
PERINGATAN NSFW KONTEN!!!!!! 20+
BAB INI BERISI MATERI DEWASA!!! 20+
Saya sudah mengingatkan ini Warning!🔞 loh ya !!!!!!!!!🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞
Jadi Di harapkan untuk menjadi pembaca yang bijak dan berkomentar sewajarnya.
Note : Main Place diluar Negeri, jadi anggap saja mereka berbicara bhs Inggris, key guys?😁
****
London, Inggris 01.00 AM
Malam gelap dengan cahaya bulan sebagai sinarnya menerangi Bumi dengan sinar yang redup. Namun, Bumi itu sendiri menampakkan cahaya kemilauan lampu yang berkerlap-kerlip dengan indahnya.
Dalam suatu Rumah yang terlihat seperti Vila, suara dentuman musik yang keras terdengar bising. Pria dan wanita terlihat menari dengan botol minuman di tangannya.
Pria dan wanita itu berserakan disetiap tempat, sepasang dari mereka berada disudut tengah berciuman dengan ganas, sepasang lagi di sudut lainya tengah berhubungan intim dengan tidak peduli sekitar.
Tepat di dalam ruangan yang lebih dalam suara Er4ng4n dan r1nt1h4n terdengar keluar dari mulut banyak wanita.
Ruangan itu layaknya seekor Kawanan 4nj1n9 yang sedang melakukan perkawinan masal.
"Ngh..." suara wanita terengah kesakitan terdengar dari salah satu yang berada di ruangan itu
Seorang pria bule mendekat kearah wanita yang mengerang sakit itu. Dia menepuk pundak pria yang berada tepat di atas wanita itu yang tengah menyerangnya dengan ganas "Bro Eros kau terlalu ganas, wanita ini kesakitan! Lebih lembutlah!"
Eros yang tengah meneguk anggur dalam botol di tangannya menatap kearah pria yang berbicara padanya dengan tajam "Ayolah Man, bukankah kalian membuat pesta S3ks ini untuk ucapan selamat tinggal karena aku akan pulang ke Indonesia? Biarkan aku bersenang-senang!"
"Tapi kau terlalu ganas Bro! Lihatlah teman-teman yang lain, mereka menikmatinya! Hanya kau yang selalu melakukan hal seperti ini dengan ganas di setiap kita mengadakan pesta s3ks. Lihatlah karena ulahmu, banyak para gadis yang tidak mau datang!" Pria itu menjawab Eros dengan menyesal
Eros memang selalu memperlakukan wanita seperti sebuah benda yang hanya dapat melampiaskan hasratnya. Ia tidak akan lembut atau memeluk tubuh wanita yang bercinta dengannya, Eros bahkan tidak mau mencium mereka. Maka dari itu ia selalu kasar dan tidak peduli pada mereka semua. Apalagi Hati Eros kini telah menjadi Mati Rasa tidak dapat lagi merasakan Cinta.
"Tch" Eros mendecakkan lidahnya kesal, ia menarik dirinya dari wanita itu membiarkan beberapa cairan menetes di lantai
Eros mengeram dan berbicara dingin kearah temannya "Lihatlah aku belum sampai di Klimaks karenamu. Sekarang carikan wanita yang cukup hebat dalam melakukan *r*l untukku!"
Teman Eros itu mengangguk dan berjalan pergi sebelum kembali lagi dengan seorang wanita yang sangat menggoda kearahnya.
Rambut pirang wanita itu terlihat basah oleh keringat, tubuhnya terlihat basah. Mata gadis itu berkedip genit kearah Eros yang hanya berdiri diam dengan dingin.
Teman bule Eros berbicara mengenalkan Wanita itu padanya "Dia adalah Cleo, dia bilang dia telah lama ingin berhubungan denganmu dan merasakan keganasanmu. Dia juga sangat hebat menggunakan mulutnya. Aku akan meninggalkan kalian berdua. Akurlah!"
Teman bule Eros melesat pergi untuk bergabung dengan temannya disisi lain yang tengah melakukan Triple s3ks membuat mereka akhirnya menjadi Fourth s3ks.
Eros hanya diam tidak mengatakan apapun pada wanita itu, tangan besar Eros terulur kedepan dan m3r3m45 gundukan lembut yang tampak besar milik wanita itu.
"Ngh...!" Wanita itu mengeram dan menggosokkan tubuhnya dengan genit pada Eros "Aku akan menggunakan mulutku dulu, lalu kau dapat melakukan sesukamu!"
Ucap wanita itu dengan nada yang centil dan memikat seraya melakukan apa yang ia katakan.
Sentuhan lembut lid4h membuat tubuh Eros penuh kenikmatan, dengan Gemasnya Eros menekan tangan kirinya untuk mejalari bagian milik gadis dihadapannya yang tengah berjongkok dan bermain disana.
Mereka bermain dengan apa yang mereka lakukan hingga sampai pada batasnya.
Setelah tau berapa lama wanita itu selesai dengan apa yang ia lakukan dan menatap kearah Eros dengan kepuasan.
Eros menatapnya cukup lama sebelum berbicara pelan "Menghadaplah kearah lain dengan punggungmu kearahku"
Wanita itu tidak mengatakan apapun dan hanya menuruti ucapan Eros, dia memunggungi Eros dengan kedua kakinya yang sedikit terbuka.
Setelah memposisikan dirinya dan menyesuaikan beberapa hal, kedua orang itu mulai melakukan Ronde yang lainnya dengan gaya naik anak kuda.
****
Jakarta, Indonesia 09.00 AM WIB
Matahari bersinar diatas cakrawala dengan gagahnya. Jalanan ramai dengan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang. Para Manusia sibuk melakukan aktivitasnya dengan energi yang begitu menggebu.
Seorang pria yang terlihat berbeda dengan para orang yang bersemangat itu keluar dari sebuah bandara dengan rambut kusut dan mata mengantuk. Pria itu menguap dengan matanya yang sedikit tertutup, ia berjalan kedepan dengan malas seolah akan tersandung jika seseorang tidak menuntunnya.
Namun, tidak dapat di pungkiri ketampanan pria itu tidak berkurang walaupun penampilannya sangatlah berantakan. Hal ini pula yang membuat orang-orang disekitar melihat kearah pria itu dengan penuh minat.
"Eros!!"
Suara datar terdengar memanggil pria tampan mengantuk itu yang ternyata adalah Eros. Tidak menanggapi panggilan pria di hadapannya, Eros hanya berjalan keluar mengabaikan pria itu dan menuju sebuah mobil Hitam yang terparkir di depan bandara untuk masuk dan duduk di dalam dengan tenang.
Pria itu hanya mendesah pelan sebelum mengikuti adik lelakinya dengan enggan.
"Bukankah aku sudah bilang tidak usah di jemput?" Eros bersuara dengan mata tertutup setelah merasakan bahwa kakaknya telah memasuki mobil dan menyalakannya
Kakak Eros tersenyum kecut menjalankan mobil yang dikendarainya meninggalkan bandara seraya menjawab pertanyaan adiknya "Vena terus-menerus merengek dan memintaku untuk menjemputmu!"
Mata Eros yang tertutup terbuka perlahan mendengarkan kakaknya menyebutkan nama kakak iparnya. Ia mendesah lirih dan tidak mengatakan apapun lagi.
Memang tidak ada yang bisa dilakukan jika itu berhubungan dengan kakak Iparnya, entah itu kakaknya Milo ataupun Eros. Mereka para pria akan kalah telak dan tidak berani menolak.
"Apa kau akan tinggal di rumah lama?" Milo bertanya membuyarkan suasana sunyi diantara mereka. Melihat Eros tidak akan menanggapi ucapannya, ia kembali berbicara "Vena mengatakan, bahwa kau dapat tinggal dengan kami daripada tinggal sendiri di rumah orang tua kita itu."
"Aku akan tinggal di rumah orang tua kita yang lama!" Eros menjawab singkat dan kembali terdiam
Milo tidak lagi mengatakan apapun setelahnya. Mobil itu melaju dengan kecepatan yang tidak terlalu lambat. Suasana sunyi di dalam mobil berlangsung cukup lama hingga mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.
Eros membuka pintu mobil yang berhenti, namun alis indahnya terangkat saat kakaknya menggunakan kunci otomatis untuk mengunci pintu membuat Eros tidak dapat cepat keluar.
"Eros dengar!" Milo bersuara lembut menatap kearah adiknya yang sedikit marah, "aku memang bukan kakak yang baik dan selalu ada untukmu, tapi kau tahu aku selalu ada di sampingmu jika kau membutuhkanku! Oke?"
Melihat Eros yang hanya diam dan tidak menjawab, Milo kembali mendesah dan berbicara lagi beberapa kata padanya "Aku tidak terlalu peduli pada apa yang kau lakukan di luar sana, tapi satu hal yang pasti. Apapun yang kau lakukan kau harus bertanggung jawab atas hal itu!"
"Aku mengerti!" Merasa kesal, Eros menjawab kakaknya dengan datar
Milo mengangguk ringan sebelum kembali berbicara "Datanglah ke Kantor jika sudah merasa nyaman di Jakarta, aku akan memberimu pekerjaan. Ahh, dan lagi sering-seringlah bermain kerumah! Reno dan Vena selalu menunggumu!"
Eros lagi-lagi hanya mengangguk pelan kearah kakaknya sebelum membuka pintu mobil yang sudah tidak terkunci dan berlalu pergi masuk kedalam rumah yang sunyi sendirian.
***
Eros Hillarion kira" seperti ini
Sumber pict : Pinterest