
Sihir Kuno: Summon Sleipnir
Eliona memanggil kuda angin dengan delapan kaki yaitu empat di depan dan empat lagi di belakang, kulit berwarna hitam seperti malam hari, kedua mata bersinar dengan warna hijau rumput, rambut kepala sampai punggung mengeluarkan hembusan angin yang sangat indah, ekornya berbentuk pusaran angin dan setiap kakinya terselimuti oleh angin.
Sleipnir adalah kuda angin yang memiliki daya tempur luar biasa mengerikan karena bisa bertempur di darat maupun udara, mempunyai anti serangan fisik, bergerak cepat layaknya kecepatan angin dan bisa bersatu dengan hembusan angin untuk menyembunyikan diri.
Dahulu saat perang besar, Kaisar Bee Grandybell memakai kuda angin Sleipnir untuk berperang melawan lima ras sendirian. Yuer memberitahu kepada Eliona kalau Sleipnir sebenarnya tidak akan bisa terpanggil sebab kuda angin memiliki kesetiaan terhadap majikannya. Namun, Eliona memiliki Aliran Mana yang mirip sekali dengan Kaisar Bee Grandybell sehingga Sleipnir menerima panggilan tersebut.
"Masih banyak kekuatan yang perlu kamu bangkitkan dahulu Kaisar Bee Grandybell mengeluarkan sayap elf seperti peri sehingga kekuatannya bertambah berkali-kali lipat bahkan senjata sucinya bisa menghancurkan dua gunung sekaligus!" ucap Yuer sambil terbang melihat punggung Eliona
"Ras Elf dan Ras Peri sebenarnya tidak jauh berbeda hanya Ras Peri jauh lebih memahami Aliran Mana di dunia ini mungkin bisa dibilang kalau kita adalah keturunan dari mereka!" ucap Kaisar Vermilion sambil melihat-lihat Sleipnir
"Intinya adalah Ras Peri duluan yang tercipta kemudian muncul Ras Elf!" balas Yuer dengan penuh semangat melihat Eliona
Yuer mengangkat Eliona sebagai muridnya dan akan memberitahu semuanya untuk meningkatkan kekuatan Eliona agar setara dengan Kaisar Bee Grandybell sontak hal tersebut membuatnya merasa gembira karena bisa bertambah kuat untuk bertarung bersama Ayato menuju Benua Yutopia sedangkan Frey merenungkan diri melihat Dwarf Mark di tangan kirinya.
Yuer menyadari hal tersebut sehingga menjadikan Frey sebagai murid keduanya karena dia akan memberikan pelajaran kepada Frey untuk memakai Dwarf Mark serta kemampuan lainnya yang pernah Raja Yeed pakai saat perang besar seketika Frey merasa senang dan gembira.
"Melihat dua perempuan ini membuatku teringat akan kalian berdua!" gumam Yuer memasang raut wajah sedih mengingat masa lalunya bersama Raja Yeed dan Kaisar Bee Grandybell
"Bagaimana hasilnya?" tanya Ayato menghampiri mereka semua yang sedang berlatih memakai Sihir Kuno
Kedatangan Ayato membuat fokus Eliona kembali penuh sehingga kuda angin Sleipnir memakan banyak sekali Aliran Mana sehingga Yuer memerintahkan muridnya itu untuk menenangkan diri sedangkan Frey bertanya mengenai pembuatan senjata suci. Ayato menjelaskan kalau pedang suci langsung ditangani oleh Raja Edgar tetapi membutuhkan waktu agar pembuatan senjatanya berhasil sampai mencapai titik sempurna.
Yuer bisa mendengarkan suara tempa pembuatan pedang suci yang dilakukan secara serius seperti mempertaruhkan semuanya. Pikiran mengenai Dewa Russ masih melekat sehingga Ayato ingin mengetahui dewa tersebut melalui Yuer yang mengetahui segalanya. Yuer dengan senang hati ingin membicarakannya tetapi dia mau semua orang penting untuk mendengarkan siapa Dewa Russ sehingga semua orang penting dikumpulkan pada satu ruangan.
Kemudian Yuer memulai pembicaraan mengenai satu dunia yang menjadikan tempat untuk seluruh makhluk hidup serta lainnya berada bernama World Etorisa. Dunia tersebut tercipta dari Dewa Russ sang kegelapan yang menciptakan malam hari di World Etorisa sedangkan Dewi Renovia sang kesucian yang menciptakan pagi, siang dan sore hari. Setelah penciptaan World Etorisa terbentuk dengan waktu sudah ada maka keduanya menciptakan makhluk hidup secara beragam hingga ada begitu banyak ras yang memiliki perbedaan masing-masing.
Entah berapa banyak ras yang diciptakan oleh Dewa-Dewi tapi semuanya hidup di World Etorisa atau lebih tepatnya Benua Besar Renovia mengambil nama dari Dewi Renovia karena semua ras memujanya sebagai pencipta mereka. Dewa Russ menyukai Dewi Renovia akan tetapi cintanya itu ditolak karena akan mengganggu jalan dunia bahkan bisa menciptakan peperangan antar Dewa-Dewi jika mereka berdua memiliki keturunan.
Dewa Russ menerima usulan tersebut akan tetapi rasa bosan melihat seluruh makhluk hidup di World Etorisa sama sekali tidak memuja dirinya bahkan menjadikannya sebagai Dewa Jahat sehingga Dewa Russ terpikirkan hal tersebut untuk menghilangkan rasa bosan, dia menjadi Dewa Jahat yang mengakibatkan perselisihan awal muncul dari setiap ras. Perdebatan untuk menjadi ras hebat dan sempurna memunculkan perang pertama kali di World Etorisa sehingga membuat Dewi Renovia bersedih melihat begitu banyak makhluk hidup terbunuh akibat dari perang tersebut.
Namun, Dewa Russ tersenyum karena rasa bosan menghilang saat melihat perang tersebut sehingga dia turun ke World Etorisa untuk menghasut semua ras sesuai julukan yang dia terima maka setiap malam Dewa Russ memakai tipu muslihat untuk memancing pertikaian dan kesalahpahaman. Perang terus terjadi sampai Dewi Renovia tidak bisa menghentikannya bahkan cara terakhir untuk menerima cinta Dewa Russ agar perang berakhir dengan dia tidak memakai tipu muslihat lagi tapi penerimaan cinta tersebut ditolak karena lebih menyenangkan melihat peperangan.
Dewa Russ terus berulah sampai perang besar berkali-kali muncul, setiap ras berusaha berkembang biak sebanyak mungkin untuk menjadikan keturunan mereka sebagai tentara atau prajurit sehingga berabad-abad tidak ada kata damai untuk mereka semua. Setiap hari dipenuhi dengan darah, mayat, senjata, kehancuran dan lain-lainnya yang mengakibatkan World Etorisa dahulu sangat makmur menjadi surut layaknya sungai kering.
Hingga suatu hari Dewi Renovia akhirnya turun ke World Etorisa untuk menyatukan seluruh ras kecuali satu ras yaitu Ras Iblis karena sudah memuja Dewa Russ yang mempermainkan kehidupan mereka semua. Perang besar tercipta kembali membuat Ras Iblis menjadi satu-satunya dari pihak Dewa Russ akan tetapi muncul titisannya yang mengakibatkan perang besar pecah menjadi sangat mengerikan. Kebohongan, kelicikan dan hasutan terus diberikan kepada titisannya dari Ras Manusia untuk membuatnya menjadi boneka pembunuh.
Perang besar terus berlanjut sampai keberadaan Dewa Russ tidak diketahui sehingga Dewi Renovia memakai kesempatan tersebut untuk menghilangkan kebencian di seluruh dunia dengan memakai semua kekuatannya menciptakan harapan ke penjuru dunia serta menyegel titisan Dewa Russ. Keberadaan Dewa Russ tidak diketahui sampai saat ini sehingga titisan Dewa Russ menjadi hal yang penting untuk dikatakan sangat berbahaya.
"Akhirnya aku mulai paham semua perang besar ini akan menuju ke arah mana!" ucap Raja Edward dengan ekspresi serius
"Apa maksudmu manusia?" tanya Yuer dengan nada sopan
"Maaf sebelumnya tapi ini hanya hipotesis dariku! Kebencian seharusnya sudah dihentikan saat Dewi Renovia memakai seluruh kekuatannya untuk menyebarkan harapan ke semua ras yang ada di World Etorisa bahkan titisan Dewa Russ berhasil tersegel akan tetapi kebencian masih mendarah daging walaupun pengikut Dewi Renovia sudah menutupi sejarah kuno tersebut lalu apa yang menjadikan kebencian tersebut masih mendarah daging? Kesimpulan dariku adalah iblis itu sendiri yang melakukannya kemungkinan mereka masih terus menuliskan dan memberitahu sejarah kuno yang seharusnya sudah tertutupi tapi mereka buka kembali maka proses perang dari Ras Iblis sebenarnya hanya ingin melepaskan segel titisan Dewa Russ!" ucap Raja Edward panjang lebar walaupun hanya hipotesis
"Tunggu dulu bukankah itu tidak lain adalah tujuan mereka sebenarnya? Kalau dipikirkan kembali Ras Iblis adalah pemuja Dewa Russ yang berarti mereka pasti memiliki keinginan untuk meneruskan apa yang Dewa Russ lakukan!" ucap Kaisar Vermilion Grandybell dengan ekspresi panik
"Haha, ekspresi Kaisar Vermilion sangat lucu! Kita tidak perlu panik walaupun itu hanya hipotesis tapi bisa jadi itu adalah tujuan mereka karena masuk akal untuk menjadi tujuan Ras Iblis selama ini. Raja Edward kepintaranmu itu sangat mengerikan kalau begitu Ras Iblis yang ingin menguasai Benua Besar Renovia pasti memiliki tujuan terkait melepaskan segel titisan Dewa Russ!" ucap Frey dengan santai menggantikan ayahnya yang sedang fokus membuat senjata suci
Yuer memikirkan kembali setiap perkataan mereka sampai teringat akan satu hal yang teramat penting bahkan semua sudah tersusun rapi dipikirannya mengenai tujuan Ras Iblis.
"Ras Iblis ingin menguasai Benua Besar Renovia bukan tujuan asli, melepaskan segel titisan Dewa Russ juga tidak mungkin karena tidak ada siapa pun di dunia ini yang mengetahui tempat penyegelan tersebut lalu apa yang bisa mereka lakukan? Tentu saja semua ini akhirnya terpecahkan ternyata selama ini Dewa Russ menyamar sebagai Raja Iblis Diablo!" ucap Yuer dengan ekspresi tersenyum senang
[Memukul Meja]
"Raja Iblis Diablo tidak perlu menunggu untuk melepaskan segel titisannya karena dia bisa melepaskannya kapan pun yang dia inginkan. Namun, masalahnya adalah dia sangat lemah untuk memulai perang besar terakhir bukan begitu Yuer-sama?" tanya Raja Edward dengan ekspresi terkejut
"Hahahaha, kau benar manusia. Dewa Russ melemah percuma membuka segel pasti akan membunuhnya yang berarti tujuan utama mereka hanya ingin mengumpulkan kebencian yang merupakan sumber kekuatannya kalau kalian bisa membuat Ras Beast menjadi sekutu maka perang besar terakhir tidak akan pernah terjadi!" jawab Yuer dengan penuh kegembiraan
"Benarkah?" tanya Ayato dengan ekspresi kurang yakin
"Itu benar Ayato. Ras Beast adalah ras terakhir yang belum menjadi sekutu bahkan populasi mereka tergolong banyak kalau kebencian terkumpul di Benua Yutopia maka Ras Iblis telah berhasil mengumpulkan kekuatan Dewa Russ tapi kalau kita duluan menjadikan mereka sekutu maka Dewa Russ akan selamanya melemah bahkan bisa terbunuh oleh tangan kita sendiri!" ucap Raja Edward dengan penuh semangat
[Membuka Pintu]
Pintu terbuka dengan kasar sampai hancur karena Raja Edgar mendengar sesuatu yang sangat menyenangkan sedang terjadi tanpa kehadirannya.
"Hey, pembicaraan kalian sangat menarik kalau begitu ambil senjata sucimu Ayato lalu berangkat ke Benua Yutopia sebelum Ras Iblis duluan datang. Buat Ras Beast menerima menjadi sekutu sehingga teleportasi diperbolehkan maka saat itulah kita pukul mundur ras tersebut!" ucap Raja Edgar sudah menyelesaikan senjata suci
Mereka semua tidak percaya kalau waktu begitu cepat berlalu sehingga muncul selimut putih menutupi pedang suci buatan Raja Edgar. Ayato menarik selimut putih tersebut seketika pedang suci menghisap darahnya yang langsung membentuk warna merah di bilah tajamnya.
"Nama pedang suci itu adalah Zegna!" ucap Raja Edgar dengan penuh keringat
Bersambung....