Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 14: Kelemahan Vanista



Ayato bersama Eliona akhirnya sampai di perbatasan antara Benua Treeshe dengan Benua Algria tapi masih membutuhkan waktu untuk sampai di Kekaisaran Eddgrial. Dari kejauhan sudah terlihat kalau peperangan sudah terjadi lalu Ayato dan Eliona menghentikan laju kuda mereka karena melihat ratusan meteor jatuh menghantam medan perang, membuat hembusan daya ledaknya sampai ke lokasi mereka.


[Hembusan Angin]


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi di sana?" tanya Eliona untuk pertama kalinya melihat sihir berskala besar seperti itu


"Eliona tetap di belakangku!" ucap Ayato sambil memacu laju kuda sihirnya


Eliona mengikuti Ayato dari belakang. Asap dari hantaman meteor membuat suasana hening di medan perang, Ayato dari kejauhan dapat melihat Ras Dwarf memakai sebuah palu dengan memberikan dampak kerusakan yang luar biasa besar ketika itu, dia bersama Eliona langsung dapat merasakan tekanan sihir dari Demon Lord sontak Ayato merasa mual karena manusia sepertinya tidak mampu menahan tekanan sihir sekuat itu sehingga Eliona memakai sihirnya agar Ayato bisa tenang.


"Tekanan sihirnya luar biasa sekali!" ucap Ayato sambil membersihkan mulutnya


"Aku pernah sekali merasakan tekanan sihir seperti ini. Ayah pernah melakukannya kepadaku tapi ini jauh melebihinya!" ucap Eliona dengan ekspresi cemas


"Eliona terus pacu kudamu dan tetap berada di belakangku!" ucap Ayato sambil melaju ke medan perang


Eliona sebenarnya ketakutan karena tekanan sihir tersebut sangat mengerikan tapi Ayato masih tetap maju tanpa memperlihatkan keraguan. Eliona semampu mungkin ingin terbiasa seperti Ayato hingga mereka berdua semakin dekat ke medan perang lalu dari jarak tersebut ternyata sudah terjadi pertarungan hebat. Ayato mulai dapat melihat sosok Demon Lord dengan tampilan mengerikan sedang mempersiapkan serangan terakhir dengan kuku tajamnya untuk membunuh perempuan Ras Dwarf yang sudah tidak berdaya.


Ayato langsung melompat dari punggung kuda sihir kemudian mendarat di permukaan tanah sambil mempersiapkan lompatan datar dengan memakai sihir petir agar mempercepat gerakannya. Eliona berhenti mendadak saat melihat Ayato turun dari kuda sihir dan di saat yang bersamaan, dia melihat Dwarf sedang terluka parah dengan kondisi lelah.


"Kumpulkan sihir petir di kedua kaki jadikan dorongan untuk sampai ke lokasi!" ucap Ayato sambil memegang pedangnya


Sihir Petir: Langkah Kilat!


[Aliran Listrik]


Ayato bergerak secepat kilat hingga sampai di lokasi tepat saat kuku tajam tersebut hampir mengenai Dwarf perempuan. Mengubah sihirnya lalu mempersiapkan teknik pedang kemudian sihir yang sudah berhasil diubah langsung melapisi pedangnya dengan Sihir Api. Ayato menggunakan tebasan horizontal untuk memotong tubuh Demon Lord tersebut menjadi dua bagian dan berhasil.


"Eliona!" teriak Ayato sambil melempar tubuh Dwarf perempuan itu dengan memakai sihir angin


Eliona langsung menangkap Putri Frey yang masih bingung dengan apa yang terjadi karena Ras Elf juga berada di Benua Algria. Dia langsung memakai sihir penyembuh kepada mereka berdua yang berbeda ras sontak Putri Frey hanya diam sambil melupakan sejenak mengenai sejarah kebencian terhadap Ras Elf.


"Kau pasti bercanda!" ucap Ayato dengan ekspresi terkejut


Vanista menyembuhkan tubuhnya yang terpotong hingga menyatu kembali seperti semula. Melihat kemampuan penyembuh yang tidak masuk akal membuat Ayato mempersiapkan diri untuk menahan Vanista sendirian sambil menunggu kedatangan Eliona.


"Ras Manusia, Ras Elf bagaimana bisa kalian berada di sini dan mengapa kalian berdua menjadi akur?" tanya Vanista dengan suara mengerikan


"Apa pertanyaan itu penting di kondisi seperti ini, ha?" tanya balik dari Ayato


Saat Ayato mengedipkan matanya dalam sekian detik membuat Vanista menghilang tanpa dia sadari kalau Vanista sudah berada di belakangnya karena menggunakan teleport, saat itu iblis tersebut tidak memberikan suara apa pun kecuali petunjuk berupa bau busuk disertai tekanan sihir memasuki seluruh tubuh Ayato.


"Ini pertanyaan yang penting sebelum kau mati!" bisik Vanista sambil menyeringai di samping telinga kiri Ayato


[Menebas]


Ayato langsung melayangkan pedangnya dengan ekspresi panik ke belakang tapi tebasan pedang itu hanya memotong angin sedangkan Vanista sudah menghilang karena sekali lagi menggunakan teleport untuk berpindah tempat.


Panik akan kemampuan teleport dari Vanista membuat Ayato mencari keberadaan iblis tersebut dari berbagai arah hingga Vanista menemukan titik buta sambil mempersiapkan sebuah serangan fatal agar langsung membunuhnya. Namun, usaha dari Vanista ternyata gagal akibat hawa membunuh yang keluar darinya dapat dirasakan oleh Ayato.


Lompatan jauh ke samping membuat sebuah jarak untuk mereka berdua. Di saat yang bersamaan pada lompatan jauh itu, Ayato mencoba menebas kuku tajam pada jari tangan kanan Vanista akan tetapi sama sekali tidak bisa terpotong.


Tubuh iblis itu bisa terluka tapi pemulihan yang tidak masuk akal bisa menyatukannya kembali sehingga Ayato kesulitan untuk memikirkan cara dia agar bisa membunuh Vanista. Sekali lagi kemampuan teleport digunakan untuk membuat Ayato bingung mencari keberadaan Vanista kini Ayato memilih untuk berpikir tenang pada keadaan berbahaya yang bisa saja membunuhnya dengan mencari sebuah solusi agar dapat mengatasi pemulihan tersebut.


"Cukup bermainnya!" ucap Vanista muak akan musuhnya yang terus menghindar


Buku Sihir Hitam: Duri Mimpi Buruk!


Permukaan tanah memunculkan duri tajam berwarna hitam dalam jumlah ribuan bahkan lebih tidak masuk akal lagi adalah duri tersebut bisa muncul di udara dan itu membuat Ayato terjepit antara kedua sisi yaitu atas dan bawah sehingga untuk mengatasinya, dia menyelimuti pedang dengan Sihir Petir lalu memfokuskan seluruh panca indra untuk memotong seluruh duri tersebut dengan kecepatan.


Teknik Pedang Sihir Petir: Tebasan Beruntun!


[Aliran Listrik]


Tebasan beruntun dengan kecepatan yang luar biasa membuat seluruh duri hitam mampu terpotong tetapi Vanista berhasil mengambil fokus Ayato memakai Sihir Kegelapan sehingga tidak bisa melihat atau lebih tepatnya buta beberapa detik saja lalu memakai kesempatan itu untuk menusuk perut dengan kuku tajamnya dan serangan itu berakibat fatal sampai membuat Ayato muntah darah seketika fokusnya kembali normal.


Teknik Pedang Sihir Api: Tebasan Melingkar!


[Api Membara]


Tebasan pusaran api langsung memotong kepala Vanista kemudian Ayato menjauhinya sambil menyembuhkan luka di perut sedangkan itu, Eliona memantau dari kejauhan sambil khawatir melihat Ayato terluka parah. Di sini luka tidak sepenuhnya sembuh tapi Ayato berusaha tetap memasang persiapan teknik pedangnya walaupun merasa tertekan karena rasa sakit dan rasa mual dari tekanan sihir semakin membuatnya menderita.


"Kau tidak akan bisa membunuhku walaupun seranganmu mampu melukai tubuh ini!" ucap Vanista dengan kepala kembali menyatu pada tubuhnya


"Tubuh ini?" tanya Ayato menyadari sesuatu yang aneh dari perkataan Vanista


Ayato langsung melapisi pedangnya dengan sihir angin disertai sihir petir sambil menatap serius ke satu sasaran sebagai firasat mengenai kelemahan pemulihan di saat yang bersamaan Vanista memakai sihir berbagai elemen untuk membunuh Ayato dari segala arah.


Serangan dilancarkan dengan tatapan Ayato masih fokus mencari keberadaan buku sihir hitam yang menjadi sasarannya hingga rela membuat tubuhnya tersayat oleh bilah angin. Namun, tekadnya itu berhasil menemukan buku sihir hitam berada di pundak kiri Vanista seketika Ayato membuat gabungan elemen sihir agar jangkauan serangannya meluas dengan mempersiapkan teknik pedang.


Teknik Pedang Sihir Gabungan: Tebasan Instan!


[Menebas Buku Sihir Hitam]


Kecepatan tiga kali lipat dengan mengutamakan buku sihir hitam sebagai sasaran langsung memotong tengah buku menjadi dua bagian dan itu membuat Vanista terdiam kemudian tubuhnya ikut terbelah menjadi dua disertai mengeluarkan darah hitam hingga berhamburan di permukaan tanah bahkan pemulihannya melambat proses penyatuan.


"Kelemahan sudah kutemukan!" ucap Ayato sambil menatap tubuh Vanista yang berusaha memulihkan diri


"Manusia beraninya kamu melukai buku milikku, tidak akan ku maafkan perbuatanmu!" teriak Vanista sambil memulihkan diri secara paksa disertai amukan kemarahannya


[Api Membara]


[Aliran Listrik]


Ayato melapisi pedangnya dengan api untuk membakar sihir hitam lalu tubuhnya diselimuti oleh aliran listrik supaya bisa bergerak cepat kini pertarungan akan terus berlanjut.


Bersambung....