Pure Love

Pure Love
Ch. 20 - Pernikahan



Matahari bersinar gagah menyinari bumi dengan sinar hangatnya dipagi hari yang cemerlang. Angin bertiup lembut berhembus kearah pepohonan rindang yang terlihat hijau dan subur.


Seolah Angin dan Pepohonan itu terlihat selaras dan indah, Hal ini membuat pemandangan terlihat sangat hangat dan menawan.


Di sebuah tempat terdapat banyak kursi tempat duduk dengan kain putih menghiasi dan juga meja yang tertata rapi.


Suasana pagi yang hangat dengan cuaca yang bersahabat membuat pemandangan di tempat itu memiliki kesan elegan dan penuh kebahagiaan, dengan banyaknya hiasan bunga serta sentuhan kain-kain lembut yang melambai.


Pernikahan yang tidak di inginkan oleh Eros itu tetap terjadi, tidak perduli seberapa keras ia marah dan mencoba mengagalkan pernikahan yang di rencanakan oleh kakaknya ia tidak berhasil membatalkannya.


"Kau terlihat cantik!" Vena tersenyum lembut menatap Milena yang berada tepat dihadapannya dengan gaun putih panjang yang menawan.


Milena tidak mengatakan apapun, ia hanya tersenyum manis sebagai tanggapan. Ia sangat terkejut saat mendengar apa yang Mulan jelaskan saat kembali kerumahnya dengan wajah gelap.


Milena tidak tahu harus bereaksi bagaimana, jauh didalam lubuk hatinya ia merasa sangat bahagia karena dapat menikah dengan Eros. Walau pun ia tahu ini bukanlah hal yang tepat untuk di lakukan, ia tetap tidak mengatakan apapun dan hanya menyerahkan semuanya pada Mulan.


Mulan sendiri sangat marah dan cemas dengan apa yang di lakukan oleh Vena, ia telah mencoba untuk menolak berkali-kali, tapi siapa yang sangka bahwa Vena lebih mengerikan dari pada ibu-ibu yang tengah berebut diskon belanjaan di pasar.


Dengan mengehela nafas panjang dan penuh penyesalan, Mulan hanya dapat mengangguk menyerah dan membiarkan Vena untuk menikahkan Mile dengan Eros. Ia tahu jika pernikahan ini tidak akan bahagia ataupun berjalan lancar. Jadi kenapa tidak membiarkannya saja sekarang? Lagi pula Mulan juga merasa sedikit menyesal untuk Milena, ia tahu sahabatnya itu sangat bahagia saat mendengar kabar tentang pernikahan itu. Walaupun Mile sendiri tidak mengatakan apapun dan memilih untuk menyerahkannya padanya.


"Baik kurasa ini sudah saatnya!" Mulan bersuara kearah Mile yang tersenyum manis dengan gugup, ia menatap Mile dengan senyuman canggung "Jangan gugup! Ini akan berjalan lancar!"


"Benar, tidak perlu gugup!" Vena juga menegaskan


Mereka bertiga keluar dari ruangan itu untuk membiarkan Milena di bawa oleh ayah Mulan. Karena orang tua Mile tidak ada, Ayah Mulan sebagai ayah angkatnya lah yang menjadi Wali untuknya.


Memakai Jas putih rapi, Eros berdiri tegap di sebuah Altar Penikahan menunggu mempelai wanitanya dengan wajah gelap tanpa senyuman. Walau pun begitu, penampilannya yang gagah dan tampan tidak merusak pemandangan sedikitpun.


Seolah Aura yang keluar dari tubuhnya tampak lebih mantap dan tegas, tidak ada sedikitpun kegugupan. Eros sendiri tidak merasa gugup tentunya, ia hanya merasa buruk dan ingin melarikan diri dari tempat ini secepat yang ia bisa.


Tapi, tentu saja itu tidak mungkin. Ia akan di makan hidup-hidup oleh Vena dan Keluarganya yang tengah melihat pernikahan dari sisinya.


Merasa sedikit bosan karena menunggu dengan tidak sabaran, Eros mengalihkan pandangannya penuh kemalasan.


"Mereka telah tiba!"


Sebuah suara terdengar, Eros mengalihkan tatapan Màta hitamnya untuk menangkap sosok wanita yang sangat Cantik tengah berjalan perlahan kearahnya dengan tangan yang di genggam erat oleh seorang pria paruh baya.


Jantung Eros berdegup kencang seolah akan melompat keluar menatap kearah Milena yang perlahan mendekatinya. Mata hitam Eros menatap seluruh tubuh dan wajah Mile lekat-lekat seolah tidak ingin meninggalkannya bahkan sedetik.


Gaun putih panjang dengan sebuket bunga manis di tangan kirinya, Mile terlihat begitu mempesona dan menawan.


'Tenang Eros! Dia Milena bukan Selena! Tenanglah!' Eros bersuara lirih seorang diri menenangkan detak jantung yang berpacu serta nafasnya yang memburu. Ia benar-benar ingin menampar wajah cantik Milena yang tengah tersenyum manis kearahnya. Kenapa wajah itu harus terlihat sangat mirip dengan tuan putri Eros yang berusia 5 tahun? Hal ini membuat Eros makin frustasi.


Ayah Mulan berjalan kearah sisi Eros dengan penuh ketegasan, ia menyerahkan tangan Milena kearah Eros dan berkata serius "Aku akan menyerahkannya padamu! Pastikan untuk membuatnya bahagia!"


Eros menggapai tangan Mile dengan senyuman kecut di wajahnya seraya membalas ucapan Ayah Mulan penuh keengganan "Aku akan menjaganya"


Menggenggam tangan lembut dan Hangat Mile, tubuh Eros menjadi panas dan sedikit gugup tanpa sadar. Ia menarik Milena untuk berdiri disisinya dan menghadap pastur yang akan menikahkan mereka.


Eros melirik kearah Mile sejenak, tanpa sadar sudut mulutnya terangkat sedikit dengan senyuman yang tidak ia sadari setelah mengetahui gadis disisinya sangat pucat dan gugup. Tanpa sadar hatinya yang gugup menjadi tenang dan genggaman tangannya pada tangan Milena menjadi lebih erat.


"Kita akan memulai Proses pernikahan!" Pria paruh baya di hadapan Eros dan Milena bersuara lembut menatap kedua mempelai yang telah siap itu.


Langit biru bersinar dengan cahaya kebiruan yang cemerlang dengan tidak adanya setitik awan putih di sekitar.


Satu hari berlalu setelah pernikahan. Eros dan Milena tidak memiliki kesempatan untuk bahkan bertatap muka, kedua orang itu sibuk untuk menemani para tamu dan juga memberikan banyak ucapan terimakasih. Maka dari itu bisa dipastikan mereka tidak memiliki waktu untuk berdebat ataupun berbicara secara pribadi, saat tinggal berdua pun mereka hanya akan tertidur sendiri-sendiri karena lelah.


Dan dikarenakan pernikahan itu terlalu cepat terjadi, maka setelah sesi pernikahan, Milena sibuk berbenah memindahkan barang-barangnya untuk di bawa dan tinggal dirumah Eros. Untuk Eros sendiri tentu saja ia akan membantu Milena, karena kakaknya Vena berada disana untuk membantunya.


"Kenapa kau terus saja membuntutiku? Pergi dan bantu istrimu untuk mebawa barang-barangnya!" Vena berteriak kesal kearah Eros yang berada di belakang punggungnya.


Sejak saat mereka berada di rumah Mile untuk membantu Milena berbenah, Eros terus saja membuntuti Vena dan membiarkan Mile melakukan segalanya sendiri. Hal ini membuat Vena marah dan mengutuk kearahnya. Mereka hanya berdua untuk membantu Milena, Mulan sedang ada hal penting dan tidak dapat membantu. Tapi adiknya malah berkeliaran layaknya parasit.


"Tidak bisakah kami tinggal sendiri-sendiri?" Eros bertanya bodoh kearah kakaknya dengan kesal


Vena menendang kaki Eros dengan keras membuat adik bodohnya itu meringis kesakitan "Apakah kau melihat seseorang yang telah menikah tingal sendiri-sendiri?" Menatap Eros yang mengangguk, Vena melotot dengan tajam "Tentu saja ada karena mereka adalah simpanan! Tapi kau adalah suami dan istri yang sah! Berhenti bersikap bodoh dan cepat bantu Istrimu!"


Melihat kakaknya yang semakin marah kearahnya, Eros mendesah pelan sebelum berlalu pergi untuk kearah kamar Milena.


Setelah berjalan beberapa langkah, kaki Eros berhenti setelah memasuki kamar Milena. Ia dapat mencium Aroma lembut tubuh Mile diseluruh ruangan. Eros menelan air ludahnya gelisah dengan tangan yang mengepal.


Mata hitamnya menatap sekeliling ruangan yang tidak terlalu luas itu dengan sedikit sesak didadanya. Melihat Mile yang tampak sibuk dengan pakaiannya, Eros mengalihkan pandangannya pada tempat lain unyuk menenangkan dirinya karena Aroma yang ia hirup.


Jari-jari Eros terulur untuk menyentuh sebuah buku berwarna merah muda dengan gambar stroberi kecil disekitarnya. Alis indah Eros terangkat melihat tulisan yang tertulis di sudut buku itu.


"My Diary?"


Tulisan itu begitu kecil dan transparan jika tidak melihatnya lekat-lekat Eros ragu jika seseorang akan menangkap kalimat memalukan itu. Saat tangan Eros akan menggapai Buku itu karena rasa penasaran, sebuah tangan ramping dan halus datang untuk mengambil buku itu dengan kecepatan kilat.


"Maaf!" Suara Milena terdengar serak seraya menyembunyikan buku memalukan miliknya dalam pelukannya


Setelah mengatakan itu, Mile kembali melakukan apa yang ia lakukan sebelumnya meninggalkan Eros yang mematung terkejut bodoh.


Eros mengerjapkan matanya melihat tingkah Mile yang terlihat lucu, seolah sedang memnyembunyikan harta penting miliknya dari orang lain layaknya anak kecil.


"Tidakkah menulis sebuah buku harian diusia tua itu memalukan?"


Mile tidak menjawab perkataan Eros yang penuh sindiran, ia hanya nenunduk untuk memasukkan semua baju yang akan ia bawa untuk tinggal di rumah Eros dengan fokus.


Eros kesal karena diabaikan, ia berjalan mendekat kearah Milena dan memeluk tubuhnya dari belakang.


"Eros?" Milena terkejut dan panik, ia mencoba untuk menengok kebelakang pada Eros hanya untuk berdiri kaku karena tingkah Eros


Tubuh Eros menekan tubuh Milena dari belakang dengan keras, ia mengendus sisi kanan rambut Milena sebelum berbisik tepat ditelinganya dengan serak "Kau adalah istriku bukan? Jadi katakan padaku! Apakah aku dapat bercinta denganmu kapanpun dan dimanapun?"


Bukan Milena yang menjawab tapi suara Vena yang terdengar tepat disisi mereka berdua "Tentu saja kau dapat bercinta dengannya! Tapi tolong selesaikan acara pindah rumah ini terlebih dahulu dan lakukan hal itu jika aku tidak ada disekitar kalian! Oke?"


Eros dan Milena terkejut bodoh dengan Vena yang tiba-tiba muncul di dekat mereka seraya tersenyum memalukan.


Vena menggeleng pelan sebelum berseru dengan seringai "Bukankah itu bagus untuk menikah? Kau harus berterimakasih padaku Eros! Lihatlah, kau dapat merasakan kenikmatan surga setiap hari sekarang! Ckckck,, dasar darah Muda!"


Wajah Milena memerah mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Vena, berbeda dengan Wajah Eros yang menjadi kaku dan gelap melihat kearah kakaknya yang telah berlalu pergi dengan berbagai kalimat memalukan lainnya yang keluar.