empat elemen berbeda tanpa kesulitan sama sekali.


Teknik Pedang Sihir Air: Tebasan Horizontal!


[Bilah Air]


Sama seperti teknik pedang menggunakan sihir angin yaitu menciptakan bilah air yang sangat tajam dengan jangkauan jauh bahkan bilah air tersebut bisa meledak ketika mengenai sasaran. Sekali lagi, Ayato mempersiapkan teknik pedangnya sontak Grandalf tidak mungkin bisa mengalahkan muridnya itu karena sudah jauh di atas levelnya.


[Tumpukan Batu]


Batu membentuk pedang yang Ayato pegang menjadi berat dan kuat hingga bisa menghancurkan permukaan arena dengan daya serangan besar. Memperlihatkan semua hasil latihannya seketika membuat Ayato merasa lelah hingga dia bernapas terengah-engah disertai penuh keringat akibat jumlah Mana yang dia keluarkan cukup banyak. Tidak ada yang menyangka kalau Ayato mampu menguasai lima elemen sihir dengan sangat akurat dalam pengendaliannya sontak Kaisar Elf berdiri dari kursi sambil tepuk tangan seketika yang lainnya ikut tepuk tangan untuk memberikan pujian kepada Ayato.


"Sekali lagi terima kasih banyak karena sudah banyak membantu saya!" ucap Ayato dengan rendah hati sambil bersikap kesatria


Saat semuanya ingin membanjiri Ayato dengan kalimat pujian tiba-tiba batu sihir keluar dari saku celananya sambil menunjukkan sesuatu mengenai rekaman suara dari seseorang seketika Ayato memahami maksud dari batu sihir tersebut kemudian batunya retak sambil memperlihatkan suara rekaman jarak jauh yang berasal dari Kekaisaran Eleanor.


"Ayato segera berangkat ke Benua Algria menurut informasi dari pengintai. Terlihat pergerakan Demon Lord bersama pasukannya yang ingin menyerang tempat Ras Dwarf berada jangan sampai terlambat karena salah satu Demon Lord ini bisa mengalahkan Raja Dwarf. Rekaman Suara ini bersifat langsung tepat pada hari ini oleh karena itu masih ada waktu untuk bisa sampai di Benua Algria karena dekat dengan Benua Treeshe. Aku tahu kalau sahabatku sudah bertambah kuat karena itu selamatkan Ras Dwarf!" ucap Raja Edward dengan nada yakin


Batu sihir menghilang ketika rekaman suara telah berhasil disampaikan, Ayato ingin mengeluarkan suaranya untuk berbicara kepada Kaisar Elf tetapi dia duluan menanggapi pemberitahuan tersebut dengan berteriak memerintahkan dua pengawalnya agar mempersiapkan kuda sihir supaya Ayato bisa sampai tepat waktu tanpa mengucapkan terima kasih karena paham kalau sudah tidak ada waktu lagi, dia mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke lokasi.


Di waktu yang bersamaan, Eliona ingin ikut bersama Ayato untuk membantu Benua Algria yang mana Kekaisaran Eddgrial berdiri dengan Raja Dwarf adalah seorang pejuang hebat dalam medan pertempuran. Ras Dwarf memiliki ciri-ciri bentuk tubuh pendek, ahli membuat senjata, pintar dalam penemuan teknologi dan memiliki sifat pejuang yang tidak kenal akan menyerah sehingga menjadikan Ras Dwarf sebagai tentara hebat walaupun tidak bisa menggunakan sihir tapi mereka bisa mengandalkan kemampuan fisik dan senjata.


Ayato menolaknya karena terlalu berbahaya tapi Eliona tetap bersikeras untuk ikut hingga ayahnya menerima usulan tersebut dan membuat Ayato tidak sanggup menolaknya. Eliona menatap Ayato dengan serius kalau dirinya bukan sosok yang lemah sontak dia ikut menerima usulan tersebut sehingga mereka berdua naik di punggung kuda sihir yang telah siap untuk berlari menuju Benua Algria.


Ayato langsung memacu kuda sihirnya untuk berlari cepat menuju Benua Algria agar tidak membuang waktu sedangkan itu Eliona mengucapkan salam perpisahan kepada keluarganya.


"Ayah, kakak, guru sampai jumpa lagi!" ucap Eliona sambil memacu kuda sihir


Mereka berdua bergerak cepat agar Demon Lord tidak menghancurkan Kekaisaran Eddgrial.


Bersambung....