Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 16: Mengusulkan Proposal Perdamaian Kepada Raja Dwarf



Ras Iblis memiliki satu tujuan yaitu menguasai Benua Besar Renovia dengan membuat Ras Manusia, Ras Elf, Ras Dwarf dan Ras Beast tunduk kepada mereka tetapi dua kali rencana tersebut gagal karena kekalahan Demon Lord Ganeshia posisi ke-10 dan Demon Lord Vanista posisi ke-9. Ayato terbangun di sebuah kasur empuk dengan tubuh penuh perban hingga kesulitan untuk bangun tiba-tiba Eliona terkejut sambil menangis melihatnya sudah siuman.


"Kita berada di mana?" tanya Ayato sambil memegang kepalanya yang masih sakit


"Kekaisaran Eddgrial. Raja Edgar bersama putrinya bernama Frey adalah sosok penting di Kekaisaran Eddgrial sedangkan kita disambut mereka karena saat peperangan melawan Ras Iblis terutama menahan Demon Lord Vanista!" jawab Eliona sambil memberikan air putih kepada Ayato


[Minum Air Putih]


Sambil minum air putih, Ayato menatap dirinya di sebuah cermin hingga muncul status yang dia miliki karena kemampuan matanya memantul kepadanya.


Strength: Tingkat 6              Kepekaan: Tingkat 6


Agility: Tingkat 7                  Penglihatan: Tingkat 7


Vitality: Tingkat 7                 Pengamatan: Tingkat 4


Intelligence: Tingkat 3         Pendengaran: Tingkat 5


Dexterity: Tingkat 7             Refleks: Tingkat 5


Luck: Tingkat 5


Keahlian: Sword Master Tingkat Lanjut IIl dan Sihir Elemen Tingkat Lanjut lll


Skill: Tebasan Instan, Tebasan Vertikal, Tebasan Horizontal, Tebasan Verzontal, Tebasan Melingkar, Tebasan Beruntun, Sihir Angin, Sihir Api, Sihir Tanah, Sihir Air dan Sihir Petir.


Ayato menyadari kalau mengalahkan musuh yang kuat darinya akan membuat statusnya meningkat. Pertarungan pada saat itu sebenarnya bisa membuat Ayato mati kalau melawannya sendirian karena keberadaan Eliona sangat membantu dia lepas dari jalur kematian. Melihat Eliona tidak terluka seketika membuat Ayato merasa tenang hingga muncul Putri Frey membuka pintu kamar secara mendadak sampai membuat mereka berdua terkejut akan kedatangannya.


Frey mendekati Ayato yang masih baringan di tempat tidur sembari berdiri di samping Eliona, dia ingin memberikan pertanyaan mengenai kedatangan mereka di Benua Algria dan kemampuan teknik pedang dari Ras Manusia yang menyatukan sihir dengan pedang seharusnya itu tidak mungkin dilakukan karena kebencian sihir terhadap logam.


"Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kalian berdua lakukan di Benua Algria kalau memang berniat membantu itu sama sekali tidak mungkin pasti kalian berdua memiliki tujuan tertentu. Katakan kepadaku tujuan itu!" ucap Putri Frey dengan memakai pakaian Kekaisaran Eddgrial


Ayato ingin menjelaskan kedatangannya tetapi Eliona menatap ke Frey dengan berniat melepaskan sejarah tersebut sehingga tidak ada lagi permusuhan antara mereka berdua sontak Ayato diam sambil menyimak perbincangan kedua putri dari ras yang berbeda.


"Putri Eliona Grandybell dari Kekaisaran Elfanno datang untuk mengusulkan proposal perdamaian demi melawan Ras Iblis serta membuang sejarah kebencian lalu mengubahnya dengan yang sejarah baru yaitu saling bekerja sama!" ucap Eliona dengan nada tegas menatap kedua mata cantik dari Putri Frey


"Putri Frey Lantosia dari Kekaisaran Eddgrial menyambut Putri Eliona Grandybell sebagai tamu kehormatan Raja Edgar. Senang dapat bertemu dengan anda!" balas Frey tersenyum tanpa menunjukkan kebenciannya kepada Eliona


"Apa Putri Frey tidak membenci Ras Elf?" tanya Eliona untuk memastikan senyuman itu


"Melihat pertarungan kalian berdua di medan perang mana mungkin aku bisa membenci atau menghina pejuang seperti kalian dari lubuk hati terdalam, aku sangat berterima kasih karena sudah diselamatkan oleh kalian berdu bahkan ayah bisa selamat karena Putri Eliona menyembuhkannya tanpa memandang perbedaan sungguh terima kasih!" jawab Frey dengan tulus


Terlihat keharmonisan antar kedua putri tersebut bahkan Ayato tersenyum karena Ras Dwarf sudah mulai mengerti mengenai sejarah kebencian tersebut yang sebenarnya tidak masuk akal untuk terus membenci. Ayato menjelaskan mengenai teknik pedang sihirnya kepada Frey yang mana menyelesaikan sejarah kebencian tersebut hingga Frey memahami semuanya kalau kedua belah pihak telah salah paham.


"Ayato dari Ras Manusia adalah pejuang hebat yang mampu menahan Demon Lord Vanista sendirian. Saya takjub dengan kemampuan yang anda miliki!" ucap Frey dengan nada formal


"Tidak perlu formal kepadaku, berbicara santai lebih enak untuk di dengar!" ucap Ayato sambil tersenyum tipis


"Aku menyukai pejuang kuat sepertimu, Ayato!" ucap Frey dengan senyum memiliki maksud tersembunyi


Eliona langsung merespon ucapan tersebut sambil menutup pandangan Frey dari Ayato sontak dia paham akan maksudnya. Frey memberitahu kalau Raja Edgar ingin menemui mereka berdua ketika sudah sanggup untuk berjalan menuju ruang istana sontak Ayato bersama Eliona langsung berdiri untuk menghadapi Raja Dwarf agar proposal perdamaian diterima oleh mereka.


[Ruang Istana]


Ayato bersama Eliona memberikan kehormatan kepada Raja Dwarf.


"Terima kasih banyak karena sudah menyanggupi permintaan saya untuk berada di sini!" ucap Raja Edgar memakai pakaian Kekaisaran Eddgrial dengan luka di tubuhnya telah sembuh


Ayato menatap tubuh Raja Edgar sampai membuat pengawal langsung waspada tapi dihentikan karena Raja Edgar memahami arti tatapan tersebut lalu menjawab rasa penasaran Ayato kalau teknologi Ras Dwarf sangatlah maju walaupun tidak dapat menggunakan sihir tapi memanfaatkan batu rune maka mereka bisa melakukan proses penyembuhan layaknya sebuah sihir.


Batu rune awalnya berbentuk batu biasa sehingga diukir secara detail membentuk sebuah pola tertentu, batu rune berasal dari tambang dunia bawah yang memiliki kandungan Mana alami karena menyerap dari inti Benua Besar Renovia. Ras Dwarf mampu mengeluarkan kemampuan ajaib dari batu rune tersebut hingga digunakan sebagai sumber daya. Ayato memahami semua itu hingga rasa penasarannya menghilang kemudian Eliona mengutarakan proposal perdamaian sebagai bukti kalau Ras Elf akan membantu pembangunan di luar Kekaisaran Eddgrial yang hancur lembur akibat peperangan melawan pasukan Demon Lord.


"Kaisar Elf Vermilion Grandybell ternyata memiliki putri sekuat dirimu. Frey bagaimana menurut pendapatmu?" tanya Raja Edgar dengan membuang ekspresi tegasnya


"Aku dan ayah bisa saja menerima usulan proposal perdamaian tersebut tetapi pejuang dan penduduk tidak mungkin menerimanya begitu saja. Jadi, pertarungan satu lawan satu kalau kalah maka proposal perdamaian ditolak tapi menang maka proposal perdamaian diterima sangat simpel!" jawab Frey dengan senyuman


"Kalau begitu...." ucapan Ayato dihentikan oleh Eliona yang siap bertarung satu lawan satu melawan Frey.


Kondisi Eliona tidak separah Ayato sehingga bisa bertarung sedangkan Frey yang sudah sembuh menggunakan batu rune kini bersedia menerima lawan tandingnya adalah Eliona. Raja Edgar akan mempersiapkan arena tanding mereka disertai pejuang dan penduduk Ras Dwarf akan menyaksikan pertarungan tersebut. Sama seperti yang Ayato lakukan di Kekaisaran Elfanno untuk melepaskan sejarah kebencian Ras Manusia dengan Ras Elf kini giliran Eliona untuk melepaskan sejarah kebencian antar Ras Elf dengan Ras Dwarf.


Bersambung....