Pure Love

Pure Love
Ch. 25 - Keguguran



Bulan bersinar terang di atas langit bersama dengan banyaknya bintang yang berkerlip indah. Seolah keindahan itu adalah Racun bagi Mulan. Wanita itu mendesah panjang seraya memijat pelipis matanya yang telah memerah karena lelah akibat kurang tidur dan air mata yang tak kunjung berhenti.


Saat ia mendapatkan telepon dari Mile, Mulan bergegas untuk datang kerumahnya dalam kecepatan yang luar biasa.


Ia mematung bodoh dengan tubuh yang bergetar hebat saat pemandangan yang begitu menyayat hatinya tertangkap oleh kedua mata hitamnya saat tiba di rumah Milena.


Mulan benar-benar panik dan takut, ia melihat Milena tengah terbaring di lantai dengan kedua tangan yang memegang perutnya. Di lantai putih itu juga terdapat cairan darah segar yang menggenang.


Dengan banyaknya pikiran buruk di otaknya, Mulan membawa Milena ke dokter tanpa menunda sedetik pun. Ia juga langsung menghubungi Vena untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Saat Mile sudah sampai di rumah sakit dan di tangani oleh dokter, sebuah kabar yang sangat tragis menghantam tubuhnya dengan sangat keras.


Milena telah keguguran, hal ini di karenakan setres berat yang ia alami. Dan di tambah lagi ia mendapatkan guncangan yang tiba-tiba menyerangnya, membuat setresnya memuncak hingga membuat tubuhnya berkontraksi dan menyerang janinnya.


Tidak ada yang bisa Mulan lakukan kecuali menangis dan menjaga Milena. Untuk Mile yang telah mengalami kejadian menyakitkan untuk kedua kalinya. Ini benar-benar pukulan fatal, dan membuat gadis itu menjerit seperti orang gila dan mencoba untuk mengakhiri hidupnya mengikuti anaknya yang belum lahir.


Mulan berteriak marah kearah Vena yang hanya diam dengan sedih dan terus menangis "Aku sudah tahu ini akan terjadi! Tapi untuk berfikir Eros akan membunuh anaknya sendiri tanpa berkedip! Apakah dia masih manusia? Mulai detik ini tolong menjauh dari kehidupan Milena!"


Dengan kalimat itu, Mulan meninggalkan Vena untuk mengatasi Eros. Ia tidak ingin lagi Mile berhubungan dengan Mereka.


Mulan membawa Milena ketempat yang sangat sunyi dan terpencil untuk merawatnya dan menjaganya, sama ketika Mile pertama kali bangun dari keadaan komanya. Mulan benar-benar menyesal telah membiarkan sahabatnya menikah dengan Eros.


Ini adalah kesalahan kedua yang ia buat. Mulan mulai membuat tekad bahwa apapun yang terjadi ia akan membuat Mile lupa segalanya dan memulai kehidupan barunya di tempat yang lain stelah ia kembali pulih.


Mulan kembali meremas kedua tangannya dengan erat saat menatap tubuh Milena yang telah tertidur dalam sebuah tempat tidur dengan infus di tangannya.


Ia mendesah untuk yang kesekian kalinya sebelum menangis pelan menatap tubuh Mile yang harus di tenangkan dengan obat-obatan.


"Maaf, Mile.. maafkan aku, seharusnya sejak awal aku tidak pernah membiarkanmu bersama dengan Eros. Maafkan aku! Aku mohon, cepatlah pulih seperti sebelumnya"


Mulan bersuara lirih memohon untuk yang kesekian kalinya bahwa Milena akan kembali pulih seperti semula, walaupun ia tahu hal itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Mungkin lebih lama dari depresi yang di alami Milena kala itu.


****


Cahaya bulan bersinar dimalam hari dengan banyaknya awan yang menutupi. Seolah awan yang mengambang itu selaras dengan apa yang dirasakan Eros. Awan membuat cahaya bulan nampak redup dan suram.


Wajah Eros kini tengah terlihat buruk dan sangat jelek. Saat ia meninggalkan Milena setelah mendorongnya, Eros tidak pernah melihat kebelakang lagi. Siapa yang dapat menyangka bahwa apa yang ia lakukan ternyata sangat fatal dan membuat Milena keguguran.


"Jika kau tidak menyukainya, setidaknya jangan membuatnya terluka. Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan! Sekarang kau puas dengan itu?" Vena menampar Eros dengan wajah memerah dan tubuh gemetar "Aku tahu kau brengs3k Eros. Tapi, setidaknya aku berharap kau akan memiliki sedikit saja hati untuk anakmu sendiri. Ternyata aku salah, kau tidak dapat lagi di tolong! Matamu terlalu buta, dan telingamu terlalu tuli!"


Eros hanya diam mendengarkan apa yang di ucapkan oleh kakaknya. Ia merasa tidak nyaman di hatinya. Kala itu ia hanya merasa marah pada Mile yang masih berhubungan dengan Brian. Dia tidak pernah berfikir bahwa apa yang ia lakukan akan membuat sebuah bencana yang begitu mengerukan seperti ini.


Tentu Eros tidak ingin Milena mengandung anaknya, namun, saat anak dalam janinnya tiba-tiba saja hilang seperti ini. Entah kenapa hati Eros merasakan sedikit sakit dan penyesalan yang tidak ia pahami. Eros mengira mungkin hal inilah yang dirasakan oleh seorang ayah.


Eros memarkir mobil yang ia tumpangi dengan cepat sebelum menghela nafas panjang dan turun dari mobilnya untuk masuk ke dalam bar tempat yang ia tuju.


Tidak mungkin Eros akan kerumah sakit, saat ia menunjukkan wajahnya disana. Sudah di pastikan Mulan, dan mungkin seluruh keluarganya akan memukulnya hingga babak belur. Eros juga sudah sangat yakin setelah Mile lebih baik, Mulan pasti akan memaksanya untuk bercerai.


Maka dari itu, Karena ia begitu lelah dengan semua hal yang terjadi dan tidak dapat melakukan apapun. Maka untuk menghilangkan rasa frustasinya, alkohol adalah teman terbaik untuknya saat ini.


Setelah memesan sebuah minuman di tangannya, Eros mencari sebuah tempat duduk yang tidak terlalu bising untuk di tempati.


Langkah kaki Eros yang jenjang terhenti ketika sebuah nama yang sangat Familiar terdengar di telinganya.


"Jadi ceritakan lagi Brian. Manusia bodoh itu?" Suara seorang wanita terdengar dengan sedikit tawa yang mengejek


Brian hanya tersenyum lembut seraya menyentuh pipi halus wanita di samping kirinya "Apakah kalian benar-benar suka cerita itu?" Seolah pertanyaan yang ia lontarkan bukan hanya untuk satu wanita, semua wanita yang terduduk disisinya terkekeh pelan seraya mengangguk semangat.


Brian meneguk minuman dalam gelas sebelum kembali berbicara dengan tawa tidak lepas dibibirnya "Kurasa 12 tahun yang lalu. Aku bertemu dengan seorang bocah berusia 15 tahun, dia bernama Selena. Dia adalah gadis cabul yang sangat mengerikan. Benar-benar mengerikan! Tubuhnya yang sangat cabul itu akan mengerang dengan keinginan tak terbendung oleh adikku. Tapi hal yang lebih mengerikan tentangnya adalah sifat buruk rupanya yang sangat berbanding terbalik dengan wajahnya"


"Kurasa bukan hanya dia yang akan mengerang dengan tak terbendung karenamu!" Seorang wanita disisi kanan bersuara dan mendapatkan tawa dari wanita lainnya yang diam-diam memuji setuju oleh ucapannya.


"Baiklah itu benar" Brian terkekeh pelan dan melanjutkan ceritanya "Selena memiliki saudara Kembar bernama Milena. Saudara kembarnya sangatlah polos dan murni, tapi Selena dengan kejamnya menjebak saudaranya itu dengan Videonya yang berhubungan denganku tengah beredar. Hal itu membuat saudaranya hilang harapan dan bunuh diri"


"Ohh, dia adalah seorang iblis" wanita lainnya berseru, namun wajahnya tampak tersenyum kagum


"Berhenti mengatakan orang lain iblis, kau sendiri adalah ratu iblis!" Wanita lainnya menimpali dan membuat suara tawa yang lebih meriah terdengar


"Tapi bukankah pada akhirnya wanita bernama Selena itu mati?"


"Kau benar" Brian mengangguk ringan "Kurasa dia mendapatkan ganjaran yang begitu kejam. Lagi hal yang lebih lucu adalah pria bernama Eros. 4nj1ng bodoh itu....."


Suara Bam terdengar menghentikan ucapan Brian. Ruangan yang tadinya penuh dengan tawa dan suara gelas itu menjadi sunyi seketika saat seluruh mata dalam ruangan menangkap sosok tampan yang berdiri tegap di hadapan mereka terduduk.