
[Terbangun]
Napasnya terengah-engah, tubuhnya penuh dengan perban dan rasa sakit di seluruh tubuhnya masih dapat dia rasakan. Ayato masih merasakan tekanan dari Aliran Mana yang membuat kepalanya terus pusing kemudian datang gadis elf dengan pakaian terbuka sehingga memperlihatkan lekukan tubuh serta buah segarnya sehingga memberikan sebuah pesona yang tidak tertahankan.
[Meneguk Ludah]
Ayato langsung menutup kedua mata untuk menghentikan hasrat prianya.
"Jangan terlalu banyak bergerak karena kondisi tubuh anda masih belum sembuh total, utamakan istirahat!" ucapnya sambil membawakan obat yang dapat meringankan tekanan Aliran Mana
Ayato minum obat tersebut dengan langsung merasakan efeknya.
"Perkenalkan saya adalah perawat yang sudah merawat anda selama lima hari hari ini!" ucapnya sambil membungkuk
Perawat elf tersebut menjelaskan kalau dia satu-satunya yang diperbolehkan untuk merawat Ras Manusia sebab dia mengetahui caranya kemudian elf tersebut menjelaskan tentang Aliran Mana yang membuat tubuh Ayato terasa tertekan dan membuat kepalanya pusing.
Aliran Mana adalah sebuah pelindung desa yang dapat membuat ras lain merasakan pusing dan tubuhnya tertekan bahkan dapat menolak ras lain untuk tidak masuk ke dalam pelindung tersebut, merupakan salah satu ciptaan sihir Kaisar Elf bertipe pelindung. Biasanya digunakan pada saat perang untuk melindungi kamp medis agar dapat menyembuhkan pasukan yang terluka.
Setelah memberikan penjelasan tersebut, perawat elf menyuruh Ayato untuk banyak-banyak istirahat. Dua hari terlewati dengan Ayato sudah mulai bisa berjalan serta beberapa luka sayatan sudah tertutupi dengan sempurna.
"Yoshh. Sudah sepenuhnya sembuh!" ucap Ayato dengan penuh semangat
Perawat elf itu datang lagi dengan memberikan sebuah kabar kalau Ayato diharuskan mendatangi kepala desa untuk menjelaskan kedatangan dan tujuannya. Ayato mendatangi ruangan kepala desa dengan memperlihatkan sosok Putri Elf bersama dengan elf yang Ayato selamatkan sedang memberitahu kalau mereka diselamatkan oleh Ras Manusia tersebut sedangkan Putri Elf tidak mempercayainya bahkan mengira mereka sedang di cuci otaknya.
"Hentikan ucapanmu itu, aku sama sekali tidak melakukannya!" ucap Ayato dengan nada tegas
Sosoknya yang cantik dan menawan pasti membuat siapa pun itu mengatakan kalau dia sangat cantik tetapi sifatnya itu merusak semuanya sehingga Ayato tidak tertarik lagi bahkan dia lebih tertarik dengan sosok elf yang merawatnya karena perbedaan buah segar.
"Manusia jelaskan tujuan kedatanganmu sambil membawa beberapa elf bersamamu!" ucap kepala desa yang umurnya terlihat sangat tua tapi tidak ada keriput di wajahnya
"Aku hanya ingin mengantarkannya dengan selamat karena mereka semua habis di culik oleh elf dengan tanda aneh di dahi mereka bahkan menjelaskan perbedaan ras mereka dengan ras kalian kalau tidak salah perbedaan kulit dan derajat!" balas Ayato
"Hmmm, Dark Elf sepertinya kalian mengalami hal buruk kalau begitu kami berterima kasih karena sudah menolong mereka semua tapi tujuanmu bukan hanya itu saja, bukan?" tanya kepala desa sambil tersenyum melihat Ayato
"Kau benar. Tujuanku adalah menemui Kaisar Elf untuk memintanya menyetujui proposal perdamaian yang bertujuan menciptakan sebuah sekutu agar dapat melawan Ras Iblis yang saat ini sudah semakin kuat!" jawab Ayato dengan jujur
Putri Elf langsung menolak proposal tersebut dengan nada tegas.
"Tolong dengarkan saya terlebih dahulu, keadaan saat ini sudah sangat berbahaya jika empat benua selalu bermusuhan dapat mengakibatkan Ras Iblis semakin mudah menguasai empat benua ini. Jadi, tolong dipertimbangkan usulan dari raja saya!" ucap Ayato
Putri Elf mendekati Ayato sambil memberikan tatapan benci.
"Bukankah sudah aku katakan kalau usulan dari rajamu itu, kami tolak sepenuhnya! Manusia, kau tuli atau pura-pura tidak dengar?" tanya Putri Elf dengan tatapan benci sekali lagi
"Siapa kamu yang berhak untuk menolak usulan ini dari raja saya?" tanya Ayato dengan sikap tegasnya
"Salah satu dari tiga putri yang merupakan anak Kaisar Vermilion Grandybell!. Eliona Grandybell, tolong ingat nama itu untuk beritahu kepada rajamu atas penolakan ini!" ucap Eliona sambil mendorong Ayato
[Kesal]
"Ohh, apa ini pendidikan yang diberikan kepada putri bahkan anak kecil mengetahuinya kalau usulan pemimpin kekaisaran dari benua lain harus ditolak atau disetujui oleh pemimpin yang menerima usulan tersebut. Jadi, kau yang seorang putri tidak berhak untuk menolak usulan ini sebelum Kaisar Elf mendengarnya!" balas Ayato dengan ekspresi kesal
"Diamlah. Apa kamu tidak mengetahui rasa menginginkan balas dendam ini terhadap ras seperti kalian! Menculik lalu memperbudak ras kami demi memenuhi hasrat bejat kalian bahkan membuat mereka melakukan kerja paksa, apakah itu salah satu proposal perdamaian yang rajamu inginkan!" teriak Eliona dengan ekspresi benci dan marah di saat bersamaan
"Aku akan tetap menolaknya dan segeralah pulang ke kampung halamanmu!" ucap Eliona sambil memperlihatkan ekspresi penuh dengan kebencian
Ayato berniat untuk memohon agar dipertemukan dengan Kaisar Elf tetapi itu tidak terjadi karena elf yang Ayato selamatkan mulai memperlihatkan diri mereka, semuanya menerima proposal perdamaian tersebut seketika membuat Putri Elf bertanya-tanya alasan mereka semua lalu jawabannya adalah rasa ingin berterima kasih kepada sosok penyelamat mereka.
"Walaupun kalian menerimanya tapi aku sebagai Putri Elf masih menolak dan selamanya akan tetap seperti itu!" teriak Eliona yang sudah tertelan oleh amarahnya
[Suara Langkah Kaki]
Kepala desa turun untuk menengahi perdebatan mereka berdua sembari menepuk pundak kanan Ayato.
"Bagaimana pendapatmu soal elf yang merawatmu selama pingsan?" tanya elf kepala desa
[Memalingkan Wajahnya]
"Ehhh, jangan tanya hal itu kepadaku!" balas Ayato dengan ekspresi malu
"Nah, lihatlah bahkan dia napsu dengan nenek-nenek!" teriak Eliona
"Ehhh, dia sudah berumur sejauh itu. Sungguh luar biasa sekali karunia umur panjang bahkan aku tidak dapat melihat perbedaan umurnya malah aku menganggapnya wanita muda sepertimu!" ucap Ayato dengan ekspresi terkejut
Dari kejauhan sosok elf yang merawat Ayato tersipu malu.
"Aree, sepertinya saya ini terlihat masih muda di mata anda!" ucap elf perawat tersebut
"Matamu itu buta atau apa!" teriak Eliona dengan ekspresi kesal
"Aku sama sekali tidak buta, perawat itu memang terlihat muda oleh ras seperti kami yang tidak dapat membedakan usia ras kalian. Tolong mengertilah!" balas Ayato sambil menutupi rasa malunya
"Tch, ras bejat seperti kalian bahkan mengincar nenek-nenek!" ucap Eliona dengan ekspresi benci
"Sudah kubilang mengertilah!" minta Ayato sambil menutupi wajahnya
[Tertawa]
"Baiklah. Ayato, usulanmu aku terima oleh karena itu mari kita temui Kaisar Elf untuk meyakinkannya!" ucap elf kepala desa dengan ekspresi senang
"Yoshh, mari kita lakukan!" ucap Ayato dengan penuh semangat
[Kesal]
"Kakek, kenapa kamu menerimanya? Ras mereka itu sudah membuat sejarah di benua ini. Jadi, yang harus kita lakukan adalah menghancurkan mereka!" teriak Eliona dengan ekspresi marah
"Ehhh, mengerikan sekali bukankah itu sejarah jadi bagaimana mereka yang tidak mengetahuinya atau sama sekali tidak berbuat seperti itu. Apa mereka berhak untuk dihancurkan?" tanya elf kepala desa dengan ekspresi konyol
"Apa sih yang membuatmu menerimanya, kakek!" teriak Eliona dengan ekspresi kesal
"Eliona, kakek menerima usulan ini karena masa lalu yang tidak dapat kakek buang ataupun melupakannya. Dengarkan baik-baik cerita masa lalu ini yang membuat kakek melakukan kesalahan besar akibat ditelan oleh luapan kebencian, kemarahan dan kekesalan terhadap Ras Manusia pada saat itu!" ucap elf kepala desa
Bersambung...