Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 19: Lapisan Pertama Tambang Dunia Bawah



Sepanjang menjelajahi tambang dunia bawah dengan pelayan istana memandu mereka berdua menuju lokasi bahan pertama yang berada di lapisan satu. Ayato melihat begitu banyak monster dengan bentuk yang aneh sekaligus ukuran kecil sampai besar. Frey menjelaskan secara rinci mengenai tambang dunia bawah yang terdapat lima lapisan dengan semakin menuruni lapisan maka monster akan semakin kuat.


Pada lapisan pertama ini terdapat dua bahan yang bisa di dapatkan yaitu lendir air dari monster bernama Mucus Slime dan rambut batu dari monster bernama Tiran Turtle. Mucus Slime tubuhnya berbentuk sebuah bola, tidak memilik mata, mempunyai dua tangan tanpa jari dan warna lendirnya selalu berubah-ubah tergantung apa yang Mucus Slime makan. Makhluk ini selalu berkelompok ketika melawan musuh yang berbahaya maka mereka semua akan bersatu menjadi Giant Mucus Slime. Pada saat itulah lendir air akan semakin bagus kualitasnya jika mereka semua bersatu tetapi cara untuk dibunuh lumayan susah karena serangan fisik tidak akan mempan kepadanya.


Pelayan istana berhenti sambil memberikan tanda untuk diam lalu berubah menjadi tanda bergerak perlahan sehingga Ayato bersama Frey bergerak ke arah samping kanan dan kiri pelayan istana itu. Mucus Slime berkumpul dengan jumlah ribuan karena memiliki warna yang sama sehingga akan mudah untuk menyatukan mereka semua. Pelayan istana memberitahu kelemahan alami Mucus Slime bukanlah api bahkan Ayato yang seharusnya sudah mengira kalau elemen api itu bisa melemahkan elemen air tetapi perkiraannya salah.


"Sebenarnya tidak ada yang salah hanya saja Mucus Slime melakukan evolusi terhadap kelemahannya dengan memiliki ketahanan terhadap elemen api tetapi mereka lemah terhadap elemen petir karena dapat merusak sel organ di dalam tubuh mereka. Jadi, menggunakan petir adalah cara terbaik untuk mengalahkan Mucus Slime karena dalam party tersebut hanya Ayato saja yang bisa menggunakan sihir sehingga dia harus melakukannya.


"Baiklah akan kulakukan!" ucap Ayato sambil memperlihatkan telapak tangan kanannya yang langsung mengeluarkan aliran listrik


Ayato keluar dari persembunyian sambil Frey dan pelayan istana membuat keributan sampai membuat Mucus Slime panik kemudian bergerak cepat untuk menyatukan diri. Sesaat semua tubuh Mucus Slime menyatu betapa terkejutnya Ayato melihat tubuh mereka seperti manusia tetapi dengan bentuk yang menyeramkan.


"Bunuh dia Ayato!" teriak Frey dengan nada bersemangat


[Raungan]


Giant Mucus Slime berlari ke Ayato dengan kecepatan standar. Tidak ada pergerakan hanya menatap Giant Mucus Slime yang semakin mendekat dengan membuka telapak tangan kanan sedangkan kiri tertutup rapat seketika aliran listrik mengalir ke seluruh tangan kanannya Ayato.


Giant Mucus Slime memilih menerjang Ayato untuk menelannya secara utuh ke dalam tubuh mereka tiba-tiba awan dunia bawah berubah warna menjadi hitam tepat di atas Giant Mucus Slime kemudian mengeluarkan guntur yang sangat nyaring suaranya.


Sihir Petir: Guntur!


Petir itu langsung menyambar tubuh Giant Mucus Slime hingga tubuh mereka terpisah karena petir tersebut seketika membuat ribuan Mucus Slime tidak bisa bergerak sama sekali. Pelayan istana menyuruh mereka berdua untuk mengumpulkan lendir Mucus Slime sebanyak mungkin dengan dimasukkan ke dalam botol besar yang kemunculannya secara tiba-tiba keluar dari tangan Frey.


Ukuran botol itu lumayan besar karena Ayato terlihat bingung, Frey menjelaskan kalau ada kemampuan Ras Dwarf yaitu Dwarf Mark. Kemampuan tersebut membuat Ras Dwarf bisa memanggil apa pun yang mereka tandai dengan sebuah ukiran atau simbol kuno Kekaisaran Eddgrial. Setiap Ras Dwarf yang terlahir akan perlahan muncul sebuah tanda simbol kuno di telapak tangan kiri tetapi jarang digunakan karena penggunaannya yang terbilang cukup sulit untuk memberikan tanda ke barang.


"Kemampuan itu bukannya sesuatu yang sangat mengerikan?" tanya Ayato dengan ekspresi terkejut


"Perasaan kemampuan ini biasa saja!" jawab Frey sambil memperlihatkan simbol kuno di telapak tangan kirinya


"Bayangkan memberikan tanda ke sebuah gunung, lautan air, api, angin dan masih banyak lagi lalu memanggilnya maka sudah terbilang memakai sihir skala besar. Contohnya, Frey menandai setiap sihir yang aku lancarkan kepadamu lalu memanggilnya sehingga sihir milikku akan menjadi milikmu!" ucap Ayato dengan ide pikiran yang terbilang cukup mengejutkan mereka berdua


Frey menatap lama Dwarf Mark di telapak tangan kirinya dengan menghayal dirinya bisa memakai kemampuan tersebut sesuai kemauannya. Ayato bersama pelayan istana akhirnya menyelesaikan pengumpulan lendir air tersebut kemudian Frey yang terkejut karena melamun sangat lama langsung mengembalikan botol terisi penuh lendir air kembali ke gudang istana.


"Praktis sekali lalu selanjutnya adalah Tiran Turtle!" ucap Ayato sambil menunggu penjelasan dari pelayan istana


Karena Frey masih melamun memikirkan apa yang Ayato ucapkan sebelumnya lalu pelayan istana mulai menjelaskannya. Tiran Turtle adalah bahan kedua yaitu rambut batu, penampilan monster ini berbentuk kura-kura dengan cangkang pelindung berubah rambut tegak dan keras yang dilapisi bebatuan hingga berlumut hijau. Monster ini tidak mau menyerang lawannya sehingga memilih untuk berlindung di dalam cangkang  dengan rambut kerasnya itu yang bisa saja melukai musuh kalau memaksa menghancurkan cangkang Tiran Turtle.


Ukuran monster ini terbilang sedang sangat berbeda dari namanya sendiri sebab pemberian nama tersebut mengarah kepada cangkangnya yang kuat seperti tiran karena sulit untuk ditembus dan sangat berbahaya apabila dipaksakan untuk menghancurkannya. Pelayan istana membawa Ayato dengan Frey yang akhirnya sudah tidak melamun lagi menuju habitat Tiran Turtle dengan letaknya tidak jauh dari tempat mereka sebelumnya.


Mencapai habitat Tiran Turtle yang terbilang sangat mengerikan karena mereka berjalan di lahar gunung berapi sontak Ayato tidak mempedulikan keimutan monster tersebut sedangkan Frey ingin memelihara satu kalau memungkinkan dia bisa mengangkat Tiran Turtle yang beratnya seperti bukit. Ayato semakin terkejut dengan berat mereka yang bisa bergerak normal bahkan tidak salah kalau monster ini lebih memilih habitat mengerikan seperti itu agar dijauhi oleh predator.


"Tuan Ayato gunakan sihir tanah untuk membentuk pijakan aman agar kita tidak terbakar atau meleleh?" ucap pelayan istana dengan bingung antara dua kata itu


"Intinya mati itu saja jangan memberikan suasana horor seperti itu!" teriak Ayato ketakutan akan ekspresi datar pelayan istana


Frey maju duluan sambil mengarahkan Dwarf Mark tepat ke Tiran Turtle hingga dia teriak sangat keras untuk memberikan tanda kepada monster tersebut. Ayato dan pelayan istana terkejut melihat Dwarf Mark terbentuk di cangkang Tiran Turtle kemudian Frey memanggil monster tersebut agar berada di tempat mereka. Berhasil melakukan apa yang Ayato barusan jelaskan sontak membuat Frey semakin ingin mengasah kemampuan tersebut.


"Hebat sekali Frey! Barusan itu sesuai apa yang aku jelaskan sebelumnya!" ucap Ayato dengan bersemangat


[Tersenyum]


"Terima kasih Ayato karena sudah memberikan aku petunjuk untuk lebih kuat!" balas Frey masih mengingat akan kekalahannya melawan Vanista dan Eliona


Senyuman manis itu membuat Ayato memalingkan wajahnya agar tidak memperlihatkan ekspresi wajahnya tetapi pelayan istana tersenyum tipis ke perilaku itu. Mereka bertiga mencabut rambut batu Tiran Turtle yang sudah bersembunyi di dalam cangkangnya ternyata mencabut rambut batu sangat mudah sekali sehingga tidak ada aksi pertarungan kecuali mencabut dengan kedua tangan.


Setelah berhasil mendapatkan bahan kedua kini mereka bertiga menuju lapisan kedua untuk mendapatkan bahan nafas salamander dan bulu sutra elang. Pelayan istana memandu menuju lokasi lapisan kedua dengan Ayato mempersiapkan diri karena semakin turun maka monster akan semakin kuat.


Bersambung....