Pure Love

Pure Love
Ch. 26 - Kebenaran yang Terungkap



Suara sebuah drum yang seolah di tabuh oleh beruang terdengar begitu keras. Seolah itu musik bukan sebuah jantung yang berdetak. Tangan Eros mengepal dengan menekan dadanya yang terasa sesak seolah akan melompat keluar.


Kepalan tangan Eros menjadi lebih dan lebih erat dengan tubuh yang bergetar hebat. Keringat dingin menetes membasuhi seluruh tubuhnya layaknya guyuran hujan yang begitu deras.


Saat kalimat Brian sampai pada namanya, disitulah pikiran Eros yang berkeliaran kembali pada tempatnya.


Dengan tubuh yang gemetar hebat, tubuh Eros mendekat pada ruangan tempat Brian terduduk dengan sebuah gorden yang menutupi.


Kaki Eros menendang sebuah kursi besi dengan keras membuat kursi itu membentur meja dan menjatuhkan banyaknya botol minuman serta gelas-gelas dilantai.


"Oh ini dia 4nj1ng yang setia itu" Brian menatap kearah Eros yang terlihat menakutkan dengan pandangan santai "Kurasa 4nj1ng itu telah mendengar apa yang kita ucapkan!"


Suasanya yang tadi mulai sunyi kembali lagi menjadi ramai dengan suara tawa yang tidak berujung.


Eros berteriak marah seraya mendekat kearah Brian dengan ganas "B4j1ng4n! Apa yang tadi kau ceritakan itu?"


Eros mencengkram kerah baju Brian dan menariknya keras seolah ingin membantingnya. Para wanita yang tadinya terduduk menjadi gaduh dan berhamburan pergi.


Seolah kemarah Eros tidak mengusik Brian sama sekali, pria itu terkekeh pelan sebelum menjawab "Seharusnya kau sudah menyadari itu sejak lama, tapi karena kau memilik Ego yang sangat besar maka kau berusaha mnyangkalnya dengan kuat. Tapi kau tahu pasti bahwa itu tidak benar bukan?"


Eros tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Brian dengan pandangan membunuh yang kuat "Bagaimana itu? Apakah tubuh Milena sangat nikmat? Sayang sekali, padahal aku juga ingin merasakannya walau hanya sekali. Kau tahu tubuh Selena tidak terlalu nikmat!"


Bam!!!


Suara hantaman tinju bergema mengenai hidung Brian hingga berdarah. Tidak berhenti disana kepalan tinju demi tinju datang bertubi-tubi seolah ingin menghancurkan wajah itu menjadi bubur.


"Diam! Diam! Diamlah!!!!!" Eros berteriak frustasi dengan air mata yang perlahan mengalir karena rasa sakit didadanya.


"Berhenti berkelahi!" Beberapa petugas keamanan datang untuk memisahkan Eros dari Brian yang telah mengamuk seperti di rasuki setan.


Eros berteriak marah dan juga mencoba menyerang petugas keamanan itu, namun, karena jumlah mereka lebih banyak pada akhirnya Eros hanya dapat merelakan tubuhnya diseret menjauh dari Brian untuk di usir dari Bar.


Eros berteriak marah-marah di luar Bar dengan gila "Si4l4n!!! Aku akan datang dan membunuhmu!"


Setelah merasa cukup berteriak berkali-kali, Eros pergi mengendarai mobil miliknya untuk kembali kerumah dengan kecapatan kilat.


Saat ini fikirannya kacau, dia tidak tahu lagi harus bagaimana dan melaukan apa. Jika apa yang di katakan Brian itu benar, maka selama ini Eros.... selama ini ....


Eros membanting stir Mobil dengan keras dan berlari menuju kedalam rumah miliknya. Tubuhnya bergerak untuk membongkar setiap sudut kamar mencari barang yang ada dalam ingatannya.


"My Diary, dimana itu?" Eros bergumam frustasi saat menatap kamar miliknya telah menjadi berantakan.


Ia ingat terakhir kali Mile menyembunyikan Diary miliknya itu darinya. Jadi setidaknya ia berfikir pasti ada sesuatu disana.


Seolah sebuah fikiran muncul dalam benaknya, Eros kembali untuk naik mobil miliknya setelah membawa beberapa kunci pintu.


......


Setelah berkendara cukup lama Eros sampai di butik milik Milena. Jika Mile ingin menyembunyikan Diary miliknya tempat ini pasti yang terbaik.


Eros membuka pintu butik Mile dengan kunci yang ia bawa dari rumah. Setelah masuk ia langsung pergi ke kantor Mile untuk mencari buku disetiap laci.


Desahan nafas Eros menjadi lebih panjang. Dia mengambil nafas dalam-dalm sebelum terduduk di kursi Milena. Tangan Eros yang gemetar dengan keringat dingin meraba buku Milena sebelum membukanya secara perlahan.


Mata hitam Eros beriak keras dengan tangan kirinya yang menutup mulutnya ketakutan. Air mata yang sangat jarang terlihat dimatanya kini perlahan menggenang dan membentuk tetesan yang begitu deras.


-Ini adalah pertama kali aku menulis, nenek mengatakan padaku menulis mungkin membuatku menjadi lebih tenang


Tulisan awal Milena begitu berantakan dan kasar seolah itu adalah tulisan tangan anak berusia 5 tahun yang ketara


-Hari ini aku bertemu dengan pangeran Eros di taman bulan kapas, dia sangat tampan dan baik. Kuharap kelak aku akan bisa bersamanya dimasa depan


Sebuah foto Milena sendirian di taman bulan kapas, dan foto dirinya dengan nenek Mile kala itu tertempel disisi tulisan itu.


Jemari Eros meraba foto Mile kecil dengan gemetar dan suara serak penuh kesakitan dari bibirnya yang terdengar pilu


-Nenek telah pergi, kini aku sendirian. Tidak, masih ada pangeran Eros. Aku masih memiliki pangeran Eros bersamaku


Sebuah gelang kecil pemberian Eros berada di samping tulisan Milena


Eros menangis lebih keras dengan tangannya yang meremas dadanya karena terasa menyakitkan


-Pangeran Eros berkunjung, tapi dia tidak mengenaliku.....


Halaman demi halaman terus berlanjut, dan setiap halaman terlihat tulisan Mile yang semakin indah.


-Hari ini Eros lagi-lagi tidak membawa alat tulis. Aku senang aku membawa banyak jadi aku selalu bisa memberikan padanya secara diam-diam


-Eros sakit hari ini, kuraharap dia lekas sembuh....


-Eros aku benar-benar bukan orang dalam Video itu. Itu benar-benar bukan aku... aku mohon tolong percayalah padaku.....


Rasa sakit didada Eros semakin menyakitkan dan menjalar keseluruh tubuhnya, isak tangis yang begitu pilu di iringi suara tercekik bergema di ruangan yang dingin.


-Satu tahun berlalu sejak insiďen percobaan bunuh diriku, setelah sekian lama aku kembali menulis. Koma hampir 4 bulan dan perwatan 1 tahun di rumah sakit. Aku benar-benar menyedihkan


-Hari ini masih sama seperti srbelumnya, aku harap Eros baik-baik saja. Aku akan melanjutkan hidupku dengan baik


-Aku bertemu dengan Eros, aku sangat bahagia, tapi kurasa tidak untuk Eros. Selena telah pergi. Berita ini begitu mengejutkan. Aku selalu berharap mereka hidup dengan baik di suatu tempat.


-Hari ini aku tidur dengan Eros. Aku benar-benar bahagia dan takut. Kuharap itu tidak menyakitkan, tapi ternyata sangat menyakitkan...


-Kami menikah...


-Aku hamil.....


....... Suara erangan dan teriakan yang tercekat terdengar lebih keras dalam gelap malam yang panjang.


Eros menangis dan terus menangis membaca setiap lembar demi lembar buku di atas meja tempatnya terduduk dengan dada yang seolah akan berhenti bernafas karena rasa sakit yang begitu menyiksanya.