
Benua Algria lebih tepatnya di luar Kekaisaran Eddgrial mulai diperlihatkan dari jarak jauh sudah ada pergerakan dari pasukan iblis dengan memakai perlengkapan tempur disertai jumlah mereka yang melebihi 30 ribu pasukan. Salah satu pengawas di tembok pertahanan Kekaisaran Eddgrial dengan memakai teropong jarak jauh seketika panik saat sudah memastikan jumlah pasukan iblis yang sekiranya mencapai 40 ribu pasukan, dia pergi melaporkan semua itu kepada Raja Dwarf.
[Ruang Istana Eddgrial]
"Lapor wahai Raja Edgar. Pasukan iblis dengan jumlah 40 ribu pasukan memakai perlengkapan perang telah bergerak menuju wilayah Kekaisaran Eddgrial!" ucapnya sambil menunduk tepat dihadapan rajanya
Raja Edgar memiliki tampang seram, janggut coklat yang sangat lebat, bentuk tubuh pejuang disertai tubuh pendek tapi seluruh tubuhnya terlihat sangat kokoh. Mendengar kabar tersebut, dia memerintahkan para pejuangnya untuk membawa penduduk Eddgrial menuju tempat penampungan agar tidak terkena efek perang setelah itu memerintahkan pejuangnya agar mempersiapkan pertempuran.
"Kabar mengenai Ras Iblis yang ingin menguasai Benua Besar Renovia dengan menyatakan perang kepada setiap ras yang menentang ternyata benar adanya. 40 ribu pasukan iblis melawan Pejuang Dwarf sekitar 25 ribu sepertinya kita akan kewalahan maka senjata mutakhir harus diperlihatkan untuk menurunkan tekad tempur mereka tapi pemimpin dari pasukan iblis tersebut tidak mungkin menyerang tanpa rencana, apa yang mereka pikirkan dengan menyatakan perang melawan kami?" tanya Raja Edgar sambil memikirkan strategi
[Suara Langkah Kaki]
Sosok perempuan dengan kulit berwarna coklat, rambut putih disertai mata berwarna emas datang menghampiri Raja Edgar dengan senyuman. Memakai balutan kain putih sutra sehingga menampilkan bentuk tubuh wanita yang sangat indah untuk dipandang dengan kecantikannya disertai kulit eksotis. Dia berhenti tepat dihadapan Raja Edgar tanpa memberikan hormat bahkan menatap tinggi ke sosok pemimpin Kekaisaran Eddgrial.
"Sudah kubilang jangan keluar dari kamarmu, Frey!" ucap Raja Edgar dengan ekspresi marah
"Ayah, aku mendengar suara baju besi yang saling bergesekan hingga mengeluarkan bunyi tekad dari pejuang. Apa yang sedang terjadi di luar Kekaisaran Eddgrial?" tanya Putri Dwarf bernama Frey dengan senyuman tipis sambil memperlihatkan sedikit giginya
Raja Edgar berdiri dari kursi istana sambil memasang ekspresi marah besar dengan nada tinggi, dia menyuruh putrinya untuk kembali ke kamar. Putri Frey tersenyum lembut kepada ayahnya hingga kemarahan berubah menjadi kasih sayang, dia tahu kalau ayahnya itu sebenarnya memiliki sifat lembut dan sayang kepada anaknya tapi sulit untuk diperlihatkan sehingga hanya Frey saja yang bisa meluluhkan hatinya.
Putri Frey meninggalkan ruang istana sambil menuju kamarnya tiba-tiba muncul laporan terbaru dari pengawas tembok pertahanan mengenai pasukan iblis sudah mencapai area luar Kekaisaran Eddgrial. Raja Edgar bergegas melihat semuanya sebab dia bingung dengan pergerakan pasukan iblis tiba-tiba bisa sampai padahal sebelumnya masih berada di jarak yang jauh.
Perang pecah dengan Pejuang Ras Dwarf memakai berbagai senjata seperti tombak, panah, pedang, hammer dan masih banyak lagi untuk menahan pasukan iblis agar tidak mencapai tembok pertahanan. Raja Edgar mengetahui arus perang hanya dalam beberapa menit saja karena jumlah pasukan iblis sangatlah banyak sehingga pejuangnya yang mendapatkan serangan dadakan dan belum mempersiapkan diri seketika memberikan dampak buruk.
"Persiapkan pakaian tempur milikku. Aku akan turun menahan mereka semua sampai semua pejuang siap tempur!" teriak Raja Edgar dengan ekspresi serius
Pengawas tembok yang bersama Raja Edgar tidak bergerak menuruti perintah karena tatapannya fokus melihat menara tembok yang mana terlihat sosok perempuan dengan pakaian tempur sontak Raja Edgar panik. Putri Frey memegang tombak kebanggaannya dengan senyuman lebar disertai ekspresi buas, Raja Edgar berteriak untuk menyuruh putrinya agar turun dari menara tersebut tapi dia sama sekali tidak mendengarkannya.
Salah satu sifat turun-temurun yang sangat Raja Edgar benci karena sifatnya ada pada putrinya yaitu suka bertarung. Putri Frey melihat Pejuang Ras Dwarf mulai kewalahan menahan ribuan pasukan iblis seketika dia memasang kuda-kuda dengan memegang tengah tombaknya sambil melihat sebuah celah untuk melancarkan serangannya.
"Tombak Litium tunjukkan kekuatanmu!" ucap Frey sambil menggenggam kuat tombaknya
Tombak yang terbuat dari bahan terkuat yaitu tungsten adalah senjata kebanggaan dari Putri Frey dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki tombaknya itu. Dia mengeluarkan bara api di ujung tombaknya kemudian melempar sekuat tenaga dengan kecepatan tinggi hingga menembus perut dari salah satu pasukan iblis sampai menancap ke permukaan tanah seketika bara api tersebut berkumpul di permukaan tanah yang retak lalu menyemburkan lahar panas langsung membunuh ribuan pasukan iblis.
Permukaan tanah mendidih akibat lahar tersebut sehingga membuat pasukan iblis berhenti maju tapi Putri Frey melompat dari menara tembok sambil mendarat di permukaan mendidih itu tanpa terluka sama sekali karena efek pemilik tombak dapat menghilangkan kerusakan dari senjatanya sendiri. Seorang putri menampilkan senyuman bengis yang langsung membabi buta di medan perang sambil memberikan kesempatan kepada pejuang untuk mempersiapkan pakaian tempur mereka.
"Mati, mati, mati, mati kalian semua!" teriak Frey dengan menyerang dari segala arah menggunakan Tombak Litium
Melempar, menusuk, mengayunkan dan menebas memakai tombaknya hingga stamina yang dia miliki mencapai batas. Frey melompat menjauhi pasukan iblis untuk mengatur staminanya seketika dia mulai berpikir tenang mengenai jumlah iblis yang sama sekali tidak berkurang padahal sudah banyak sekali mayat iblis bertumbangan hingga kelemahan fatal dari Ras Dwarf akhirnya muncul yaitu iblis memakai sihir.
[Bola Api]
Iblis memakai sihir api berbentuk bola dengan jumlah yang tidak masuk akal mengarah ke Frey. Dia tidak menghindar atau merasa takut dengan jiwa perang, Frey mempersiapkan teknik suci dari Tombak Litium untuk menghancurkan ratusan bola api.
Teknik Senjata Suci: Tombak Ujung Dunia!
[Melempar Tombak]
Lemparan lurus dengan sangat kuat membuat Tombak Litium memanas hingga meledakkan ratusan bola api yang mengarah ke Frey hanya sekejap mata lalu tombak tersebut meledak dengan dampak besar yang membentuk lingkaran seketika membunuh 15 ribu pasukan iblis. Frey langsung duduk di permukaan tanah dengan stamina terkuras habis hingga kedua tangannya bergetar sampai tidak bisa digerakkan tetapi pasukan iblis masih ada yang tersisa karena tidak kuat untuk melawan balik, Frey menunggu hal yang sudah dia nantikan.
[Meriam Rune]
Meriam Rune adalah meriam dengan daya serangan memakai batu rune yang Dwarf ciptakan sebagai Senjata Mutakhir karena dapat memberikan dampak kerusakan tinggi di sekitarnya tapi hanya bisa mengeluarkan dua kali tembakan setelah itu batu rune harus diganti dengan yang baru. Dwarf membuat empat dengan daya serangan sudah terisi seketika Raja Edgar menyuruh pejuangnya untuk memakai salah satu Meriam Rune untuk meledakkan musuh yang mau mendekati Frey.
"Tembak!" teriak Raja Edgar memimpin pejuangnya
[Tembakan Meriam]
Satu tembakan tepat jarak aman Frey dapat melihat daya serangan yang begitu mengerikan sampai membunuh 5 ribu pasukan iblis kemudian Raja Edgar memerintahkan tiga meriam selanjutnya ditembakkan hingga mengurangi jumlah pasukan iblis sampai menyentuh angka 8 ribu pasukan iblis. Raja Edgar ingin membasmi semuanya dengan tembakan terakhir tetapi dua dari tembakan meriam tersebut dihentikan oleh perisai sihir sontak firasat buruk yang Raja Edgar rasakan akhirnya terwujud.
Sosok Demon Lord perempuan dengan membawa buku sihir mulai menunjukkan dirinya sebagai pemimpin pasukan iblis yang tersisa 4 ribu pasukan. Dia adalah penyihir dengan balutan pakaian serba hitam, tubuh terbang tanpa menyentuh tanah dan tersenyum sombong sambil menatap rendah Pejuang Ras Dwarf.
"Ahli memakai sihir hitam. Demon Lord Vanista kenapa dia yang menjadi lawan kita!" ucap Raja Edgar dengan ekspresi panik
[Membuka Buku Sihir]
"Menyerahlah Raja Edgar. Ras Iblis akan memimpin Benua Besar Renovia oleh karena itu serahkan Benua Algria dan tunduklah kepada Sang Penguasa Ras Iblis!" ucap Demon Lord Vanista dengan kedua matanya tertutup kain hitam
Bersambung....