Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 21: Ras Peri Terakhir



Pertarungan Frey dan pelayan istana melawan Serigala Salju bulu hitam terhenti akibat badai salju yang menghilang ketika ada sebuah api bagaikan sebuah tornado. Serigala Salju bulu hitam bersama dengan bawahannya langsung pergi menjauh akibat kekuatan mereka melemah sontak Frey memakai kekuatan fisiknya untuk berlari sekencang mungkin ke lokasi Ayato berada.


Sesampainya di lokasi seketika tatapan Frey melebar dengan dahinya mengerut marah saat melihat pakaian Ayato berlumuran darah dihadapan elf ukuran kecil yang mempunyai Aliran Mana luar biasa. Pelayan istana langsung keringat dingin sambil memasang persiapan penuh untuk mengeluarkan mereka berdua dari lapisan kedua karena keberadaan elf kecil tersebut mempunyai jumlah Mana tidak terhingga.


"Menyingkirlah darinya!" teriak Frey memakai amukan pejuang sambil melempar Tombak Litium dengan penuh amarah


[Tombak Berhenti]


Saking kuat dan cepatnya Tombak Litium yang dilemparkan Frey membuat permukaan tanah membentuk sebuah jalur lurus sesuai arah lemparan tombak tersebut. Namun, serangan tersebut dihentikan hanya menggunakan tangan kecilnya kemudian Tombak Litium jatuh ke permukaan tanah tanpa bisa kembali kepada majikannya. Pelayan istana memakai batu rune untuk melakukan teleportasi paksa kepada mereka bertiga tapi elf kecil itu kembali mengejutkannya dengan menghancurkan batu rune hanya menggunakan hembusan angin.


Sebuah sihir tinggi mulai membentuk di tangan elf kecil.


"Berhenti! Jangan melukai mereka berdua!" ucap Ayato dengan dirinya sudah kembali normal


Pelayan istana gemetar ketakutan sedangkan Frey masih menunjukkan kemarahannya kemudian Ayato meminta kepada elf kecil sayap emas tersebut untuk menutup Aliran Mana miliknya. Dia menuruti perkataan Ayato tapi tidak memaafkan Frey yang sudah mencoba menyerangnya sehingga Ayato meminta sekali lagi agar mendapatkan maaf dan elf kecil itu menerima dengan senang hati.


Aliran Mana luar biasa itu tertutup kemudian Frey mulai menenangkan diri begitupun dengan pelayan istana lalu Ayato bertanya mengenai ucapan elf kecil saat menolong dirinya tapi sebelum itu, mereka ingin mengetahui elf kecil tersebut.


"Apa sejarah kuno tidak memberitahu kalian kalau ku ini adalah Ras Peri yang merupakan nenek moyang dari Ras Elf?" tanya elf kecil sayap emas dengan ekspresi santai


"Kami tidak mengetahui sejarah kuno yang anda maksud!" jawab Ayato sambil mempersiapkan diri


Frey dan pelayan istana menyadari maksud dari Ayato yaitu melarikan diri tetapi elf kecil itu mengetahui tujuan mereka karena dapat membaca isi pikiran sehingga ekspresi santai berubah menjadi senyum sombong disertai Aliran Mana luar biasa tadi kembali terbuka.


"Sebaiknya hentikan kalian bertiga sebelum menjadi makanan para serigala!" ancam elf kecil sayap emas tersebut


"Apa yang kamu inginkan dari kami?" tanya Ayato yang sudah membuat niat melarikan diri


Dia menunjuk jari tangan kecilnya ke arah mata Ayato yang dianggap sebagai titipan Dewi Renovia yang merupakan ibu dari segala makhluk hidup di dunia ini. Elf kecil sayap emas memberitahukan namanya yaitu Yuer sebagai Ras Peri terakhir yang berhasil lepas dari segel Raja Iblis Diablo, dia memiliki tujuan untuk mencari titisan Dewi Renovia selama berabad-abad lamanya untuk menghentikan perang besar.


Mereka bertiga tidak pernah mendengar Ras Peri dan Dewi Renovia tetapi Raja Iblis Diablo sudah diketahui sebagai musuh utama mereka yang harus dibunuh agar perdamaian tercipta. Yuer kembali menutup Aliran Mana agar memberikan suasana tenang kepada mereka bertiga sontak Ayato tidak merasakan niat buruk darinya sehingga pelayan istana mempercayai Ayato kemudian membawa semuanya ke sebuah kabin yang menjadi tempat tujuan sebenarnya saat badai salju.


[Rumah Kabin]


Yuer yang sombong itu akhirnya luluh saat melihat beberapa luka di tubuh perempuan, dia memakai sihir untuk menghilangkan bekas luka baru sampai yang lama sehingga Frey terkejut melihat seluruh luka lamanya telah sembuh hingga kulit eksotis terlihat sangat cantik begitupun dengan pelayan istana.


"Maaf sudah menyerang anda!" ucap Frey menyesal akan perbuatannya bersamaan dengan pelayan istana ikut meminta maaf


"Ku tidak mempermasalahkannya karena kecantikan wanita itu adalah nomor satu. Jadi, melihat luka tersebut mana mungkin kubiarkan!" ucap Yuer dengan senyum ramah


[Badai Salju]


Badai salju kembali lagi dengan Ayato sudah membuat api unggun untuk menjaga kehangatan mereka semua tiba-tiba kepalanya kembali merasakan sakit yang luar biasa sampai membuatnya menjerit disertai tanda aneh timbul memenuhi keningnya. Frey panik melihat kondisi Ayato karena panasnya tidak normal sampai membuat lantai kabin terbakar, Yuer mengeluarkan sebuah sihir berbentuk angin mengelilingi tubuh Ayato secara perlahan menghilangkan panas dalam tubuhnya.


"Mungkin itu berasal dari Demon Lord Vanista!" ucap Frey dengan ekspresi panik


"Ku tidak tahu siapa itu tapi kutukan hitam ini berasal dari Buku Sihir Hitam buatan Kaisar Elf pertama tapi tenang saja ku tidak akan membiarkan titisan Dewi Renovia mati di sini!" ungkap Yuer sambil mengeluarkan Aliran Mana miliknya


Sihir Kuno: Pelepas Kutukan!


Tanda hitam di kening Ayato langsung menghilang menjadi partikel cahaya kemudian panasnya kembali normal, Ayato tertidur lelap karena lelah. Keadaan sudah menjadi tenang sambil menunggu Ayato bangun dari tidurnya, Frey dan pelayan istana penasaran dengan perkataan perang besar.


Yuer menceritakan perang besar adalah perang antar seluruh ras di dunia yang saling berperang satu sama lain akibat Dewa Russ. Tiada hari tanpa serangan dahsyat yang dapat menguncang seluruh permukaan tanah, Raja Iblis Diablo memimpin alur perang karena berhasil menyegel seluruh Ras Peri sehingga membuat ras lainnya tunduk kepada Ras Iblis. Namun, perang besar masih berlanjut karena kebencian dan rasa ingin balas dendam terus bermunculan sampai penuh dengan kebohongan hingga kelicikan.


Suatu hari muncul kehadiran Dewi Renovia yang merupakan ibu dari segala ras di dunia memberitahu kalau mereka semua telah dipermainkan Dewa Russ sehingga perang besar berubah menjadi seluruh ras di dunia bersatu kecuali Ras Iblis. Berperang melawan Dewa Russ dengan bantuan Dewi Renovia tetapi kelicikan dari Dewa Russ membuat satu titisan dari Ras Manusia termakan akan kebohongan Dewa Russ sehingga perang besar berlanjut dengan lebih mengerikan. Dewi Renovia tidak ingin kebencian terus mendarah daging sehingga dia memakai seluruh kekuatannya untuk menyebarkan harapan ke penjuru dunia serta menyegel titisan Dewa Russ.


Namun, kebencian masih terus mendarah daging sampai menjadi sejarah secara perlahan setiap ras di penjuru dunia yang mengikuti Dewi Renovia mulai menghapus sejarah kebencian tersebut. Perang besar memang tidak terjadi tapi peperangan antar ras masih membuat pertumpahan darah lalu ras yang mengikuti Dewi Renovia sudah tidak berumur panjang lagi sehingga mereka memilih jalan terakhir yaitu menyatukan harapan menjadi satu untuk mengembalikan kekuatan Dewi Renovia sehingga dia memberitahu kepada pengikutnya kalau nanti akan ada salah satu dari ras di dunia dapat menyatukan seluruh ras yang tersisa sehingga kebencian terhapuskan.


Kemunculannya diberikan keterangan melalui dua mata dari Dewi Renovia berada padanya sehingga Ras Iblis ketakutan kalau sampai kemunculan tersebut benar adanya karena dapat menghilangkan keinginan Raja Iblis Diablo sehingga menyimpan ketat sejarah kebencian untuk diberikan kepada keturunan mereka agar dapat meneruskan keinginan Raja Iblis Diablo sedangkan itu, Dewi Renovia meminta kepada sisa pengikutnya agar menemukan titisannya sebab titisan Dewa Russ berusaha melepaskan segel pada dirinya.


Perang besar akan berlanjut jika titisan Dewa Russ berhasil lepas dari segel sehingga titisan Dewi Renovia sangat penting karena kehadirannya akan menyatukan seluruh ras di dunia agar menghadapi titisan Dewa Russ dalam perang besar untuk terakhir kalinya.


"Itulah perang besar yang pernah terjadi sebelumnya sampai memusnahkan beberapa ras di dunia ini!" ungkap Yuer dengan ekspresi sedih


Frey dan pelayan istana tidak menyangka kalau ada perang besar seperti itu ternyata Ayato sedari awal sudah bangun sembari mendengar perang besar secara saksama dari Yuer.


"Aku seharusnya sudah mati saat penyerangan Demon Lord Ganeshia tetapi harapanku untuk kembali ke masa lalu terkabulkan oleh sosok cahaya putih yang menghancurkan jantungku mungkinkah itu adalah Dewi Renovia yang Yuer maksud?" tanya Ayato


"Kelahiran kembali." Yuer mengingat kembali perkataan Dewi Renovia


"Yuer sudah pasti Ayato adalah titisan Dewi Renovia karena tujuannya sama seperti yang anda ceritakan bahkan saat ini Ras Elf, Ras Dwarf dan Ras Manusia sudah bersatu!" ungkap Frey dengan ekspresi senang


Yuer memeluk tubuh besar Ayato sambil menangis ketika mengingat perang besar tersebut, dia tidak ingin perang itu kembali berlanjut dengan titisan Dewa Russ membunuh dan menghancurkan semuanya. Entah berapa banyak mayat dalam perang besar itu sehingga Yuer menginginkan perang besar terakhir itu terjadi dengan kematian titisan Dewa Russ yang sudah membunuh banyak Ras Peri.


"Penglihatan ini mungkin yang anda maksud punya Dewi Renovia benar adanya sebaiknya kita berlanjut mencari bahan untuk pembuatan senjata suci lalu mulai memahami seluruh sejarah yang ada. Oleh karena itu, Yuer ikutlah bersamaku dalam petualangan ini lalu ceritakan semua yang anda ketahui agar diriku tidak salah jalan!" minta Ayato dengan ekspresi serius


"Ku sangat menerima permintaanmu anak muda. Ku ingin kamu bertambah kuat agar dapat melawan titisan Dewa Russ!" balas Yuer dengan senang hati


"Mohon bantuannya!" ucap Ayato


Mereka semua memulai kembali untuk menemukan bahan pembuatan senjata suci melewati badai salju.


Bersambung....