Pure Love

Pure Love
Ch. 27 - Penyesalan Eros



Malam gelap yang panjang semakin terasa suram dan mencekam. Kegelapan malam dengan cahaya bulan dan lampu neon seolah menyinari bumi itu tampak redup dan tidak bersinar untuk Eros yang kini tengah terduduk di lantai dengan layu.


Tubuh Eros terus-menerus gemetar dengan air mata yang tetap mengalir. Pria tampan itu terkulai layu seolah telah kehilangan segala harapan hidupnya.


Seharusnya sejak awal ia bertemu Milena ketika berusia 8 tahun kala itu Eros telah menyadarinya.


Eros mungkin sadar bahwa Mile adalah tuan putri kecil yang ia temui di taman, namun, melihat tuan putrinya menjadi berbeda dan sangat jahat pada Selena. Rasionalitas Eros menjadi rusak dan tidak lagi dapat berfikir jernih.


Setiap waktu yang berlalu, perasaan Eros yang mengatakan bahwa Milena adalah tuan putri kecilnya semakin tumbuh, hal ini pula lah yang membuat Eros membenci dirinya kala itu dan menjaga jarak dari Milena.


Seharusnya Eros percaya pada perasaannya, seharusnya ia tidak lari dan mencoba mencari kebenarannya kala itu. Jika saja kala itu ia mencari tahu segalanya, mungkin semua tidak akan terlambat seperti sekarang.


Bahkan Eros sekarang sangat yakin, dia marah saat Video di SMA yang tersebar itu bukan karena Mile memfitnah Selena. Ia marah dan kecewa, atau lebih tepatnya merasa cemburu dan tidak percaya bahwa Mile akan benar-benar melakukan hal tercela dengan tidur bersama orang lain.


Perasaan kecewa itu karena Eros tidak ingin Mile sampai di sentuh ataupun dimiliki oleh siapapun. Dan karena itu pula dia sangat marah dengan cukup buruk pada Milena. Dia cemburu dan hanya ingin Milena menjadi Miliknya.


Eros menghela nafas panjang sebelum meraba foto Milena kecil dalam diary itu penuh kesedihan "Aku membuatmu banyak menderita hingga mencoba bunuh diri! Katakan padaku Mile! Apakah menurutmu aku pantas meminta pengampunanmu dan ingin berada disisimu satu kali lagi?"


Mata hitam Eros kembali meneteskan air mata, ia menangis sesenggukan dengan dadanya yang benar-benar terasa menyakitkan.


Apa yang harus ia lakukan sekarang?


Bagaimana caranya ia dapat bertemu dengan Milena?


Berbagai perasaan rumit serta penyesalan tumbuh dalam benak Eros yang memeluk tubuhnya sendiri di lantai gelap dan sunyi.


****


Matahari bersinar perlahan menampakkan sinarnya yang cemerlang setelah hilang dalam kegelapan. Seolah sinar matahari yang gagah di atas cakrawala itu tampak indah, keindahannya hanya membutakan mata Eros yang terlihat Merah dan sayu dengan lingkaran hitam di sekitanya.


Dengan posisi yang masih sama seperti ia datang sebelumnya, Eros tetap terduduk di lantai seraya memegang Diary Mile ditangannya.


Pria tampan itu mendesah panjang dengan nafas yang begitu berat, ia mencoba menopang tubuhnya yang terasa lemah untuk berdiri dan beranjak pergi dari butik Mile.


Setelah merasa cukup memiliki tenaga, Eros benar-bebar menopang tubuhnya menjauh dari butik Mile dan masuk mobilnya dengan kesusahan. Ia menghidupkan mobilnya dan beranjak untuk pergi dari tempat itu menuju rumah kakaknya berada. Saat ini harapan yang ia miliki untuk menemui Mile hanya ada pada Vena dan Mulan.


Tentu saja Eros ingin langsung pergi ke Mulan, namun untuk lebih jelasnya ia harus pergi ketempat kakaknya terlebih dahulu. Lagi pula ia tidak tahu dimana Mulan berada.


Mobil hitam Eros melaju dengan kecepatan stabil di jalanan yang masih tidak terlalu ramai. Eros menjaga keadaan fikirannya untuk tetap fokus, dengan melakukan ini setidaknya ia akan dapat berfikir jernih kedepannya.


"Eros?" Melihat Eros yang begitu mengerikan Vena berteriak terkejut dengan kebingungan


"Kakak!" Eros menatap Vena dengan pandangan menyesal sebelum kembali berbicara "Aku ingin bertemu Milena!"


"Tidak mungkin!" Vena menolak permintaan Eros tanpa berkedip, ia melangkah mendekat kearah adiknya seraya kembali bertanya "Apa yang terjadi?"


Air mata Eros yang telah terhenti kembali mengalir deras mendengarkan pertanyaan kakaknya, ia tidak pernah menangis dihadapan Vena atau pun Milo, jadi hal ini adalah pertama kali untuknya. Ia benar-benar sampai pada batasnya..


"Aku..aku..."


Menatap Eros yang menangis sedih dan kemudian berjongkok memohon tepat di bawah kakinya, Vena melangkah mundur dengan ketakutan dan terkejut. "Eros?"


"Aku mohon! Aku benar-benar harus bertemu dengan Milena, atau aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku mohon kakak!"


Vena diam tidak mengucapkan sepatah katapun untuk menghibur Eros. Ia menganggap hal ini adalah pelajaran untuknya karena telah menyia-nyiakan Milena yang begitu berharga.


Namun, saat ia melihat Eros yang begitu arogan dan bodoh terlihat menyedihkan serta buruk rupa seperti ini hatinya melunak karena rasa kasihan. Ia tahu jika adiknya ini memang bodoh dan kebodohannya kadang membutakan mata dan pendengarannya. Tapi walau bagaimanapun ia bukan orang yang jahat. Ia hanya jahat jika orang tersebut benar-benar layak mendapatkan sifat jahatnya. Dan sifat jahat yang di berikan pada Milena adalah kesalah pahaman yang sangat buruk hingga berada di luar batas.


Vena mendesah sebelum melangkahkan kakinya kearah dapur dan mengambil segelas air untuk di serahkan pada Eros yang masih berjongkok di lantai.


Ia tersenyum kecut menatap adik bodohnya itu dengan sindiran seraya menyerahkan gelas di tangannya "Tidakkah menurutmu kau sangat terlambat?"


"Aku... aku memang terlambat, tapi, tapi kak aku sangat... aku mohon..!"


"Aku tidak tahu apa yang kau ketahui saat ini. Tapi Eros, aku tidak dapat membantumu. Disisi lain aku sangat marah dengan sikapmu pada Mile dan ingin agar Mile hidup dengan baik mulai saat ini, tapi disisi lain aku juga ingin kalian berbaikan dan kembali bersama. Tapi" Vena terhenti dan menggelengkan kepalanya pelan "Aku tidak tahu Milena dimana saat ini. Mulan sangat marah dan menyembunyikan Mile, bahkan dariku. Jadi tidak ada yang dapat aku bantu untukmu!"


Seolah Eros tidak terkejut dengan ucapan Vena, ia tetap diam dengan air matanya yang mengalir. Sejak awal ia datang ketempat ini ia sudah tahu jika kakaknya pasti tidak tahu keberadaan Milena. Mulan pasti menyembunyikannya seperti yang terjadi 12 tahun yang lalu.


Eros mengusap air mata di pipinya seraya meneguk air minum pemberian Vena sebelum berbicara dengan tegas "Aku bersalah dan aku sangat tidak pantas untuk di maafkan. Aku bahkan tidak layak untuk wanita seperti Milena. Aku sangat sadar itu. Tapi, tidak peduli apa aku harus bertemu dengannya! Tidak! Aku ingin bertemu dengannya dan membawanya kembali bersamaku, tidak peduli bahkan jika seluruh Dunia mencelaku!"


Vena tersenyum lembut kearah Eros "Itu terdengar bagus, sayang sekali sudah kukatakan bukan, aku tidak dapat membantumu."


"Hanya berikan aku nomor telepon dan alamat Rumah Mulan. Aku akan mengurusnya sendiri mulai sekarang. Aku akan membawanya kembali dengan tanganku sendiri. Kali ini akan kupastikan bahwa Milena akan kembali bersamaku dan berada disisiku tersenyum setiap saat"


Menatap mata hitam Eros yang penuh dengan kegigihan, Vena mengangguk ringan dengan hati yang di penuhi kebahagiaan. Jika memang kali ini Eros benar-benar akan melakukan apa yang ia katakan, tidak ada alasan untuk Vena menolak membantunya. Ia hanya akan memberikan kontak Mulan untuknya dan menunggu hasilnya dengan tenang di rumah.


"Bawalah ia kembali dan jangan membuatnya menangis lagi!" Dengan kalimat itu dari Vena dan informasi tentang Mulan, Eros melangkah pergi dari rumah dengan penuh kegigihan dan keinginan atas penyesalan yang ia rasakan untuk membawa Mile kembali kesisinya.