
Sinar Matahari jatuh menyinari Bumi dengan Cahayanya. Sinar itu begitu terang dipenuhi dengan udara panas yang terasa. Angin panas bertiup lirih menerbangkan daun kering yang bececeran di tanah.
Walau Cuaca tampak panas terik dengan Udara yang membakar di kulit, Manusia yang berlalu lalang tetap terlihat banyak dan tidak berkurang.
Dalam ruangan tempat Butik Mile berada, Seorang wanita yang terlihat montok membawa beberapa makanan seorang diri terlihat sedikit kesal pada salah satu wanita pekerja.
"Jadi Milena mengambil cuti karena sakit?" Mulan kembali bertanya dan mendapatkan anggukan dari kiara yang berada di hadapannya "Lalu kenapa dia tidak menghubungiku?"
Kiara yang mendapatkan pertanyaan konyol dari Mulan di hadapannya mendesah sebelum menjawab "Bagaimana aku tahu?"
'Bugh!'
"Hei?" Kiara berteriak kesal kearah Mulan yang tengah memukul kepalanya,
Mereka berdua memang sangat akrab dan terlihat seperti adik kakak, hal ini dikarenakan Mulan yang memiliki sikap mudah bergaul sering, atau mungkin bisa dikatakan setiap hari bermain ke Toko Mile. Maka dari itu 2 orang aneh itu menjadi teman baik, dan lagi kiara juga mendapatkan tugas langsung dari Mulan untuk mengawasi Mile dan melaporkan semuanya pada Mulan.
Melihat Mulan yang melotot kearahnya, Kiara hanya mendesah mengalah dan kembali berbicara "Nona Milena baru saja memberitahukan cutinya lewat telepon. Jika dilihat dari keadaannya yang sehat kemarin, jelas tidak mungkin dia sakit! Satu-satunya penjelasan adalah, ada yang terjadi padanya tadi malam hingga membuatnya tidak masuk kerja!"
Mendengarkan Kiara yang menjelaskan semuanya perlahan, Mulan hanya mengangguk mengerti sebelum melangkah pergi untuk mengunjungi Mile.
Mulan meminta sopir yang mengendarai mobilnya untuk mengebut agar cepat sampai di tempat Mile. Mulan benar-benar cemas, akhir-akhir ini hidup Mile kembali bertemu Eros. Entah kenapa Mulan merasa kehadiran Eros itu sama seperti pembawa sial untuk Mile.
Setelah mobil melaju cukup lama, itu akhirnya berhenti di salah satu rumah kontrakan yang terlihat sederhana. Ini adalah rumah Mile, gadis itu tidak ingin membeli rumah karena merasa tidak perlu, ia juga tidak ingin tinggal di apartemen. Tinggal di kontrakan sederhana yang cukup kecil, untuk 1 orang sendirian sepertinya saja cukup.
Mulan yang memiliki kunci duplikat rumah Mile langsung menerobos masuk kedalam hanya untuk melihat Mile yang tertidur lelap.
Melihat sahabatnya baik-baik saja dan tertidur Mulan mendesah lega. Namun, kelegaannya hanya berlangsung dalam sekejap.
Mata Mulan melotot kaget menatap pemandangan di hadapannya. Ia dapat melihat banyak sekali warna gigitan merah dan merah Stroberi bulat di seluruh leher Milena.
Tanpa sadar tangan Mulan yang bergetar terangkat untuk menarik selimut yang menutupi tubuh Mile.
"Emh?" Milena mengerang dan mencoba menarik selimut yang tiba-tiba saja pergi dari tubuhnya. Menyadari bahwa selimutnya tidak terasa dimanapun, mata Emas Milena terbuka dengan malas hanya untuk kaget menangkap Mulan yang tengah berjongkok di bawah kasurnya dengan menyingkap gaun tidur miliknya.
"Apa yang terjadi?" Suara dingin Mulan terdengar membuyarkan kebodohan Milena
Gadis itu menggerakkan tubuhnya untuk duduk, tapi lagi-lagi rasa sakit di bawah pinggulnya mejalar membuatnya tidak dapat bergerak.
"Milena!!!!" Mulan berteriak marah kearah Milena, ia menyadari bahwa sahabatnya tengah menahan rasa nyeri di bawah pinggulnya
"Aku akan menceritakan semuanya! Tapi, sebelum itu, bisakah kau memesankan aku makanan? Aku sangat lapar karena belum memakan apapun!" Mile menjawab Mulan dengan pandangan memohon
Mulan mendesah pelan sebelum membantu Milena terduduk dan memesan makanan dengan enggan.
Tidak tahu lagi apa yang ada di benaknya sekarang, ia merasa sahabatnya terlihat mengerikan dan babakbelur seperti baru saja digigit oleh ribuan 4nj1n9.
Bukan hanya lehernya saja yang di penuhi gigitan dan tanda merah stroberi, tapi seluruh tubuhnya, bahkan diantara kaki rampingnya juga ada tanda merah stroberi. Ini seolah seperti seekor 4nj1n9 yang tengah memperlihatkan pada 4nj1n9 lainnya bahwa ia sedang menandai barang miliknya. -_-
.........Bam!!!
Tinju Erat milik Mulan mendarat di meja dekat tempat tidur Milena dengan ganas. Mulan meledak penuh dengan amarah setelah mengetahui semua yang terjadi. Eros! Itu lagi-lagi dia!
Mulan juga marah atas kebodohan Milena yang tidak mendorong Eros untuk berhenti. Ia tahu gadis itu menyukai Eros, tapi untuk melakukannya sampai sejauh ini? Pada pria sepertinya? Itu sungguh tidak sepadan!
Milena temannya sangatlah murni dan lembut, hal yang dilakukannya adalah yang pertama kalinya untuknya, tapi bagaimana dengan Eros? Tidak mungkin ini yang pertama untuknya!
Dengan melihat hal ini saja Mulan sangat marah, bagaimana Eros bisa kehilangan kendali dan melakukan itu dengan kasar hingga berkali-kali dalam satu malam? Apalagi ini adalah yang pertama untuk Mile.
Mulan menggertakkan giginya marah, ia tidak bisa marah didepan Mile, jadi ia akan melampiaskannya pada Eros nanti.
"Benar-benar bodoh!" Mulan berseru lirih dengan air mata yang mengalir "Sampai kapan kau akan terus menjadi bodoh untuk seseorang yang tidak pantas untukmu?"
Mile menggelengkan kepalanya pelan dengan air mata yang juga mengalir dipipinya "Aku bahagia! Mulan aku baik-baik saja, walaupun Eros melakukannya karena mengira aku adalah Selena. Aku benar-benar bahagia, karena untuk yang pertama kalinya aku bisa dekat dengannya dan merasakan pelukannya yang hangat!"
Mulan terus menangis dan mengutuk kebodohan sahabatnya itu, ia memeluk Mile erat-erat penuh perasaan penyesalan.
-----
Didalam rumah yang terlihat besar dan sunyi, terlihat seorang pria tampan yang tengah menyeringa lebar dengan bodohnya. Wajahnya benar-benar terlihat bodoh dan sangat aneh namun, tidak dapat di pungkiri Mata hitam miliknya bersinar bahagia.
'Bugh!' Pukulan ringan mendarat tepat dinkepala pria itu "Eros, berhentilah menyeringai dengan bodoh! Kau terlihat menjijikkan!" Vena mengejek adiknya yang terus menyeringa dengan bodoh sejak kedatangannya. Vena memang cukup sering datang kerumah Eros untuk berkunjung, ia akan membawakan bocah bodoh itu makanan atau sesuatu untukknya. Tapi siapa sangka sikap anak ini benar-bebar aneh hari ini.
Sebenarnya toleransi alkohol Eros cukup tinggi, jadi tidak peduli berapa banyak minuman keras yang ia minum dia tidak akan benar-benar mabuk. Mungkin hanya sedikit mabuk saja. Tadi malam Eros juga hanya merasa sedikit mabuk, tapi entah kenapa seolah alkohol itu mempengaruhi pikirannya, tubuhnya ikut bereaksi dan mendengarkan pikirannya.
Ia menelpon Mile, walaupun ia sempat tertidur di meja, ia tidak benar-benar tidur. Jadi saat mengetahui Mile datang untuk menjemputnya, ia berdiri di dekat pintu masuk agar dapat langsung melihatnya.
Eros menatap Mile yang muncul di Bar dalam waktu yang cukup cepat. Wajah cantik yang begitu mempesona dengan rambut basah meperlihatkan lehernya yang putih dan juga lengan lembut ramping. Tanpa sadar adik kecil Eros langsung mengeras. Saat sudah berada didekat gadis itu, aroma buah stroberi yang harum melesat di hidungnya. Tanpa pikir panjang Eros langsung mengigit dan menelan gadis itu.
Melihat Mile yang akan menolaknya, tanpa sadar Eros menjadi marah dan sedih, lalu ia menggunakan Selena sebagai alasan hingga akhirnya gadis itu mau menerima keinginan Eros.
Apa yang Eros lakukan dengan Mile sangatlah luar biasa, Eros tidak pernah seperti ini dengan wanita manapun. Tapi dengan Milena, Eros ingin membuat tanda di seluruh tubuhnya untuk memperlihatkan pada orang lain bahwa ia adalah miliknya. Hal itu juga lah yang membuat Eros kehilangan kendali dan melakukannya hingga pagi tiba.
Saat pagi pun sebenarnya Eros terbangun saat Mile mencoba lepas dari pelukannya. Namun, karena Eros merasa canggung pada akhirnya ia hanya berpura-pura tidur. Tapi siapa yang dapat menyangka bahwa Mile akan terjatuh di lantai, bahkan menyeret dirinya kearah kamar mandi. Eros merasa sedikit kasihan dan terhibur melihat pemandangan itu.
Saat Mile sudah benar-benar pergi meninggalkan rumah Eros, ia terbangun hanya untuk melihat darah di sekitar tempat tidurnya. Saat itu juga ia menyadari, sepertinya ia benar-benar keterlaluan hingga membuatnya berdarah(?)
Bam!!
Tendangan mendarat tepat di punggung Eros, membuat pria tampan itu terjatuh memalukan dari tempatnya terduduk
Eros mengeram dan menggosok p4nt4tnya seraya menatap kearah kakaknya Vena yang tengah melotot marah kearahnya.
"Apa?" Eros bertanya bingung
"Sudah kubilang berhenti menyeringa bodoh!" Vena melotot tajam kearah Eros dan kembali berbicara "Aku juga memintamu untuk membuka pintu di depan yang terus berdering!"
Eros menggaruk rambutnya yang tidak gatal dengan malu sebelum melangkah kedepan untuk membukakan pintu.
Saat mata Eros menatap sosok di depan pintu, ia sedikit terkejut. Sebelum ia dapat bersuara sebuah tinju melayang tepat di pipinya dengan keras.
"Mulan?" Eros memegang pipinya yang sakit seraya menatap tajam kearah Mulan
"Kenapa? Kenapa kau selalu datang dan menghancurkan hidup Mile? Tidak bisakah kau meninggalkannya sendiri? Tidak bisakah kau membiarkannya hidup dengan tenang?" Mulan berteriak marah kearah Eros, sebelum Eros dapat menjawab pertanyaannya ia kembali berteriak "Apakah itu menyenangkan untuk bermain-main dengannya hingga harus memaksanya tidur denganmu?"
"Aku tidak memaksanya!" Eros berteriak kembali kearah Mulan
Sebelum salah satu dari mereka dapat berbicara, suara dingin datang dari punggung Eros "Eros tidur dengan Siapa? Milena?"
Eros dan Mulan menatap kearah Vena yang tengah berjalan mendekat dan bertanya.
Eros menjawab pertanyaan kakak iparnya dengan nada acuh tak acuh "itu hanya One night stand!"
*Plakk!! Suara tamparan dari Mulan mendarat di pipi Eros, sebelum Eros dapat kembali berbicara suara *Plakk!! Tamparan lainnya mendarat dipipinya di berikan oleh kakaknya Vena
"...!" Eros terdiam mematung
"Mulan, apakah Milena baik-baik saja?" Vena bertanya kearah Mulan dengan khawatir
"Bagaiman dia bisa baik-baik saja?" Mulan kembali mengajukan pertanyaan kearah Vena "Dengan Hewan Buas sepertinya! Tubuh Milena babak belur, sampai sekarang ia kesulitan bergerak. Tanda merah ada disekujur tubuhnya!"
Mendengar ucapan Mulan, tanpa sadar Vena merasakan sedikit malu. Ia melotot tajam kearah adiknya sebelum berbicara kembali pada Mulan "Keluarga kami akan bertanggung jawab! Kami akan datang untuk melamar Milena dan menikahkan dia dengan Eros!"
"Kakak, itu hanya one-"
*Plakk!!!
Tamparan lainnya mendarat dipipi Eros, Vena menatap tajam adiknya itu "Diam!"
"...?" Mulan datang kemari hanya untuk memukul dan melampiaskan amarahnya pada Eros, bagaimana Hal ini bisa menuju ke arah pernikahan? Apa yang terjadi di Dunia?
Dengan wajah bodoh dan kebingungan, Mulan hanya berjalan pulang kembali kerumahnya setelah Vena mengucapkan beberapa kata terakhir padanya.
Eros yang melihat kakaknya tidak akan mendengarkannya hanya dapat mendesah pasrah. Namun, sebuah ingatan melesat di benaknya. "Kakak, bagaimana aku bisa menikahi seorang wanita yang telah memiliki suami dan anak?"
"...?" Vena menatap adiknya yang bodoh dengan bingung
"Kenapa kau menatapku seolah aku bodoh?" Eros bertanya kesal mendapatkan tatapan seperti itu dari kakaknya "Bukankah Milena telah memiliki suami dan anak? Maka dari itu aku tidak bisa menikahinya. Itu hanya One- ehm... maksudku yah aku tetap tidak bisa menikah dengannya!"
Vena menggelengkan kepalanya pelan meninggalkan adik lelakinya yang benar-benar bodoh sampai di luar batas. Dengan penuh semangatnya Vena mengambil tas miliknya untuk meninggalkan Rumah Eros, ia akan sibuk mempersiapkan pesta pernikahan adiknya dengan Milena yang ia sukai. Hal ini membuatnya bahagia dan bersemangat
Eros : "...................?????????????"