Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 22: Lapisan Ketiga Tambang Dunia Bawah



[Badai Salju]


Perjalanan mereka melewati badai salju menjadi mudah karena Yuer memakai sebuah sihir pelindung yang memungkinkan semuanya dapat mengatasi kedinginan dan memudahkan penglihatan. Pelayan istana memimpin perjalanan menuju habitat monster Salamander dan untuk sampai di habitat tersebut membutuhkan waktu selama 20 menit berjalan kaki.


[Habitat Salamander]


Masih kondisi yang sama yaitu badai salju. Pelayan istana menjelaskan tentang Salamander mulai dari penampilannya hanya kulit putih pucat disertai lendir berwarna ungu sebagai racun mematikan yang berada di sekitar kepala sampai menyentuh bagian leher, ukurannya cukup besar, tidak memiliki mata dan hidung sehingga mengandalkan gelombang suara, mempunyai rahang mulut yang sangat lebar bahkan bisa menyemburkan napas api beku berwarna biru dan terakhir adalah wujudnya seperti kadal dengan ekor panjang diselimuti oleh api biru.


Salamander pada umumnya hidup di sebuah tempat dengan iklim panas tinggi sedangkan Salamander jenis tambang dunia bawah adalah penyuka iklim super dingin sehingga keberadaan mereka biasanya berada di puncak tertinggi iklim dingin. Pelayan istana bersama lainnya sudah berada di puncak iklim dingin lalu terlihat sebuah bongkahan ice berwarna biru laut tersebar di berbagai tempat.


"Bersiaplah!" ucap Yuer menyadari kedatangan tamu yang sedang lapar


Tamu yang dimaksud itu adalah monster Salamander dengan ukuran cukup besar membuat Ayato, Frey dan pelayan istana mempersiapkan diri untuk melawan monster tersebut di saat yang bersamaan mereka juga berniat membuat monster itu lelah agar mudah mendapatkan napas Salamander. Namun, saat persiapan tempur sudah dilakukan tiba-tiba Yuer memakai Sihir Kuno yang dapat membuat monster tersebut menurutinya mirip seperti Kaisar Beast tapi beda cara dan hal tersebut mengakibatkan persiapan mereka bertiga menjadi sia-sia kemudian Yuer memberitahu kalau Sihir Kuno yang dia berikan kepada Salamander tidak akan bertahan lama sehingga Ayato meminta kepada Salamander untuk memberikan napasnya dan dilakukan secara perlahan masuk ke botol penyimpanan.


[Semburan Napas Api Beku]


Ayato terkejut saat melihat napas api beku tersebut  memenuhi botol penyimpanan karena perlahan membentuk bongkahan kristal warna biru laut sama seperti yang mereka lihat sebelumnya. Barulah di situ, Yuer teringat kalau dia lupa memberitahu soal bongkahan ice sebelumnya sebab itu adalah bahan yang mereka cari.


Botol berisikan napas api beku dari Salamander sudah penuh kemudian Yuer melepaskan Sihir Kuno seketika monster itu langsung mengamuk karena teringat akan dirinya telah diperbudak oleh mereka. Salamander mengumpulkan napas api beku di rahang mulut besarnya sembari mengarahkan kepada musuh dihadapannya bukan hanya itu saja dari amukan Salamander seketika membawa rombongan lain yang langsung ikut untuk menyerang.


Yuer sudah siap untuk membasmi tiga Salamander memakai Sihir Kuno akan tetapi terhenti karena muncul aliran listrik yang bergerak sangat cepat hingga keberadaan Ayato langsung di atas kepala Salamander tersebut. Posisi tubuhnya melayang di udara, tangan kiri memegang sarung pedang sedangkan tangan kanan mengeluarkan pedangnya.


Teknik Pedang Sihir Petir: Tebasan Instan!


Ayato menebas sambil memutarkan tubuhnya sehingga membentuk sebuah cincin tebasan yang langsung memotong leher Salamander. Di sisi lain, Frey bersama pelayan istana memakai Tombak Litium dan kapak besar untuk membunuh Salamander yang berniat menyerang dari belakang dan berhasil membunuhnya. Yuer hanya bisa membakar tiga Salamander untuk menghilangkan jejak supaya Salamander yang lainnya tidak mengikuti perjalanan mereka menuju bahan berikutnya.


Dan benar saja ketika mereka sudah sampai di habitat Elang Salju yang berada di hutan dengan tertutupi oleh salju sehingga membentuk bukit kecil. Ayato menemukan bulu sutra elang dengan ukuran sangat besar tapi menampilkan keindahan serta kehalusan yang luar biasa bahkan setiap dipegang pasti akan membuat telapak tangan menjadi lembut. Frey memberikan Dwarf Mark kepada bulu sutra elang karena ukurannya yang besar akan mempersulit untuk membawanya setelah selesai memberikan tanda seketika dia merasa lelah.


"Frey masih membutuhkan banyak latihan untuk memakai Dwarf Mark. Raja Dwarf pertama di saat perang besar bisa memakai Dwarf Mark sesuai yang dia mau sampai memanggil ribuan meteor dan masih banyak lagi dahulu dia diberikan julukan Summon Mark!" ucap Yuer sambil berusaha mengingat penampilan Raja Dwarf pertama


"Suatu saat pasti aku akan melampauinya!" ucap Frey dengan penuh semangat


[Menatap]


Mata berwarna biru kristal sedang menatap mereka berempat dari jarak yang sangat jauh seketika membuat Yuer dapat merasakan kehadiran hewan buas sedang menghampiri mereka. Saat itulah, Yuer meminta kepada Frey untuk memakai serangan terhebatnya lalu diarahkan sesuai kedatangan Elang Salju tersebut. Menuruti perkataan Yuer seketika Frey melempar Tombak Litium memakai teknik senjata suci yang langsung menciptakan kumpulan api besar.


Teknik Senjata Suci: Tombak Neraka!


[Melesat Kencang]


Tombak Litium membakar badai salju sepanjang lemparannya hingga mengenai sosok monster besar yang sedang terbang sampai menjerit kesakitan karena lemparan tombak itu menembus sayap besarnya. Frey menyadari suara itu mirip seperti suara elang, dia akhirnya paham kalau tombaknya diarahkan untuk membunuh Elang Salju yang semakin dekat ke lokasi mereka berada.


Tidak ingin memanggil kawanan Elang Salju, Frey meminta kepada pelayan istana untuk mengantar mereka semua menuju lapisan ketiga dan dengan senang hati dia lakukan demi kebaikan semuanya. Ayato mengikuti dari belakang sambil mendengar ribuan suara Elang Salju sedang mendekat ke tempat mereka sebelumnya. Pelayan istana memandu semuanya menuju lapisan ketiga yang letaknya berada di persimpangan antara hutan dengan pegunungan atau lebih tepatnya berada di tengah-tengah.


Terdapat pintu besar dan kokoh terselimuti oleh kumpulan salju dengan memakai Dwarf Mark seketika menghilangkan kumpulan salju sambil memperlihatkan ukiran kuno yang berasal dari Dwarf kemudian terbuka sendiri dengan memperlihatkan hujan lebat merupakan kondisi di lapisan ketiga. Suara petir menggelegar disertai hujan lebat yang tetesan airnya membeku menjadi bongkahan kecil dan itu memberikan rasa sakit ketika mengenai kulit.


Tujuan mereka adalah mencari bahan kulit jortun.


Bersambung....