Rebirth: Magic Holy Knight

Rebirth: Magic Holy Knight
Bab 7: Masa Lalu Elf Kepala Desa



Cerita bermula saat elf kepala desa umur 170 tahun, saat itu istrinya masih hidup. Suatu hari, istrinya pergi ke hutan untuk mengambil beberapa buah-buah tiba-tiba salah satu Elf Petarung memberikan informasi kalau istrinya di culik oleh sekelompok Ras Manusia.


Mengingat perbuatan yang akan Ras Manusia lakukan kepada istrinya sontak elf kepala desa itu mengambil kuda untuk berpergian menuju Benua Xenonia. Elf kepala desa menggunakan sihirnya untuk memperkuat tenaga kuda serta memberikannya stamina tanpa batas sehingga seluruh sihirnya itu, dia pakai untuk membuat kudanya semakin cepat pergerakannya.


Dengan kecepatan kuda yang sudah mendapatkan perkuatan sihir, elf kepala desa mampu sampai di perbatasan Benua Xenonia dengan Benua Treeshe hanya dalam satu hari saja. Keberadaan elf sangat mencolok untuk sesama ras mereka sebab Mana di dalam tubuh sangat terlihat jelas di mata elf sehingga menjadikan sebuah penanda lokasi.


Elf kepala desa menemukan istrinya tidak jauh dari perbatasan dengan sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu dan dedaunan. Melihat keberadaan istrinya ada di rumah itu, dia langsung masuk tapi saat melihat sebuah tanda budak berada di punggung istrinya sontak kemarahan elf kepala desa semakin menggelapkan kedua matanya sehingga dia membantai satu keluarga Ras Manusia yang berada di rumah itu.


[Darah]


Rumah sederhana itu berubah warna merah darah dengan tiga mayat perempuan terbunuh secara sadis akibat sihir elf kepala desa yang berupa pisau angin. Dia menyisakan satu manusia untuk dijadikan sebuah budak di Kekaisaran Elfanno tetapi istrinya itu bangun sambil menampar pipinya dengan sangat kuat dan istrinya itu juga menangis melihat apa yang terjadi di rumah itu.


Istrinya menjelaskan kalau dirinya telah diselamatkan oleh mereka sontak hal tersebut membuat elf kepala desa mulai tenang dengan merasakan sebuah kesalahan besar yang sudah dia perbuat. Satu manusia yang dia selamatkan mulai berdiri sambil mengambil pisau dapur untuk membunuh elf kepala desa tetapi manusia itu sama sekali tidak bisa melakukannya.


Kebencian dan balas dendam akan berlanjut lagi jika dia membunuh elf tersebut. Manusia itu menjatuhkan pisau dapur ke lantai yang sudah penuh dengan darah kemudian meminta kepada elf itu untuk segera membunuhnya agar dapat bersama dengan keluarganya sontak permintaan itu membuat elf kepala desa menyadari kalau mereka hanyalah keluarga yang menginginkan kebahagiaan sama sepertinya.


Namun, elf ini sudah melakukan kesalahan besar di sepanjang hidupnya. Dia tidak mampu untuk membunuh manusia terakhir di keluarga tersebut karena kemarahan dan rasa benci seketika membuat manusia itu mengambil kembali pisaunya dengan melampiaskan kekesalannya terhadap elf.


Beberapa luka, dia terima tetapi manusia itu berhasil menahan diri kemudian menangis sambil membunuh dirinya sendiri dengan memperlihatkan perasaan lega. Tidak tahan melihat semua yang terjadi, istrinya menangis histeris melihat penolongnya mati tepat di depan matanya seketika rasa bersalah yang sangat dalam membuat elf tersebut ingin ikut melakukan bunuh diri agar dia terhindar dari perasaan tersebut.


Namun, istrinya menahan dia untuk tidak berbuat hal semacam itu dikarenakan sudah membuat janji kepada sosok penolongnya. Janji itu berupa sebuah permintaan dari mereka kepada elf agar dapat kembali ke tempat asalnya dan hidup bersama keluarganya lagi.


"Itulah cerita masa lalu yang sangat kelam untukku walaupun istriku sudah tiada tapi janji untuk tetap hidup masih ada di dalam hati ini. Putri Eliona, manusia tidak semuanya jahat bahkan ras kita sendiri yang kamu bangga-banggakan melakukan suatu perbuatan yang hina dengan menculik sesama mereka kemudian menjualnya ke luar benua!" ucap elf kepala desa dengan nada tegas


"Kau ada benarnya. Baiklah, aku terima proposal perdamaian itu!" ucap Eliona dengan ekspresi menyesal


"Terima kasih banyak Putri Eliona. Sahabat saya pasti akan mengubah sejarah itu sehingga suatu saat nanti manusia dan elf bisa hidup berdampingan, saya berjanji sebagai Kesatria Suci Eleanor!" ucap Ayato sambil memberikan hormat kesatria kepada Putri Eliona


"Sebaiknya kamu tidak melupakan janji itu!" ucap Putri Eliona


"Tidak akan!" balas Ayato dengan ekspresi serius


"Sepertinya tersisa persetujuan dari Kaisar Elf. Kita bertiga akan mendatangi istana untuk mengajukan proposal perdamaian ini!" ucap elf kepala desa


Mereka bertiga menuju Kekaisaran Elfanno. Ayato melepaskan penyamarannya dengan sepanjang dia berjalan menuju ruang istana sebagai Ras Manusia seketika mendapatkan serangan dari beberapa pengawal. Namun, Putri Eliona menjamin aman manusia tersebut kini mereka bertiga telah sampai di ruang istana dengan Kaisar Elf sedang duduk di takhtanya serta dua pengawal memperlihatkan kekuatan mereka di depan Ayato.


Tatapan kebencian dari dua pengawal itu membuat suasana menjadi berat di ruang istana.


Bersambung...