Pure Love

Pure Love
Ch. 11 - Kebenaran (?)



Rencana yang dilakukan oleh keluarga Mulan berjalan dengan lancar atas bantuan paman mereka yang menjadi dokter dan merawat Mile.


Saat ini tubuh Mile yang masih tertidur lelap telah berada di Jakarta bersama neñek Mulan, meninggalkan segala kenangan buruk yang menimpanya di belakang punggungya yang hilang di terpa angin.


Mengetahui tentang kepergian putrinya Mile dari rumah sakit, Keluarga Goldwind sangat geram dan marah, mereka melakukan segala cara untuk mencari dan menemukan Mile seperti orang gila. Mereka bahkan juga tengah pergi kepada keluarga Mulan mencari masalah namun, pada akhirnya yang dapat mereka lakukan adalah membawa angin dingin pulang kerumah.


Hari berlalu perlahan, sinar matahari berganti tempat dengan bulan dalam sekejap mata. Meninggalkan waktu yang berada di belakangnya dan bergerak maju dengan kecepatan menakutkan.


Kehilangan Mile telah berlangsung sekitar 3 minggu tanpa membuahkan hasil, walau begitu keluarga Goldwind tetap tidak menyerah dan terus mencarinya.


Eros terduduk diam di bangku taman Bulan Kapas dengan pandangan kosong di matanya. Taman tempatnya bertemu dengan tuan putri kecil yang telah mengambil hatinya kala itu, entah kenapa taman itu terlihat tidak sama lagi.


Eros hanya merasakan dadanya sedikit sesak setiap kali ia menatap kearah taman ini. Kejadian yang terjadi pada Mile membuatnya sedikit terkejut dan merasa gelisah. Eros tidak tahu kenapa, hanya saja ia selalu menyesal setiap kali melihat kearah mata Mile. Eros awalnya tidaklah membenci Mile, dia hanya mengabaikan gadis itu karena dia adalah saudara Selena. Bahkan saat Mile melakukan banyak hal jahat pada Selena pun Eros sebenarnya tidak terlalu peduli.


Tapi entah kenapa, setiap kali wajah Selena muncul dalam benaknya rasa menyesalnya pada Mile dan juga ketidak peduliannya di gantikan kebencian dan rasa jijik.


Hal ini benar-benar membuat kepala Eros pusing dan tidak peduli lagi tentang segalanya. Selama ia memiliki putri Selena disisinya maka semua baik-baik saja.


Eros mendesah pelan, tangannya merogoh kesaku celana untuk mengambil hpnya yang bergetar. Melihat nama ayah Selena di layar ia mengangkatnya dengan cepat.


"Halo om?"


"Eros Selena pingsan dan sekarang ada di Rumah Sakit XxX, cepatlah datang!" Suara ayah Selena di seberang terdengar cepat dan mematikan Hpnya tanpa menunggu jawaban Eros.


Tubuh Eros bergerak cepat dengan terburu-buru menuju rumah sakit tempat Selena berada.


***


Dalam ruangan kecil yang terlihat seperti kantor, seorang Pria mengenakan Jas putih kedokteran memegang sebuah map sebelum meletakkannya di meja. Pria dokter itu yang kebetulan adalah Paman Mulan mendesah lirih menatap ke dua orang tua Mile yang terlihat khawatir pada keadaan putrinya Selena yang tiba-tiba pingsan.


"Selena, Putri anda. Dia mengidap penyakit Anemia Aplastik yang sudah sangat parah!" Paman Mulan berbicara lembut menatap Kearah dua orang tua di hadapannya simpatik


"Apa? Penyakit apa itu dokter?" Ibu Mile bertanya dengan sura bergetar menahan tangis, tangan putih miliknya menggenggam tangan suaminya yang tengah meremas bahunya


"Anemia Aplastik itu adalah sebuah penyakit dimana Sel didalam tubuh kita berhenti membuat darah! Penyakit ini biasanya terjadi karena memiliki kondisi tubuh yang tidak terlalu baik saat lahir. Atau juga karena pengaruh obat-obatan" Dokter menjelaskan perlahan kearah kedua orang tua yang kini tengah meneteskan air mata sebelum melanjutkan "Satu-satunya cara untuk menyelamatkannya adalah dengan melakukan Transplantasi Sumsum Tulang Belakang. Namun, karena Selena memiliki golongan darah AB negatif akan sangat sulit menemukan donor dalam waktu dekat. Sedangkan gadis itu membutuhkannya secepat mungkin!"


Seakan sebuah batu berat jatuh dan menghantam hati Ibu Mile saat kalimat dari dokter itu keluar. Ia menangis histeris sebelun terjatuh pingsan. Ayah Mile juga tidak dalam kondisi yang baik, ia menangis tersedu memeluk tubuh istrinya erat-erat.


Eros yang berlarian di Rumah sakit itu kini tengah sampai di tempat yang ia tuju hanya untuk melihat pemandangan memilukan.


Ibu Mile menangis memeluk tubuh Selena yang tengah menangis dengan sedih. Di samping mereka ayah Mile juga tidak terlihat baik.


"Apa yang terjadi?" Eros bertanya penasaran seraya berjalan mendekat


Ayah Mile yang melihat Eros datang dan bertanya kebingungan menjelaskan padanya dengan suara serak "Selena Mengidap penyakit Anemia Aplastik, dia mebutuhkan Transplantasi Sumsum Tulang Belakang. Tapi karena golongan darahnya adalah AB negatif akan sangat susah untuk mendapatkan donor! Jika begini dia akan.. putriku akan.."


Tangan Eros mengepal erat mendengarkan apa yang katakan oleh Ayah Mile, ia merasakan sebuah beban yang sangat berat menghantam hatinya membuat dirinya kesulitan bernafas.


Eros menggertakkan giginya keras hingga terasa nyilu sebelum menarik nafas dalam-dalam untuk tenang dan memikirkan sebuah cara. Seolah Tuhan membantunya sesuatu melesat dalam otaknya "Bukankah Mile adalah saudara kembar Selena? Kenapa kita tidak mencarinya dan memintanya untuk mendonorkan Sumsumnya? Mereka pasti memiliki golongan Darah yang sama!"


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Eros, tiga orang yang menangis di depan mereka berhenti secara tiba-tiba.


"Tapi Mile telah Menghilang!" Ibu Mile berseru lirih


"Kita akan mencarinya! Kita pasti menemukannya! Aku akan mencarinya!" Eros menjawab tegas penuh keyakinan sebelum melesat pergi dari ruangan itu


Ayah Mile yang melihat kepergian Eros juga ikut pergi untuk mencari keberadaan Mile. Meninggalkan ibu Mile dan Selena seorang diri.


Selena yang tadi menangis sedih kini berhenti seketika dan merasakan teror menjalar di sekujur tubuhnya.


Melihat tingkah putrinya yang terlihat aneh dan sedikit ketakutan Ibu Mile bertanya Khawatir "Selena ada apa? Apa kau merasa sakit?"


Selena menggelengkan kepalanya pelan sebelum berbicara meracau dengan aneh "Mile, mile, dia tidak akan datang dan menyelamatkanku! Aku telah .. aku telah melakukan kesalahan padanya, dia tidak akan pernah mau menyelamatkanku!" Mata Selena memerah meneteskan air mata dan terlihat linglung menatap ibunya "Ibu aku tidak ingin mati, aku tidak ingkn mati, aku mohon temukan mile. Aku .. aku akan bersujud padanya dan memintanya memaafkanku! Aku juga akan mengakui semua kesalahanku dan mengatakan Mile tidak bersalah. Itu adalah aku yang tidur bersama Brian, itu adalah aku yang selalu mengganggunya sejak kecil. Aku mohon mile selamatkan aku. Aku tidak ingin mati! Aku tidak mau mati!"


Tubuh Ibu Mile bergetar hebat mendengarkan suara kacau anak perempuannya yang terulang-ulang. Seakan batu yang menimpa hatinya tidak cukup, sebuah tombak tajam menancap dan membuat hatinya berdarah hingga sobek .


"Apa yang kau katakan Selena?" Suara ibu Mile terdengar serak dengan tubuhnya gemetar hebat seolah akan jatuh kapanpun.


Selena menangis menatap ibunya dengan Sedih "Ibu aku Minta maaf, aku.. aku selalu merasa iri pada Mile yang Hidup sehat dan melakukan apapun. Aku ingin sepertinya, bebas dan tidak di tuntut banyak hal olehmu. Maka dari itu aku selalu mengejek dan menganggunya. Aku bahkan membenci ibu dan ayah karena memperlakukanku seperti anak kecil dan melarangku melakukan banyak hal. Maka dari itu aku ingin merasakan nikmatnya hidup. Disitulah aku bertemu Brian dan merasakan sensasi kehidupan yang luar biasa. Jadi... jadi aku mohon tolong temukan Mile dan selamat kan aku. Aku akan bersujud memohon ampunan padanya. Aku tidak ingin mati. Kumohon, aku masih ingin hidup!"


Tubuh gemetar ibu Mile sampai pada puncaknya saat mendengarkan seluruh kisah yang telah Selena katakan. Tubuhnya begitu kaku hingga tidak tahu lagi bagaimana, hingga akhirnya ia terjatuh pingsan untuk yang kesekian kalinya.


"IBU????? SUSTER!!! TOLONG IBUKU!!!" Selena berteriak keras Khawatir akan keadaan ibunya.