Pure Love

Pure Love
Ch. 18 - Mabuk(?)



Matahari yang bersinar diatas cakrawala terbenam dan di gantikan oleh Cahaya bulan yang bersinar dalam kegelapan Malam. Angin dingin dari udara malam bertiup kencang menyapu pohon-pohon Jalanan membuat suara berderak keluar dari kayu yang terlihat kokoh itu.


Dalam sebuah Bar di daerah pusat kota Jakarta, suara dentuman musik bergema keras di iringi tarian yang tidak beraturan dari pria dan wanita.


Suara tawa dan kesenangan datang dari berbagai arah. Bar itu tampak hidup seolah semua Manusia di dalamnya hidup dalam kenikmatan Dunia.


Disudut sofa salah satu tempat duduk didalam Bar, terlihat seorang pria tampan tengah meneguk sebotol minuman keras langsung dari botolnya. Pria itu terlihat kacau dan memiliki raut wajah menyedihkan. Wajahnya sangat Merah akibat minuman keras yang terlalu banyak diminumnya. Ia meracau dan berteriak tidak jelas, sudah di pastikan Pria itu tengah tidak sadar dengan tingkahnya dan sedang mabuk.


"Hei Eros! Ingin bermain denganku malam ini?" Seorang wanita yang terlihat sexi duduk di sebelah pria mabuk yang ternyata adalah Eros itu


"Tersesat!" Eros mengumpat kasar pada wanita itu dan mendorongnya agar menjauh. Dapat dilihat dari tingkahnya suasana hatinya sedang tidak baik.


Setelah pergi dari butik Mile, Eros langsung menuju rumah kakaknya dan memberikan pakaian yang ia pesan. Eros berada di sana sampai pukul 10 malam hingga akhirnya memutuskan untuk pergi minum di Bar. Suasana hatinya sangat buruk akibat pertemuannya dengan Mile hari ini, apalagi saat ia mengingat wajah Brian yang tersenyum menjijikkan setelah keluar dari tokonya.


Akibatnya Eros meminum habis setiap minuman keras yang di pesannya berkali-kali hingga dalam keadaan yang seperti sekarang.


Eros yang sedang mabuk mengambil smartphone miliknya dengan tidak sadar dan memanggil nomer Mile yang masih ia simpan di kontaknya.


Telfon itu berdering cukup lama, namun, orang diseberang tetap tidak mengangkatnya. Eros yang kesal karena teleponnya di abaikan mengumpat kesal pada smartphone miliknya seperti orang gila.


"Baik mari kita lihat, sampai kapan kau akan mengabaikanku!" Eros terus menelfon dan menelfon Mile hingga yang kesekian kalinya telepon itu akhirnya di angkat


"Maaf aku baru saja selesai mandi. Siapa ini?" Suara lembut Mile terdengar di seberang


"Hei P3l4cur murahan, apa kau mencoba menggodaku dengan mengatakan mandi? Aku ingin memakanmu! Datanglah dan aku akan memastikan adik kecilku memasuki dirimu dan bermain denganmu hingga kau puas!"


Mendengar suara kasar dengan nada yang tidak jelas, Mile kebingungan sejenak sebelum bersuara dengan ragu "Eros?"


"Betul sekali! Ini Eros pangeran yang kau Cintai! Tuan putri aku merindukanmu! Aku kedinginan dan ingin memelukmu!" Eros yang mabuk semakin menjadi kacau dan tidak lagi dapat mengontrol kalimat yang keluar dari mulutnya


"..." Mile yang berada di seberang tergegun, pipinya menjadi merah seperti tomat busuk, namun ia cepat kembali tersadar bahwa ada yang aneh pada Eros "Apa kau mabuk?"


"Aku tidak mabuk!" Dengan 'Bugh!' Kepala Eros terjatuh di meja tidak sadarkan diri setelah mengucapkan kalimat terakhir


"Eros? Eros? Eros? Katakan sesuatu! Eros?" Mile berjalan kekiri dan kekanan di dalam kamarnya dengan khawatir karena Eros yang tiba-tiba tidak lagi bicara.


Setelah cukup hening beberapa saat suara pria lain datang menjawab pertanyaan Mile yang khawatir "Màaf apakah anda mengenal pria ini?"


"Yah, aku mengenalnya! Bagaimana dia?" Mile menjawab cepat


"Dia tidak sadarkan diri! Saat ini dia berada di sebuah Bar bernama Star-Ink yang berada di daerah XxX. Jika memungkinkan tolong untuk menjemputnya, saya akan membantu menjaganya sampai anda datang!"


"Aku akan pergi, terimakasih!"


Milena menutup Telpon miliknya dan mengenakan pakaian apapun yang dia lihat tergeletak di tempat tidurnya. Tanpa berfikir panjang Ia berlari keluar terburu-buru memanggil taksi secepat mungkin.


Milena memiliki kebiasan mandi malam saat ia merasa depresi ataupun banyak pikiran. Akibatnya sekarang Milena yang pergi ketempat Eros memiliki rambut basah yang terurai dengan baju gaun pendek menunjukkan leher putih miliknya dan lengannya yang putih. Karena terburu-buru ia juga hanya memakai sandal jepit penuh bulu dan tidak memakai jaket. Akibatnya tubuhnya yang tidak terlalu kurus terlihat indah dan menggoda dengan gaun yang tipis digunakannya.


Taksi mobil itu melaju dengan cepat, Mile yang tengah sampai di sebuah bar yang di beri tahu itu turun setelah meminta supir taksi menunggunya kembali.


Mile dengan canggungnya memasuki bar itu tanpa pikir panjang, saat sudah di dalam Bar pemandangan yang begitu berantakan menghantam Mata Emas indahnya. Tanpa sadar tangan Mile terangkat untuk menutup hidungnya karena aroma minuman yang menyengat.


"Cantik! Ingin bermain denganku?" Seorang pria tiba-tiba saja datang dan memeluk pinggang Mile dengan Erat kearah tubuhnya


Milena terkejut bodoh dan tidak bergerak, sebelum ia benar-benar sadar dan mendorong pria itu. Sebuah kepalan tinju datang dan menghantam tepat dipipi pria yang memeluk Mile membuatnya jatuh tersungkur di lantai.


"Ahh?" Sebelum Milena mengetahui apa yang sedang terjadi sebuah lengan kekar kembali memeluk pinggangnya dari belakang.


Milena tersentak dan menengok kebelakang untuk melihat pemilik lengan yang ternyata adalah Eros.


Eros menatap Pria dilantai sebelum berbicara dengan dingin kearahnya "Dia milikku!"


Wajah Milena merona merah mendengar apa yang di ucapkan Eros, namun, kebodohannya hanya berlangsung sebentar karena Eros telah menarik tubuhnya untuk keluar dari bar dan menaiki taksi yang menunggu mereka.


"Aku menyukai ini, aroma Stroberi!"


"Ngh... hh... Eros!!" Milena mengerang mencoba mendorong tubuh Eros yang tengah menekannya hingga tercepit di sekitar pintu taksi. Namun, bukannya berhenti Eros malah semakin ganas.


"Ngh... kumo..kumohon!! Henti..hentikan.. ngh..." Milena mengeram tidak nyaman karena Eros mengendus lehernya seraya mengigit dan m3njil4tinya.


"Ehem! Maaf! Tapi bisakah kalian menahan hingga sampai dirumah!" Supir taksi didepan berbicara lirih melihat kedua penumpang dibelakangya tengah melakukan hal memalukan


Pipi Mile yang telah merah merona bertambah menjadi Merah gelap "Maafkan kami!"


Sopir itu menggelengkan kepalanya seraya bertanya kembali "Dasar anak muda! Jadi kemana kita pergi! Apa kau ingin ke Hotel terdekat saja?"


"Tidak antarkan kami ke-? Eros aku mohon hentikan. Dimana alamat rumahmu?" Tidak tahan lagi, Milena berteriak marah pada Eros yang terus saja bermain dengan lehernya


"Tch!" Eros mendecakkan lidahnya kesal dan menghentikan tingkahnya. Ia bersuara kearah sopir taksi dengan tidak sabaran memberitahukan alamat rumahnya.


Sopir taksi itu mengangguk pelan dan menjalankan mobil dengan kecepatan yang sangat menakutkan.


Eros yang mabuk hanya diam seraya memeluk Mile erat-erat mencoba menahan dirinya. Mile sendiri tidak telihat baik, gadis itu memiliki wajah yang sudah seperti kepiting rebus, ia juga kaku seperti patung tidak berani bergerak sedikitpun.


Mobil melaju cukup lama, taksi itu begitu sunyi dengan nafas Eros yang terdengar cepat dan memburu!


Setelah beberapa waktu, taksi akhirnya sampai di sebuah rumah yang terlihat sunyi. Mile tidak ingin turun dari taksi sebenarnya, namun sial untuknya Eros menariknya dengan keras. Dengan enggan Mile hanya membayar ongkos taksi dan berjalan masuk kedalam rumah Eros.


"Ahh?" Mile berteriak terkejut pada Eros yang tengah menggendong tubuhnya layaknya karung dan berjalan kearah salah satu kamar.


Dengan Bugh, tubuh Mile jatuh dan terhempas diatas kasur besar. Mata Emas Mile melotot ngeri melihat kearah Eros yang tengah membuka bajunya lalu celana miliknya.


Milena mencoba merangkak untuk kabur melarikan diri, tapi kaki kanannya di pegang Erat oleh tangan Eros. Dengan sedih Eros berbicara lirih kearah Mile seraya mengapit tubuh lembutnya di bawah tubuhnya yang tengah t3l4nj4ng dada "Apa kau tidak menyukaiku? Aku sangat menyukaimu! Aku menyukaimu! Aku mencintaimu! Aku merindukanmu Selena!"


Tubuh Milena menegang, dada gadis itu terasa sakit melihat mata Eros yang dipenuhi kesedihan melihat kearahnya dan memanggil nama saudaranya.


Dengan air mata yang perlahan mengalir dipipinya, Milena mengalungkan kedua tangannya untuk merangkul leher Eros dan menarik tubuhnya kearahnya "Aku juga mencintaimu!"


Eros tersenyum lembut menatap tepat ke dalam mata Milena, jari-jari besarnya terangkat untuk mengusap air matanya seraya berbicara lirih "Aku akan bersikap lembut"


Setelah mengatakan itu Eros menempelkan bibirnya di bibir Merah Mile perlahan sebelum lidahnya membongkar bibirnya. Bibir Eros begitu gesit, ia mencium Mile dari lembut menjadi ganas. Lidahnya bermain di deretan gigi putih mile sebelum menelusuri rongga atas mile dan menyedot seluruh lidah gadis itu seolah menghirup semua udara dari paru-parunya.


"Ngh... Emm... Nh.. hh.. hh.. hah.." Mile terengah Lirih, menyadari gadis di bawahnya kesulitan bernafas karena ciuman ganasnya, Eros menarik diri dari bibir Mile membuat cairan benang terkait diantara bibir mereka.


Melihat wajah merah Mile yang begitu t3r4ngs4ng, adik Eros menjadi lebih keras. Dengan tidak sabaran Eros menarik baju Mile hingga robek memperlihatkan kulit putih lembut berbau stroberi yang nikmat.


"Eros?"


Mengabaikan Mile, Eros mengigit leher Mile dan mnyedotnya seolah akan memakan lehernya.


"Ahh... Ngh... Ero- hh..."


Kedua tangan Eros juga bergerak gesit membongkar seluruh baju Mile dan membuatnya t3l4nj4ng meninggalkan hanya celana dalam berwarna biru miliknya yang tersisa.


Merasa cukup membuat banyak tanda stroberi di leher putih Mile, Eros bergerak turun kearah gunung kembar miliknya dan m3njil4tinya.


"Ngh... Tidak! Ahh... hh"


"Tidak?" Eros bertanya menatap kearah Mile yang tengah tersipu dan membenamkan wajahnya di bantal.


Melihat Mile yang merasa malu, Eros tertawa keras dan kembali menyedot salah satu gunung kembar miliknya. Membuat tubuh Mile bergetar karena merasakan sensasi nikmat.


Adik Kecil Eros membesar lagi merasakan tubuh dibawahnya menyukai tubuh diatasnya. Tangan kanan Eros bergerak kebawah dan merogoh kedalam di dalam Celana dalam milik Mile.


"Ahh... Ngh..." Mile menutup mulutnya yang memalukan dengan kedua tangannya. Kaki Mile tanpa sadar terapit Erat seolah tidak membiarkan jari-jari Eros menemukan sesuatu.


Eros menghentikan bibirnya di gunung Mile dengan enggan dan menatap gadis di bawahnya yang telah menutup kakinya rapat "Mil- Selena! Biarkan aku! Em?"


Mendengar Eros menyebutkan nama Selena lagi, Perasaan Mile yang tadinya bahagia menjadi kembali terpuruk. Dia dengan enggan membuka kakinya lebar untuk membiarkan Eros melakukan apapun yang dia inginkan.


Jari Eros bergerak cepat menemukan apa yang ia inginkan dalam tubuh Milena yang telah basah karena cairan kenikmatan. Tanpa berfikir dua kali Eros memasukkan jari tengahnya kedalam tubuhnya itu.


"Ngh... ngh... hhh"


Eros mengernyit marah menarik tangan Mile yang menutupi mulutnya "aku ingin mendengarkan suaramu saat merasakan kenikmatan! Jangan menahan dirimu! Oke?"


"Ahh, Eros.. Nghh... Nhh... Hah.. Hahh.."


Eros tersenyum lembut menatap wanita dibawahnya telah melakukan apa yang ia katakan. Jari tengah Eros bergerak cepat dalam tubuh Mile, membuat Suara des4han keluar dari mulut Merah Mile. Hingga akhirnya gadis itu tidak tahan lagi dan mengeluarkan ****** *****.


"Hh... hhh..." Milena bernafas dengan kasar menatap Eros yang tengah menarik jarinya lalu m3njil4tnya "Jangan!"


Tangan Eros terangkat untuk menghentikan tangan Milena yang akan menghentikannya m3nj1l4t1 jari tengahnya. Eros menatap Mile dengan tatapan tajam membuat gadis itu kembali terdiam patuh.


"Mari kita lanjutkan!" Setelah membersihkan jari tengahnya Eros sedikit mengàngkat p4nt4t Mile untuk memposisikan adiknya yang akan memasuki tubuhnya.


"Eros?" Milena menatap mata hitam Eros dengan sedikit takut, hal ini adalah yang pertama untuknya, Mile benar-benar merasa takut.


Menyadari tatapan yang di berikan Mile, Eros tersenyum mengerti "bukankah aku berjanji akan bersikap Lembut?"


Melihat Mile mengangguk, Eros mendorong adik kecilnya yang telah tegak dan membesar untuk masuk kedalam tubuh Mile... "Ahhh... inii Sakit!!"


"Tenanglah, ini belum seluruhnya!" Eros menyentuh pipi Mile lembut dan terus mendorong masuk lebih dalam. 'Kenapa ini begitu sempit?'


"Ngh...?" Mile menatap Eros yang tampak sedikit bingung dengan wajah yang juga kebingungan


Setelah mendorong dengan banyak usaha, adik kecil Eros masuk kedalam tubuh Mile sepenuhnya. Tubuh Eros memanas merasakan Sensasi yang sangat luar biasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Berada di dalam tubuh Mile terasa sangat nyaman dan luar biasa, itu yang tengah Eros rasakan saat ini.


"Ahh?" Mile menatap Eros dengan terkejut, ia baru saja masuk dan belum bergerak, tapi entah kenapa Mile merasakan sensasi panas di perutnya seolah seseorang telah menembakkan sesuatu didalam.


"Maaf aku baru saja keluar, ini terlalu luar biasa berada disini!" Eros bersuara lembut seraya menunjuk kearah perut Mile membuat gadis itu kembali tersipu malu dan menutup wajahnya dengan bantal.


"Aku akan bergerak sekarang Oke?"


Mendapatkan anggukan dari Mile, Eros mulai menggoyangkan pinggulnya perlahan.


"Ngh... hh... hahh... ahh..." Mile mengeram dan m3r1ntih seraya merangkulkan tangannya di leher Eros


Melihat Mile yang begitu menggairahkan dan mengeluarkan suara merdu. Eros menggoyangkan pinggulnya lebih keras lagi. "Ahh... Eros? .. Ngh... Ahh... Ahh..."


Bibir Eros mengapit bibir Mile dengan bibirnya, ia mengigit bibir merah itu dan mengulumnya utuh seraya terus menggoyangkan tubuhnya lebih dan lebih ganas.


"Emm... Nghh? Hh! Er!" Mile mengeram tidak jelas karena bibirnya yang telah di makan oleh Eros, gadis itu merasakan sakit di bawahnya dan ingin meminta Eros lebih lembut, tapi melihat Eros yang terus bersemangat dan menjadi lebih ganas, ia hanya terdiam dan menahan perasaan itu.


Ruangan sunyi itu terdengar banyak suara 3r4ng4n dan R1nt1h4n memalukan bergema. Suara kulit daging berbenturan juga terdengar sangat nyaring memenuhi ruangan yang sunyi. Hal itu berlangsung sepanjang malam penuh. Mereka berdua baru berhenti saat matahari akan muncul pada pukul 5 pagi. Kedua orang yang bermain sepanjang malam itu tertidur lelap dengan tubuh saling melekat dan berpelukan.


Mile membuka mata emasnya perlahan saat menyadari cahaya matahari sudah sedikit terlihat. Ia terdiam dalam posisinya terbangun untuk waktu yang cukup lama. Hanya keheningan dan suara nafas lembut terdengar. Mile dapat merasakan nafas Eros yang tertidur memeluknya tepat di tengkuk lehernya.


Mile membalikkan lehernya untuk melihat wajah tertidur Eros, melihat wajah tampan yang terlihat damai itu tanpa sadar air mata mengalir dimata Emasnya.


Mile mencium kening Eros lembut "Aku mencintaimu!"


Setelah mengatakan itu Mile mangangkat kedua tangan Eros yang tengah m3r3m4s gunungnya erat. Mile marasa sedikit lelah karena perlu melakukan banyak hal untuk membebaskan dirinya dari pelukan Eros.


Setelah ia benar-benar terbebas, Mile bergerak untuk turun dari tempat tidur. Sial untuknya ia terjatuh duduk di lantai dengan menyedihkan.


Dari pinggul hingga kakinya terasa sakit dan tidak dapat bergerak. Mile ingin menangis rasanya, sekarang bagaimana ia bisa pergi jika seperti ini? Dengan susah payah menahan rasa sakit dan nyeri, Mile menyeret tubuhnya menjauhi tempat tidur kearah kamar mandi seperti suster ngesot -_-


Setelah sampai di kamar mandi dengan susah payah, Mile membasuh tubuhnya cepat dan terus mencoba untuk berdiri berulang kali. Setelah berkali-kali mencoba untuk waktu yang cukup lama, Mile akhirnya dapat berdiri, walaupun dalam keadaan goyah dan harus memegang sesuatu untuk menopangnya. Setidaknya ia bisa berdiri dan berjalan meski seperti bayi yang baru belajar berjalan. Membutuhkan Waktu hampir 2 jam untuk Mile turun dari tempat tidur, lalu mandi dan berpakaian.


Mile mendesah pelan menatap kearah Eros yang terlelap ditempat tidur sebelum berlalu pergi meninggalkan rumah itu dengan Menggunakan pakaian Eros untuk menggantikan pakainnya yang robek.