
Untuk pergi ke lapisan kedua yang diperlukan adalah mencari sebuah tangga di lapisan pertama sebagai pelayan istana, dia diberikan tugas memandu mereka terutama Ayato karena Frey sedikit mengerti akan tata letaknya tangga menurun ke lapisan kedua. Setelah, memenuhi perjalanan selama 10 menit untuk mencapai tangga tiba-tiba Ayato merasakan sesuatu yang aneh sedang mengikutinya dari belakang.
"Apa kalian merasa ada yang mengikuti kita?" tanya Ayato sambil melihat ke belakang
Jawaban dari Frey dan pelayan istana sama sekali tidak membuat Ayato merasa tenang sebab dia sendiri sangat yakin kalau ada sesuatu yang terus mengikutinya tapi apa boleh buat kalau perjalanan mencari bahan tertunda akibat rasa penasarannya, Ayato lebih memilih untuk berusaha tenang dan fokus akan tujuannya.
[Cahaya Emas]
Saat mereka bertiga menuruni tangga tiba-tiba muncul cahaya emas jauh dari belakang. Apa yang Ayato anggap sedang mengikutinya ternyata benar lalu cahaya emas itu perlahan pudar sambil memperlihatkan sebuah sosok peri dengan sayap emas, berukuran kecil, mempunyai telinga elf, paras cantik hingga tatapannya terus melihat ke arah Ayato walaupun jarak mereka berdua cukup jauh.
Membutuhkan waktu selama 5 menit untuk mencapai dasar tangga lalu memperlihatkan pintu besar berdiri kokoh dihadapan mereka bertiga. Sebelum memulai masuk ke lapisan kedua, pelayan istana menyuruh Frey untuk siaga terhadap musuh yang akan menyerang mereka secara diam-diam dengan memanggil Tombak Litium memakai Dwarf Mark kini Frey sudah masuk mode tempurnya.
[Membuka Pintu]
Pintu ukuran besar dan kokoh itu dibuka oleh pelayan istana dengan memakai simbol kuno atau Dwarf Mark yang berada di tangan kirinya kemudian pintu tersebut merespon kehadirannya lalu terbuka lebar hingga udara sangat dingin langsung masuk sampai menghantam kulit mereka bertiga.
"Apa yang terjadi?" tanya Ayato sambil menahan udara bersalju seperti badai
Frey memanggil pakaian musim salju sehingga Ayato memakainya dengan harapan dapat menahan hawa dingin tersebut dan benar ternyata efek pakaian musim salju itu sudah dirancang sedemikian rupa untuk lapisan kedua, suasana di lapisan kedua serta kondisinya sangat berbeda dengan lapisan pertama. Ayato tidak dapat melihat apa pun kecuali merasakan serpihan salju yang terus menghantam tubuhnya kemudian pelayan istana bersama Frey menggandeng kedua tangannya.
Ayato sadar kalau perbuatan mereka itu sedang membimbingnya menuju ke sebuah tempat aman kemudian mereka bertiga menyelusuri badai salju. Saat perjalanan menuju sebuah kabin yang letaknya melawan badai salju tiba-tiba muncul Serigala Salju dengan jumlah melebihi 10 ekor.
[Menggeram]
Ayato tidak dapat membuka kedua matanya akibat membeku terkena badai salju bahkan dia khawatir menggunakan Sihir Api kalau salah sedikit malah akan membakar dirinya. Jadi, dia memilih untuk menyerahkan semuanya kepada mereka berdua tetapi Ayato merasakan dua kehadiran yang sangat buas bahkan memberikan tekanan Aliran Mana luar biasa sekali.
Frey bersama pelayan istana melihat keberadaan Alpha Serigala Salju dengan bulu berwarna hitam. Sosoknya lumayan besar sambil memperlihatkan taring ice miliknya karena Frey yang akan menghadapi serigala itu tiba-tiba tidak menyadari satu Alpha Serigala Salju lainnya dengan bulu berwarna putih langsung memukul tubuh Ayato memakai ekornya.
[Terlempar]
"Ayato!" teriak Frey sambil dikepung gerombolan serigala dengan pemimpin Alpha Serigala Salju bulu hitam
"Frey-sama kita tidak boleh membuang waktu di sini karena Ayato dalam bahaya!" ungkap pelayan istana sambil mengeluarkan kapak
"Aku tahu itu!" balas Frey yang langsung menghajar mereka semua dengan Tombak Litium
Sedangkan itu, Ayato yang terlempar akibat hempasan ekor dari Alpha Serigala Salju bulu putih langsung berusaha mempertahankan posisi tubuhnya supaya tidak terus terlempar jauh yang mengakibatkan jaraknya terpisah dengan mereka berdua.
[Menggeram]
[Menjerit Kesakitan]
Cakar tajam itu menembus bola matanya yang langsung membanjiri permukaan salju dengan darah merah belum sampai situ serigala menyerang kembali Ayato dengan menghempaskan ekor ke tubuh Ayato hingga dirinya terlempar ke udara. Ayato tidak berkutik sama sekali melawan serigala salju hingga dia melompat ke atas sembari menghantamkan tubuh Ayato sekali lagi memakai ekornya.
[Muntah Darah]
Serangan serigala putih mengakibatkan tulang rusuknya patah hingga Ayato bernapas pendek dengan tubuhnya mulai tertutupi salju. Ayato tidak mengira kalau perubahan lingkungan pertarungan akan membuatnya menuju kematian, menyadari kalau dia belum cukup kuat seketika Ayato yang tidak ingin mati langsung jatuh pingsan tapi sebenarnya sebuah kutukan dari Vanista membuat Ayato memakai elemen kegelapan.
[Pemulihan]
Kedua matanya pulih hanya dalam beberapa detik saja kemudian dia berdiri sambil memperlihatkan sebuah tanda kutukan di keningnya. Ayato mengeluarkan Aliran Mana yang sangat besar melebihi kapasitasnya sontak hal tersebut membuat Alpha Serigala Salju mengamuk hingga memperburuk badai saljunya bahkan menciptakan serangan ice melalui cakarnya.
Ayato menghunuskan pedangnya untuk menebas cakar serigala yang diarahkan kepadanya sehingga terjadi sebuah bentrokan dari dua serangan tersebut. Namun, sesuatu yang aneh mengakibatkan perubahan ekspresi Ayato karena senyumannya terasa seperti menyombongkan diri sehingga tebasan pedang darinya memotong kaki serigala salju.
[Kesakitan]
Teknik Pedang Sihir Kegelapan: Tebasan Beruntun!
Ayato menebas tubuh serigala salju itu tanpa henti bahkan tidak memotongnya secara dalam sehingga hanya memberikan sebuah sayatan yang mengakibatkan permukaan salju dibanjiri oleh darah dari serigala salju tersebut. Dia begitu gembira dan senang melihat musuhnya tidak berdaya dihadapannya sampai titik kesadaran Ayato kembali sontak tanda kutukan di keningnya itu perlahan menghilang disertai rasa sakit membuat kepala Ayato terasa ingin meledak.
[Menjerit]
"Ahhhhhhhhhhhhhhhhh!"
Ayato tidak pernah merasakan sakit seperti itu dengan kedua matanya berubah menjadi silver ternyata yang mengembalikan kesadarannya adalah kedua mata itu yang mempunyai ikatan dari dewa pembuat Ayato terlahir kembali atau memutar waktu kehidupannya. Serigala salju masih hidup dengan memperlihatkan amarahnya yang teramat besar kepada Ayato lalu meraung sambil membuka mulutnya selebar mungkin untuk memakan mangsanya.
Roh Sihir Api: Badai Membara!
Sebuah Aliran Mana yang terbilang sangat halus tetapi memiliki tekanan besar jauh dari Vanista seketika membuat Ayato mampu melihat karena badai salju di sekitarnya langsung menghilang hanya satu serangan sihir dari sosok elf bersayap emas dengan ukuran kecil sedang tersenyum kepada Ayato.
"Tidak salah lagi kalau kedua mata itu adalah titipan dari Dewi Renovia!" ucap elf bersayap emas sambil menunjuk jarinya ke arah mata Ayato
Bersambung....