
Putri Frey akhirnya bisa kembali bergerak dengan segera menjauhi Demon Lord Vanista karena mengeluarkan tekanan sihir yang membuatnya gemetar ketakutan. Pakaian tempur Raja Edgar telah sampai lalu dia memakainya sambil menyuruh pejuang yang mengawasi Meriam Rune agar mempersiapkan daya serangan dengan mengganti batu rune pada meriam tersebut sedangkan dirinya terjun ke medan tempur sambil berlari menuju lokasi putrinya.
Tekad dari Pejuang Ras Dwarf masih membara dengan keberanian menghadapi tekanan sihir yang luar biasa dikeluarkan oleh Demon Lord Vanista. Tertawa mendengar teriakan para kurcaci seketika buku sihirnya membuka halaman dengan sangat cepat sampai berhenti di salah satu lembar buku kemudian kertas tersebut terbakar.
[Suara Dari Atas Langit]
[Hening]
Tekad dan keberanian dari Pejuang Ras Dwarf seketika runtuh saat melihat ratusan meteor berada di atas langit sedang turun ke permukaan. Raja Edgar terdiam sejenak karena melihat jenis sihir berskala besar sedang turun ke permukaan dengan ekspresi panik, dia berteriak untuk menyuruh seluruh pejuangnya agar melarikan diri sejauh mungkin dari meteor jatuh tersebut.
Raja Edgar langsung lari kencang walaupun memakai jirah besi yang sangat berat untuk mencapai lokasi putrinya sedangkan itu Putri Frey tidak tersenyum saat melihat meteor mulai mendekati permukaan, dia mulai paham kalau kekuatan musuh jauh lebih mengerikan dari apa yang dia kira sebelumnya. Melihat ayahnya sudah berada di samping seketika dia memeluknya dengan erat berharap bisa selamat dari serangan besar tersebut sontak Raja Edgar tidak ingin melihat harapan putrinya itu sirna sehingga dia mengeluarkan kekuatan fisik dari Ras Dwarf.
Buku Sihir Hitam: Meteor Pemusnah!
[Meteor Jatuh]
Demon Lord Vanista menyeringai ketika melihat ratusan meteor yang dia jatuhkan membuat Pejuang Ras Dwarf berlarian seperti tikus. Ledakan demi ledakan membuat permukaan tanah hancur lembur sampai pasukannya sendiri terbunuh hingga tidak menyisakan apa pun di medan perang kecuali Putri Elf dan Raja Edgar yang masih bertahan menghadapi meteor jatuh, dia memakai perisai untuk melindungi anak serta dirinya.
Perisainya hancur akibat menahan meteor jatuh kemudian Demon Lord Vanista mendatangi mereka berdua sambil memberikan tepuk tangan.
"Sesuai gelar yang kau pegang, Raja Edgar!" ucap Demon Lord Vanista dengan senyuman licik
[Membuang Perisainya]
"Frey menyingkir lah dari sini!" ucap Raja Edgar sambil berhadapan dengan musuhnya
Frey mengikuti ucapan ayahnya sambil melihat dari jarak jauh seketika tangan kanan ayahnya mengarah ke samping seperti memanggil sesuatu. Sesuatu itu bergerak cepat menuju Raja Edgar lalu Demon Lord Vanista menyadari sumber kekuatan besar sedang mendekat hingga dia membuka halaman buku sambil mempersiapkan pelindung tetapi kekuatan besar tersebut sudah berada di tangan Raja Edgar.
[Palu Jolneer]
Palu yang terbuat dari bahan terkuat sama seperti Tombak Litium, dia hantam kan ke permukaan tanah seketika menghancurkan permukaan dengan area yang sangat luas hingga membuat Demon Lord Vanista terhempas akibat hantaman palu tersebut. Pelindung yang dia ciptakan langsung pecah sampai memberikan dampak kerusakan pada tubuhnya akibat gelombang kuat dari hantaman palu tersebut.
[Muntah Darah]
"Kurcaci berani membuatku terluka kalau begitu matilah!" teriak Demon Lord Vanista sambil mempersiapkan sihir serangan dengan memakai buku sihirnya
[Gerakan Cepat]
Tidak sempat merapal sihir karena Raja Edgar bergerak cepat menuju belakangnya walaupun permukaan tanah hancur lembur sontak membuat Demon Lord Vanista memakai sihir dengan menggunakan Mana untuk melindungi titik butanya tetapi hantaman kuat yang Raja Edgar berikan kepadanya langsung menghancurkan pelindung tersebut kemudian memakai tinju tangan kiri untuk memukul tubuh perempuan iblis tersebut.
[Tembok Tanah]
Sihir rapal cepat mampu Demon Lord Vanista lakukan walaupun dapat dihancurkan oleh Raja Edgar sehingga memukul perut musuhnya hingga kaki menyentuh permukaan tanah, dia tidak dapat melayang dengan muntah darah akibat serangan kuat tersebut. Raja Edgar tidak ingin membuang kesempatan untuk membunuh Vanista tetapi tubuhnya berhenti bergerak sambil dia melihat lembaran buku terbakar sehingga abu terlihat di kedua matanya.
"Buku sialan itu!" ucap Raja Edgar dengan ekspresi terkejut
Buku Sihir Hitam: Pengekang Tubuh!
Raja Edgar berhenti bergerak dengan Vanista mulai menyembuhkan dirinya karena mendapatkan serangan yang membuatnya merasakan kesakitan sontak dia menunjukkan ekspresi marah disertai kebencian sehingga mengeluarkan deretan sihir secara beruntun kemudian meledakkannya tepat dihadapan Raja Edgar. Ketahanan fisik yang Raja Edgar miliki sungguh tidak terduga karena dapat menahan ledakan beruntun tapi dia tetap terluka seketika pertarungan hebat terjadi antara mereka berdua.
Serangan sihir terus membuat Raja Edgar kewalahan hingga tubuhnya terus terluka sedangkan itu Vanista bersenang-senang menghadapi lawannya sambil terus mengeluarkan sihir tidak terbatasnya yaitu teleport. Berpindah sesuka hati sampai membuat Raja Edgar tidak bisa memprediksi keberadaannya sehingga serangan fatal membuat luka mengerikan di sekujur tubuhnya.
Raja Edgar mati kutu menghadapi Vanista yang pada akhirnya mampu mengatasi pola serangannya sehingga sihir petir dari salah satu lembar buku sihir hitam langsung menyambar tubuh Raja Edgar hingga dia berhenti bergerak. Palu Jolneer dijauhkan dari tangan Raja Edgar kemudian Vanista mulai mempersiapkan sihir pembunuh tetapi dari jarak jauh Tombak Litium dilemparkan.
[Tembus]
"Agghh!" teriak Demon Lord Vanista sambil bersujud di permukaan tanah
Tombak Litium menembus jantungnya dengan dia memuntahkan darah hitam sambil melirik ke arah Putri Frey. Kain hitam yang menutupi kedua matanya seketika terbuka sambil memperlihatkan mata warna hitam pekat sehingga dia menarik tombak yang menghancurkan jantungnya lalu kembali melayang sambil menyambarkan petir hitam ke arah Putri Frey.
[Sambaran Petir]
Ledakan petir hitam itu menghancurkan permukaan tanah tapi Putri Frey berhasil menghindari dengan kecepatan tinggi yang seharusnya tidak dimiliki oleh Ras Dwarf. Dia menyelamatkan ayahnya lalu menggantikan posisi untuk melawan Vanista yang sudah mulai serius, memanggil Palu Jolneer bersamaan dengan Tombak Litium sontak dua senjata dia pegang sambil menatap penuh amarah ke Vanista.
[Tertawa Mengerikan]
"Apa yang bisa kamu lakukan, putri?" tanya Vanista dengan suara mengerikan
"Vanista!!!" teriak Putri Frey sambil menerjang musuhnya
Gabungan serangan dari dua senjata suci membuat Vanista di serang habis-habisan oleh Frey yang mengamuk karena melihat ayahnya terluka parah. Tombak Litium dia tancapkan tepat mengenai perut Vanista sehingga tidak bisa bergerak lalu melompat sambil menghantamkan Palu Jolneer ke ujung belakang tombak yang langsung menembus permukaan hingga melubangi perut Vanista.
[Muntah Darah Hitam]
Stamina yang Frey miliki langsung terkuras habis sampai dia tidak mampu berdiri lagi dengan mengira kalau sudah membunuh Vanista dengan kedua tangannya tetapi semua itu percuma karena Vanista kembali pulih sambil melayang tepat dihadapan Frey yang menampilkan ekspresi ketakutan disertai terkejut.
"Hahaha!" Vanista tertawa mengerikan disertai senyuman lebar sambil menampilkan taring tajamnya
Buku Sihir Hitam: Pemulihan Abadi
"Lucu sekali melihat ekspresimu tapi membuatku memakai lembaran sihir hitam pemulihan abadi membuatmu layak untuk segera mati, putri!" ucap Demon Lord Vanista sambil melancarkan serangan tusukan memakai kuku tajamnya
[Menangis]
"Maafkan aku ayah!" gumam Putri Frey sambil menatap kuku tajam Vanista
[Ayunan Pedang]
[Hantaman Kedua Serangan]
Pedang menahan kuku tajam Vanista tepat dihadapan Frey yang sudah tidak berdaya tapi melihat dirinya masih hidup dengan sosok manusia sedang melindunginya bahkan Vanista terkejut mengenai keberadaan Ras Manusia di Benua Algria.
Teknik Pedang Sihir Api: Tebasan Horizontal!
Ayato memotong lurus ke samping hingga membelah tubuh Vanista menjadi dua bagian, mereka berdua telah sampai di Benua Algria.
Bersambung....