
"Selamat datang Ayato sepertinya kamu sudah mengetahui tentang dunia bawah dari Ras Peri itu!" ucap Raja Edgar memahami maksud dari kedatangan Ayato
"Langsung ke topik pembicaraan tentang dunia bawah, aku ingin kamu memberikannya kepadaku sebagai proposal perdamaian!" minta Ayato dengan ekspresi serius untuk mengklaim dunia bawah
Raja Edgar menolaknya karena dunia bawah adalah tambang mereka untuk membuat sebuah senjata yang akan digunakan saat peperangan melawan Ras Iblis telah tiba tetapi Ayato bersikeras untuk menyuruh seorang raja agar menerima permintaannya tersebut. Di sini kebenaran mengenai dunia bawah dan monster membuat Ayato ingin mengembalikan mereka semua pulang ke kampung halaman akan tetapi Raja Edgar sekali lagi menolak permintaan tersebut.
Raja Edgar memberikan sebuah buku mengenai sejarah kuno yang ditulis oleh sahabatnya Raja Dwarf pertama dari Ras Elf yang mana dia adalah Kaisar Elf pertama mengenai perbudakan dan kebodohan. Raja Dwarf pertama bernama Yeed adalah pencipta senjata legendaris yang setiap kali pembuatan senjatanya akan membutuhkan ribuan mayat Ras Beast. Senjata suci yang dia buat selalu memberikan dampak besar pada peperangan akan tetapi dirinya memiliki hati lembut dan terlalu percaya pada orang lain sehingga dirinya dimanfaatkan.
Menciptakan sebuah senjata dengan penuh kegembiraan karena diberitahu kalau buatan senjatanya itu menciptakan ketenangan dan kedamaian di luar sana. Yeed terus menempa tanpa mengetahui asal bahan yang terus berdatangan kepadanya, rantai mengekang kedua kaki, kata-kata manis yang terus dilontarkan oleh sesama Ras Dwarf sampai pada akhirnya muncul Kaisar Elf pertama yaitu Bee Grandybell.
Menyadari umur pencipta senjata itu masih tergolong sangat muda seketika mengurungkan niat Bee Grandybell untuk membunuhnya sehingga dia memotong rantai pengekang tersebut sambil menyuruh Yeed mengikutinya dari belakang. Sepanjang perjalanan terdapat begitu banyak mayat Ras Dwarf bercampur dengan Ras Elf dan Ras Beast hingga kedua mata Yeed melebar tajam ketika melihat ratusan senjata buatannya dipakai untuk membunuh satu sama lain.
Kerusakan, pembunuhan dan kehancuran yang disebabkan oleh senjatanya membuat dia diberikan julukan oleh setiap ras di Benua Besar sebagai Yeed of Chaos. Di usia muda itu, Yeed diberikan sebuah beban yang sangat besar mulai dari dosa ras-nya hingga kebencian seluruh ras di dunia terhadapnya. Keberadaan Yeed terus menjadi ancaman bagi perang besar sehingga Bell dengan senang hati menerima Ras Dwarf masuk ke dalam Kekaisaran Elfanno.
Beel dan Yeed sudah mirip seperti keluarga akan tetapi Yeed yang sudah semakin dewasa akhirnya memilih jalannya sendiri yaitu merubah Kekaisaran Eddgrial agar tidak berperang kembali. Perjuangannya sangat berat, dia menciptakan sebuah senjata dari ratusan mayat berbagai ras bercampur dengan darahnya yang kemudian mengancam seluruh ras di dunia jika terus berperang maka dia akan membasmi sebagian ras memakai senjata suci buatannya bahkan senjata penyegel akan dia gunakan.
Ancaman tersebut berhasil membuat perang besar terhenti selama seminggu penuh akan tetapi Dewa Russ membuat sebuah kebohongan dengan menjadikan Bee Grandybell sebagai bonekanya lalu dia gunakan untuk membasmi Ras Dwarf secara sadis dan brutal. Yeed yang tidak percaya akan hal tersebut mulai membicarakan baik-baik kepada sosok berharganya akan tetapi dia sudah dikendalikan penuh oleh Dewa Russ sehingga Yeed tertusuk oleh sebilah pedang buatannya sendiri.
Pada saat itulah dunia bawah menjadi tambang bagi Ras Dwarf yang ingin meneruskan kemampuan Yeed dengan memakai bahan Ras Beast. Setelah semua insiden tersebut Bee Grandybell turun takhta untuk menebus kesalahannya dengan menyebarkan kebenaran tersebut melalui buku yang dia tuliskan secara penuh berisi permintaan maaf dan rasa penyesalannya. Perang besar berlanjut dengan kemampuan Yeed terus dikembangkan hingga berlanjut dan berlanjut sampai muncul Ras Dwarf yang bisa menciptakan senjata suci.
Namun, yang masih Raja Edgar percayai adalah Raja Yeed masih hidup karena tidak ditemukan mayat atau tulang yang berasal darinya setelah mengaktifkan senjata suci. Buku tersebut ditutup Ayato karena sudah memahami sejarah mengenai dunia bawah secara penuh hingga kelicikan Dewa Russ yang memanfaatkan kebohongan untuk menciptakan kemarahan.
"Dunia bawah ini tidak bisa kuberikan karena keberadaan Yeed masih belum ditemukan kalau ada sebuah peluang kehidupannya maka aku tidak akan melepaskannya. Pesan dari Kaisar Bee Grandybell adalah dia ingin meminta maaf secara langsung kepada anak angkatnya Yeed ketika sudah tiba. Pesan tersebut memiliki arti kalau Yeed masih hidup!" ucap Raja Edgar sambil menangis karena mengetahui sejarah tersebut
"Dewa Russ, dia adalah pembuat kekacauan di dunia ini yang terus ingin membuat peperangan. Baiklah, saya mengerti kalau Raja Edgar tidak menerima permintaan tersebut oleh karena itu tolong buatan senjata suci karena semua bahannya sudah terkumpul!" balas Ayato mengurungkan niatnya untuk menjadikan dunia bawah sebagai proposal perdamaian
"Tentu saja sesuai dengan janji!" ucap Raja Edgar dengan mengelap air matanya
Proses pembuatan senjata suci berlangsung dengan Raja Edgar turun tangan untuk membuat senjatanya. Menunggu senjata tersebut selesai dibuat, Ayato menghampiri Eliona yang mana terus berlatih tanpa henti memakai Sihir Kuno bahkan Yuer ikut membantu Eliona agar bisa memakai Sihir Kuno. Nama Dewa Russ terus teringat oleh Ayato sehingga dia penasaran dengan dewa tersebut yang sudah membuat perang besar antar ras memakai tipu muslihatnya.
Bersambung....