
Sepanjang pertarungan, Ayato menahan Vanista sendirian sambil menghindari luka fatal tapi menerima luka ringan hingga berusaha mencari keberadaan buku sihir hitam yang secara terus-menerus di sembunyikan. Eliona masih menyembuhkan Frey dan Raja Edgar yang sudah bangun dari pingsannya lalu saat hampir sembuh, dia melihat pertarungan Ras Manusia melawan Vanista dalam kecepatan yang standar tapi satu kesalahan akan menuju kematian.
"Apa yang Ras Elf lakukan di Benua Algria?" tanya Frey dengan ekspresi marah yang sudah tidak bisa menahan diri lagi
"Kami menolong mu!" jawab tegas dari Eliona sambil menghentikan penyembuhan
"Siapa yang perlu bantuan dengan Ras Elf sepertimu!" balas Frey yang akhirnya mengeluarkan kebencian terhadap Ras Elf
Di saat perdebatan itu tiba-tiba Ayato terlempar akibat menahan serangan Sihir Kegelapan tapi Eliona berhasil menangkapnya sambil menyembuhkan berbagai luka di tubuh Ayato. Beruntungnya saat itu, Ayato berhasil memotong kepala Vanista sehingga membutuhkan waktu untuk pulih kembali. Raja Edgar tidak memahami kenapa Ras Manusia dan Ras Elf bisa sangat akur, pada akhirnya dia yang sudah tidak sanggup bertarung menyuruh putrinya untuk menyaksikan pertarungan mereka.
Ayato mulai merasakan lukanya telah sembuh tapi stamina dan jumlah Mana miliknya sudah mencapai akhir sehingga semua momentum ini dia pertaruhkan untuk mengakhiri pertarungan melawan Demon Lord Vanista. Putri Frey bersama Raja Edgar untuk pertama kalinya melihat kedua ras yang berbeda saling berdiri berdampingan untuk melawan musuh yang sama.
"Buku sihir hitam adalah kelemahannya. Aku akan menarik perhatian Demon Lord selagi kamu mencari keberadaan buku itu kalau menemukannya jangan ragu untuk merusaknya!" ucap Ayato sambil memakai tiga elemen sihir yaitu angin, petir dan api
"Tidak. Ayato fokus mengincar buku sedangkan aku yang akan menarik perhatiannya!" minta Eliona dengan ekspresi serius menggantikan posisi Ayato
[Menghela Napas]
"Mari kita lakukan, Eliona!" teriak Ayato sambil mempersiapkan teknik pedangnya disertai rasa percaya kepada Eliona
Seketika Vanista berubah menjadi lebih besar dengan Sihir Kegelapan meluas hingga membentuk sebuah keanehan. Eliona langsung berlari menuju lokasi Vanista yang memakai serangan acak berupa sihir ledakan tapi dengan pergerakan angin membuatnya leluasa bergerak sambil menghindari serangan tentakel hitam disertai serangan sihir elemen yang terus-menerus mengarah kepadanya.
Tarian Pedang!
Vanista merasa dipermainkan oleh Ras Elf yang bermain-main dengan serangannya sehingga dia memakai buku sihir hitam untuk mengekang pergerakan Eliona tetapi Ayato langsung melihat buku tersebut dengan gerakan cepatnya dapat mencapai posisi tepat buku itu terlihat kemudian memotong dua bagian buku terpisah itu menjadi empat bagian.
Sihir Angin: Tornado!
Eliona memusatkan arah angin terus berputar-putar di kedua telapak tangannya sambil terus memperkecil area hingga arah angin berputar sangat cepat kemudian melepaskannya sehingga tercipta tornado serangan lurus yang langsung menghancurkan tubuh Vanista sampai membuat lubang besar. Namun, Vanista masih tidak mau menyerah hingga dia menyatukan tubuhnya kembali dengan membuat serangan skala besar sambil terus menahan Ayato sedangkan Eliona bergerak menghindari jangkauan serangan tersebut.
Buku Sihir Hitam: Kegelapan Abadi!
Teriak Vanista untuk membunuh musuhnya dengan serangan berupa instan death tetapi dalam detik itu juga seketika Ayato mulai mengeluarkan seluruh Mana yang dia miliki agar terhempas ke udara. Sihir Api bisa menghancurkan Sihir Kegelapan sebagai pengganti Sihir Cahaya tetapi membutuhkan api besar agar bisa membakar kegelapan sehingga Ayato memikirkan api besar tersebut.
Teknik Pedang Sihir Api: Tebasan Api Neraka!
Ayato menebas kegelapan abadi sehingga membuat api menjalar ke setiap tubuh Vanista kemudian perlahan membakarnya tanpa bisa dihentikan hingga membuat Vanista tidak ingin mati dalam kondisi seperti itu. Buku sihir hitam masih menyimpan beberapa lembaran kertas tapi Ayato membakarnya sontak Vanista bersumpah bahwa dirinya mengutuk Ras Manusia yang mengalahkannya agar mendapatkan kematian yang mengerikan lalu tubuh Vanista menghilang sepenuhnya menjadi abu hitam.
"Sudah berakhir!" ucap Ayato sambil rebah ke permukaan tanah
Eliona langsung menyembuhkan beberapa luka yang ada di tubuh Ayato kemudian Putri Frey menghampiri mereka berdua sembari mengucapkan terima kasih secara tulus karena sudah membantu mengalahkan Demon Lord Vanista. Dirinya sudah paham dari pertarungan itu karena sudah dijelaskan kalau mereka berdua bersungguh-sungguh membantu Ras Dwarf.
Kemudian Ayato tertidur lelap setelah menyelesaikan pertarungan tersebut hingga tidak menyadari kutukan yang tertanam kepadanya yaitu tanda kegelapan di keningnya sedang bersemayam untuk membuatnya menderita sebelum mati.
Tanda itu menghilang sesaat Eliona menyentuh kening Ayato. Raja Edgar memerintahkan pejuangnya untuk membawa Ayato bersama Eliona ke ruang perawatan sedangkan itu, Putri Frey mulai memikirkan hal yang sebelumnya terjadi pada saat kedua ras saling bekerja sama menghadapi musuh.
Bersambung....