Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 24: Melawan Naga Ular Jortun



Hujan lebat, angin kencang disertai guntur menambah kengerian dari monster kuno yaitu Naga Ular Jortun yang sudah muncul sambil bertengger di batu besar dengan panjang 30 meter bisa melilit batu besar tersebut bahkan kepala Jortun tepat berada dihadapan mereka berempat sampai napas dan suara bisa dirasakan maupun didengarkan akan tetapi tidak ada hawa permusuhan karena keberadaan Yuer membuat Jortun mengeluarkan bahasa kuno.


"Laaa ri haa? bii raaa?" tanya Jortun menggunakan bahasa kuno dihadapan Yuer


Wahai Ras Peri mengapa engkau berada di dunia bawah? Seharusnya Ras Peri sudah tersegel akibat Ras Iblis tapi kenapa ras suci sepertimu bisa terlepas dari segel tersebut?


Yuer mengirim pikirannya kepada Ayato, Frey dan pelayan istana yang berisikan terjemahan bahasa kuno agar mereka bertiga bisa mengikuti alur pembicaraan.


"Ri haa bii ahmbel Renovia naa ri saa!" jawab Yuer menggunakan bahasa kuno


Berkat bantuan Dewi Renovia saya berhasil terlepas dari segel dengan diberikan tugas mencari titisannya untuk menyelesaikan perang besar selanjutnya yang akan menjadi perang terakhir!


"Hamu de ahmbel Renovia kaa ri laaa?" tanya Jortun dengan menunjukkan taringnya


Sungguh kabar yang bagus sekali, apa titisan Dewi Renovia sudah engkau temukan?


"Yuriii ahmbel Renovia kaa tiii naa Ayato maa uure rah!" jawab Yuer sambil memperlihatkan Ayato dihadapan Jortun


Dia Ayato dari Ras Manusia sebagai buktinya adalah kedua mata itu berada pada tubuhnya!


Jortun mendekati Ayato seketika dia mematung karena sangat dekat dengan kedua matanya dari monster kuno tersebut kemudian Jortun menampilkan ekspresi terkejut melalui kedua matanya saat melihat dua Ras Dwarf di belakang Ayato.


"Umraa di jaa hame raaa dwarf ki bi laaa di naaa Yuriii?"


Ku sangat terkejut melihat dua ras yang berbeda saling berdampingan di dunia bawah ini. Dwarf dan manusia, apa dunia sudah berubah?


"Jortun ki maa laa ruu gau himel la to ni hame di raa bi jaa pee waru ju naaa uira lato ni na laaa!" jawab Yuer langsung ke inti pembicaraan


Titisan Dewi Renovia sudah membuat perdamaian untuk dua ras yaitu elf dan dwarf. Kedatangan kami adalah untuk mengalahkan mu supaya kulit Jortun dapat kami miliki agar bisa membuat senjata suci. Bertarunglah melawan mereka berdua dengan serius sedangkan diriku hanya akan membantu dari belakang tanpa memakai Sihir Kuno jenis serangan!


Jortun langsung mempersiapkan diri untuk bertarung kemudian dua sayap tipis melebar ke samping seketika guntur menyambar tubuhnya sampai memberikan sebuah cahaya indah berupa aliran listrik menciptakan warna biru terang terus mengalir sampai ujung ekor. Memperlihatkan taring tajam, kedua mata melebar disertai pupil mata menipis dengan membentuk garis lurus dan terakhir raungan naga mengarah ke musuhnya sebagai pernyataan perang.


Yuer langsung terbang mundur sambil memberikan Sihir Kuno berupa dukungan kekuatan dan sihir untuk mereka berdua sedangkan pelayan istana menjaga jarak dengan berada di samping Yuer agar tidak terkena imbas dari pertarungan. Menyadari ancaman besar seketika Frey memakai Dwarf Mark untuk memanggil Tombak Litium sedangkan Ayato menghunuskan pedang padahal sudah ada tanda-tanda kerusakan tapi tidak ada senjata kecuali pedang tersebut.


"Uraaa mii naa!" ucap Jortun sambil mengaktifkan Sihir Kuno


Mari kita mulai pertarungannya!


Sihir Kuno: Badai Guntur!


[Sambaran Petir]


Awal pertarungan disambut oleh puluhan guntur yang terus menyambar ke permukaan secara acak sampai membuat mereka berdua panik untuk menentukan timing agar terhindar dari guntur tersebut. Tidak ada tanda-tanda guntur tersebut akan selesai hingga satu guntur mengarah di tempat tujuan Ayato untuk menghindar, dia tidak sempat mengubah arah lalu guntur menyambar tubuhnya dengan volume suara yang sangat nyaring hingga menghancurkan permukaan tanah tempat Ayato pijak.


[Guntur]


"Ayato!!!" teriak Frey panik melihat serangan telak mengenai Ayato


[Pukulan Ekor]


Saat ingin menyelamatkan Ayato yang terbujur kaku di permukaan tanah dengan mata berwarna putih seketika tubuh Frey terlempar jauh akibat serangan ekor dari Jortun. Frey dalam kondisi terlempar jauh sampai muntah darah berusaha untuk membuat posisi tubuhnya kembali ke permukaan tanah karena Jortun terlalu fokus kepada Frey seketika gerakan cepat langsung menebas lehernya.


Luka yang ditimbulkan dari serangan cepat itu tidak fatal hanya memberikan sayatan kecil di leher Jortun ternyata serangan itu berasal dari Ayato dengan kondisi sembuh akibat Sihir Kuno dari Yuer kalau tidak ada dia maka Ayato sudah dipastikan mati dalam satu serangan tersebut. Menyerang leher Jortun perlahan menambah kerusakan di pedangnya sehingga Ayato tidak mempunyai banyak waktu sebelum pedangnya hancur lembur.


Di lain sisi, guntur yang sudah berhenti membuat Frey bisa menyempurnakan posisi untuk melempar Tombak Litium. Kumpulan api besar memanas di ujung tombak kemudian dia lempar sekuat tenaga seketika Frey terkejut saat melihat lemparan tombak melesat kencang hingga tidak terlihat oleh kedua matanya lalu beberapa detik langsung menancap di tubuh Jortun sampai membakarnya.


[Kesakitan]


[Berpindah]


Yuer terkejut melihat kemampuan Dwarf Mark berbeda dari yang pernah dia lihat sebelumnya pada era perang besar karena Frey memakai Dwarf Mark untuk berpindah tempat dengan memakai batu besar sebagai pengganti tempatnya terkena laser panjang. Jortun mengamuk dengan raungan naga bernada panjang membuat sebuah gelombang listrik yang langsung melumpuhkan Frey bersama Ayato.


Sihir Kuno....


Sihir Air: Duri Tetesan Hujan


[Tertusuk Ribuan Duri Air]


Sebelum Jortun menyelesaikan Sihir Kuno untuk membunuh mereka berdua yang tidak bisa bergerak karena lumpuh akibat gelombang listrik. Seluruh tubuh Jortun tertusuk ribuan duri yang berasal dari tetesan air hujan membentuk duri tajam langsung menembus kulit Jortun tapi tidak menembus sampai organ dalamnya. Frey kembali bisa bergerak dengan kecepatan berlari seketika dia lompat ke atas kepala Jortun sambil mempersiapkan teknik melempar tombak.


Teknik Senjata Suci: Tombak Ujung Dunia!


[Melesat Kencang]


[Menghantam Pelindung]


Tombak Litium menghantam sebuah pelindung yang Jortun ciptakan memakai Sihir Kuno untuk melindungi kepalanya dari serangan tersebut. Dia masih berdiam di posisi awalnya sehingga memudahkan Ayato menyerang ke satu titik dengan mempersiapkan teknik pedang yang dapat menghancurkan senjatanya.


Teknik Pedang Sihir Gabungan: Tebasan Vertikal!


Ayato menebas jarak jauh menciptakan sebuah serangan sabit berupa Sihir Angin dan Air menyatu kemudian menghantam pelindung. Serangannya belum selesai karena Ayato bergerak cepat memakai Sihir Petir ke seluruh tubuhnya kemudian mempersiapkan tebasan horizontal gabungan Sihir Api dan Petir sama seperti tebasan sebelumnya hingga serangan sabit menghantam pelindung untuk kedua kalinya.


Jortun mempersiapkan bola energi di rahang mulutnya untuk membunuh Frey karena tidak bisa bergerak di udara tetapi Ayato tidak membiarkannya karena dia berkali-kali memakai Sihir Petir untuk bergerak ke berbagai arah dengan melancarkan tebasan jarak jauh berupa serangan sabit yang terus-menerus menghantam pelindung tersebut hingga menunjukkan keretakan.


"Masih belum cukup!" ucap Ayato dalam gerakan cepatnya


Ayato memfokuskan seluruh Aliran Mana ke satu Sihir Api untuk menyelimuti pedangnya kemudian mempersiapkan teknik pedang di udara sembari menebas secara vertikal. Jortun terkejut bukan main melihat cahaya emas bersinar terang di kedua mata manusia itu hingga menciptakan selimut api pada pedang yang hampir rusak berupa api neraka.


Teknik Pedang Sihir Api Neraka: Tebasan Vertikal!


[Tebasan Pedang]


Satu tebasan api neraka itu merusak pelindung sampai memotong satu sayap Jortun bagian kiri hingga terjatuh ke permukaan tanah sontak rasa sakit yang belum pernah dia rasakan sekian lama akhirnya teringat kembali akan rasa sakit tersebut saat perang besar. Jortun terjatuh dari posisi tempatnya dengan menghentikan serangan bola energi di rahang mulutnya dari pelindung yang sudah berhasil dihancurkan tiba Tombak Litium melesat kencang hingga menancap di titik jantung Jortun kemudian meledak besar menciptakan lingkaran api.


[Kesakitan]


Jortun sudah menunggu waktu ini yaitu waktu untuk dirinya dikalahkan dalam kondisi bertarung melawan musuh seketika dia teringat akan wujud normalnya yang masih bersama keluarganya lalu saat pedang Ayato hancur kini dia memakai Sihir Air dengan memanfaatkan hujan lebat tersebut agar menciptakan tombak besar lalu dilemparkan ke tubuh Jortun.


[Menembus Jantung]


Jantung Jortun tertancap tombak air ukuran besar dengan matanya mulai berwarna putih kemudian hujan lebat yang menjadi iklim ekstrem lapisan ketiga menghilang secara perlahan diikuti oleh kematian Jortun dengan aliran listrik yang mewarnai tubuhnya seketika menghilang. Ayato dan Frey berhasil mengalahkan monster kuno tersebut dengan bantuan Sihir Kuno yang memberikan dukungan besar dalam pertarungan mereka.


"Uma, hira, offun, dirra, kalla!" ucap Yuer memberikan istirahat tenang untuk Jortun di alam kematian


Lapisan ketiga berubah menjadi cerah dengan menampilkan suasana terik matahari disertai monster kecil keluar dari persembunyian mereka. Keberadaan Jortun untuk menciptakan iklim ekstrem tersebut memiliki tujuan untuk melindungi monster kecil seperti mereka. Selama berabad-abad Jortun mempertahankan pikirannya untuk terus melindungi Ras Beast yang berubah total sampai membuat mereka menjadi liar seketika membuat Ayato dan Frey bersedih akan kematian Jortun.


Bahan kulit Jortun berhasil di dapatkan.


Bersambung....