Pure Love

Pure Love
Ch. 08 - Fitnah Kejam



PERINGATAN NSFW KONTEN!!!!!! 20+🔞


BAB INI BERISI MATERI DEWASA!!! 20+🔞


BAB INI JUGA BERISI KONTEN YANG MUNGKIN TIDAK PANTAS DAN TIDAK NYAMAN UNTUK SEBAGIAN PEMBACA!!


***


Tangan Eros mengepal erat menatap ke arah Selena yang hanya terdiam. Saat pertama kali Eros melihat Video itu, ia sangat marah dan berlari kearah Selena tanpa banyak berfikir. Kini pria tampan itu hanya terdiam menatap lurus kearah wajah Selena yang terlihat sedih, takut, serta kebingungan.


Ruang kelas tempat mereka berdua berada kini itu penuh keheningan. Para siswa dan siswi yang berada dalam ruangan itu tidak berani bersuara. Jangankan bersuara, bernafas saja mereka terlihat takut dengan pemandangan yang terlihat di wajah Eros.


"Aku ... " suara Selena bergetar lirih,


Selena sangat terkejut saat ia mengetahui tentang Video itu. Hal pertama yang ia fikirkan adalah Brian merekam Hal itu tanpa sepengetahuannya untuk koleksi. Selena tidak marah padanya, ia hanya sakit kepala memikirkan sebuah alasan.


Namun, entah bagaimana sepertinya Tuhan cukup menyukainya hingga membuat hidupnya berjalan mudah. Seolah Selena tetap dapat memakai topeng Tuan Putri berhati Malaikat. Ia mulai bersandiwara dengan sangat baik.


"Eros, aku sangat sedih!" Selena bersuara lirih dengan air mata yang mengalir dipipinya. Wajah gadis itu terlihat sangat tersakiti menatap Eros yang hanya terdiam. Selena mengusap air matanya yang terus mengalir dan kembali berbicara "Aku tahu jika dia sangat membenciku! Tapi apakah harus sampai melakukan ini?"


Eros yang terdiam menatap bingung kearah Selena yang menangis pilu dengan tidak mengerti "Maksud kamu apa?"


"Eros, berjanjilah satu hal! Kau tidak akan marah dan hanya akan diam tidak melakukan apapun saat aku berbicara kepadamu, key?" Mata merah penuh air mata Selena menatap kearah Eros yang terlihat ragu. Gadis itu menggapai tangan Eros dan menggenggamnya erat. Hal ini membuat Eros menyerah dan mengangguk kearahnya.


"Baiklah!"


Setelah mendapatkan jawaban dari Eros, Selena kembali berbicara "Apa kau ingat dengan pria yang kita temui kemarin di gerbang yang tengah berbicara dengan Mile?"


Eros mengerutkan keningnya tidak mengerti, namun, setelah ia berfikir cukup dalam. Sebuah kisah terbentuk dalam benaknya. Wajah tampan Eros menjadi gelap seketika setelah pikiran hal itu terlintas di benaknya.


Menyadari bahwa Eros telah mengambil umpannya, Selena kembali bersuara dengan menambahkan Minyak kedalam Api "Aku tahu Mile sangat membenciku, tapi walau bagaimanapun aku tetap saudaranya. Kenapa? Kenapa ia begitu tega? Wajah kami memang mirip! Tapi apakah harus melakukan hal tercela seperti itu dengan menggunakan identitasku? Apakah dia sudah tidak menganggapku sebagai saudara lagi? Padahal aku begitu mencintainya.. Hiks hiks"


Tubuh Eros bergerak dan memeluk Selena yang terus menangis pilu, tangan pria itu terkepal erat dengan mata penuh amarah dan kebencian "Dia bukan saudaramu! Seorang wanita berhati malaikat sepertimu tidak memiliki Iblis sebagai saudara! Dan berhentilah bersikap baik padanya! Dia tidak pantas untuk kebaikanmu!"


Suasana kelas yang hening itu kembali gaduh, seluruh siswa kembali memegang hp miliknya untuk menyebarkan Hal yang baru saja mereka dengar dengan semangat.


Milena yang berlari kini telah sampai di depan Pintu kelas Selena berada, gadis itu mematung dengan ragu diambang pintu. Namun, setelah menggertakkan gigi, ia mengambil nafas dalam-dalam dan melangkah masuh.


Saat tubuh Milena terlihat oleh semua mata di kelas, kelas yang tadinya sudah agak ramai itu kembali sunyi. Para siswa dan siswi memiliki semangat dimata mereka untuk melihat Drama yang akan terjadi tepat dihadapan mereka saat ini.


Menyadari suasana aneh didalam kelas, tubuh Milena sedikit bergetar tidak nyaman. Ia melangkah maju kearah Eros yang tengah memeluk Selena Erat dengan kepala tertunduk.


"Mile! Lebih baik kita pergi! Ini bukan saat yang tepat!" Saat suara Mulan yang terengah datang dari ambang Pintu


Wajah tertunduk Eros terangkat dan menatap kearah Mile yang berdiri kaku tidak jauh darinya.


Selena juga melakukan hal yang sama, mata merah gadis itu menatap Mile penuh kesedihan dan bergumam lirih "Mile, kenapa?"


"...?" Mile yang tidak mengerti hanya terdiam penuh kebingungan menatap kearah Selena yang tampak sedih seraya bertanya kepadanya


Eros melangkahkan kakinya Maju mendekat kearah Mile dengan cepat, menutup jarak 3 langkah menjadi 1 langkah. Tangan Eros terangkat tinggi dan mendorong tubuh lembut Milena dengan keras hingga tersungkur di lantai.


"Apa yang aku lakukan?" Eros kembali mengulagi kalimat Mulan dengan sarkatis dan melanjutkan ucapannya "Seharusnya aku yang bertanya pada sahabatmu Mile itu? Apa yang dia lakukan?" Teriakan marah eros bergema di ruang kelas penuh kemarahan


"Eros sudahlah! Aku baik-baik saja! Selama kau percaya dan tetap berada disisiku aku tidak peduli dengan gosip itu!" Selena bersuara lembut seraya menarik baju Eros pelan


Apa yang dilakukan oleh Selena semakin membuat Amarah Eros memuncak, wajah tampannya menatap tajam kearah Mile dengan dingin dan sedikit Niat membunuh "Tidakkah Selena selalu bersikap baik padamu? Jadi, katakan padaku? Kenapa? Kenapa kau harus memfitnah Selena? Kenapa kau harus berpura-pura menjadi Selena dan menyebarkan Video tercela itu? Apakah otakmu itu hanya penuh dengan Hal yang kejam? Tidakkah kau memiliki Hati? Bagaimana? Bagaimana kau begitu tega untuk melukai perasaan Saudaramu sendiri?"


Saat kalimat itu keluar dari mulut Eros, Mile merasakan sebuah Bom jatuh dan menimpa tubuhnya hingga ia tidak dapat bernafas. Jantung Mile berdetak kencang dengan tubuh bergetar hebat. Mata emas Mile menumpahkan air mata dengan derasnya. Hati gadis itu terasa sakit saat ini.


Mile tidak pernah menangis di hadapan siapapun. Kecuali, nenek dan sahabatnya Mulan. Selain mereka Mile pasti akan memilih untuk menangis seorang diri di suatu tempat.


Apalagi di hadapan Eros, Mile sangat tidak mau dan tidak ingin pria itu melihatnya menangis. Namun, seakan air mata di mata Emasnya sama sekali tidak mau mendengarkan pikirannya. Itu hanya mengalir tanpa henti.


"Omong kosong apa yang kalian mainkan?" Suara Mulan terdengar dingin, ia berdiri menatap tepat kearah mata hitam Selena penuh kebencian


"Omong kosong? Bagaimana itu menjadi omong kosong?" Eros menjawab dengan nada penuh ejekan "Apakah kau berfikir Selena yang baik dan murni akan melakukan hal itu? Tentu saja tidak mungkin. Itu adalah Mile yang merubah tampilannya dengan memakai Wig untuk terlihat seperti Selena dan melakukan Hal tercela untuk menyakiti Selenaku!"


Mulan terkejut serta kesal menatap Eros dan kembali berbicara "Bagaimana kau membuktikan hal itu? Apa kau begitu bodohnya Eros hingga termakan oleh kebohongan manisnya?"


"Bagaimana?" Eros kembali bertanya kearah Mulan seraya tertawa sinis "Aku melihat kalian di gerbang depan kemarin bersama Om-om. Aku yakin Om itu adalah pria didalam Video!"


*Plakkk


Suara tamparan mendarat tepat di wajah tampan Eros. Pria itu melotot terkejut memegang pipinya yang merah dengan bekas tangan.


"Cukup! Itu bukan aku! Aku tidak melakukannya! Tapi sepertinya tidak peduli seberapa keras kami membuktikan, tidak akan ada yang percaya!" Milena bersuara serak setelah menampar pipi Eros, gadis itu menatap tepat kearah Mata Hitam Eros dengan sedih dan terluka.


Mendapatkan tatapan mata yang seperti itu dari Milena, Eros tanpa sadar memalingkan wajahnya dengan tinju yang terkepal erat di tangannya.


"Mile,," Mulan berseru lirih menatap kearah sahabatnya yang tengah terluka dengan pandangan menyesal "Lebih baik kita pergi!"


Mile tidak menjawab perkataan Mulan namun, ia membiarkan Sahabatnya itu untuk menyeret tubuhnya menjauh meninggalkan Selena yang tetap saja menangis dan Eros yang terdiam disisinya.


***


Di sebuah ruangan hotel yang terlihat mewah, Brian terduduk di sebuah Sofa lembut yang panjang mengenakan sebuah handuk pakaian yang terbuka. Di pangkuan pria tampan berusia 30an itu terlihat seorang Wanita menawan dengan tubuh tel4nj4ng yang menekan tubuh putihnya pada tubuh kekar Brian dan berada di pangkuannya seraya menciumi lehernya.


Tangan kekar Brian berkeliaran di atas dada wanita di pangkuannya dengan ganas dan m3r3m4sny4 membuat Wanita itu mendesah penuh kenikmatan.


Brian tersenyum lembut mendengarkan r1nt1h4nny4. Namun, pandangan Matanya fokus menatap kearah layar Tab miliknya di tangan yang lain. Mengabaikan wanita itu yang bermain sendiri dengan tubuh dan adiknya.


Menatap layar lekat-lekat Brian tersenyum manis dan terkekeh pelan "Aku tahu Gadis cabul itu sangat mengerikan, tapi berfikir untuk menggunakan Saudaranya sendiri dengan tetap memasang wajah Malaikat benar-benar luar biasa.hehe dan lagi si 4nj1ng setia bernama Eros itu, kenapa bisa ada bocah bodoh di Dunia sepertinya? Sangat menarik. Hahaha!"


"Apa yang kau tertawakan?" Wanita dalam pangkuan Brian berbisik manis penuh dengan rayuan tepat di telinga Brian


Brian tersenyum kearah Wanita itu dan mengalihkan tangannya untuk menekan p4nt4t lembutnya lebih dalam kearahnya membuat rintihan nikmat yang lain keluar dari mulut merahnya bergema di dalam ruangan.


"Masa depan sepertinya akan menjadi cukup menarik!" Setelah mengatakan kalimat itu Brian kembali fokus pada apa yang dilakukannya dengan Wanita menggairahkan di pangkuannya.