
Di sebuah ruangan yang berwarna putih lembut berukuran sekitar 7×8 Meter terdapat seorang gadis cantik yang tengah menutup matanya erat seolah tidak akan terbangun.
Wajah damai gadis itu layaknya seorang tuan putri dalam cerita dongeng putri salju. Namun, kondisi sejati dari Putri salju kita yang tertidur di ruangan itu jelas sangat berbeda dengan yang ada dalam sebuah dongeng.
Alat Monitor pasien yang di gunakan untuk memantau kodisi serta irama detak Jantung itu berjalan sangat lambat seolah akan terhenti kapanpun.
Sebuah selang oksigen juga terlihat diantara lubang hidung panjang gadis cantik yang tertidur itu.
Tidak hanya dua hal itu tapi, berbagai macam alat medis menancap dan melilit tubuh gadis itu memperlihatkan pemandangan yang sangat memilukan.
Ruangan itu begitu Sunyi dan tidak ada siapapun, bahkan detak jantung lemah milik gadis itu terdengar nyaring beriringan dengan Monitor memenuhi seluruh ruangan.
Satu minggu berlalu sejak terjadinya insiden yang menimpa Milena. Saat gadis itu telah menerima hidupnya dan mencoba mengakhiri segalanya. Bibi rumah tangga yang bekerja di rumahnya menemukan tindakan bodohnya.
Bibi itu hanya berteriak ngeri sebelum memanggil orang tua Milena untuk memanggilkan ambulan.
Orang tua Milena yang sangat marah saat itu menjadi lebih marah melihat kearah Mile yang berdarah. Tidak ada rasa khawatir ataupun penyesalan. Mereka hanya mengutuk Milena lebih parah karena membuat mereka kerepotan dan mencoreng nama keluarga.
Milena yang telah di bawa kerumah sakit di tangani dengan baik oleh dokter. Namun, karena sayatan kaca di tangannya begitu dalam dan banyak. Membutuhkan operasi yang lama, Milena juga telah kehilangan banyak darah. Maka kondisinya berada diambang antara hidup dan mati.
Kini satu minggu berlalu, dan ia tetap tertidur lelap dalam keadaan koma seolah tidak ingin terbangun lagi.
"Paman! Kapan Mile akan bangun?" Suara Mulan terdengar parau. Mata gadis itu terlihat bengkak dengan lingkaran Hitam yang sangat jelek di sekitar matanya.
Seorang Dokter yang di panggil paman oleh Mulan mendesah seraya mengangkat tangannya untuk mengusap kepala keponakannya yang lucu "Mari berdoa agar dia cepat bangun. Paman tidak dapat melakukan apapun saat ini, Depresi Mile cukup dalam saat ini. Dan sekarang semuanya tergantung Mile. Jika dia tidak bangun berarti gadis itu tetap memilih untuk meninggalkan Dunia ini.!"
Mata Mulan yang sudah mengering kembali basah dan meneteskan banyak air mata.
Saat pertama kali ia mendengar bahwa Mile masuk rumah sakit karena mencoba bunuh diri, Mulan sangat tidak percaya. Namun, setelah Mulan pergi kerumah sakit dan melihat kondisinya yang menyedihkan saat itu juga Mulan mengerti.
Sahabatnya Milena telah mendapatkan pelecehan dan disiksa secara mental dan fisik oleh keluarganya, hingga Mile merasa sangat tertekan dan tidak dapat lagi menerima semuanya itu hingga pada akhirnya ia membuat keputusan mengerikan ini.
Mulan yang menangis penuh dengan air mata, berlari kearah rumah keluarga Goldwind sendirian. Dan Tanpa sepengetahuannya keluarganya khawatir dan mengikutinya di belakang.
Gadis itu berteriak marah memegang gagang sapu dan memukul Ayah Milena seraya mencaci "Kotoran! B4j1ng4n kau! Bagaimana mungkin kau menyebut dirimu seorang ayah? Bagaimana mungkin kalian adalah keluarga kandung Mile? Aku akan melaporkanmu pada polisi. Aku akan memastikanmu untuk mati dan mendekam di penjara! Sialan! Kalian adalah monster!"
"Dia bukan anakku! Aku tidak memiliki seorang j4l4ng sebagai anakku! Kau juga b4b1, berhenti membuat keributan di rumahku atau aku akan melaporkanmu pada polisi!"
"Laporkan aku! Laporkan! Aku juga akan melaporkanmu! Aku akan memastikan kau mendekam di penjara!" Mulan tidak mau kalah dan Meronta untuk menendang Ayah Mile.
Pemandangan yang terjadi itu terlihat begitu memalukan, Selena tidak keluar dari kamarnya. Gadis itu merasa tertekan atas apa yang dilakukan Mile, hatinya sangat tidak nyaman. Namun, dia hanya menggeleng pelan dan melupakan.
"Mulan tenanglah!" Suara ayah Mulan terdengar, ia menyeret putrinya untuk berdiri bersama dengan istrinya dan kembali bersuara dengan dingin "Saya tahu ini bukan urusan kami! Tapi setidaknya sebagai seorang Ayah, tindakan yang anda lakukan sangat keterlaluan! Jika memang anda tidak menyukai Mile, lalu kenapa tidak memberikannya kepada keluarga kami? Bukankah kami telah meminta hal itu pada anda berkali-kali? Tapi anda selalu menolak dan mengusir kami! Jadi, sekarang saya bertanya-tanya apa sebenarnya yang anda inginkan? Anda tidak menyukai putri anda sendiri untuk disiksa dan di jadikan karung tinju kan? Bukankah anda terlalu banyak!"
Ayah Mile menatap tajam kearah Ayah Mulan dengan tidak suka "itu bukan urusanmu! Aku memang membenci putriku dan tidak menganggapnya darah dagingku. Tapi begitu aku tidak pernah tertarik untuk menjualnya, kita tidak membutuhkan uang! Jika anda telah selesai, silahkan tinggalkan rumah ini dan jangan lagi ikut campur urusan kami!"
Ayah Mile mendengus dan melangkah masuk kedalam rumah menutup pintu dengan keras setelah mengatakan apa yang ingin ia katakan meninggalkan keluarga Mulan yang berdiri diam di depan pintu.
"Jika bukan karena surat wasiat dari ibu. Sudah dari lama kita memberikan Mile pada mereka! Kenapa juga Ibu harus menyerahkan setengah dari saham perusahaan untuk Mile!" Ibu Mile yang berada di dalam rumah berseru kesal kearah ayah Mile yang baru saja masuk kedalam rumah dengan wajah gelap
"Ibumu memang menyusahkan! Mungkin kita hanya akan memaksa Mile untuk menyerahkan seluruh sahamnya nati saat sudah berusia 17 tahun!" Ayah Mile menjawab dengan nafas tertahan
Di luar rumah, Mulan merengek pada ayah dan ibunya yang hanya diam dan menyeretnya pergi dari rumah Mile tanpa usaha apapun.
Gadis itu menangis dan berteriak kesal "ayah, ibu, bukankah kalian berjanji akan membawa Mile bersama kami ke jakarta!"
Ayah Mulan mendesah seraya menyeret putrinya ke dalam mobil "ini tidak sederhana yang kau fikirkan!" Ayah Mulan menjawab pertanyaan Putrinya itu setelah didalam mobil dan melanjutkan "kami hanya dapat berpura-pura menyerah saat ini, tapi Mulan percayalah kita tidak akan meninggalkan Miĺe sendiri disini!"
Mulan menatap ayahnya dengan bingung. Mobil yang di kendarai mereka melaju menjauh dari rumah Mile, saat merasa cukup jauh Ayah Mulan menjelaskan pada putrinya yang kebingungan perlahan "karena keluarganya tidak ingin menyerahkan Mile, kita juga tidak bisa melakukan apapun. Kita bahkan tidak bisa menculik Mile atau kita akan masuk penjara. Tapi, dengan insiden ini kita bisa membuat rencana dengan bantuan pamanmu! Anggap saja rencana itu...."
"Apa? Rencana apa?" Mulan bertanya semangat menatap kearah ayahnya penasaran
Ibu Mulan yang duduk diam disisinya terkekeh pelan dan melanjutkan ucapan suaminya "kita akan meminta paman untuk mengatakan bahwa Mile telah terbangun dan kabur dari rumah sakit tanpa membayar. Dia tidak tahu kemana Mile pergi dan melaporkannya pada polisi, tapi sebelum ia ingin melaporkan pada polisi tentu saja ia harus melaporkan hal itu pada keluarganya terlebih dahulu!"
"Apakah itu akan berhasil?" Mulan bertanya ragu dan melanjutkan "lagipula keadaan Mile sangat parah dan dia masih koma!"
"Itu akan berhasil!" Ibu Mulan menegaskan "Kita akan memindahkan tubuh Milena kerumah sakit di Jakarta. Dia akan berangkat bersama nenek. Lalu kami akan menyusul agar tidak di curigai oleh mereka. Jadi saat Mile terbangun, dia akan mendapatkan Hidup dan Keluarga baru. Saat itu kita harus memastikan dia hidup bahagia!"
Mulan mengangguk lirih dengan air mata bahagia mengalir dipipinya "Terimakasih ibu, ayah!"