Pure Love

Pure Love
Ch. 22 - Hamil



Pagi hari dengan suasana hangat dan Matahari yang bersinar penuh bayang-bayang awan membuat suasana terlihat teduh tidak terlalu terang.


Pagi hari yang selalu menjadi awal dari aktivitas yang dilakukan setiap orang itu terlihat berbeda dengan Milena yang kini tengah terduduk dengan lesu di atas tempat duduknya di kantor.


Gadis itu mendesah panjang dengan semangat yang layu di wajahnya, sudah lebih dari 10 hari sejak ia menikah dengan Eros. Selama itu pula Milena merasa seperti ia hidup dalam sebuah adonan kue yang terus di aduk setiap saat. Saat 7 hari pertama ia meminta cuti setelah menikah, itu adalah hari terberat untuknya. Namun, setelah selesai cuti ternyata hari terberat itu bukanlah apa-apa.


Eros yang berkerja dan juga demikian dengan Milena memiliki waktu yang sangat sedikit untuk berdua saja. Milena berfikir dengan begitu ia akan menjadi lebih baik. Tapi ternyata ia salah, dengan semakin sedikitnya waktu Eros menjadi lebih dan lebih liar untuk terus menyerangnya tanpa membuang waktu sedetik pun. Akibatnya tubuh Mile terasa lebih hancur dan menyakitkan.


Milena bertanya-tanya? Apakah Eros melakukan ini dengan sengaja karena ia membencinya dan ingin menyiksanya? Apakah dengan melakukan ini membuat Eros merasa lebih baik karena kehilangan Selena?


Helaan nafas kembali terdengar dari bibir merah Milena setelah memikirkan banyak hal namun tidak mendapatkan jawaban apapun.


"Bu Mile, Desain yang anda berikan kemarin telah kami kerjakan pembuatannya. Jadi untuk Desain baru..."


Milena membuyarkan berbagai fikiran di benaknya setelah mendengar perkataan Kiara yang terhenti dihadapannya.


Ia memandang wanita yang berada di hadapannya itu penuh penyesalan "Maaf Kiara, aku akan membuat Desain lain dan akan menyerahkannya kepadamu! Untuk sekarang aku ingin kau meninggalkanku sediri karena aku merasa sedikit lelah!"


"Baiklah jika begitu..." Kiara mengangguk mengerti dan berjalan keluar dari ruangan Milena


Setelah melihat pintu yang tertutup, Milena menyandarkan punggungnya pada kursi yang ia duduki seraya menyentuh perutnya dengan kedua tangannya. Entah kenapa ia merasa perutnya tidak nyaman, seolah ingin mual. Namun, saat Mile pergi kekamar mandi, mual yang ia rasakan tiba-tiba hilang. Dan hal ini terus terulang hingga berkali-kali sejak kemarin.


"Sudah hampir lebih dari 10 hari sejak kau menikah dengan Iblis itu. Bagaimana keadaanmu?" Suara Mulan terdengar tiba-tiba. Tubuh bulat gadis itu berjalan melewati pintu ruangan Mile dengan penuh semangat "Milena, ini adalah pertama kalinya aku melihatmu berpakaian Hitam panjang menutupi seluruh tubuhmu seperti orang yang dari pemakaman! Apa yang Eros lakukan padamu?"


Mile tersenyum kearah Mulan seraya menjawab dengan enggan "Dia tidak melakukan apapun, hanya saja dia membuat banyak tanda memalukan. Aku tidak mungkin membiarkan siapapun melihatnya bukan!"


"Bajing4n itu!" Mulan mendengus kesal seraya mendekat kearah Mile dan memeganng tangannya "Lihatlah, bahkan lenganmu sampai seperti ini. Dia adalah serigala! Maaf aku sibuk belakangan dan tidak dapat melihatmu! Aku akan datang kerumahmu dan menghukum serigala itu!"


"Lupakan itu!" Milena terkekeh pelan seraya kembali berbicara "Dimana putrimu?"


"Ahh, dia bersama dengan ibuku untuk belajar berenang!" Mulan tersenyum melupakan kemarahannya pada Eros untuk sementara waktu "Kenapa wajahmu sangat pucat?"


"Aku baik-baik saja, hanya merasa sedikit lelah dan agak mual"


Mata Mulan berbinar mendengarkan jawaban yang di berikan oleh Milena "Mari kita periksa. Aku akan mengantarmu! Ayo cepatlah!"


"Sekarang?" Milena bertanya heran menatap Mulan yang hanya mengangguk bersemangat "Tapi aku baik-baik saja, jadi tidak perlu kedokter!"


"Aku tidak peduli! Ayo cepatlah ikut denganku kerumah sakit sekarang!"


Di desak oleh Mulan sedemikian rupa, Milena hanya menghela nafas lirih sebelum mengangguk patuh mengikuti Mulan yang membawanya ke rumah sakit.


****


Seorang dokter wanita dengan Jas putih tersenyum lembut kearah Milena dan Mulan yang duduk di hadapanya setelah meletakkan hasil pemeriksaan dari Tes singkat yang di ambil oleh Milena.


Dokter itu mengangguk kearah Milena sebelum berkata "Selamat, anda hamil. Usia kehamilannya masih cukup muda, ini baru berusia sekitar 5 hari"


Milena yang mendengarkan perkataan dokter wanita itu terkejut bodoh. Ia tidak akan pernah menyangka akan dapat hamil secepat ini, baru setengah bulan sejak Mile berhubungan dengan Eros dan ia sudah hamil? Kenapa sangat cepat sekali?


"Milena, selamat atas kehamilanmu!" Mulan menyeringai lebar seraya memeluk tubuh Mile yang mematung terkejut membuat gadis itu tersadar dari lamunannya


"Tapi dokter kami baru saja menikah kenapa ini begitu cepat?" Milena bertanya penasaran, bukannya ia tidak bahagia. Ia hanya merasa sedikit terkejut, itu saja.


"Kenapa harus peduli tentang itu, yang lebih penting kau hamil dan akan memiliki seorang anak. Ini adalah berita yang sangat membahagiakan!" Mulan mendengaus kesal kearah Milena


Mendengar Mulan yang agak kesal, Mila hanya tersenyum kecut sebelum menjawab "Aku senang, tentu saja aku bahagia Mulan. Aku akan menjadi seorang ibu. Ini sangat luar biasa. Hanya saja aku tidak tahu bagaimana harus memberitahukan hal ini pada Eros.


"Tenanglah, jika dia berani melakukan sesuatu padamu aku akan memukulnya"


Kedua gadis itu tertawa sejenak sebelum mendengarkan beberapa kata yang di ucapkan oleh Dokter dan kembali pulang.


*****


Mobil hitam berhenti tepat di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, setelah berhenti cukup lama. Eros yang mengendarai mobil itu turun dan keluar dari dalam mobil untuk melangkah masuk kedalam rumahnya.


Matahari yang mulai terbenam membuat cahaya sedikit gelap dengan warna kemerahan yang indah. Wajah tampan Eros yang terkena sisa-sisa sinar itu terlihat penuh semangat dan sentuhan senyum yang menggantung di bibirnya.


Seolah setelah bekerja seharian tidak membuatnya merasa lelah ia masuk kedalam rumahnya dengan semangat membara.


Setelah menikah dengan Milena Eros awalnya sangat tidak suka dan enggan. Namun, setelah ia dapat memuaskan hasratnya pada gadis itu, rasa ketidak bahagiaan Eros di gantikan dengan kepuasaan.


Eros memang tidak menyukai Milena, tapi ia sangat senang karena dapat menyiksanya gadis itu seraya merasa terpuaskan. Oleh karena itu Eros selalu merasa senang setiap kali ia kembali pulang kerumah. Apalagi saat melihat Milena memohon dan menangis kearahnya, Eros akan menjadi lebih terpacu untuk menyerang gadis itu.


"Selamat datang"


Senyuman dibibir Eros menghilang sepenuhnya saat melihat Milena yang menyambutnya. Namun, tidak dapat di pungkiri dada Eros berdetak lebih cepat karena bahagia.


Eros melangkah mendekat kearah Milena dan mencium bibir merahnya dengan liar. Melihat Milena yang hanya diam dan membalas ciumannya, Eros menjadi semakin panas.


"Eros, ada sesuatu yamg ingin kubicarakan!" Milena bersuara lirih setelah bibir merahnya terlepas dari bibir Eros, gadis itu mengambil nafas dalam-dalam karena ciuman Eros membuatnya kehabisan nafas.


Eros tidak terlalu peduli dengan apa yang akan di katakan oleh Milena, tangan besarnya menjelajahi bagian tubuh Mile dengan Liar.


"Aku hamil!"


Tangan Eros terhenti seketika saat kalimat menakutkan itu keluar dari bibir Milena. Tubuh Eros mengambil langkah mundur membuat jarak dengan tubuh Milena.


"Apa yang kau katakan?" Eros kembali bertanya untuk memastikan yang ia dengar


"Aku... Aku Hamil.." Milena kembali berbicara dengan sedikit gugup


"Gugurkan itu!" Suara dingin Eros bergema dalam ruangan. Ia menatap wajah Milena yang tercengang oleh kata-kata kejamnya "Aku tidak ingin memiliki anak denganmu"


Seolah kalimat kejam pertama tidak cukup kalimat kejam kedua kembali tedengar dengan dingin. Mata emas Milena yang melotot terkejut menjadi berair dan menumpahkan banyak air mata dalam sekejap.


"Eros!"


Tubuh Eros berbalik dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu serta rumah itu membuat Milena menangis dalam kesedihan sendiri.


"Sial!" Kutuk Eros seraya memukul setir mobil dengan ganas.


Selama ini Eros hanya melakukan segalanya yang ia mau tanpa memikirkan konsekuensinya. Ia lupa meminta Milena untuk meminum pil ataupun ikut suntikan. Jika sudah begini satu-satunya hal yang Eros pikirkan adalah untuk menyingkirkan janin didalam rahim Mile sebelum tumbuh lebih besar.


Eros sangat Membenci Mile, tentu saja ia tidak ingin memiliki anak denganya. Ia menggunakan gadis itu hanya sebagai alat saja untuk balas dendam atas Selena. Namun, ia ceroboh. Sekarang Eros hanya berharap bahwa kakaknya belum mengetahui kehamilan Mile, maka Eros akan mencari kesempatan untuk meminta Mile menggugurkan kandungannya.