
Hari berlalu perlahan meninggalkan semua hal di belakangnya dan bergerak maju seolah tidak ada waktu untuk melihat kebelakang.
Matahari juga turut bersinar terang menampakkan sinarnya sama seperti hari lainnya seolah itu adalah sebuah hal yang tidak dapat di hentikan.
Angin bertiup ringan melewati rok para siswi wanita di dalam halaman sekolah yang tengah berdiri dan bercanda gurau.
"Apakah kau mendengar gosip itu?" Siswi dengan kacamata bertanya lirih kearah teman wanita di sampingnya yang tengah memakan coklat
Wanita yang memakan coklat itu mengangguk ringan kearah temannya sebelum menjawab "hmm, apakah itu gosip yang mengatakan bahwa salah satu siswi kita di smp ini suka tidur dengan om-om?"
"Kau benar!" Jawab siswi berkacamata
"Ahh, siapa dia?" Siswi lainnya yang memegang sebuah cermin bertanya penasaran
Gadis yang memakan cokelat menggelengkan kepala "Entahlah, Gosip itu tidak memberikan nama gadis yang nakal itu!"
Mendengar bahwa temannya juga tidak tahu nama wanita dalam gosip, siswi berkacamata itu mendesah lirih dan kembali bergumam "Gadis yang berani tidur bersama om-om itu pasti sangat berani! Lihat saja usia kami masih di bawah 15 tahun! Apakah gadis itu tidak memiliki orang tua yang baik? Jika dia ingin tidur, setidaknya tidurlah dengan pacarmu!"
Teman siswi berkacamata itu terkekeh pelan mendengar perkataannya yang tidak masuk akal, namun tidak dapat di pungkiri jika dia setuju dengan ucapannya "yah itu benar jika kamu ingin tidur dengan seseorang setidaknya tidurlah dengan pacarmu. Maksudku usiamu masih sangat muda, kecuali jika kau memang membutuhkan uang dan ingin menjual tubuhmu diselingi menikmati kesenangan dunia. Itu berbeda lagi!"
"Hei kenapa aku merasa seolah kau berbicara hal itu untukku?" Siswi berkacamata itu berteriak marah kearah temannya setelah mendengarkan ucapannya yang tidak wajar
"Bagaimana menurutmu?" Mulan turut bertanya kearah Mile yang terlihat malas seraya meletakkan kepalanya di atas meja
"Tidak peduli!" Jawabnya singkat dan menguap
Mulan mendengus kesal dan mengguncangkan kepala Mile dengan jarinya "Hei jangan seperti itu, bukankah itu menarik?"
"Hentikan tanganmu! Atau aku akan memotongnya!"
"Baiklah!" Mulan mengangguk patuh dan meletakkan tangannya kembali "tidak ada lagi pelajaran di sekolah, jadi kenapa kita harus tetap datang kesekolah? Ini sangat membosankan!"
Mile yang mendengarkan ucapan Mulan mengangkat kepalanya melihat kearah Gadis Montok itu dengan senyuman "Haruskah kita kembali sekarang dan bermain Video Game di Rental?"
"Itu terdengar bagus, ayo cepat!" Mulan menjawab bersemangat seraya menarik tubuh Mile
Ke dua gadis itu berjalan beriringan melewati setiap kelas yang tengah berbicara tentang gosip yang sama di dengar oleh mereka. Mereka hanya terdiam dan terus berjalan tanpa terlalu memperdulikan semua pembicaraan para siswa.
Langkah kaki mereka terus melaju melewati lorong kelas dan beberapa bangunan hingga akhirnya mencapai gerbang depan sekolah.
Saat ke dua gadis itu telah meninggalkan sekolah dan berjalan beberapa meter agak jauh dari gerbang depan, seorang Pria dewasa yang terlihat tampan dan elegan membawa aura Dewasa terlihat dan menghalangi jalan mereka berdua.
"Maaf, tapi bisakah anda minggir? Anda menghalangi jalan kami!" Mulan bersuara sopan menatap Pria yang menggunakan kacamata hitam di hadapannya lekat-lekat
Pria itu tersenyum ramah membuat wajah tampannya semakin tampan "Oh, maafkan aku. Aku hanya terpesona oleh wajah Malaikat gadis di sampingmu!"
Wajah Mulan yang tadinya ramah berubah menjadi gelap dan bertanya datar "maaf tapi apa maksud dari perkataan anda?"
"Hahaha,, tidak perlu takut, aku hanya mengatakan bahwa wajah gadis ini sangat Cantik terlihat seperti Malaikat. Tidak sama dengan wajah yang berpura-pura menjadi malaikat! Benar-benar murni!" Pria itu tertawa seraya menatap kearah wajah Mile lekat-lekat
Milena yang merasa tidak nyaman karena tatapan pria aneh di hadapannya menarik tangan Mulan untuk pergi secepat mungkin!
Jauh di sekolah, dekat gerbang depan Eros dan Selena yang tengah berjalan keluar untuk pulang sedikit terhenti setelah melihat pemandangan itu.
"Siapa pria itu?" Eros bertanya menatap tubuh Milena yang berlari bersama Mulan setelah berbicara dengan pria aneh
Tubuh Selena menegang memandang kearah pria yang berbicara dengan saudaranya. Gadis itu menarik nafas perlahan mencoba menenangkan detak jantungnya.
"Siapa yang tahu!" Selena menjawab acuh tak acuh dan masuk kedalam mobil yang menjemputnya
Eros menggelengkan kepalanya dan melambai kearah Selena "Hubungi aku jika sudah sampai di rumah! Oke?"
Selena hanya mengangguk ringan seraya menutup pintu mobil dan meminta sopir untuk membawanya pulang.
Setelah mobil itu melaju cukup jauh, Selena mengetik pesan dalam hp miliknya untuk Brian.
[Selena : Apa yang kau lakukan di depan sekolahku?]
[Brian : Aku hanya ingin melihatmu sebelum melakukan perjalanan bisnis! Oh, tebak? Aku bertemu dengan saudara kembarmu! Wahh, dia sangat cantik! Kemurnian di matanya sangatlah mempesona. Aku bertanya-tanya bagaimana Mata itu akan terlihat di tempat tidur?]
[Selena : Jangan datang lagi kesekolah, lain kali hubungi aku saja, aku akan datang secepatnya. Dan berhenti berbicara tentang Mile, tubuh anak itu tidak enak sepertiku. Percayalah?]
[Brian : Haha... baiklah lain kali aku hanya akan menghubungimu! Tentu saja aku percaya, tubuh bocah cabul sepertimu adalah yang ternikmat. Aku akan memakanmu nanti jika sudah pulang dalam perjalanan bisnis. Key?]
Wajah Selena tersipu merah sebelum kembali mengetikkan beberapa kata.
****
Pagi hari yang cerah kembali tiba. Namun kecerahan sinar mentari tidak sama dengan suasana di sekolah tempat Milena bersekolah. Sekolah itu kini tengah tertiup angin badai yang kencang. Angin badai itu berbentuk Video dewasa yang di sebarkan dari tangan murid ke murid.
Milena berjalan pelan kearah kelasnya dengan wajah penuh kebosanan. Gadis itu malas untuk pergi kesekolah, karena tidak ada lagi yang dapat di lakukan untuk siswa kelas 3 setelah mengikuti ujian. Hal yang mereka lakukan hanya menunggu hasil ujian dengan tenang dan kemudian mendaftar kesekolah SMA pilihan mereka.
"Mile!!!" Mulan berteriak seraya berjalan cepat kearah Mile, tangan gadis itu meraih tubuh Milena dan menariknya kesebuah taman yang terlihat tenang
Mile yang hanya diam dan mengikutinya bersuara ragu setelah menatap sahabatnya yang terlihat cemas "Apakah ada yang terjadi?"
"Lihatlah!" Mulan tidak menjawab dan hanya menyerahkan hp miliknya kearah Mile
Mile yang kebingungan hanya melihat hp itu dengan tidak mengerti. Namun, setelah mata gadis itu melihat hal tercela yang berada di dalam Hp matanya melotot karena terkejut. Mata emasnya terlihat seolah akan melompat keluar jika Mile tidak memegangnya erat.
Setelah penuh dengan keraguan hanya guamaman aneh yang keluar dari mulutnya "Apa yang terjadi di Dunia?"
"Itu adalah Selena! Sudah pasti itu dia!" Mulan berkata tegas menunjuk layar Hp miliknya dengan marah "Aku tahu dia menjijikkan, tapi aku tidak pernah berfikir dia sebegitu menjijikkannya. Bagaimana mungkin dia bisa menyembunyikan hal ini selama ini dan membodohi semua orang?"
Mile tidak berbicara apapun. Gadis itu hanya kembali menatap kearah layar hp. Di layar itu terlihat seorang wanita yang tengah berhubungan intim dengan Pria Dewasa. Mile tidak dapat melihat wajah pria itu karena di sensor, namun, wajah si wanita di tunjukkan dengan jelas. Dia adalah Selena saudara kembarnya! Walaupun Video itu gelap, wajah Selena tetaplah dapat dikenali.
"Eros?"
"Oh tidak, aku memiliki firasat buruk!" Tubuh bulat Mulan berlari mengejar Mile yang telah melesat Jauh setelah menyebutkan nama Eros